Terus terang selama ini saya tidak begitu paham proses pembuatan Telur Asin. Teman makan rawon ini selalu setia hadir bertumpuk di piring di meja warung rawon di samping mangkok sambal dan jeruk nipis.

Tapi sedap juga kalau dicampurkan kerupuk putih dan nasi panas. Wow Sedap !

Tapi saat #Aiptrip ke Brebes , kami sempat mampir ke Toko HTM Jaya yang selain menjual juga memproduksi Telur Asin. Toko ini ada di jalur Pantura yang ramai dilalui kendaraan besar.

Disana dijual aneka cemilan khas produksi Brebes dan daerah sekitar nya. Tapi bintang utamanya adalah TELUR ASIN !

Sekarang selain Telur Asin biasa ada juga Telur Asin Bakar dan Telur Asin Asap.

Ditemani Pak Komaruddin , pemilik generasi ke 2 penjual Telur asin HTM Jaya, kami diperagakan melihat Proses pembuatan Telur Asin di sebuah bangunan beberapa rumah dibelakang Toko.

Suasana makin dramatis dengan turunnya hujan yang deras. Sehingga kamipun masuk ke dalam Pabrik Telur Asin. ( Teteup kudu ada dramanya)

Suasana di dalam Pabrik yang seperti rumah itu agak gelap. Diterangi Lampu seadanya. Saya Lupa nanya apakah penerangan berpengaruh terhadap kualitas Telur. 

Ada dua orang pekerja yang sedang melapisi Telur Asin yang langsung dikerubuti para blogger untuk ditanya-tanya.

Langsung ditanya-tanya

Proses pembuatan Telur Asin dimulai dari pengiriman Telur Bebek segar yang dipanen setiap hari dari peternak setempat. 

Kami sempat main ke Peternakan Bebek Pak Abdillah. Disana , bebek dikandangkan dalam kandang-kandang yang cukup luas. Setiap ekor bebek bisa bertelur setiap hari mulai dari umur 6 bulan sampai dengan umur 2 tahun. Setelah itu para bebek pensiun.

Hai Bebek

Lalu bebek akan diselimuti oleh bahan campuran khusus berupa sekam, semen bata merah dan garam Kristal khusus produksi Dusun Pandansari.

Sekam

Sekam adalah sisa padi yang dibakar sehingga menyerupai Abu gosok.

Semen Batu Bata

Semen Bata merah terbuat dari bata merah yang dihancurkan sehingga halus menyerupai semen. 
Garam yang dipakai berbeda karena garamnya  hasil rebusan khusus yang terkristalisasi dari Dusun Pandansari , Kaliwingi, tempat Hutan Mangrove.

Garam Rebus

Sekam, semen bata merah dan garam laut dicampurkan menjadi sebuah adonan. 

Dengan cekatan dua pegawai menyelimuti telur-telur Bebek dengan adonan itu.

Gerakan tangannya cepat sekali. Tiap harinya seorang pegawai bisa mengasinkan 1500 Telur. Ga pegel ya ?

Udah biasa kayaknya. 

Saya ngeliatnya aja pegel. Hahaha

Setelah diselimuti dengan sekam, semen bata merah dan garam laut. Telur-telur itu dikumpulkan di dalam keranjang dan disimpan dalam ruangan khusus.

Lalu telur-telur itu akan didiamkan berselimut adonan khusus dalam ruangan itu selamat 15-20 hari. Kelebihan adonan disini, efek yang ditimbulkan adalah Sifat telur yang Masir. Asinnya pas dan teksturnya bagus. Ada beberapa perajin lain melapisi Telur Asin dengan lumpur sehingga kualitasnya kurang baik. 
Setelah 20 Hari, Telur Asin siap dibersihkan untuk diproses selanjutnya. 

Ada juga telur yang dibeli usia 10 hari untuk dipepes. Atau jadi bahan masakan berbumbu seperti Udang Telur Asin. 


Setelah adonan dibersihkan , Telur lalu direbus sampai matang. lalu Telur didinginkan, siap dijual kepada pemirsah

 Telur ini tahan 7-10 hari atau sebulan apabila di kulkas. Di HTM Jaya, sebutir Telur Asin dijual seharga Rp. 4000,-.  

Rasanya enak, Masir dan sedap dicampurkan dengan nasi panas. Saya paling suka bagian kuning telurnyaa !

Rawon mana Rawoon ?? 

Pasangan cocok buat telur Asin. 

Ternyata tidak mudah membuat Telur Asin. Kita mesti apresiasi proses pembuatannya.

Indonesia memang negara yang kaya akan kreatifitas dalam segala bidang.

Yuk Kita jelajahi Negeri ini. Masih banyak tempat menarik yang harus dilkunjungi.

13 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *