Dalam kunjungan #newmontbootcamp ke Desa Kertasari, Kabupaten Taliwang Sumbawa Barat.  kami mengunjungi
Desa yang penduduknya memiliki pekerjaan utamanya adalah Bertani Rumput Laut. Mereka kebanyakan adalah orang-orang asal Selayar yang berdiam disini.

Desa Kertasari memiliki perumahan yang cukup padat, tapi cukup rapi. Rata-rata bangunanya terbuat dari kayu dan terbentuk Rumah panggung. Berjejer rapi. Cuaca disini cukup terik, yaiyalah deket Pantai.

Yang istimewa adalah Pantai tempat mereka bertani Rumput Laut. Pantai Kertasari. Indah banget. Pantai berpasir putih lengkap dengan bebatuan , panjang membentang. Dan pantainya bersih sekali.

Penduduk menarik kebun rumput lautnya masing-masing. Jenis rumput laut yang ditanam disini adalah jenis Eucheuma Cottonii. Bibit rumput laut diikat dengan tali plastik lalu ditanam dipantai. Butuh waktu 45 hari sampai bisa dipanen. Setelah dipanen, rumput laut dikeringkan dengan cara dijemur dengan panas matahari selama dua hari.

Hasilnya lalu dijual kepada koperasi. Pembudidayaan rumput laut disini difokuskan untuk Pembuatan kosmetik. Tapi selain itu ada juga produk olahan lain seperti dodol, snack dll.

#Newmontbootcamp berkesempatan pula mengunjungi Rumah penduduk dan dijamu makan siang luar biasa. Para ibu dengan ceria menyuguhkan makan siang kami. Menunya Urap Rumput Laut, dengan bumbu kelapa, cabe. Rasanya mengejutkan enak. Dan terasa aroma laut dalam setiap gigitan rumput laut yg bertekstur kenyal ini. Pasti kandungan fibernya banyak dan bisa awet muda kalau makan ini tiap hari. Lalu ada Sate Kerang Mata Tujuh ( banyak amat matanya) yang ternyata semacam abalone, rasanya Lezat sekali dengan bumbu kacang sedikit pedas. Tidak amis, kenyalnya cukup. Tidak cukup ambil 10 tusuk saja ( kalo tidak malu. Tapi saya ga malu-malu Kok , persediannya banyak. Hahahha), ada sejenis sambal kering berwarna hitam yang pedesnya bikin nambah, Cumi masak pedas yg gurih dan ngangeni,
Lalu ada Ikan masak Sepat. Saya kira ikan Sepat seperti di Jawa. Tapi bukan pemirsah! Ikan kakap segar dibakar, lalu Dicelup dalam bumbu Sepat, ada unsur kacang, cabai, dan beberapa dedaunan yg baru saya lihat. Nanti saya Tanya dulu. Ada juga ayam rica-rica, boleh tahanlah. Cuman sempat merasa gak enak pas makan di kaki sempat lewat dua ekor ayam yg mungkin sodaraan dengan ayam yang ada di piring saya.
Makan siang ditutup dengan es Rumput Laut. Potongan rumput laut segar, nenas muda dan parutan kelapa bercampur dengan es kuah santan dan Gula Jawa. Waduh rasanya Reeek.. Legit. Kenyel-kenyel enak diiringi letupan asam segar dari nenas muda. Tak cukup rasanya cuman segelas. Tiga gelas baru cukup.

Kami juga sempat melihat keahlian para ibu menenun. Memakai alat penenun dari kayu dibawah Rumah panggung mereka. Bagus sekali Kain tenunan halusnya. Hanya sayang, sekarang para ibu lebih tertarik bertani rumput laut atau menjadi buruh pengikat bibit rumput laut. Tapi setidaknya masih ada yang bertenun, walau bertahan mendatang belum tentu juga. Semoga kaum mudanya mau menceriakan tradisi menenun ini.

Setelah makan siang kami diperbolehkan bermain di pantai Kertasari. Pantainya bagus banget ( tetot mengulang kalimat yang sama).. Tapi memang bagus banget !  ( tetot mengulang kalimat yang sama)..

Sepanjang Pantai banyak sekali gambar yang bagus untuk diambil. Potensial pariwisata disini luar biasa. Tapi tidak banyak wisatawan yang saya lihat disini. Ada sebuah cottage dipinggir Pantai. Cuman saya tidak sempat mencatat namanya. Semua foto disini Instagramable kalo istilah saya. Tipe gambar yang akan mendapatkan banyak likes di Instagram.  Hahhaa.
Selain berfoto, saya juga sempat melihat pertanian rumput laut, dan proses penanaman dan panennya.

Sungguh tempat yang Menyenangkan ! Terpikat hati saya dengan tempat ini. Agak sirik saya sama penduduk disini yang tiap harinya melihat pemandangan spektakuler seperti ini. Rasanya saya ingin menginap barang beberapa malam disini. penasaran saya melihat kegiatan penduduk lebih lama lagi. Saya juga perlu waktu lebih lama untuk menikmati keindahan pantai disini. Penduduk Kertasari tetap semangat dan berjuang dalam hidup. Semoga mereka juga tetap semangat  melestarikan keindahan Pantai Kertasari.

Suatu saat nanti saya akan kembali lagi nanti ke Kertasari.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

8 comments

  1. Kertasari unik banget ya Mas. Kandungan kearifan masyarakat mereka demikian tinggi. Saya juga beruntung berkesempatan berkunjung ke sana. Dan gak nolak kalau Mas Arief ajak wkwkwk….

  2. sayang sekali cuma beberapa jam saja kita disini, harusnya dua hari yah rif. Biar dapat momen sunrise dan sunsetnya dan lebih eksplore alamnya.
    Memotret human interest disini juga bagus apalagi bisa ikut nelayan panen rumput lautnya, suatu hari akupun mesti kembali ketempat ini juga. 🙂

    1. Nah itu makanya. Awalnya saya underestimate lho, ternyata bagus banget. Gak hanya Alam, tapi kehidupan penduduk sana juga menarik. Kita harus balik kesana lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *