Sabtu itu pada tanggal 28 April 2018 , Ariefpokto.com diundang Kamadigital Nusantara untuk menghadiri  Blogger Ngopi Sore di Pikot Coffee. Sebuah tempat ngopi baru di Cibubur yang baru saja dibuka. Pikot Coffee berada di Ruko The Lima, Jalan Kranggan Raya no 8A Jati Sampurna Cibubur,  dekat saja dari Cibubur Plaza. Kehadirannya meramaikan kancah kuliner Cibubur dan sekitarnya. Lumayan penasaran juga sih , apa kira-kira yang menarik disana ?

 

Perjalanan ke sana lumayan gampang-gampang susah. Lokasinya cukup jelas, tapi kita tahulah ya, situasi lalu lintas CIbubur yang padat sexy merayap. Maklumlah sebagai salah satusebagai salah satu daerah perifer Jakarta, sebagian penduduk Cibubur adalah penduduk Jakarta juga di siang hari, dan menjadi penduduk Cibubur di malam hari dan weekend.

Sejujurnya daerah di sekitar Pikot Coffee itu agak gersang. Terik matahari jam satu siang lumayan membuat keringat mengucur. Letaknya ada dibagian ujung ruko. Setelah memarkir kendaraan, segera saya , Dian Juarsa dan Miss Nidy segera memasuki bangunan berlantai tiga itu.

Suasana Pikot Coffee

Memasuki Pikot Coffee semburan Air conditioner yang dingin benar-benar menyegarkan. Saya lihat sekeliling, ada sebuah coffee bar bernuansa kayu dengan aneka coffee dipajang dalam stoples , aneka syrup dan juga peralatan membuat kopi, lalu ada sebuah mesin pembuat kopi. Kedatangan kami disapa Mas Hendro, barrista yang bertugas hari itu. “Selamat datang di Pikot Coffee, silakan mau pesan apa ?” ujarnya hangat sambil menyodorkan buku menu. Sambil mengucapkan terima kasih, kamipun membaca buku menu berwarna hitam tersebut. Saya memilih Japanese Iced , Dian Juarsa memilih Red Velvet Latte , sementara Miss Nidy memilih Green Tea Latte.

Mas Hendro dan Kopi di Pikot Coffee

Sambil menunggu pesanan datang, saya sempat agak bingung dengan tema interior Pikot  Coffee , dinding luar di dominasi warna abu, kaca-kaca ditulisin aneka macam quotes, di dinding ada lukisan gunung berapi. Tapi setelah beberapa lama,  lumayan betah juga, yang penting tidak banyak warna yang membuat mata menjadi lelah. Interiornya yang manis dengan ornamen quotes yang dituliskan di atas kaca memantulkan cahaya yang indah saat senja tiba. Ada beberapa sofa nyaman buat duduk manis sambil ngobrol seru sama kawan.

Sambungan WiFi di Pikot Coffee cukup kencang bisa untuk berselancar di internet. Insta-story dan update status di berbagai media sosial dengan cepat dilakukan. Hal seperti ini bikin hati senang buat anak zaman sekarang.

Pesanan segera datang , Red Velvet Latte yang memang bersemu merah, Green Tea Latte yang warnanya kehijauan. Sementara pesanan saya agak lama, karena Japanese Iced masuk kategori Cold Brew , membuatnya dibuat lebih lama.  Saat datang segera saya cecap Minuman dingin berbahan dasar Kopi Arabika dari Aceh.

Red Velvet dan Green Latte Pikot Coffee , Foto oleh Miss Nidy

Yang menarik disini adalah menunya,  dimana signature drinks nya adalah Es Kopi Susu Pikot dan juga Turkish Spices. Es Kopi Susu Pikot adalah minuman kekinian yang terbuat dari Kopi dan susu, sementara Turkish Spices sendiri adalah kopi yang diseduh dengan menggunakan canting khusus disajikan dengan aneka rempah pilihan kayumanis, Kapulaga, Cengkeh dll. Pikot Coffee sebagai coffee shop yang menyajikan khususnya manual brew, kopi murni tanpa gula dimana mereka memproses kopi dari biji langsung. Menu manual brew harganya cukup terjangkau. hanya Rp.19.500 saja , pilihannya mulai dari V60, Aero Press, Vietnam Drip, Japanese Iced dan Tubruk.

 

 

Saya juga sempat mencicipi Creme Brulee Pikot Coffee. Penyajiannya menarik sekali. Kopi dari Wamena diberi cream dan gula diatasnya, lalu dibakar dengan blow torch. Ini menimbulkan lapisan gula dan cream yang mengeras di atasnya. Pas mau diminum harus diketuk-ketuk terlebih dahulu bagian atasnya. Perpaduan pahit , manis dan creamy , menimbulkan sensasi yang menyenangkan sekali di lidah ini.

Sebagai tempat ngopi baru di Cibubur, Pikot Coffee saya rasa nyaman dengan ambience yang bikin betah. Asyik buat nongkrong dan menikmati aneka minuman berbahan dasar Kopi . Pilihan minumannya yang beragam adalah daya tarik utamanya, terutama coffee-nya yang menarik seperti Japanese Iced , Creme Brulee, Turkish Spices yang dibuat dari aneka Kopi pilihan dari tanah air membuat betah dan memesan ulang. Coffee populer juga ada disini seperti Capuccino, Cafe Latte, Espresso, Americano, Affogato, Macchiato. Caramel Capuccino, Vanilla Latte, dll. Yang gak minum Kopi bisa minum aneka teh, seperti Thai Tea, lychee Tea dll.

Aneka jenis makanan Pikot Coffee

Makanan yang disediakan disana juga menjadi daya tarik tersendiri. Untuk pecinta makanan Makassar , bisa nostalgia disini, ada Sop Konro dengan buras , Nasi Goreng Lava, Mie Titi , Cotto yang rasanya autentik. Sop Konronya berkuah panas dengan aroma yang identik seperti yang saya cicipi di Makassar dulu. Burasnya teksturnya pas. Disajikan cantik menemani Sop Konronya. Nasi Goreng Lavanya adalah versi Nasi Goreng Merahnya dengan rasa gurih komplit dengan isian udang segar dan ayam yang cukup berlimpah. Warnanya merah merona karena perasan sari tomat. Mie Titi , sajian mie kering dengan siraman saus gurih dengan udang dan bakso juga sayur juga cukup menggoda selera.

Kalau mau makan makanan Western ada pilihan aneka pasta , sandwich juga. Temen saya memesan Spaghetti Agli Olio dan Spaghetti Bolognese yang tampilannya menarik sekali. Kalau mau snacking, ada beberapa menu makanan ringan seperti pastries, singkong & Pisang goreng yang cocok menemani Kopi pilihan. Sempat mencoba Tiramisu-nya yang manis. Pisang gorengnya juga sedap dengan porsi yang cukup. Tampilannya manis. Tidak terlalu besar bikin kenyang duluan.

Mas Hendro , sang Barrista sempat bercerita kalau Pikot Coffee juga berencana memasarkan Kopi lewat brandnya yaitu Ring of Fire yang akan mengeluarkan biji kopi asal Indonesia dari Aceh sampai Papua. Kopi Ijen , Toraja, Papua Baliem, Aceh Gayo, Gayo Wine. Jenis kopi yang dipakai adalah Kopi lokal dari kebun kopi , selain tujuan bisnis, upaya ini juga dilakukan untuk membantu industri kopi lokal agar lebih maju dan dihargai.

Mas Hendro juga sempat bercerita soal jenis-jenis pergerakan industri coffee yang dibagi oleh sbb:

First wave : Industri makanan dimana Restoran yang menjual kopi sebagai sampingannya, seperti J-Co, KFC dll
Second Wave : Tokonya mapan menjual kopi, tapi penjualannya bukan utama di coffee, tapi minuman blend dengan aneka rasa, seperti Starbucks
Third Wave : menjual kopi khusus, mulai dari green bean, roasting , sampai menyeduh kopi. Pihak Pikot ingin mengedukasi kalau mau mengkonsumsi kopi sebaiknya yang asli bukan sintetis dengan harga terjangkau.

Pikot Coffee termasuk dalam gerakan Third Wave. Sewaktu ditanya kenapa namanya Pikot, ternyata nama itu adalah singkatan dari Pinggiran Kota. Pemilihan Cibubur sendiri karena pasar third wave yang masih cenderung lapang pasarnya dan juga ingin memberikan alternatif tempat ngopi baru di Cibubur.

Nah , biasanya Kalau cari tempat nongkrong itu ada 3 syaratnya buat saya :
1. Nyaman
2. Makanan & minuman enak
3. WiFi Kencang

3 Hal di atas ter-check list pas #aiptrip ke Pikot Coffee , tempat Ngopi Baru di Cibubur Tempatnya enak. Wi-Fi nya kencang dan yang pasti kopi & makanannya enak-enak. Silakan nongkrong disana kalau lagi ada di sekitaran Cibubur. Worth the money , taste and experience.

Jangan lupa follow Instagram Pikot Coffee , untuk info dan penawaran terbaru !

12 comments

  1. Sempat bertanya apa ya arti pIkot. Eh ternyata Pinggiran Kota 😀
    Kelihatan enak sekali itu menu-menu yang disajikan, sukses bikin ngiler.
    Baru tahu juga ada beberapa industri kopi 🙂

    Cheers,
    Dee Rahma – heydeerahma.com

Leave a Reply