#aiptrip kali ini agak dadakan kayak sambel, Berhubung sedang di Tasikmalaya, dengar-dengar
banyak orang ngomongin soal destinasi wisata alam kekinian yang baru buka di Pasir Kirisik Guranteng. Tempat mejeng baru yang keren, kali aja bisa bikin Ganteng. Bisa jadi profile pic FB, Instagram, Path dll.

Berangkatlah ke Pasir Kirisik , Guranteng. Ada banyak jalan menuju tempat wisata baru ini. 

Bisa lewat Ciawi, sementara saya lewat jalan Panumbangan yang relatif lebih sepi karena  nyupirnya mau nyantai.

Alamatnya ada di Dusun Guranteng, Pagerageung, Tasikmalaya, Jawa Barat 46158, Indonesia. Sebagai gambaran lokasinya dekat dengan Pesantren Suryalaya.  Kalau di google maps sih di https://goo.gl/maps/1k1Xmc39Z8K2 Saya ngikutin Google Maps nyampe Kok. 


Perjalanan dari Tasikmalaya sampai ke Pasir Kirisik lumayan menyenangkan, pemandangan sawah dan gunung emang bikin segar mata.


Jalannya lumayan bagus, kecuali pas mendekati lokasi, masih ad jalan tanah yang kalau hujan pasti becek deh.Rambu-rambu menuju lokasi juga baru ada didekat lokasi, maklum baru.


Sesampainya di lokasi , kita disambut patung Jerapah seukuran aslinya , lalu terlihat pengolahan lanskap yang menurut saya cukup keren. Aneka tanaman hijau menghiasi perbukitan.


Di pintu masuk ada pos penjagaan tiket. Harga Tiket Rp.7500,- untuk hari biasa dan Rp.10.000 untuk weekend. Tiket bisa ditukar dengan minuman teh kemasan botol nantinya.


Jadi Wisata Alam Pasir Kerisik Guranteng ini adalah sebuah perbukitan yang diolah menjadi tempat wisata. Diatasnya ada sebuah villa kayu, kolam renang dengan pemandangan yang indah. Bukit ini memiliki vantage point yang bagus karena dikelilingi pegunungan khas ala bumi Parahyangan. 


Setelah parkir dekat patung ayam raksasa ( kenapa ada patung Ayam ? nanti dibahas) , kami dipersilahkan masuk kedalam APV untuk naik ke lokasi.

Bisa jalan sih, lewat jalan menanjak dan berkelok, tapi malas yah. Hahahaha. Naik APV aja, bayarnya cuman Rp.2000 pulang pergi. 

Naiklah kita ke bukit, di perjalanan, kita melihat objek wisata ini sedang berbenah membangun banyak fasilitas seperti Waterboom, kolam renang anak , Flying Fox dan lain-lain.


Di tengah jalan, tiket ditukar dengan minuman teh kemasan, nggak sempat difoto deh. 

Lalu kami naik lagi sampai ke puncak bukit. kita memasuki wilayah serba hijau yang masih ditata, ada sebuah villa kayu , kolam renang, pujasera, ruang meeting dan yang paling penting adalah banyak spot buat foto-foto, berselfie ria. Sebuah taman cantik dengan aneka bunga yang berwarna menghiasi Villa kayu tersebut.
Seperti destinasi wisata lain, tempat ini memang menyuguhkan aneka fasilitas berselfie ria. Mulai dari Gerbang pepohonan berbentuk hati , telepon umum bercat merah ala-ala di London, foto dekat kolam renang, ada pula gardu pandang buat berfoto. Yang menarik disini ada juga beberapa saung untuk berteduh, dengan tulisan Saung Jujur, kalau duduk disitu harus dengan kesadaran sendiri bayar Rp.1000 ke dalam box nya.

Hari Selasa itu ada beberapa muda mudi sejoli ( halah ) sibuk berfoto di gerbang cinta, segerombolan pemudi sedang duduk-duduk di teras Villa kayu, ada pula serombongan ABG sibuk menguasai satu spot untuk mendapatkan hasil terbaik untuk (sepertinya) diupload ke instagram masing-masing. Ada satu keluarga baru selesai berenang di Kolam renang dengan kedalaman yang bervariasi. Lalu sekumpulan Ibu gaul sedang menguasai daerah kolam renang untuk foto-foto manjah. Saya ngapain ya?


Lalu berpikir, kegiatan apa saja yang menarik disini selain berswa foto ? Lalu saya berpikir, itulah kenapa tempat wisata ini sibuk berbenah. Karena kalau buat berfoto doang, nilai tambahnya berkurang. Makanya ke depannya akan ada waterboom, flying fox, kolam renang anak dan aneka atraksi lain supaya banyak aktivitas yang bisa dilakukan disini selain berfoto Dan berenang.  Mereka masih membangun. oleh karena itu masih banyak tukang berseliweran. Saya harus hati-hati dalam melangkah.

Akhirnya saya naik Gardu pandang yang terbuat dari besi setinggi kira-kira 6 meter.

Selfie ama tukang las di gardu pandang

 Rangkaiannya sudah jadi, tapi masih dalam tahapan finishing pemasangan bambu dipinggirnya.

Naik ke  atas pemandangan indah makin terpampang nyata. Sekeliling tempat ini kita bisa melihat banyak pemadangan, 360 derajat kita melihat suasana pegunungan yang bagus banget. Kita bisa melihat gunung Sawal, Gunung Galunggung, Gunung Cakrabunana, dan lain-lain. Angin yang bertiup pun membawa kesegaran hawa pegunungan aseli. Ada di atas bikin betah deh, apalagi gak banyak saingan. 


Orang-orang lebih suka foto-foto di tempat selfie, tampak ga ada yang berani kesini. Setelah puas berfoto saya pun turun, dan jalan-jalan sedikit lagi. 

Kalau lapar, disini ada pujasera yang menyuguhkan aneka makanan sperti fried chicken, nasi goreng, minuman cokelat dan lain-lain. Harganya masih terjangkau tidak terlalu mahal.

Oh ya, daerah wisata ini tadinya adalah Villa pribadi seorang pengusaha ternak ayam, yang kemudian dibuka untuk umum. Itulah kenapa ada Patung ayam raksasa di dekat pintu masuk , di sepanjang perjalanan pun ada beberapa peternakan Ayam , sepertinya punya si Bapak.

Memutuskan pulang, akhirnya kita naik APV lagi menuju parkiran dibawah.

Kesimpulannya kunjungan yang menyenangkan datang kesini, pemandangannya menawan, udaranya segar, dan banyak tempat foto yang keren. Tapi kebayang kalau weekend, pasti penuh deh. Persaingan berfoto ria pasti makin sengit, tapi namanya juga kawasan wisata, apalagi baru dan bagus, kalau rame maklum. Makanya saya sarankan datang kesini jangan pas weekend deh. 

Semoga ke depannya kawasan wisata Pasir Kerisik Guranteng ini semakin bagus setelah berbenah. Karena potensinya sangat besar. Lokasinya punya pemandangan yang wah banget. 

Baiklah, sampai jumpa lagi di #AipTrip selanjutnya , masih banyak tempat lain yang mesti kita datangi. 


One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *