Hi TemenAip apa kabar ? Kalau diperhatikan instastory @ariefpokto banyakan meliput soal Asian Para Games 2018. Lalu Ada yang nanya ngapain Travel Blogger ngurusin itu. FYI , ariefpokto.com memang berkomitmen mendukung event Internasional yang mengharumkan nama negara seperti Asian Games dan juga Asian Para games. Kalau bukan Kita siapa lagi yang bangga  soal ini kan? Lagian event seperti ini jadi sebuah destinasi wisata baru buat pecinta olahraga. Terutama Kaum Difabel kalau Asian Para Games yang berkesempatan menikmati Pesta Olahraga para atlet yang menyandang disabilitas.

Opening Asian Para Games yang Inspirasi dan fenomenal

Nah serunya berkesempatan buat melihat pertandingannya secara langsung. Ada beberapa cabang olahraga yang sempat nonton langsung. Selain di venue GBK dan Velodrome, tiket digratiskan hanya dengan mengisi formulir yang disediakan.

Table Tennis


Cabang Olahraga Table Tennis berlokasi di daerah Ancol, Econvention disulap menjadi arena berlaga para Atlet. Disana melihat para Atlet yang secara fisik tidak sempurna bertanding memperebutkan medali. Ada Atlet yang memakai kursi roda, ada yang memakai penopang kaki, tapi semangat juangnya tidak habis. Sempat mendukung perjuangan Atlet Indonesia Susilawati melawan pemain Vietnam. Walau melawan keras, usaha Mbak Wati gagal karena akhirnya kalah. Tapi salut dengan perjuangannya. Masuk ke babak semifinal pun sudah keren banget.
Hari itu berbuah Manis saat Atlet Table Tennis Indonesia David Jacob mendapat Emas.

Ten Pin Bowling


Venue Ten Pin Bowling berada  di Jaya Ancol Bowling Center. Masuk kesini juga gratis. Tinggal isi form saja. Menonton Ten Pin Bowling cukup membuat hati deg-degan. Bayangkan, sepuluh pin bowling menjadi sasaran bola yang digelindingkan para Atlet. Kalau kena semua langsung Strike. Tidal mudah mencapai Strike. Tapi para Atlet Difabel tetap menikmati pertandingan. Dimana ada yang dipertandingkan secara single maupun beregu. Yang membanggakan Atlet Tuna Grahita Elsa Maris keluar sebagai peraih medali emas. Keren banget usahanya !

Wheelchair Tennis


Nah ini cabor yang biking kagum juga dengan atletnya. Bayangkan, mengejar dan memukul bola sambil mengendalikan kursi roda di tengah teriknya Jakarta Utara ! Point demi poin dikumpulkan supaya jadi juara. Bertempat di Kelapa Gading Sports Club, Wheelchair Tennis menawarkan banyak pertandingan seru antar negara. Sempat melihat pertandingan putri antara China VS Thailand. Seru banget. Pukulan-pukulannya keras diarahkan ke lapangan lawan. Jadi kalau di Tennis biasa , bola boleh memantul sekali di area Kita. Sementara kalau di Wheelchair Tennis boleh dua Kali. Pertandingan antara atlet pria Jepang VS Jepang juga ga kalah seru. Salut sama fokus Dan stamina mereka lho.

Chess / Catur


Nah kalau cabor Catur ini agak bikin penasaran karena pas datang ke venue yang berlangsung di Cempaka Putih Sports Hall, Jakarta, ternyata pertandingan telah selesai. Tapi berkesempatan menonton acara seremoni pengalungan medali dan ikut terharu pas Sang Saka Merah Putih dikerek di posisi teratas sambil mengumandangkan Lagu Indonesia Raya. Dan faktanya Indonesia mendominasi cabor Catur ini. Mengutip dari Asianparagames2018.id Games 2018. Dari total 24 emas yang diperebutkan di cabor ini, hampir setengahnya digondol atlet-atlet Indonesia.Dominasi Indonesia di cabor catur membuat Edy Suryanto dkk bisa melahap total 11 emas.Perinciannya 6 emas didapat dari kategori catur standar dan 5 emas dari kategori catur cepat.


Para Atlet Catur ini Tuna Netra, mereka bisa membedakan bidak catur selain meraba bentuk juga ada beberapa titik simbol yang bisa dibaca di bagian bawah setiap papan catur untuk dihapalkan.

Para Powerlifting


Cabang Angkat Besi bagi penyandang disabilitas ini ini berlokasi di Balai Sudirman Jakarta. Yang biasa saya datangi kalau undangan pernikahan. Venue in diubah dengan nuansa Pink dan suasananya meriah sekali. Para Atlet bertanding pada sebuah panggung dimana mereka akan dibaringkan di sebuah set angkatan. Setiap mereka berhasil mengangkat maka akan ada video selebrasi keberhasilan angkatan dengan musik meriah. Keren banget lho para Atlet ini. Walau tidak bisa berjalan tapi bagian upper body mereka kuat mengangkat puluhan hingga ratusan Kilogram beban. Penonton pun bersuka cita bersorak saat angkatan sukses. Pengalaman menonton pertandingan olahraga yang menghibur sekali.

Datang menonton pertandingan Asian Para Games menyadarkan saya bahwa siapapun bisa berprestasi, termasuk penyandang disabilitas. Kekurangan mereka tidak menjadi halangan untuk mempersembahkan yang terbaik bagi diri sendiri dan juga negerinya. Ini sangat menginspirasi. Dan menyalakan semangat di setiap orang yang menonton.

Ada rasa haru, gembira , sedih saat menonton pertandingan seperti pertandingan olahraga dimanapun. Merasa beruntung deh melihat mereka bertanding. Karena disabilitas ternyata bukan halangan untuk menjadi yang terbaik. Menang maupun tidak, prosesnya adalah suatu pengalaman yang amat berharga. Dan bahagia banget lewat Asian Para Games Indonesia bisa dipandang sebagai negara yang memberikan penghargaan terbaik kepada penyandang disabilitas. Semoga ini jadi warisan buat Kita supaya lebih menghargai mereka di masa yang akan datang. Karena menjadi disabilitas bukan pilihan, tapi bagian dari diri mereka yang bisa Kita terima dan hargai.

4 comments

Leave a Reply