Selama ini apabila mendengar nama Aceh, yang paling teringat adalah tragedi Tsunami 2004. Sebuah tragedi yang takkan terlupa di benak manusia di seluruh dunia. Sebagai bagian sejarah, tentunya peristiwa itu tak boleh dilupakan. Biarlah peristiwa itu menjadi pengingat betapa kuatnya orang-orang Aceh, begitu tegar menghadapi bencana sehebat itu, kehilangan begitu banyak tapi dapat bangkit lagi membangun daerahnya sendiri.

Tapi sebenarnya masih banyak kenangan  lainnya yang bisa dibuat dan diingat sampai tua nanti ketika berkunjung ke Aceh. Saya pernah pergi ke Aceh, tapi belum pernah sampai ke Sabang. Pesona alam Aceh sangatlah indah, terekam dengan jelas di mata. Jejeran hutan hijau, lanskap hijau mempesona,  aneka kuliner khas pemanja lidah, dan banyak pantai indah dengan laut biru  Sabang adalah tempat yang masuk daftar harus saya kunjungi. Lalu  beberapa teman yang sering travelling pergi mengunjungi Sabang, lalu memajang foto disana di social media mereka. Tentunya ini menjadi pemicu saya semakin ingin pergi kesana. I Wanna do the same thing ! Even better ! Sebuah pengalaman minimal sekali seumur hidup yang harus saya alami.

Dalam benak saya , Sabang adalah sekeping surga di Ujung Barat Indonesia yang ingin saya gapai. Panorama pantai yang indah, langit yang biru, liukan pohon kelapa, juga aneka satwa laut yang berwarna-warni, berenang kesana kemari adalah gambaran ideal surga bahari yang menanti untuk dikunjungi.

SABANG_HASBI-AZHAR-3.jpg

Foto diatas saya pinjam dari disini

Saya ingin mengunjungi Pantai Anoi Itam , karena pantainya berwarna hitam pekat, dan memiliki berat jenis TIGA KALI LIPAT, konon katanya karena mengandung nikel. Menarik Sekali ! Foto dibawah saya pinjam dari sini

anoi itam

Selain itu saya juga ingin pergi ke Pantai Kasih  yang terkenal dengan sunsetnya, Pantai Sumur Tiga dimana ada sumur yang dilewati bila kita menuruni anak tangga dari atas menuju ke bibir pantai. Air sumur ini rasanya tawar walau ada di tepi pantai.

Lalu saya ingin pergi ke Pantai Gapang favorit  wisatawan asing karena pantainya sangat tenang dan mudah untuk menjadi titik start kapal menuju lokasi snorkeling.

Juga Pantai Iboih, dan merupakan titik awal menuju Pulau Rubiah, lokasi favorit banyak orang untuk beraktivitas snorkeling dan diving.

Saya ingin pergi ke Monumen Kilometer Nol, titik paling ujung (barat) dari wilayah Indonesia tercinta. Kita bisa mendapatkan Suvenir berupa sertifikat bertuliskan nama kita sebagai tanda bukti bahwa kita telah menginjakkan kaki di titik kilometer nol Indonesia.

 Seharusnya lebih banyak cerita dan foto yang saya tampilkan disini, tapi apa daya saya belum pernah ke Sabang. Nantilah, cerita dan gambarnya akan saya perbanyak lewat twitter sayaIG , facebook 

Pastinya akan menjadi pengalaman menarik dan takkan terlupa, menikmati surga di ujung Indonesia. Karena saya yakin saya akan mendapatkan pengalaman yang berbeda dilihat dari sudut pandang saya. Sampai jumpa di Sabang !

Oh iya, hampir lupa. Tanggal 26 – 30 April nanti akan ada Sabang Marine Festival dengan tema Inspiring Sabang, yang pastinya akan sangat menarik untuk dikunjungi. Karena akan ada banyak acara yang menyorot keindahan alam Sabang, untuk info lebih lanjut kunjungi website resmi Disbudpar Provinsi Aceh

Mari-Rayakan-Sabang-Marine-Festival-2016-Lewat_Tulisan.jpg

3 comments

  1. Semoga tujuan menyambangi pantai di Aceh ini kesampaian, aamin.
    Pantai-pantai kece di Aceh ini seharusnya dipromosikan pemda dengan gencar. Kalau dana tak cukup buatlah situs/web yang mudah ditemukan penggila pantai dari seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *