Gunung Baluran dan Sabana Bekol

Setelah lama , akhirnya saya berkesempatan mengunjungi satu tempat yang bikin penasaran. Taman Nasional Baluran di Situbondo , Jawa Timur. Taman Nasional ini komplit banget sebenarnya , ada vegetasi Sabana , Hutan Mangrove, Hutan Musim, Hutan Pantai , Hutan Pegunungan Bawah, Hutan Rawa dan Hutan yang selalu hijau sepanjang Tahun. Belum lagi ada Gunung Baluran dan juga Pantai Bama. Taman Nasional ini memiliki luas 25000 Ha. 

Welcome to Baluran

Perjalanan dimulai dari Banyuwangi, ke arah Situbondo , kira-kira satu setengah jam melalui jalan yang cukup mulus, mobil kami sampai di Gerbang Taman Nasional Baluran. Kami diarahkan untuk membeli tiket masuk Rp. 10.000/ orang , lalu diberi selembar brosur. Tak lupa jajan di warung terdekat buat perbekalan.

Lalu perjalanan dimulai , Kami menuju Sabana Bekol, pusat perhatian banyak pengunjung disana. Mobil Avanza kami harus dikemudikan perlahan karena jalan berbatu yang kurang bagus, perjalanan 12 KM harus dilalui dengan jalan ajrut-ajrutan ala mobil off road berbatu.

Mengering

 

Tapi melihat pemandangan keluar mobil sungguhlah menakjubkan , karena suasana dan pepohonan sudahlah berganti. Banyak sekali lahan dan pepohonan kering ala di Afrika. Ada banyak tanda, Hati-Hati Daerah Rawan Kebakaran Hutan. Melihat keringnya tanaman, kalau ada orang bodoh yang buang puntung rokok disana, dijamin terbakar itu pepohonan.

 

Sambil bermanuver melalui jalan berbatu, kami disambut para monyet yang melihat kami penuh harap dari kejauhan. Ada larangan memberi makan pada monyet, tapi sepertinya banyak yang melanggar karena para monyet seperti sudah terbiasa menghiba makanan dari pengunjung. Aneka burung berseliweran diatas mobil, mulai dari yang berwarna coklat, semacam perkutut, sampai burung cantik berwarna biru, yang semuanya susah difoto karena terbang dengan kecepatan tinggi ( Padaha mah gak jago aja motonya)

Hijau Sepanjang Tahun ( Evergreen)

Lalu tiba-tiba suasana menjadi hijau, dedauan tampak segar indah dibatang-batang pohon Hutan Evergreen , Alias Hutan Hijau Sepanjang Tahun. Suasananya beda sekali setelah kita memandang kekeringan di jalur sebelumnya. Amazing ! Di satu wilayah kita bisa melihat erubahan vegetasi yang amat mencolok. Berasa di Jurassic Park deh, minus dinosaurus, minus dikejar-kejar T-Rex, dsb.

Pohon sabana Bekol

Sampai akhirnya hijau-hijauan berganti coklat kekuningan lagi, dan sampailah kami ke Sabana Bekol.

Satu kata yang keluar dari bibir saya

“WOW”

Pemandangan menakjubkan, sejauh mata memandang hamparan Sabana kecoklatan. Lalu ada satu atau dua pohon muncul di lapangan yang luas banget. Nggak berasa di Indonesia deh. Berasa di Afrika. Belum pernah sih kesono, tapi kalau lihat di TV ya gitu, anggap saja latihan Safari di Afrika.

 

Kamipun turun untuk mengambil foto. Memang benar , suasana di luar mobil sangantlah berbeda. Dibelakang kami, Gunung Baluran berdiri tegak dengan gagah seakan memandang sabana dari atas.

Pemandangannya indah sekali, kontras sabana yang luas dan coklat, lalu Gunung Baluran yang tinggi dibingkai langit biru luas dan awan-awan cantik.

Sabana Bekol dan Gunung Baluran

Di kejauhan ada segerombolan kerbau air sedang mand lumpur. Lalu dibawah beberapa pohon, keluarga monyet sedang berteduh sambil mencari kutu. Di bawah pohon lainnya lagi ada seekor menjangan betina sedang ngadem.

Jauh dibelakang sekawanan banteng lagi lewat

Nuansanya seperti beneran di Afrika deh. Tinggal melepas Segerombolan Singa , Gajah , Cheetah, makin Afrika deh ( maaf khayalannya tinggi terkadang).

 

Kalau mau menginap, Pihak Taman Nasional menyediakan fasilitas menginap beberapa wisma. Ada juga musholla dan sebuah tempat peninjauan yang berada di atas bukit.

 

Sambil asyik menikmati pemandangan Sabana, tak sengaja terlihat sebuah papan pengumuman. Pengunjung dilarang memasuki Sabana, karena merupakan habitat Ular Kobra. Dhuarrr… Langsung saya berlari ke arah mobil. Paling gak suka sama Kobra. Mereka suka gigit dan berbisa. ( yaiyalah , hanya pawang ular dan pemain film India saja tampaknya pecinta Kobra) , tapi sejauh mata memandang tidak keliatan Kobra tuh dari tadi.

 

Kamipun meneruskan perjalanan, kira-kira dua tiga kilometer mengikuti jalur yang sudah ada. Jalanan masih sama, seperti sebelumnya, jelek. Lalu sampailah kami di Pantai Bama. Pantai berpasir putih yang sepi sekali. Hanya kami pengunjungnya. 

 

 

Nuansa ke Afrika-afrikaan mendadak hilang berganti dengan nuansa pantai kepulauan. Di sebelah kiri pantai ada hutan bakau atau Mangrove. 

 

Cuman sayang saya sempat melihat sampah plastik yang tidak sediikit. Tapi kalau dlihat dari konfigurasinya , sepertinya itu hasil dari mengumpulkan. Karena tumpukannya rapi dan siap dialihkan ke tempat lain. Sama seperti DI Bekol, disini juga disediakan penginapan. Lumayan sepertinya menginap disini.

Pantai Bama
Yuk

Bermain air sebentar , lalu perhatian tertuju ke beberapa ekor monyet yang sedang bermain di beberapa meja kayu di sekitar pantai. Lucu sekali, Tapi seperti SOP Monyet sebelumnya ,sepertinya mereka meminta makanan sama kita. Ya Sudah tinggalkan.

Dikejar monyet

 

Setelah beberapa lama akhirnya, diputuskan untuk kembali ke Banyuwangi, Di perjalanan pulang, kembali melewati jalanan yang bikin pantat menipis, sambil dadah-dadah sama menjangan, kerbau, pohon dan semua elemen Taman Nasional Baluran, ada perasaan hangat di dada. Begitu Indonesia itu penuh dengan kekayaan alam yang begitu istimewa. Sayang kalau kita tak sempat mengunjungi dan menikmatinya. Lain kali saya pasti bakalan balik lagi, mungkin menginap biar seru.

Meninggalkan sabana Bekol, beberapa monyet dengan antusias mengejar mobil , mereka minta makan tampaknya. Tapi kami tak berikan. Lalu di arah berlawanan ada sebuah mobil sedang berhenti, memberi makan monyet. Bikin Kesel deh, itu orang kayaknya gak bisa baca papan pengumuman dilarang kasi makan monyet. Hmm. Mungkin mereka juga ga bisa membaca papan pengumuman Sabana Habitat Kobra.

Pohon tumbang

Datang ke Taman Nasional Baluran , lumayan banget dapat banyak tempat wisata. Savanna Bekol, Pantai Bama, kalau suka dan rajin bisa naik ke Gunung Baluran, wisata Mangrove, lihat binatang, dll. Bawa anak-anak juga menyenangkan. Memberikan mereka wawasan dan pengalaman. Kalau pergi kesana sebaiknya bawa bekal. Enak juga kalau bawa bekal piknik di pantai. Cuman berhati-hati sama monyet. Suka pada iseng mereka. Dan bawalah Mobil minimal Avanza dan sejenisnya. Kalau bawa Mobil sedan kasihan bisa tergerus bagian bawahnya. 

 

Setelah keluar dari Taman Nasional , ada kejadian yang bikin deg-degan. Ada sebuah pohon tumbang melintang di jalan, tidak ada angin, tidak ada hujan, tumbang aja gitu. Untung kita masih diselamatkan tidak tertimpa pohon tumbang itu.

Selamat mengeklporasi Indonesia , ada begitu banyak yang ingin saya kunjungi, semoga ada rejeki dan kesempatannya.

 

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *