Lokomotif B2503 yang legendaris

Hello TemenAip ! Apa Kabar ?

Tanggal 6-8 Oktober 2017 kemarin, Ariefpokto.com diundang untuk mengikuti Gathering Sahabat KAI ke Semarang dalam rangka Ulang Tahun PT KAI ke 72.

Ini adalah acara tahunan dimana PT KAI mengundang para pengguna kereta api untuk menjalin komunikasi , sharing dan menerima saran dan kritik dari penggunanya langsung. Tidak cuma itu saja acaranya juga ada kunjungan ke Museum Kereta Api dan khusus tahun ini ada Amazing Race bagi para peserta. Peserta gathering datang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Jogja, Bekasi, sampai Palembang.  

Peserta dari Jakarta berangkat bersama dari Stasiun Gambir ke Semarang menggunakan Kereta Api Argo Muria. Senang juga bertemu beberapa temen baru para #SahabatKAI , banyak sekali yang passionate tentang Kereta Api, perduli dan punya banyak masukan kepada PT KAI.

Teman seperjalanan saya, Mas Rio Agustina hapal banget jenis-jenis Kereta Api, sejarah PT KAI sampai rute-rute eksotis dimana kita bisa melihat pemandangan keren. Ada juga Pak Budi, yang punya beberapa komplain, dan berharap bisa menyampaikan kekecewaanya. Jadi kami sebagai pengguna memang diharapkan memberi kontribusi, sampai yang suka komplain pun diundang. Ada Jimny yang merupakan pengguna kereta api setia, karena anak istrinya tinggal berbeda kota, sampai Kang Sonny, fotografer khusus kereta api yang karyanya banyak dipajang saat pameran dan banyak lagi.

Balemong  Resort

Sesampainya di Semarang, kami segera diantarkan ke Balemong Resort di Ungaran. Sebuah resort cantik bernuansa Jawa. Ada bermacam tipe kamar dan bungalow, Dari kamar terlihat Gunung Ungaran dan persawahan. Suasananya sangat nyaman, adem dan bikin betah.

Sharing Session

Malamnya diadakan sharing session antara Direksi KAI bersama para #SahabatKAI . Dimulai dengan persembahan KAI Move, dance khusus yang diperagakan crew Kereta api, mulai dari kondektur, bagian teknik, pram dan prami, sampai pegawai kantor PT KAI. Mereka bersemangat sekali membawakannya. Lalu diadakan acara tanya jawab bersama para direksi. Yaitu Ibu Wiwik Widayanti  (Executive Vice President Daerah Operasi 4 Semarang / Kadaop / Kepala Daerah Operasional 4 Jawa Tengah) ,  Bapak Mukti Jauhari Corporate Deputy Director of Passenger Transport Marketing and Sales) ,  Bapak Bambang Suliastowo. (Vice President Customer Care), lalu Ada Bapak Bambang Eko Martono , Managing Director of Infrastructure PT KAI yang menjelaskan soal kondisi perkeretaapian Indonesia sekarang dan rencana PT KAI ke depannya. 

Baru saya melihat banyak orang bersemangat bertanya dalam sesi seperti ini. Mulai dari hal kecil, seperti toilet kereta yang kurang bersih, makanan tidak enak, sampai harga Tiket, pembukaan rute baru dan banyak lagi. Sampai ada Bapak yang bertanya sampai 14 pertanyaan saking detailnya.
Pokoknya hebatlah semangat dan antusiasme #SahabatKAI akan kepeduliannya terhadap Kereta Api. Semua pertanyaan dijawab oleh orang-orang berkompeten. Ada yang puas dengan jawabannya, ada pula yang kurang. Membuka peluang diskusi baru tentunya.

Amazing Race

Keesokan harinya , Amazing Race dimulai. Semua peserta harus ikut. Didalam ajang ini, Aip tergabung dalam Team Brantas bersama Mas Rio, Pak Busroni, Fanny Kaskus, Iman Beritagar, Jimny, Mbak Lusi, Irwan, dan Kang Sonny. Jadi nama team disesuaikan dengan nama kereta yang melewati jalur DAOPS 4 Semarang. Semua peserta mendapat seragam kaus dan topi biru biar pada kompak Amazing Race dimulai dari Balemong Resort , menuju point pertama di Kuil Sam Poo Kong , disana para peserta wajib mengikuti permainan bola kekompakan dan juga menyusun puzzle. Setelah puzzle terbentuk,  berfoto di depan patung Singa di gerbang selatan Klenteng.

Komplek Klenteng Sam Poo Kong adalah kompleks bangunan yaitu Klenteng Besar, gua Sam Poo Kong, Klenteng Tho Tee Kong, dan empat tempat pemujaan yaitu Kyai Juru Mudi, Kayai Jangkar, Kyai Cundrik Bumi dan mbah Kyai Tumpeng. Klenteng Besar dan gua merupakan bangunan terpenting karena berfungsi sebagai pusat seluruh kegiatan pemujaan. Gua itu memiliki mata air yang tak pernah kering dan dipercayai sebagai tempat petilasan yang pernah ditinggali Sam Po Tay Djien (Zheng He).  Konon awal abad ke-15 Laksamana Zheng He berlayar menyusuri pantai laut Jawa dan sampai di sebuah semenanjung. Karena ada awak kapal yang sakit, ia memerintahkan mendarat dengan menyusuri sebuah sungai bernama Kaligarang. Setelah mendaratan, ia menemukan sebuah gua batu dan dipergunakan untuk tempat bersemedi dan bersembahyang. Zeng He memutuskan menetap untuk sementara waktu ditempat tersebut. Sedangkan awak kapalnya yang sakit dirawat dan diberi obat dari ramuan dedaunan yang ada disekitar tempat itu. Pada Oktober 1724 diadakan upacara besar-besaran sekaligus pembangunan kuil sebagai ungkapan terima kasih kepada Sam Po Tay Djien.

Cuaca siang itu panas sekali. Lumayan menguras energi sewaktu mengikuti Amazing Race Tapi team Brantas masih semangat dan kompak menjalankan tantangan demi tantangan. Setiap peunjuk yang diberikan harus dibaca secara hati-hati, karena kalau salah, harus mengulang dari awal.

Dari sana kami mendapat petunjuk untuk mengunjungi Kampung Pelangi. Disana kami diharuskan memecahkan petunjuk Demi petunjuk di Kampung yang rumahnya dicat warna-warni. Berakhir dengan pemberian donasi cat pada warga.

Kampung Gunung Brintik adalah adalah kampung kumuh yang tak tertata. Lokasinya di pinggir Kali Semarang , di atas perbukitan dimana di atasnya ada pemakaman umum. Bagaimana bisa berubah ? Jadi awalnya pemerintah kota melakukan perbaikan Pasar Bunga Kalisari yang diharapkan menjadi destinasi wisata baru. Tapi setelah perbaikan selesai keindahan pasar jadi kurang maksimal karena perkampungan di belakangnya terlihat kumuh. Lalu muncul ide untuk melakukan renovasi kampung dengan biaya sekitar Rp3 milyar. Pendanaan akhirnya dikumpulkan dari sumbangan, dana CSR perusahaan, hingga uang pribadi. Jadilah Kampung Pelangi Cantik Nan instagramable. Penduduknya juga cukup ramah kepada kami para pengunjung. Karena statusnya menjadi tujuan wisata otomatis pendapatan mereka bertambah.

Dari sana Race berlanjut dengan istirahat makan siang Sup Kepala Ikan Pak Untung di Jalan Singosari. Waduh Sup Kepala kakapnya sedap nian. Tidak berbau amis dan dagingnya segar. Sedaplah pokoknya. Peserta juga sempat menjalankan ibadah sholat Dzuhur disana.

Setelah makan siang , pertandingan dilanjutkan ke Stasiun Semarang Poncol, dimana kami bertemu dengan Kepala Stasiun. Setelah menyelesaikan tantangan, kami berangkat ke tempat tantangan terakhir yaitu Lawang Sewu.

Lawang Sewu

Gedung ini adalah saksi sejarah dunia perkeretaapian Indonesia. Karena gedung ini awalnya adalah gedung perkantoran perusahaan Kereta api Belanda. Semua bahan bangunannya diimpor langsung dari Eropa. Dan kerennya sampai sekarang masih terawat dengan sangat baik. Didalamnya ada koleksi benda-benda bersejarah, serta display perjalanan sejarah Kereta Api di Indonesia.

Lawang Sewu adalah pit stop atau point terakhir dari Amazing Race kali ini. Akhirnya selesai juga Amazing Race. Semua peserta kembali ke hotel. Kegiatan ini seru banget, selain bisa jalan-jalan di Kota Semarang, bisa juga mengikuti aneka tantangan seru ala acara TV.

Malamnya diadakan perjamuan dengan dress code 80s. Satu lagi yang salut buat para Sahabat KAI, saat diajak Joged bersama, semua ikutan dengan semangat. Biasanya kan ada yang ga ikutan atau malas-malasan. Malam itu diumumin juga Pemenang Lomba foto, Video di social media PT KAI, door prize dan Pemenang Amazing Race.

Surprise nya, Ariefpokto.com dan negerisendiri.com mendapat apresiasi Social Media terbaik dari PT KAI. Mendapatkan Tiket Kereta Api kelas Eksekutif kemana saja. Asyik banget kan. Lumayan buat modal #Aiptrip berikutnya.

Keesokan harinya para Sahabat KAI diajak ke Kota Ambarawa untuk mengunjungi Museum Kereta Api. Museum Kereta Api Ambarawa dulunya stasiun kereta api. Modelnya Eropa banget. Lokasinya ada di pusat kota Ambarawa, sekitar 20 km dari Ungaran, Kabupaten Semarang.

Museum Kereta Api Ambarawa memiliki kereta api uap dengan Lokomotif Nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen merupakan kereta api yang pernah berjaya pada zamannya. Dan kerennya sampai sekarang masih bisa beroperasi sebagai kereta api wisata dengan jalur terbatas.

 

Mengunjungi Ambarawa

Lokomotif No B 2502 ini adalah Kereta api uap bergerigi yang sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih ada di dunia. Yang lain ada di Swiss dan India.

Disana juga ada berbagai macam jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik yang diletakan halaman museum.

Stasiun Kereta Api ini didirikan atas perintah dari King William I. Ini sebelumnya digunakan untuk mengangkut pasukan. Namun pada tahun 1970, stasiun ini ditutup maka jalur dari Magelang – Semarang – Yogyakarta ditutup juga . Pada tahun 1976, Gubernur Jawa Tengah, Soepardjo Roestam, menjadikan stasiun ini menjadi Museum Kereta Api. Salut bagi pengelola karena bangunan dan semua peralatan masih terpelihara dengan amat baik. Serasa kembali ke masa kejayaan kereta dari Nederlandsch-Indische Maatschappij Spoorweg.

Kami berkesempatan mencoba Lokomotif No B 2503 dari Ambarawa ke Stasiun Tuntang. Seru banget karena gerbongnya masih terbuat dari kayu, tak berjendela , jadi bisa bebas menghirup udara segar dari luar. Kecepatan kereta tidaklah kencang, namanya juga Kereta wisata kaan. Sepanjang perjalanan dihibur dengan pemandangan sawah, pegunungan dan satu tempat wisata yang udah lama pengen dikunjungi. Rawa Pening !!!

Perjalanan ke Stasiun Tuntang cuman sebentar saja. Setelah sampai di Stasiun kami langsung heboh melihat si Lokomotif Legendaris lebih dekat. Setelah puas, 20 menit kemudian Kereta bertolak lagi kembali ke Stasiun Ambarawa.

Sahabat KAI

Dari Ambarawa, kami bertolak ke Ungaran untuk makan siang di Gubuk Mang Engking, lalu bergegas ke Semarang karena Kereta Argo Muria sudah menanti untuk mengantarkan kami kembali ke Jakarta.

Salut dengan PT KAI yang berani merangkul para pelanggannya untuk berkomunikasi dan bersenang-senang dalam perayaan Ulang Tahunnya yang ke 72, Dirgahayu PT KAI ! Semoga selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pelanggannya. Senang juga berjumpa dengan para Sahabat KAI, jadi kenal sama orang-ornag yang begitu mencintai Kereta Api dan tetap kritis terhadap pelayanannya.

 

32 comments

  1. Keren laporannya… semoga tahun depan tim berantas di undang kembali di acara gath berikutnya (berharap hahaha…..)

  2. Wih, asik banget Mas Arief yang halan-halan ke Semarang

    Saya suka banget sama Rawa Pening, dulu ada kesempatan ke sana sama teman pas pagi-pagi banget.
    Duh, kalo inget jadi mau balik lagi Mas.

    Makasih udah share ya, keep writing 🙂

    1. Thanks udah baca Liana. Saya juga tertarik sama Rawa Pening gara2 Iklan di TV. Yuk balik lagi jalan2 ke Semarang

  3. Ramenyaaaaa. Dan beruntung banget bisa dapetin tiket eksekutif itu. Cari rute yang paling jauh mas Aip hehehe.

    Amazing Race sendiri adalah series fav-ku sepanjang masa *alagh, jadi pas baca tulisan ini langsung kebayang keseruannya. Kena U Turn gak? hihihihi

    1. Aku juga suka TAR. Untungnya yg kemaren ga Ada UTurn, Yield, speed bump. Waktunya mepet. Alhamdulillah aktif di socmed ternyata berfaedah. Mau cari rute paling okay pokoknya. Hehehe

  4. Ini jalan-jalan yang berfaedah banget ya kang. Jadi dapat banyak pengetahuan tentang kereta api. Acaranya juga keren sampai-sampai karyawan kereta api menghibur tamu-tamu mereka dengan tari-tarian..

  5. Aaahhkkk saya pecinta kereta api jugaaaa! Gak apal sih nama2 keretanya mah. Sejarah mah lumayan lah 😀

    Seru euy, saya pgn banget ke semarang. Juga ambarawa. Lihat jejak sejarah kereta api indonesia secara langsung.

  6. 14 pertanyaan? Itu uneg-uneg yg udah lama dikumpulin kayaknya.

    Memang KAI masih banyak kekurangan namun KAI juga terus berubah ke arah yg lebih baik kok. Boleh kita kritisi tapi jg perlu kita hargai perjuangannya untuk berubah ke arah yg lebih baik.

    1. Saking antusiasnya mungkin. Tapi setuju dengan apresiasi yang harus kita berikan dengan kemajuan yang dilakukan PT KAI, jauh banget sama dulu maah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *