Starbucks Coffee sudah menjadi bagian hidup dari banyak orang di dunia.

Apalagi budaya ngopi dan juga kongkow sudah menyebar ke banyak kota besar di Indonesia.

Ngopi tidak sesimpel dulu di warkop atau warung indomie atau kios pinggir jalan

Ngopi di Starbucks agaklah njelimet bagi yg baru, walau sebenernya mudah tinggal mengikuti alur saja. Pesan mau minum kopi apa , Latte, espresso, frapuccino, dll ( lalu bingung karena namanya panjang dan aneh bagi yg awam) , lalu pesan gelas ukuran apa tall ( yg ternyata paling kecil) , Venti dan Grande. Lalu tunggu nama anda dipanggil Barrista , lalu anda pergi ke tempat gula untuk menambahkan gula, bubuk kayumanis , dkk

Lalu nikmati minuman anda

Tapi ada satu yg sering mengganjal perasaan saya. Entah kenapa sering Barrista salah menulis nama konsumen. Tulisan mereka pun tak begitu bagus. Penulisan nama sering meleset, sehingga terkadang saya suka menuduh itu disengaja.

Akhirnya saya dan beberapa teman sering menjadikan ini semacam permainan seru-seruan.

Biasanya apabila minuman sudah siap kita akan dipanggil dengan kalimat
“atas nama ……”

Lalu sering kami mengaku nama lain saat memesan. Nama seperti Cinta , Keadilan, sering digunakan

Kadang kita juga pake nama lain seperti James , Mark atau siapapun itu supaya seru.

Di Starbucks kita bisa jadi siapa saja yang kita mau. Barrista nyapun biasanya senyum-senyum saja mengikuti kelakuan kita. Tak paham juga apakah hatinya gondok atau tidak. But don’t be too serious in life .. Have a good laugh sometimes

Nama di Starbucks Cup….

image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *