Hai TemenAip, saatnya meneruskan cerita pengalaman #aiptrip pas ikutan Jelajah Gizi Semarang , Bukan Wisata Kuliner Biasa. Di hari kedua Jelajah Gizi Semarang akan berkunjung kedua kuliner IKONIK Semarang yaitu Bandeng Presto dan Lumpia Semarang. Udah pasti dong, dua makanan ini yang paling dicari kalau pergi ke Semarang. Setelah sarapan nikmat di Rooms Inc Hotel, rombongan Jelajah Gizi Semarang berangkat menuju destinasi kuliner berikutnya, yaitu :

Bandeng Mina Makmur Ibu Darmono
Bandeng Presto adalah oleh-oleh Ikonik dari Semarang. Salah satu produsennya adalah Ibu Hartini Darmono. Beliau menginisasi dan mengembangkan bisnis Bandeng di Kelurahan Tambakredjo, Kecamatan Gayamsari, Semarang. Awalnya usaha ini adalah upaya menambah pemasukan keluarga. Tapi karena cita rasa dan kualitasnya , produk Mina Makmur laris manis dan bahkan sampai berpameran di luar negeri, karena didukung oleh Pemerintah. Ibu Darmono memang sangat memperhatikan mutu dan kualitas Bandengnya. Dari segi ukuran Bandeng sampai bahan bumbunya. Resep beliau tidak memberikan garam terlalu asin dan tidak terlalu banyak bawang karena mempengaruhi rasa. Bandeng yang digunakan cukup besar , kira-kira 250 gram. Dibawah itu beliau tidak menerimanya. Dahulu beliau punya tambak sendiri, namun karena pantai di Semarang terkena abrasi, maka akhirnya diputuskan untuk mengambil Bandeng dari supplier yang berasal dari Pati , Juwana dan daerah sekitarnya. Menarik juga melihat proses pembuatan Bandeng disana. Bandeng dicuci bersih , lalu diberi garam dan bumbu. Setelah itu disusun menggunakan tray khusus di dalam pressure cooker selama tiga jam. Setelah itu siap dikemas dengan alat vacuum supaya awet. Bisa tahan seminggu diluar, dan sebulan apabila dalam frezer. Ada beberapa varian produknya mulai dari Bandeng Presto Goreng, Bandeng Presto Basah, Pepes Bandeng, Otak-otak Goreng dan Basah.

Bandeng Presto Mina Makmur Ibu Darmono

Yang saya suka dari Bandeng presto Ibu Darmono ini rasanya segar sekali, tidak terlalu asin, teksturnya baik dan tidak bau tanah. Apalagi digoreng garing ditambahkan nasi dan sambalnya. Bisa nambah nasi terus deh hahaha ! Selain rasa dan kualitas yang unggul, harga Bandeng disini juga relatif murah dibandingkan denga ntempat yng biasa saya beli sebelumnya. Kayaknya kalau ke Semarang lagi bakal beli Bandengnya disini aja deh. Seneng banget diajak Nutricia Sari Husada melihat proses pembuatan Bandeng Presto ini. Apalagi dapat ilmu dari Prof. Ahmad. Bandeng adalah sumber makanan komplit. Selain protein, dia memiliki Lemak yang baik untuk tubuh. Sangat baik u/ kesehatan jantung. Bahkan bisa mencegah Depresi para Ibu Hamil dengan EPA DHA nya. Baik juga dikonsumsi anak dan dewasa. Bandeng mudah dicerna, banyak mengandung mineral baik, dan juga bisa menurunkan kolesterol. Bandeng bisa diternakkan dan menjadi sumber makanan berkesinambungan , karena bisa dipanen dalam kurun waktu singkat. Jelajah Gizi Semarang , Bukan Wisata Kuliner Biasa ya, jadi banyak tahu soal Bandeng makanan super !

Tonton proses pembuatan Bandeng Presto Mina Makmur disini :

 

 

Selepas dari Mina Makmur di Tambakredjo, Bis Rombongan Jelajah Gizi bergegas menuju kawasan Kota di Jalan Pekojan , Gang Lombok di sebelah Kelenteng Tay Kak Sie yang bersejarah. Disana kami dengan gembira berjumpa Ikon Kuliner Semarang berikutnya… yaitu :

Lumpia Legendaris Gang Lombok

Lumpia Gang Lombok

Sebagai pecinta Lumpia baru tahu kalau semua Lumpia Semarang itu berasal dari Gang Lombok. Sebut saja merknya, semua berinduk pada Lumpia Gang Lombok. Sebuah usaha yang diturunkan kepada Pak Untung sebagai generasi ke 4. Peserta Jelajah Gizi Semarang berkesempatan melihat ahlinya menggulung Lumpia dengan benar. Menggunakan kulit Lumpia yang tipis diisi adonan rebung , udang , telur, lalu digulung. Setelah itu digoreng dan disajikan dengan acar , daun bawang dan cabai rawit. Pak Untung bilang kalau daun bawang berkhasiat memperpanjang nafas ! Memanglah Lumpia Gang Lombok adalah Lumpia terlezat di Semarang. Kulit Lumpianya kriuk dicocolkan kedalam saus manisnya, bergabung bersama acar, daun bawang dan cabai rawit menimbulkan ledakan rasa dalam mulut. Semuanya nyambung banget deh. Daun bawangnya menimbulkan efek getir tapi menyegarkan di tengah gurihnya isian Lumpia. Rebungnya tidak berbau karena dicuci lama. Memang keluarga Pak Untung menjalankan bisnisnya dengan cara lama, sehingga proses pembuatannya tidak banyak berubah. Kiosnya masih seperti yang dulu , berdiri di Gang Lombok. Makanya secara rasa dan kualitas tidak mengalami banyak perubahan. Bahkan pegawainya turun temurun, dari kakek sampai cucunya tetap bekerja disana. Menurut Prof. Ahmad, Lumpia adalah makanan yang cukup komplit dan berprotein. Rebungnyna yang mengandung serat yang baik bagi pencernaan. Daun bawangnya baik dimakan karena mengandung antioksidan yang bagus membuang racun dalam tubuh.

Sempat pula diadakan Lomba menggulung Lumpia. Perwakilan Grup Rebung Betung, Jun Winanto berhasil menjadi juaranya setelah menggulung lebih cepat dengan standard penggulungan yang mendekati kualitas punya Pak Untung. Wah, bisa direkrut jadi pegawai nih JUn. Hahaha. Kita juga sempat makan es duren yang amboiii, rasanya sedap betul. Di tengah panasnya kawasan Klenteng Tay Kak Sie, Durian yang legit manis, diantarkan dinginnya es menyejukkan tenggorokan dan menghalau panasnya Semarang siang itu.

Kalau mau dibikin ngiler dengan Lumpia paling enak di Semarang, klik aja :

Setelah acara makan lumpia selesai, acara dilanjutkan dengan acara Makan Siang ! Apaa ? abis makan makan lagi ? Kenapa tidak, kami masih pada kuat kok ! hahahaa

Soto Bangkong Yang Terbuat Dari Ayam Kampung

Soto Bangkong , photo selfie by Jun Winanto

Makan siang hari itu bertempat di Soto Bangkong , salah satu tempat favorit warga Semarang. Sambil menunggu pesanan datang, Kami disambut oleh Pak Benny, anak nomer 5 dari Pendiri Soto Bangkong. Beliau bercerita soal kisah ayahnya, H. Soleh Sukarno yang datang dari Solo, berjalan kaki ke Semarang. Hidupnya menderita, sempat berganti pekerjaan jadi tukang becak malah mengemis. Sampai akhirnya bekerja pada tukang Soto. Berkat kerja kerasnya, akhirnya bisa membuka usaha Soto sendiri. Beliau berjualan di perempatan yg banyak bangkongnya ( katak). Oleh karena itu akhirnya usahanya bernama Soto Bangkong. Karena kerja kerasnya dalam menyajikan soto berkualitas tinggi, akhirnya bisa membuka cabang2 lainnya. Setelah meninggal diteruskan oleh anaknya yg nomer 5. Dalam usahanya Soto Bangkong hanya memakai Ayam Kampung. Setiap Hari bisa habis 200-300 porsi. Dari 40 ekor Ayam yg dipasok keponakan sendiri. Soto Bangkong memproduksi Kecap sendiri supaya tidak ditiru orang lain. Walaupun saat Ada pegawai yg keluar, pemilik Soto Bangkong akan membantu membuka usaha soto sendiri. Malah diberi modal , dengan Resep , tatacara berjualan yang sama asal jangan memakai brand Soto Bangkong. Ini yang membuat usaha soto seperti ini makin berkembang di Semarang. Tapi ada masalah ketika Soto Bangkong ekspansi ke daerah lain, secara rasa tidak bisa bersaing dengan daerah-daerah yang sudah populer budaya sotonya. Sehingga akhirnya lebih fokus ke cabang di Jakarta yang dirasakan memiliki lidah lebih netral dan lebih menerima rasa Soto Bangkong.

Soto Bangkong dipisah dengan nasinya. Ada asesorisnya berupa sate kulit Ayam, Sate Kerang, sate perkedel, sate Tempe. Di dalam seporsi soto Bangkong memiliki kandungan protein dari ayam, lemak , kalsium, fosfor dan zat besi yang berasal dari ayam kampung. Rasa kuah sotonya sedap sekali karena mengandung bawang putih. Soun dan ayamnya yang berlimpah membuat mulut bergembira ria. Apalagi kalau dikasi perasan jeruk nipis dan sambal. Makin meriah deh. Yang patut dipuji juga adalah asesorinya. Sate kerangnya endeus surendeus. Sate ayamnya sedap. Sate Tempe dan sate perkedelnya memberikan nuansa indah pada soto ini. Kalau endak malu, kayaknya minta nambah lagi deh. Apalagi, Pak Benny nya nawarin melulu. Kan jadi tambah isin. Hahahahaah

 

Perjalanan Rombongan Hore Jelajah Gizi Semarang dilanjutkan ke Gedung yang menjadi IKON kota Semarang yaitu : 

 

Lawang Sewu

Lawang Sewu , photo credit Dadang Trillo & Dzulfikar Al Ala

Perjalanan dilanjutkan ke Lawang Sewu. Gedung bersejarah kebanggaan Kota Semarang. Gedung ini memilik 462 pintu, tapi akhirnya dijuluki sebagai gedung seribu pintu oleh masyarakat karena pengaruh budaya Jawa. Lawang Sewu kini semakin cantik karena berbenah mejadi sebuah museum perkeretaapian yang amat informatif. Suasana seram yang dulu ditimbulkan acara TV kini tidak terasa lagi. Para peserta Jelajah Gizi tampak menikmati bangunan ini. Apalagi saat melihat kaca patri klasik yang didesain dan dipesan khusus dari Delft Belanda, yang menggambarkan sejarah perusahaan yang memiliki bangunan ini dulunya. Kami juga mengeksplorasi keindahan gedung ini dengan koleksinya. Lantai demi lantai kami kunjungi, komplit dengan foto-foto tentunya.

 

Jelajah Gizi Semarang Awarding Night

Jelajah Gizi Awarding Night , photo Credit Dadang Trillo

Sepulangnya dari Lawang Sewu, setelah beristirahat, malam harinya diadakan awarding night yang seru, diisi dengan aneka games menarik dan lucu. Setelah menikmati sajian makan malam sedap dari Rooms Inc di Ruangan Half Moon, perlombaan pun dimulai dari Lomba Kekompakan Group, Lomba Goyang mengeluarkan bola pingpong dari tempat tissue ( yang dimenangkan oleh Mas Jun dari grup kita. Emang multi talenta dia) , sampai perlombaan Karaoke, dimana group kita membawakan lagu Sayang dari Via Vallen. Agak beda sih versinya, soalnya group kita gahar-gahar anaknya. Ariefpokto mewakili Group Rebung Betung dalam perlombaan makan Oreo tanpa pakai tangan, hanya menggunakan otot wajah. Alhamdulillah menjadi juara pertama. Kalau soal makanan mah juara ya. Entah karena lapar atau demen, makanya menang hahaa. Puji Syukur Group Rebung Betung mendapat juara Ketiga. Sementara Grup Bebek Cabe Ijo mendapat posisi kedua, sementara juara pertama digondol oleh Group LekkerMeong. Jelajah Gizi Semarang , Bukan Wisata Kuliner Biasa , seru ya ada acara serame ini. Kontestannya antusias lagi. Malam itu juga diberikan penghargaan best social media yang dimenangkan oleh Diana dan kategori peserta paling aktif yang dimenangkan oleh Dian dari Detik.com..

Setelah acara selesai , ada acara sharing session bareng Daddy Kuliner. Lumayan banget dapat banyak tips dan insight dari Social Media Influencer seperti dia. Banyak hal yang selama ini kurang terperhatikan tapi bagus buat engagement seperti gambar makan yang bikin ngiler dan juga konten video yang bagus harus lebih sering di posting.

Mau tau berikutnya jelajah Gizi Semarang kemana lagi ? Baca part 3 nya ya, Coffee Lovers pasti pada penasaran deh !!

21 comments

    1. kapan-kapan kulineran bareng yuk. Tapi sebaiknya ikutan #JelajahGizi aja, setiap tahun ada kok. Check social media mereka ya Dris. Makasih sudah mampir

  1. duh, foto-foto makanannya bikin laper mas haha
    makasih buat infornya, ditunggu artikel berikutnya.
    belum pernah nyoba ngopi di semarang soalnya 😀

    1. Semarang Kota Kuliner. Banyak banget macamnya. Belum kejelajahi semuanya. Tapi berkat Jelajah Gizi Semarang, senang banget bisa mencicipi kuliner ikoniknya dan dapat banyak ilmu soal pangna berkeseniambungan

      1. mantap ya mas, jadi bukan cuma dapet info soal makanannya aja tp lengkap dengan soal gizinya juga.
        ga sempet melimpir ke pasar semawis ya mas?

  2. Tak pikir lumpia di Gang Lombok sama dengan yang di RM Semarang, ternyata lebih besar. Karena dapat dua, yang satu saya bawa ke hotel hehehe…. makan di hotel pas sore-sore, lumayan buat ganjel.

  3. Ajiiiibbbb…awarding night, berasa artis kelas papan gilesan hahaha. Seruuuu banget… Ga pengen pulang, maunya digoyang. Hahaha. Banyak banget insight yang didapet. Bermanfaat.

Leave a Reply