Sudah belasan purnama saya tidak menginjakkan kaki di pulau Pramuka , Kepulauan Seribu, Jakarta. Padahal cukup sering main ke Kepulauan Seribu sampai akhirnya kesempatan berkunjung ke Pulau Pramuka hadir saat Ariefpokto.com diundang untuk menghadiri Workshop Lingkungan Astra disana.

Selfie sama blogger/influencer kece


Bersama blogger , influencer dan awak media, kami menumpang Speed Boat Garuda dari Marina Ancol. Memakai speed boat perjalanan hanya ditempuh selama 1 jam saja , berbeda dengan dengan kapal yang saya pakai dulu berkunjung kesini yang membutuhkan waktu tempuh lebih lama.

Pulau Pramuka Makin Cantik


Sesampainya di dermaga Pulau Pramuka, betapa takjubnya melihat perubahan Pulau Pramuka sekarang. Banyak kapal bersandar, dermaganya makin rapi dan keren, dan di kejauhan banyak gedung baru dibangun. Pulau Pramuka adalah Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Seribu , jadi semua aktivitas pemerintahan berpusat disana. Berbeda sekali dengan memori saya dulu soal Pulau Pramuka. Sekarang semua sudah berubah.

RPTRA Termewah Se-Jakarta



Rombongan Workshop Lingkungan Astra berkumpul di RPTRA yang berada setelah dermaga. Menurut versi saya ini adalah Ruang Publik Terbuka Ramah Anak termewah se-Jakarta ! Kenaapa ? Selain semua fasilitas yang ada selayaknya RPTRA, lokasinya disini berada di pinggir pantai dengan tata ruang yang menyenangkan. Jajaran Pohon Cemara Udang menaungi saat panas, semilir angin laut berhembus. Menyenangkan berada disini.

Disinilah Pak Boy Kelana, Head of Corporate Communication Astra International memberikan brief bahwa Pulau Pramuka adalah salah satu dari 77 Kampung Berseri Astra yang ada di seluruh Indonesia. Pengembangan Desa Sejahtera. Sejahtera di 100 Kabupaten yang diharapkan sukses di akhir tahun ini. Kampung Berseri Astra adalah program Kontribusi Sosial Berkelanjutan Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat dengan Konsep pengembangan yang mengintegrasikan 4 pilar program yaitu Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan dan Kesehatan. Melalui program ini masyarakat dan perusahaan dapat berkolaborasi mewujudkan wilayah bersih, sehat, cerdas dan produktif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup di sekitarnya.

Jadi dukungan terhadap kampung-kampung di seluruh Indonesia yang dibantu sesuai kebutuhannya, dan juga dibimbing , tidak hanya dibantu secara materi lalu ditinggalkan begitu saja. Berkesinambungan.

Pulauku NOL Sampah

Pada bidang kesehatan, Astra melatih kader posyandu dalam rangka mendukung Program Indonesia Sehat. Pada bidang pendidikan, Astra memberikan pendampingan sekolah adiwiyata, pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan memanfaatkan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang ada, serta pemberian beasiswa untuk anak-anak tingkat SD, SMP dan SMA. Kemudian pada bidang kewirausahaan dilakukan pembinaan UMKM dengan salah satu produk unggulan keripik sukun.

Pada bidang lingkungan, kegiatan berfokus pada pengolahan sampah dan ketersediaan air bersih. Kegiatan yang dilakukan antara lain, pengelolaan bank sampah, pengumpulan sampah organik yang dimasukkan ke dalam alat biodigester, sehingga menghasilkan biogas untuk keperluan memasak, pemanfaatan ulang botol plastik agar menjadi bata ramah lingkungan (ecobrick), pembuatan karya seni dari limbah styrofoam, serta penampungan air hujan dan pertanian sayur organik yang dapat dilakukan di halaman rumah.

Berjumpa Srikandi Pulau Pramuka


Siapa nyana kalau yang berperan penting dalam pengembangan pulau Pramuka adalah perempuan. Mereka adalah individu-individu kuat dan tanggap melihat permasalahan di Pulau ini. Bukannya para bapak tidak tanggap, akan tetapi karena kesibukannya melaut mencari ikan, hingga peran pembinaan pulau lebih didominasi para perempuan. Dan bukan perempuan biasa, mereka pintar mengidentifikasikan masalah dan menyelesaikannya dan juga bersemangat secara konsisten memajukan daerahnya. Tidak mudah lho hidup di pulau yang merupakan daerah wisata dan juga Taman Nasional, dimana banyak peraturan ketat yang harus ditaati. Dilemanya lagi adalah produksi sampah yang tiada henti, baik dihasilkan dari pulau , maupun kiriman lewat laut dari Jakarta dan sekitarnya. Ibu Mahariah sang pelopor gerakan lingkungan disana bersama para ibu-ibu lain yang juga mengambil peran lain seperti Ketua RT dll, menyadari betapa pentingnya mengubah nasib Pulau Pramuka dimulai dari diri mereka sendiri. Bahwa ada hal-hal yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan pulau mereka.

Ibu Mahariah adalah seorang guru SD , umurnya 49 tahun . Beliau kelahiran Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Perlahan tapi pasti menjadi tokoh masyarakat yang berpengaruh dan dipercaya karena bisa mendorong warga lainnya untuk mengatasi berbagai persoalan sampah dan masalah lingkungan, ekonomi dan sosial lainnya. Orangnya tegas dan tahu apa yang dibicarakan. Cara beliau mengajar juga gampang masuk ke pikiran kita.


Perkembangan Pulau Pramuka dimulai 2003 saat dijadikan Ibu Kota Kabupaten. Sudah 15 tahun Mahariah bersama tim kecilnya mengembangkan program ekowisata, yaitu program pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengedepankan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal, serta pendidikan.

Ibu Mahariah menjelaskan bahwa ada 4 ekosistem yang penting di Pulau Pramuka.
1.Hutan Pantai
2.Mangrove
3.Padang Lamun
4.Terumbu Karang
Ke empat ekosistem itu krusial sekali keberadaanya bagi kehidupan di Pulau Pramuka. Hutan Pantai dengan populasi Pohon Cemara Udang yang menjadi awal terbentuknya sebuah pulau, Hutan Mangrove yang penting sekali sebagai tempat berkembang biak ikan, sarana melawan abrasi pantai dari air laut dan juga penghalang ombak, Padang lamun tempat makan ikan dan terumbu karang sebagai tempat hidup aneka biota laut yang memiliki peranan penting dalam ekosistem laut.
Empat Ekosistem di atas juga termasuk dalam 10 sumber daya penting di Pulau Pramuka

  1. Hutan pantai
  2. Mangrove
  3. Lamun
  4. Terumbu Karang
  5. Penyu sisik
  6. Elang Bondol ( Elang endemic Jakarta )
  7. Burung Air
  8. Moluska
  9. Mamalia laut
  10. Ikan ekonomis penting

Pengelolaan Sampah


Pulau Pramuka sudah mulai membuat Bank Sampah. Mereka juga mendaur ulang sampahnya sendiri. Selain sampah dapur mulai diarahkan menjadi biogas, sampah organic dibuat menjadi pupuk, sampah plastik di daur ulang menjadi produk yang berguna bagi kehidupan. Contohnya seperti plastic-plastik bekas bungkus deterjen, snack dll , bisa dibuat lagi menjadi tas cantik aneka rupa. Sementara sampah plastic lain menjadi Eco Brick. Eco Brick adalah semacam batako yang terbuat dari plastic. Intinya adalah botol plastic bekas yang diisi ulang dengan limbah plastic. Mulai dari yang lunak sampai yang keras. Digunting kecil-kecil supaya bisa masuk banyak ke dalam botol. Berat minimalnya 250 gram.

Kami sempat mencoba membuat Eco Brick. Ternyata tidak mudah memasukkan plastic ke botol, butuh teknik, kesabaran dan juga ketabahan. Hahaha. Eco Brick ini nantinya bisa dibuat sebagai bahan bangunan atau furniture. Jadi nilai ekonomisnya baik. Bayangkan daripada mengapung di laut menjadi sampah, mending jadi Eco Brick kan ? Sampah Styrofoam yang bandel diubah menjadi karya seni. Persoalan sampah di Pulau Pramuka memang tak kunjung selesai, tapi bukan tidak mungkin dikontrol. Salah satu caranya adalah dengan mengedukasi pengunjung. Sempat diberlakukan denda bagi pengunjung yang membuang sampah sembarangan. Apalagi dengan Slogan Pulauku Nol Sampah, semangat ini akan terus diperjuangkan.

Biogas


Di Pulau Pramuka sedang dirintis sumber energy Biogas. Keperluannya agar bisa menggunakan energy ramah lingkungan , bersih dan juga mudah mendapatkan bahan bakarnya hanya dari limbah rumah tangga seperti sayuran. Menggunakan ragi, limbah dibusukkan, dan gas hasil pembusukan itu ditampung dalam tangki biodigester untuk dialirkan melalui pipa-pipa ke kompor gas. Lalu siap untuk memasak. Praktis, walau prosesnya tidak mudah juga. Satu yang menarik, biogas hasilnya sama saja kok seperti gas elpiji biasa , tapi baunya saja yang berbeda, biogasnya berbau seperti sayuran busuk. Tapi tidak terlalu menyengat.

Hidroponik


Cukup mengejutkan di Pulau Pramuka ada Hidroponik. Memang belum semaju di Taman Botani Sukorambi yang pernah saya lihat. Tapi arahnya sudah jelas. Supaya bisa menanam sayur di halaman rumah. Selama ini kebutuhan sayur kebanyakan dipasok via Muara Angke yang pastinya menambah biaya. Dengan hidroponik bisa jadi solusi yang baik untuk mendapatkan sayuran secara kontiniu.

Bercocok tanam di Pulau Pramuka

Peternakan Kelinci


Disana juga ada peternakan Kelinci. Turunannya sudah banyak. Selain untuk dimanfaatkan dagingnya, air seni kelinci bisa dipakai sebagai pupuk organic untuk menyuburkan tanah dan tanaman.

Pelestarian Mangrove


Di Workshop Lingkungan Astra ini Kami belajar soal Mangrove mulai dari pembibitan sampai dengan penanamannya. Uniknya di Pulau Pramuka, Mangrove-nya tidak hanya satu jenis, tapi beraneka macam. Sempat pula menyusuri Hutan Mangrove disana.

Saya dan Mangrove

Keberadaan hutan mangrove ini sangat krusial bagi sebuah pulau, selain penahan abrasi pantai, manfaatnya juga sebagai tempat hidup dan berkembang biak ikan. Berkurangnya pohon mangrove secara signifikan bisa mengurangi populasi ikan. Uniknya lagi di pulau Pramuka baru saja dibuka wisata baru, anjungan kayu yang berbentuk sebagai labirin.

Labirin baru Pulau Pramuka

Jadi kalau mau lihat hutan mangrove tidak perlu naik perahu, cukup berjalan di atas jembatan ini saja. Ini jadi solusi double, selain untuk pelestarian, bisa juga untuk wisata. Yang pasti keren banget buat foto-foto di Instagram teteup ya) . Geng Workshop Lingkungan Astra secara bergantian menanam 500 Mangrove disana. Dibantu Pak Lupus yang memberi tahu cara menanamnya. Semoga tumbuh sehat dan besar jadi tempat berkembang biaknya ikan.

Belajar menanam Mangrove

Pelestarian Penyu Sisik dan Penyu Hijau

Penyu berebut makanan


Pertama ke Pulau Pramuka, saya pernah melepas tukik hasil penetasan Penyu Sisik di Pulau Pramuka ratusan purnama yang lalu. Melihat pelestarian Penyu Sisik dan Penyu Hijau kali ini cukup bikin hati senang. Siapa tahu tukik yang pernah saya lepas dulu ada disini. Atau mungkin Penyu Hijau yang pernah saya lepas tukiknya di Ujung Genteng juga ada disini. Ada beberapa tempat pelestarian Penyu tergantung umurnya. Walaupun kemungkinan seekor penyu kembali ke tempat dia bertelur 1 banding seribu karena banyak factor seperti predator , ditangkap manusia dll.

Senang Melewati Hutan Lamun dan Hutan Mangrove, kami melihat Penyu-penyu muda tinggal di penampungan sementara sebelum dilepas lagi nanti. Menyenangkan member makan penyu ini didalam sangkar jaring yang cukup besar. Melihat mereka makan dengan lahap puas rasanya. Penyu sisik adalah hewan endemic Pulau Pramuka. Mereka bertelur di Pulau Pramuka , jadi harus dijaga telur , tukik dan penyunya supaya tidak diburu manusia.

Padang Lamun 



Nah ini yang baru saya ngeh. Selama ini disangkain lamun itu rumput laut. Ternyata beda pemirsa ! walau sama-sama tumbuh di pantai jenisnya beda. Dan ekosistem Lamun sendiri jadi tempat ikan dan penyu makan. Jadi harus dijaga keberadaannya. Dan harus bersih dari sampah plastic. Kasian nanti disangka ubur-ubur sama Penyu, lalu dimakan deh.

Kami, jembatan Dan Lamun. Foto oleh Bramadity

Jelajah Pulau Dan Snorkelling


Workshop Lingkungan kali ini juga diadakan jelajah pulau serta snorkeling. Satu persatu pulau dengan potensi pariwisata dijelajahi seperti pulau Semak Daun, Pasir Gosong ( lebih ke pasir putih timbul sih ), Pulau Air dll. Sempat pula snorkeling di sekitar Pulau Pramuka yang biota lautnya cukup sehat. Soal ini kita bahas di tulisan berikutnya aja ya biar greget. Hahahaha

Snorkelling

Kembali ke Pulau Pramuka kali ini jadi pengalaman yang membuka wawasan. Bagaimana sebuah Pulau bisa berkembang dengan baik, menyeimbangkan potensi wisata, ekonomi dengan lingkungan yang tidak mudah tapi bukan tidak mungkin dilakukan. Yang pasti keadaanya dan maju daripada pertama kali saya dating kesana. Semoga kunjungan berikutnya Pulau Pramuka bisa menjadi tempat yang lebih baik lagi untuk masa depan.

One comment

Leave a Reply