Situ Sanghyang Tasikmalaya

Apa Kabar TemenAip ? Kali ini #Aiptrip jalan-jalan ke sebuah objek wisata yang memberikan kedamaian. Tumben ya. Tapi kenapa nggak ?

Ada sebuah situ atau Danau di Tasikmalaya yang adem banget dan bisa bikin damai hati yang bergejolak. Lebay. Hahaha

Situ Sanghyang Tasikmalaya berada di Desa Cibalanarik dan Desa Cilolohan  Kecamatan Tanjungjaya, kira-kira 25 km dari pusat kota Tasikmalaya. Kalau saya ngambil jaraknya dari Mall Asia Plaza. 

ini link google maps nya Situ Sanghyang
Kalau saya , ngambil rute dari Tasikmalaya , ke Sukaraja, dari Mesjid Agungnya ada jalan belok ke kiri, ikutin aja terus. Pemandangannya bagus banyak sawah dan pepohonan bikin adem. Nanti dari Leuwibudah belok kiri ke arah Cibalanarik. Kalau naik Bis, pakai bis dari Padayungan, ada kok jurusan Cibalanarik. Cuman agak lama. Kalau naik motor lebih seru lagi, bisa lewat jembatan gantung motong jalan Leuwibudah, lebih cepat. 

Sepanjang perjalanan ke Situ Sanghyang, di wilayah Leuwibudah pemandangannya bagus

Jalannya relatif bagus, sampai ada Gerbang Wisata Situ Sanghyang, dari situ jalannya agak kurang bagus, melewati perkampungan. Masih bisa dijalani, tapi pelan-pelan aja ya. 
Memasuki  kawasan Situ Sanghyang, Kita bayar Tiket dulu Rp. 3500 per orang nya. 

Sesampainya di pinggir danau, mata langsung terfokus pada tenangnya air danau, Airnya tenang memantulkan bayangan awan di atasnya berbingkai pepohonan hijau dan birunya langit. Adem sekali mata dan hati melihatnya. 


Di kejauhan ada sebuah Signage besar berwarna kuning bertuliskan SANGHYANG…


Situ Sanghyang dengan signage kuning besar

Enak bener disini,  menikmati pemandangan Danau, lalu semilir angin sepoi-sepoi berhembus , Diam dan santai saja sudah nikmat.

Apalagi kalau piknik, bawa bekal, gelar Tikar. Makan rame-rame sambil leyeh-leyeh manja.

Kalau ga bawa makanan , ada beberapa warung makan yang Jual Ikan Bakar Kok. Tanya saja.

Museum mini
Di kawasan Situ Sanghyangyang ada beberapa bangunan yang telah dibangun untuk menunjang pariwisata disana. Ada Semacam Museum kecil yang memamerkan kebudayaan dan sejarah orang Sunda, Musholla, Toilet, dll.

Amphitheatre yang unik

lalu apabila kita mengitari Danaunya ada Amphiteatre yang ternyata dibuat dari kayu dan juga toko-toko kecil. Penasaran juga pementasan seperti apa yang ditampilkan disini.
Kalau kita ikuti jalannya terus, Kita bisa sampai ke belakang Signage Sanghyang yang besar itu. Sayang icon Danau ini banyak yang corat-coret, padahal bikinnya pasti gak murah. 

Sebenarnya ada jalan untuk mengelilingi kawasan Situ Sanghyang, tapi kondisinya setelah Signage kuning makin jelek. Kecuali pakai motor trail. Kalau Jalan becek, males. Hahaha #turismanja


Situ atau danau ini memiliki luas kira-kira 16 Hektar. Keunikannya , airnya tidak pernah surut walaupun musim kemarau berkepanjangan. Sepertinya ada sumber air di dasar danau ini. Itulah kenapa disini para wisatawan dilarang berenang, karena walau di atas tenang, arus dibawahnya tidak terduga. Begitu kata Mamang Rakit yang saya tanyakan.  

Walau tidak bisa berenang, masih banyak Kegiatan yang bisa dilakukan disini. 

Favorit saya adalah , bersantai. Santai ? Kenapa tidak. memandang air danau yang tenang dan damai memberikan suatu pengayaan batin yang beda sekali rasanya. 

Kegiatan lain yang bisa dilakukan adalah memancing. Kalau beruntung bisa dapat ikan banyak. Pas disana , saya liat banyak pemancing yang sedang mengail ikan.

Rakit panjang

Kegitan lain bisa juga menyewa perahu atau rakit. Kalau saya lebih suka naik rakit karena sensasinya berbeda. Seperti terbawa ke zaman dahulu kala. Bayarnya antara RP.25.000-Rp.30.000 tergantung nego dengan mamangnya. Bisa juga menyewa perahu atau sepeda air.


Berlayar dengan rakit
Bentuk danau ini tidak bulat, tapi berjalur , jadi menarik untuk ditelusuri.

Sementara Mamang rakit mendayung, Kita bisa menikmati keindahan Alam Situ Sanghyang

 Dengan rakit, pengalamannya makin maksimal. Airnya tenang banget. Foto-foto jadi maksimal. 

Di tengah jalan sempet moto capung kawin


Setelah selesai berkarya dengan rakit. Sempet ngobrol sama orang yang nongkrong di pinggir Danau. Kalau beruntung, coba check ke tukang rakit deh, apakah ada yang jual Lobster Air Tawar. Ternyata ada dong !

Beli lobster yang disimpan dalam tempat kayu

Lobster-lobster ini ditangkap dan dikumpulkan didalam Kotak kayu lalu disimpan dibawah rakit.

Lumayan banyak juga. Kurang lebih 2 kg Harganya setelah ditawar Rp.60.000/kg , lumayan banget kan.

Di rumah digoreng deh. Lobster segar dan nikmat. Lezat

Lobster segar dan nikmat

Kalau baca di situs Disparbud Jabar
Keterangannya seperti ini : Objek Wisata Situ Sanghiyang luas areanya  sekitar  37 ha. Di Situ Sanghyang yang terdapat di Desa Cibalanarik juga terdapat makam kuno. Di sekitar makam kuno ini dapat ditemukan batu pancalikan, yaitu tahta yang terbuat dari batu dan digosok secara halus sampai mengkilap. Tahta ini hanya digunakan pada upacara penobatan. Di atas tahta itu calon raja diberkati oleh pendeta tertinggi. Tempat tahta ini, sesuai tradisi, berada di kabuyutan kerajaan, tidak di dalam istana. 

.


Pas mau Ziarah ke makam Eyang Lingga Wastu, sayangnya sedang dituruti karena kuncennya sedang pergi. Kita ga jadi masuk deh. 

Tips pergi kesana sebaiknya hari biasa. Kalau Sabtu dan Minggu Serta Hari Besar biasanya pengunjung ya ramai.

#Aiptrip ke Situ Sanghyang Kali ini Sukses beneran. Bikin adem hati, perasaan Damai, pulang bawa Lobster pulak. Hahahaha. 


Yuk jalan-jalan lagi keliling Indonesia. 

5 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *