Hello TemenAip ! Apa Kabar ? Kali ini #Aiptrip nya agak beda, gak terlalu jauh , tapi membuka wawasan banget. Ariefpokto.com diundang oleh Kemenpora untuk menyaksikan persiapaan Pelatnas dalam menghadapi Asian Games 2018. Sebenarnya penasaran melihat iklan, campaign Asian Games yang ramai dibicarakan orang. Acara ini dinamakan Tour De Pelatnas, dimana kami para blogger, vlogger, social media influencer bersama media mengunjungi beberapa Pelatihan Nasional Atlet Indonesia di Gelora Bung Karno dan juga menjadi saksi peluncuran Candra Wijaya International Badminton Center di kawasan Serpong. Sudah siap , mari kita mulai Tour De Pelatnas, Menengok Pelatnas Asian Games 2018.

Siang itu kami berkumpul di Kantor Kemenpora di kawasan Senayan. Belum terbayang kegiatan hari itu, tapi saya bersemangat mengikuti Tour De Pelatnas, Menengok Pelatnas Asian Games 2018 ini.  Terus terang seumur-umur belum pernah melihat langsung Pelatnas itu seperti apa , makin semangat pas tahu  diajak dan di guide langsung oleh Pak Menteri Pemuda dan Olah Raga, Bapak Imam Nahrawi untuk melihat persiapan para Atlet kita yang akan bertanding di Asian Games tahun ini.

Asian Games pertama kali di gelar di India pada tahun 1951, sementara di Indonesia pertama kali menjadi tuan rumah pada tahun 1962. Dan tahun ini menjadi penyelanggaraan ke 18, dan akan dimulai pada 18-8-2018, tanggal cantik ya… Akan ada 40 cabang yang akan dipertandingkan di Asian Games kali ini. Dalam perhelatan olah raga akbar se-Asia ini, Indonesia menjadi tuan rumah. Ikut bangga melihat kesiapan infra struktur dan juga para atlet yang dengan semangat latihannya. Tak kenal lelah, fokus dan giat berlatih. Semoga mendapatkn hasil yang maksimal ! 

Berangkat dengan Bis khusus, Tour De Pelatnas, Menengok Pelatnas Asian Games 2018 dimulai saat para peserta dipersilahkan untuk naik bus yang diparkir di Kantor Kemenpora di kawasan Senayan. Setelah semua peserta duduk manis, tiba-tiba Pak Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga kita masuk bis dan menyalami semua peserta dari depan sampai belakang bus. Kaget juga melihat pejabat seramah dan se-welcome itu sama kita para rakyat negeri ini. Pak Imam bertindak sebagai Tour Guide dalam Tour De Pelatnas kali ini. Siapa lagi yang paling paham soal persiapan atlet kita, kalau bukan Pak Menterinya ya kan ?

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi memasang target Indonesia di Asian Games 2018 setidaknya bisa menempati posisi 10 besar dengan target mengantongi 20 medali emas. Hal ini juga didasarkan pada Indonesia yang menjadi tuan rumah, sehingga tim Garuda harus bisa sukses secara penyelenggaraan dan juga prestasi.

 

 

 

 

Tujuan pertama Tour De Pelatnas, Menengok Pelatnas Asian Games 2018 , kita mendatangi venue Panahan. Disana, kami melihat para Pepanah sedang berlatih membidikkan anak panah dengan busur mereka di tengah teriknya matahari Jakarta. Beneran deh, panas banget. Tapi mereka tampak tidak terganggu dengan panasnya hawa Jakarta. Saya aja berasa udah meleleh deh. Peralatan yang mereka pakai tampak profesional sekali, kokoh dan mantap sekali. Senang juga melihat proses membidik, fokus lalu menembakkan anak panah mereka yang melesat mengarah kepada target.

Sempat juga melihat Pak Imam mencoba memanah, ternyata kalau level atlit kelihatannya tidak mudah ya, tapi beliau bisa membidikan anak panah ke sasaran. Pak Imam sangat optimis dengan para Atlet Panahan untuk meraih medali bagi Indonesia. Kami sempat berjumpa Ibu Nurfitriyana Lantang, penyumbang pertama medali bagi Indonesia yang melatih atlet panahan kita. Mereka sedang berproses dalam  berlatih, setelah try out di Turki mereka juga Try out di Bangkok dimana mereka mendapatkan medali Perak. Pada April 2018, Indonesia membawa pulang medali perunggu dalam melalui tim recurve campuran dalam Kejuaraan Dunia tahap pertama di Shanghai, China. Program team panahan punya standard tinggi dan terukur dengan laporan lengkap untuk program latihan mereka. Pelatnas panahan menyiapkan 16 atlet putra dan putri. 

BTW, Rumput di Venue Panahan ini hijau sekali , berasa pengen guling-guling ngeliatnya. Rumput disini setiap hari di siram supaya tetap hijau. Standardnya udah Internasional banget, seperti kita lihat dalam acara Olahraga di TV luar negeri.

Suasana Venue Akuatik yang keren banget

Venue berikutnya dalam Tour De Pelatnas, Menengok Pelatnas Asian Games 2018 yang Kami kunjungi adalah Venue Akuatik Gelora Bung Karno. Menurut Pak Imam ini adalah Akuatik paling bagus se-Asia. Saya tidak bisa membantah beliau, karena emang bener kok, bagus banget.  Dari mulai dari tempat tanding, tempat pemanasannya Aquatic Stadium ini sudah direvitalisasi menjadi venue bertaraf internasional dan memiliki empat kolam yang akan digunakan untuk cabang olahraga renang, renang artistik, loncat indah, dan polo air.  Kolam renang indoor ini luas sekali. Didominasi warna putih dan juga birunya air, venue ini akan menjadi tempat pertandingan seru olah raga air. Kali ini Kami melihat para atlet loncat indah berlatih. Ternyata butuh repetisi untuk menghasilkan loncatan terindah. Dibalik otot para atlet itu ada determinasi tinggi untuk mendapatkan hasil terbaik. Dibimbing pelatih yang serius melihat perkembangan mereka. Dalam Tour De Pelatnas, Menengok Pelatnas Asian Games 2018 ini hadir pula Richard Sambera, perenang legendaris yang menjadi kebanggaan Indonesia di tahun  1990-2000an. Beliau sempat menjelaskan soal beberapa hal di Akuatik ini, termsuk sebuah museum kecil di bagian depan, tempat beberapa barang bersejarah di dunia Akuatik Indonesia.

Rasanya pengen nyebur deh melihat Kolam renang disini, airnya biru banget. Cuman malu sama atlet disini. Nanti akan terlihat jelasa perbedaan mana atlet dan mana bukan atlet dari luas penampang dan juga ukuran perut. Padahal udah bekal celana renang dalam tas lho. Hahaha

 

Latihan Atletik , sumber foto Kemenpora

Selanjutnya rombongan Tour De Pelatnas, Menengok Pelatnas Asian Games 2018 bergerak ke Stadion Madya khusus Atletik. Pak Imam bilang kalau Stadion Madya adalah Stadion Atletik terbaik di Asia, kenapa ?  Dibandingkan dengan Singapura saja kualitasnya lebih baik, apalagi disini khusus untuk atletik, tidak digabung dengan stadion Bola.  Baru tahu lho soal fakta-fakta begini. Rombongan Squad Atletik kita ditargetkan mendapatkan 2 emas. 13 atlet Pelatnas sudah berlatih di Amerika Serikat pada bulan April lalu. Atjong Tio Purwanto, Bayu Kertanegara , Eki Febri Ekawati , Eko Rimbawan, Emilia Nova, Fadlin Ahmad, Idan FR, Lalu M Zuhri, Maria Londa, Rio Malhotra, Sapwaturrahman, Suwandi dan Yaspi Boby. Team Atletik kita  dilatih secara khusus oleh pelatih dan konsultan atletik terbaik di dunia, Harry W Marra dari Amerika Serikat lho. Dan pada 14-18 Juni 2018 akan ikut pemusatan latihan di Korea Selatan, dimana ada 9 atlet yang dikirim.

Melihat stadion sebagus ini jadi terharu lho. Di Indonesia ada  ! Lalu melihat para atlet kita berlatih dengan penuh keyakinan untuk melampaui prestasi saingan terberat dari Bahrain, Qatar dan juga China.

Memperhatikan badan para atlet yang tegap dan kuat, juga kesungguhan mereka, semakin besar harapan mendapatkan medali deh. Penasaran pengen nonton. Larinya pada cepet banget ! rintangan yang disediakan dilewati tanpa banyak kesulitan. Tinggal adu cepat. Saya sempat nyobain juga lho, gak kuat pemirsah ! ahahaha

 

Kami, para Blogger dengan Pak Imam Nahrawi, Menteri Pemuda Dan Olah Raga

Di akhir acara Tour De Pelatnas, Menengok Pelatnas Asian Games 2018 ditutup dengan Launching Daihatsu Candra Wijaya International Badminton Center (CWIBC) di daerah Tangerang Selatan. Selain Menpora, hadir juga  Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Bambang Brodjonegoro, Pemilik CWIBC Candra Wijaya, Presiden Direktur PT Astra Internasional Tbk Prijono Sugiarto.  Pak Imam mendukung adanya Daihatsu Candra Wijaya International Badminton Center ini. dan yakin dengan banyaknya pihak swasta yang terlibat untuk mendukung olahraga di Indonesia, maka akan banyak pula lahir atlet-atlet baru yang berprestasi di dunia bulutangkis Indonesia. Semoga Daihatsu Daihatsu Candra Wijaya International Badminton Center ini bisa melahirkan Chandra Wijaya baru, Kevin Sanjaya baru atau legenda-legenda bulutangkis lainnya.

Launching Daihatsu Candra Wijaya International Badminton Center sumber Kemenpora

Tantangan Kemenpora dalam Asian Games 2018 ini adalah kesiapan venue yang harus seimbang dengan prestasi. Di bidang prestasi, Indonesia menargetkan raihan 20-22 medali emas demi mengamankan peringkat 10 besar Asia di Asian Games 2018. Semoga bisa dicapai dengan maksimal. Menyenangkan banget ikut Tour De Pelatnas, Menengok Pelatnas Asian Games 2018 . Selain bisa dapat insight langsung soal Pelatnas dan kesiapan Asian Games. Takjub juga melihat kemajuan pesat di bidang prestasi atlet dan juga infra struktur Asian Games di Indonesia kali ini.

Sebenarnya ada peluang menarik buat yang suka jalan-jalan dan olah raga. Mumpung perhelatan olah raga terbesar se-Asia lagi diselenggarakan di Indonesia, kita bisa mendapatkan kesempatan nonton aneka pertandingan kelas dunia. Dan jangan terpaku dengan olah raga favorit seperti sepak bola saja, tapi banyak cabang olah raga lain yang bisa kita saksikan keseruannya. Sambil nonton dari venue ke venue yang tersebar di beberapa tempat, kita bisa turut mendukung atlet Indonesia supaya makin semangat bertanding. Bisa jadi pengalaman menarik seumur hidup kan ? Gimana kalau dari sekarang kita latihan yel-yelnya.

Kalau mau nonton Instastory pas ikutan Tour De Pelatnas, Menengok Pelatnas Asian Games 2018 , klik saja Instastory Ariefpokto ya TemenAip. Kalau mau tahu lebih banyak lagi soal Asian Games 2018, klik websitenya.

Kalau pengen tahu program-program di Kemenpora, bisa dilihat website nya.

Saya ucapkan banyak terima kasih pada Pak Imam Nahrawi , Kemenpora atas undangannya dalam Tour De Pelatnas, Menengok Pelatnas Asian Games 2018 kali ini, Bapak adalah Tour Guide yang OK banget. Saya juga mengucapkan selamat bertanding untuk para atlet kita, selamat berjuang bagi yang bertugas di Asian Games 2018, semoga semuanya berjalan lancar tanpa kendala, dan tercipta bintang olahraga Asia baru dengan rekor-rekor dan prestasi yang lebih tinggi

 

 

 

 

15 comments

  1. Aku tuh yerharu terus kalau ada sesuatu dari Indonesia yang patut dibanggakan. Even stadion ini. Dengan peningkatan fasiliasf bagi atlit kita semoga mereka semakin banyak berprestasi ya Kang. Amin

  2. Seru ih bisa keliling Pelatnas. Aku dari kemarin2 punya cita-cita pengen wisata Asian Games hahaha. Pengen merasakan yang di Jakarta juga pengen ke Palembang menikmati crowd-nya, dan naik LRT tentunya. Hahaha…. Sesederhana itu!

  3. Kalau soal membangun venue, Indonesia memang juara. Namun untuk soal merawat, itu PR besar.

    Oh ya, btw CWIBC itu deket banget lho dari rumahku 🙂

    Seru ya om bs keliling-keliling dan didampingi pak menteri 🙂

Leave a Reply