Hello TemenAip ? Apa Kabar, mulai saat ini bakal nulis pengalaman #throwbackAip , perjalanan sebelum ada #AipTrip , karena terlalu sayang buat dilewatkan. Tadinya mau buat blog baru, tapi ah , mending tulis disini aja, sama saja kan. Nah, Kehebohan Piala Dunia dari 14 Juni sampai 15 Juli 2018 kemaren  di Rusia membuat kangen dengan negara itu. Lho memang pernah #Aiptrip ke Russia ?. Jadi sebelum ada #Aiptrip dan Ariefpokto.com , saya sudah pernah berkunjung ke negara Vladimir Putin ini waktu masih kuliah.  Waktu itu pergi kesana bersama teman-teman mewakili Jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran mempraktekkan Second Track Diplomacy melalui program Accross The Borders, dimana kita membawa misi kebudayaan, olah raga dan juga buat saya dan beberapa teman, Kuliah Kerja Nyata di KBRI Moscow. Kalau diceritakan bisa jadi satu buku khusus, hehe. Sebuah pengalaman menarik dalam hidup dan pastinya jadi kenangan indah seumur hidup. Balik lagi ke Moskow , pengen berbagi sama #TemenAip soal beberapa tempat wisata yang sempat dikunjungi selama di Moskow, Ibukota Rusia yang akhirnya jadi favorit !!!

Bersama Teman-teman dan Dosen program Second Track DIplomacy , Maapkan Aku bajunya kayak Neo The Matrix ala-ala

Moskow adalah kota destinasi impian para pecinta arsitektur dan sejarah. Mata kita akan dimanjakan dengan aneka bangunan tua, monument, infra struktur yang masih terawat dengan sangat baik. Kita bakal terkagum-kagum melihat desain aneka bangunan dari berbagai era. Jalanannya luas, sehingga menambah kesan grande untuk kota ini. Walau tidak semua sudut kotanya bersih sekinclong-kinclongnya, tapi secara keseluruhan masih bersih dipandang mata.

Pose memandang masa depan di sekitaran Moscow

Satu hal yang menarik adalah orang-orangnya. Orang Russia menurut saya “dingin” banget, mungkin biasa tinggal di tanah Pasundan yang kalau ketemu senyum, minimal nyapa ” Bade kamana Kang ?” berasa banget bedanya, kalau di Russia, mulai di pesawat ( kami naik maskapai Aeroflot ) , berada di imigrasi , sampai ketemu orang-orang di kotanya, semuanya “dingin” cenderung kurang ramah dan kurang ekspresif. Tapi ya mungkin itu adalah karakter suatu bangsa, kitalah yang menyesuaikan. Padahal banyak orang cantik dan ganteng lho, tapi karena kurang terlihat ramah, jadinya gimana gitu. Waktu naik metro pun kita diwanti-wanti supaya tertib dan tidak berisik. Tapi ya karena kebiasaan naik kereta Bandung-Cicalengka yang heboh, otomatis kebawa kesono. Jadilah dipelototin sama orang-orang se-Metro, hahah. Lalu inget sama peringatan sebelumnya. Tapi soal kehebohan, orang Indonesia memang juaranya. There are so many things that could excite us immediately. Mulai dari hal kecil yang baru kita lihat sampai gossip tetangga. Hadeuh.. Baiklah kembali soal Moskow Russia lagi.

 

Kremlin

Kremlin adalah tujuan utama kalau kita pergi ke Moskow. Kremlin ini adalah sebuah kompleks yang dikelilingi tembok tinggi. Lokasinya di jantung kota Moskow dan merupakan tempat tinggal presiden. Semacam kompleks istana negara kali ya atau kompleks White House kalau di Amerika Serikat. Jauhlah dari kompleks Mekar Wangi rumah saya.  Waktu kesana sih gak sempat masuk ke Kremlinnya. Hanya melihat dari depan saja. Penjagaannya ketat dengan para pengawal berwajah serius. Bikin keder kan kalau mau ngapa-ngapain. Lewat aja segan, apalagi breakdance disitu. Bisa viral kalau sekarang.. kalau dulu udah ditembak kali..

 

 

Red Square alias Lapangan Merah

Awalnya sempat berpikiran, kenapa tempat ini dinamakan lapangan merah ? Karena lapangannya gak merah sama sekali! Apa karena disekelilingnya ada bangunan berbata merah ? apa karena nuansa komunis di negara ini ? Lapangan Merah sendiri dipakai sebagai tempat upacara, perayaan, dan parade militer Russia. Pas banget karena ukurannya luas banget ! 6000 meter ajah.  Jadi mau pamer tentara sama senjata seperti artileri, Rudal semuanya bisa, dan bagus difoto. Dulu sempat dinamai Krasnaya Ploschad yang berarti Lapangan yang Indah,  tapi seiring dengan waktu, definisi indah berubah menjadi Merah, karena pengaruh Komunisme yang warna dominannya adalah merah. Disekitarnya ada beberapa objek wisata seperti Lapangan Merah ( Red Square ) , Katedral Saint Basil, Mausoleum Lenin , GUM Departement Store , Museum Sejarah Negara dan beberapa obyek  wisata penting lainnya.

Gak merah kan lapangannya

 

Mausoleum Lenin

 

Nah kalau tahu sejarah Russia, pasti pada kenal sama Vladimir Lenin, pemimpin Rusia yang wafat pada tahun 1924. Nah, jasad Lenin lalu segera diawetkan dan disimpan dalam Mausoleum , tepatnya dalam sebuah peti kaca. Masuk ke mausoleum ini, kita mesti ikutin peraturan. Ga boleh berisik dan foto-foto. Pas masuk kesana , suasananya hening banget dan dingin. Antriannya tertib banget.

Mausoleum Lenin , foto dari RT.com

Setelah melewati antrian, akhirnya ngeliat juga Lenin secara langsung. Tubuhnya terbujur kaku di dalam peristirahatannya yang terakhir. Seperti sedang tidur saja. Sudah berapa puluh tahun berlalu, tapi berkat teknik pembalseman yang baik, jenazahnya masih dalam kondisi yang baik. Kebayang bisa berjumpa langsung dengan memiliki peranan besar dalam gerakan komunis internasional dan menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia pada abad ke 20. Karena bengong melihat Lenin, ga sadar kalau waktu menengok yang cuma sebentar banget ini udah habis. Lebih cepet daripada pas antri foto di Museum Macan deh.  Tapi ini merupakan pengalaman menarik, kapan lagi bisa ketemu sama tokoh dunia kan. Walau orangnya udah gak ada.

Katedral Saint Basil

Katedral St. Basil

 

Bangunan ini adalah sebuah gereja yang tidak ada duanya di dunia. Bentuknya unik banget kan. Awalnya mikir ini bangunan apa mesjid ya ? soalnya lihat menara warna-warni. Dibangun tahun 1554 dan 1561, arsitektur Katedral Saint Basil didesain untuk menyerupai bentuk api yang berkobar. Arsitekturnya spesial banget, berasa bangunan dari dunia mimpi. Dan kalau diperhatikan kayaknya gak ada deh bangunan kayak gini di dunia. Paling KW-KW-nya, tapi yang seumuran tuh gak ada. Gak aneh kalau Katedral ini jadi daya tarik turis. Wajib deh foto disini. Yang harus diperhatikan fotonya harus fokus yah. Jangan kayak saya, fotonya kurang fokus. Kesian.

GUM Departement Store

GUM Department Store , gambar dari GumRussia.com

Nah lho, kenapa tiba-tiba ada department Store ? Nah GUM Department Store ini masih ada di kawasan Lapangan Merah. Dan bangunannya baguus banget. Arsitektur Eropa romantis yang berhiaskan kaca-kaca.a bisa beli   Kalau baca di website-nya, setiap harinya toko ini dikunjungi oleh 60 ribu orang. Di sini ada tiga lantai dimana kita bisa belanja pakaian, sepatu , asesoris, kosmetik, parfum, buku, perlengkapan rumah tangga dan banyak lagi.Modelnya mirip PVJ kalau di Bandung, modelnya bukan bangunan tinggi bertingkat gitu. Tapi luas dan memanjang.

suasana di dalam, foto dari GUMRussia.com

Nah di GUM ini spesialisasinya menjual barang-barang dengan merk terkenal seperti Breguet, Burberry, Cartier, Dior, Emporio Armani, Etro, GUCCI, HERMES, Louis Vuitton, Max Mara, Moschino, Omega, Piaget, Prada, Salvatore Ferragamo, Tiffany & Co, Van Cleef & Arpels dan banyak lagi. Pas masuk sana, agak ngeri-ngeri gimana gitu, pertama kagum sama bangunannya, kedua ngeri lihat harganya. Ya Tuhan, semoga suatu saat nanti bisa belanja di GUM tanpa banyak mikir, kayak pas belanja ke Ramayana atau Robinson gitu. Tapi kalau sekedar masuk buat foto-foto atau icip-icip kopi bolehlah ya. Walau tetap mesti jaga dompet.

Arsitekturnya keren abis. foto dari GUMRussia.com

The Russian State Library ( Peerpustakaan Nasional Russia )

Di Russia, selain banyak museum, banyak juga perpustakaan. Tapi yang paling besar yang ini, juga menjadi perpustakaan terbesar ke 5 di dunia. Koleksi bukunya ada 17,5 juta buah ! Bayangkan !! Kalau dijajarin raknya bisa sepanjang 275 KM dengan 43 item, Ada  17 million buku,  serial volume, 13 juta jurnal, 350ribu Scoring Musik da rekaman suara,  150,000 peta. Semuanya dalam 247 bahasa dunia. Dan bagian luar negeri mengisi 29 % dari koleksinya. Kebayang kan betapa masifnya. Terus terang waktu itu gak sempet masuk sih, karena pasti nyasar dalam surga buku, selain waktunya juga ga banyak. Kayaknya butuh waktu dua bulan biar puas eksplor tempat ini. Jadinya foto-foto manis aja di depannya

Foto depan Patung Fyodor Dostoevsky salah satu penulis terkenal di Russia

 

Pasar Izmaylovo atau Izmaylova

Pasar Izmailova yang warna warni, foto dari Triphobo.com

Nah kalau Izmailova ini adalah sejenis pasar kerajinan murah meriah khas Russia. Lokasinya ada di Parkovaya St., 3-ya, 24, Moscow , sebenarnya sih sebenarnya agak keluar Moskow dikit, kayak Jakarta ke Depok lah. Kalau naik Metro ambil yang Arbatsko-Pokrovskaya Line, yang warnanya biru dongker di peta Metro-nya , lalu jalanlah sedikit ke pasar ini. Pas masuk awalnya bingung, gak keliatan kayak pasar kan ? Maklum biasa masuk pasar Caringin atau Pasar Induk Kramat Jati. Yang ini berasa kayak masuk Istana Boneka Dufan, bagus banget, ada bangunan kayak istana di bagian depannya. Pas masuk kedalam , suasananya sama saja kayak pasar dimanapun, walaupun tata letak antara tukang jualan tertib dan bersih sih.

MOSCOW, RUSSIA – MAY 10, 2015: The Izmailovsky Market is the best place to choose matryoshka doll for each taste and price, on May 10 in Moscow foto dan caption dari 123RF.com

 

Mau souvenir ala Russia apa aja ada, mulai Matroshyka, itu tuh boneka beranak, yang kalau dibuka ada lagi versi kecilnya. Yang seru motifnya  macam-macam, mulai dari presiden, superhero sampai The Beatles. Ada topi bulu-bulu, pakaian tradisional, sampai pin-pin jadul. Nah di Izmaylova ini kita harus rajin menawar. Alhamdulillah kemampuan menawar di Pasar Tanjungsari Jatinangor bisa dipakai disini. Berbekal bahasa tubuh dan kalkulator, tawarlah semurah-murahnya. Pakai strategi lawan tukang pete yang mendadak mahal, abis nawar gak dikasih, manyunlah dan melengos pergi. Lumayan efektif loh.  Sebenarnya harganya sudah murah disini, tapi bisa lebih murah lagi kalau ditawar. Kita juga mesti jeli melihat kualitas barang, jangan sampai tertipu, pedagang nakal juga ada katanya disono. Dimana aja ada sih… Selain suvenir khas Rusia, disana juga dijual aneka barang jadul peninggalan pewang atau militer. Saya sempat membeli topi dan juga koleksi pin jaman jadul.  Di sekitar Izmailovo ada banyak kios BBQ , Kebab dll. Cuman agak takut, ga paham itu daging apa, jadi ga sempet nyicipin, walau bau BBQ-nya harum banget…

Pasar Izmailova. Foto dari Styleofrussia.com

Seru juga melihat pasar seperti Izmailova ini, sebuah pasar yang bisa menaikkan rasa penasaran turis yang datang, konsepnya bisa ditiru dengan muatan lokal. Sebenarnya di Indonesia sudah ada sih seperti Pasar Sukawati di Bali, atau Pasar dadakan di beberapa tempat wisata lain seperti di Borobudur, Pangandaran dll. Tapi nuansanya belum maksimal menurut saya pribadi. Masih bisa dikembankan lagi kan !

saya dan Kang Arfin di Izmailova diliatin ibu-ibu lokal

 

Pergi ke sebuah negara yang jauh di Indonesia pasti banyak tantangannya. Kalau ke Russia tantangannya adalah saya ga bisa membaca huruf Cyrillic alias huruf Rusia yang susah itu. Paling banter taunya tulisan Restoran ( Hadeuh kalau ini mah cepet apalnya) , dan waktu pergi kesana google maps belum trend sih, jadi lumayan tantangannya. Sekarang kan sudah ada banyak aplikasi dalam handphone buat mencari jalan kan. Satu lagi yang harus diperhatikan saat mendatangi negara orang, pastikan tidak melanggar hukum atau peraturan. Perhatikan tanda-tanda, setidaknya jadi lebih waspada kan. Malu kalau sampai melanggar peraturan di negara orang.

Foto depan patung Marshall Georgy Zhukov , yang patungnya banyak tersebar di Moskow dalam segala pose

 

Mengunjungi Moskow Russia jadi satu pengalaman yang tidak akan dilupakan seumur hidup. Dan masih banyak obyek wisata di Rusia yang kepengen didatangi seperti St.Petersburg , lalu pengen liat Tundra di Siberia dan banyak lagi. Mudah-mudahan ada umur dan rejeki buat pergi kesana lagi. Nah bakalan ada seri #ThrowbackAip karena lumayan juga selain bisa berbagi cerita, bisa jadi tabungan kenangan juga buat dibaca di hari tua nanti.

 

 

10 comments

  1. Aku baru tau kalau Lenin itu dikremasi. Itu beneran jasad Lenin kan? Bukan patung lilin? :))

    Wahh Kang aip jago nawar juga ya? Bolehlah sekali-kali temenin aku belanja ke Tanah Abang buat bantuin nawar. Wkwkwk

  2. Bajunya keren kaaaang.. Memorable ya jalan-jalan ke Rusia sekalian kerja nyata di KBRI..

    Seneng juga baca tulisannya, seru serasa diajak ikut jalan-jalan sama Kang Aip 😀

    Cheers,
    Dee – heydeerahma.com

  3. Kang Aip dulu bule? Mirip orang sana, euy, hehehe.

    Wah, saya penasaran banget sama The Russian State Library. Itu pasti seru keliling sambil lihat-lihat apa saja koleksinya yang amat banyak itu.

  4. Kang Aip dulu bule? Mirip banget sama orang sana, euy, hehehe.

    Wah, penasaran banget sama The Russian State Library. Pasti seru berkeliling sambil melihat dari dekat apa saja koleksinya yang banyak banget itu.

  5. wow, keren banget mas Arief!
    pengalaman yg gak terlupakan, seru ya bisa pertukaran mahasiswa ke sana, Unpad emng terbaik.
    jadi inget dulu engga sempat masuk ke kampus itu, eh tapi pas TA dapet dosen pembimbingnya itu dosen unpad, dan bimbingannya ke bandung. jadi nostalgia juga ini >.<
    terima kasih udah sharing, mas! 🙂

Leave a Reply