Ke Pangandaran ? Ngapain ? Ke pantai ? Belanja ? Kuliner ? ada banyak hal lain yang bisa kita lakukan di Pangandaran. Selain main ke pantai , melihat kebudayaan, Kita bisa melakukan aktivitas air yang menyenangkan. Selain River Tubing, ada satu lagi yang seru buat dilakukan ! Body Rafting di Green Canyon !

Green Canyon Alias Cukang Taneuh

Green Canyon atau Cukang Taneuh adalah salah satu tujuan utama pariwisata kalau ke Pangandaran. Green Canyon adalah julukan dari seoran turis karena kemiripan dengan Grand Canyon yang ada di Colorado, Amerika Serikat. Untuk mencapainya  kita harus menyusuri Sungai Cijulang yang masih alami. Dan memang keren banget tempat ini karena bentuknya seperti ngarai-ngarai Grand Canyon, tapi versi warna hijau karena tumbuhan di sekitarnya dengan sungai alami. Cukang Taneuh sendiri berarti Jembatan Tanah dalam Bahasa Sunda. Jadi kita manggilnya apa ? Ya bebas sih, Green Canyon boleh, Cukang Taneuh boleh.

Kira-kira 40 menit dari Pangandaran,  Saya dan Famtrip Pesona Indonesia sampai di Cukang Taneuh alias Green Canyon. Kita bisa parkir di sebelah kanan jalan, lokasinya bisa menampung banyak mobil. Disana juga banyak warung yang menjual makanan, souvenir dll. Di lokasi itulah lokasi operator Body Rafting Green Canyon. Kami boleh memilih sendiri rompi pelampung, Helm , sepatu khusus air. Lalu kami mendapatkan briefing bagaimana caranya Body Rafting soal safety dan lain-lain.

Aktivitas di Green Canyon

Naik Perahu

Naik perahu ke Cukang Taneuh

Ada beberapa aktivitas yang bisa kita lakukan. Yang pertama adalah Menelusuri Sungai memakai Perahu  dari Dermaga Ciseureuh sampai ke wilayah Green Canyon. Durasinya kira-kira 30-40 menit. Pemandangannya memanglah keren. Berasa di Sungai Amazon karena situasinya masih alami. Di kiri kanan pepohonannya masih rindang , hijau dan asri. Burung-burung , biawak masih berkeliaran bebas di sekitar sungai ini. Orang masih bisa memancing ikan karena masih banyak ikan hidup disini, termasuk Ikan Laut, karena airnya payau. Selain itu orang juga bisa menangkap kerang dan keong yang hidup di pinggir sungai.

Awalnya sungai lebar banget kayak di channel Nat Geo, tapi seiring dengan banyaknya tebing hijau yang banyak pepohononnya, akhirnya lama-lama menyempit. Dan akhirnya berlabuh di bebatuan tempat para tukang perahu menambatkan perahu ke batu. Pemandangannya keren banget, kita dikelilingi dinding batuan berwarna hijau karena ditumbuhi lumut dan tumbuhan !! Nah kalau kita mau turun, harus melewati perahu-perahu yang ditambatkan. Nah kalau perahuan doang, udah selesai, setelah melihat sebentar, pulang lagi deh.. Kecuali kalau mau berenang !

Berenang

Selain Naik Perahu, Kita juga bisa berenang di sekitar Green Canyon. Dengan tambahan biaya Rp. 100.000,- kita bisa berenang selama kurang lebih 30 menit di sejuknya air sungai Cijulang. Pastinya bakal senang, karena airnya sejuk. Cuman kurang puas kalau berenang aja kan ? Mending …

Body Rafting

Nah, Body Rafting adalah paket paling lengkap buat man air di Cukang Taneuh. Peserta Body Rafting sudah dilengkapi helm, rompi pelampung, sepatu khusus dan dilengkapi oleh 3 orang pemandu. Rombongan kami sudah mendarat dan siap Body Rafting. Hal pertama yang dilakukan adalah menceburkan ke kolam besar dekat pendaratan perahu. Pas Gujubar… langsung kesegaran air Cijulang terasa diseluruh badan. Lalu kita dipandu menggunakan tali panjang untuk memudahkan kami ke titik awal.

Naik turun batu untuk mencapai titik body rafting

Jadi sebelum body rafting, kami harus melakukan penelusuran, berjalan di atas bebatuan untuk mencapai titik luncur Body Rafting. Satu persatu kami bergantian menghadapi cobaan.. eh, tantangan naik turun bebatuan, lalu beberapa kali turun ke sungai karena batuannya sulit untuk dipijak. Pas turun ke sungai pun tak selamanya mudah, karena kadang arusnya deeras, kalau tidak berhati hati kita bisa terbawa arus. Para pemandu dengan sigap terus memantau dan membantu kami supaya selamat sampai tujuan. Pengalaman yang menarik, kalau main sama Tarzan gini kali ya ? Sesekali saya melihat ke atas memandang pemandangan indah serba kehijauan…

Hujan-Hujan pun cantik !

Semakin ke atas semakin sulit. Cuman karena saling menyemangati, jadi ga patah arang. Kita mesti hati-hati karena beberapa batuannya tajam teksturnya. Ada juga yang bulat sempurna. Hujan pun turun, Makin maksimal lah basah-basahan kitaa ! Assik kan ! Terus terang tidak mudah untk naik ke atas menyisir batuan untuk mencapai titik body rafting. Tapi karena pemandangannya bagus plus penasaran, semangat perjuangan makin kuaat !! kucuran air dari atas dan arus air dari bawah justru membuat perjalanan makin menantang

Sombong Lalu Terjatuh !!

Sesaat sebelum titik body rafting ada beberapa batuan besar. Menark sekali untuk didaki. Kayaknya lucu juga kalau kesana. Dengan percaya diri, saya langsung meloncat dari batu ke batu. Kayak Wiro Sableng gitu…Pasti bisalaah !!  Eh tapi ternyata salah satu batu yang saya pijak ternyata licin. Cengkaraman sendal gunung baru yang saya beli di Tasikmalaya beberapa har sebelumnya tak kuat memegang batuan licin itu. Dan jatuh lah saya. Lutut membentur batuan tajam dan kacamata terpental.. Duh periiihhh… Tapi lebih perih rasa malu dilatin orang-orang. Pas ditanya gimana kondisi, saya menjawab dengan tegar saya gak apa-apa. Padahal lutut mulus sudah menjadi prasasti batu tajam Cukang Taneuh.

Mengabadikan moment pas menelusuri batuan #alasanselfie

Sayapun memutuskan berhenti dulu di sebuah batu besar yang dinaungi bebatuan lain, dimana air mengucur dari atas. Saya, Astari, Nana dan Ika memutuskan beristirahat disana, sementara Dendy, Mas Ain, Rinda, Siska meneruskan ke spot berikutnya bersama dua pemandu. Satu pemandu tinggal bersama kita.

Lalu saya haus. Kata Akang pemandu minum air dari atas aja. Segar kok. Akhirnya saya menengadah ke atas dan menganga… Air sejuk pun masuk ke mulut lalu ke tenggorokan. Duh segar banget. Dingin dan segar. Rasanya kayak air mineral. Tapi lebih segar !! Enaak. Saya nganga terus deh. Sampai dahaga hilang.  Sambil menunggu teman yang lain datang, saya tiduran sambil menikmati guyuran air dari atas. Kok seru banget ya, basah-basahannya maksimal !

Meluncur

Setelah teman-temang datang , para pemandu mengarahkan Kami ke titik dimana arus cukup deras. Satu persatu, kami  diluncurkan menggunakan tenaga arus ke batu berikutnya. Sambil nunggu giliran, saya terpeleset dan jatuh lagi. Duuh, untung gak aa yang lihat, jadi gak ada yang tahu ( sekarang pada tahu deh, abis ditulis). Akhirnya giliran saya meluncur. Asik banget, dibawa arus sungai ke spot batu berikuntya. Jadi Kami meluncur dari satu spot ke spot lainnya hanya mengandalkan rompi pelampung. Seru banget. Inilah namanya Body Rafting, dimana badan kita menjadi rakit dengan rompi pelampung sebagai alat mengapung….

Banyakan pemandangan saya kayak gini.. Pas Kacamata lepas

Posisinya pun dibuat rantai manusia seperti pas River Tubing. Cuman disini kita memegang rompi teman kita di depan. Seru juga sih rantai manusia ini. Mengikuti arus sungai, kami meluncur… Sesekali diarahkan oleh Pemandu supaya tidak terbawa arus ke  daerah berbahaya !

Variasi arus kecil, besar, melewati batu bersama-sama, tak terasa Kami sudah sampai di Kolam Besar awal dekat perahu ditambatkan. Yah udahan ? Kok kepengen lagi ya ? Dendi sama Mas Ain yang udah naik ke batu loncat lagi ke kolam besar. Kayaknya belum bisa move on haha.

Kamipun diangkut perahu kembali Dermaga Ciseuruh. Perjalan pulangnya lebih bermakna, karena hati gembira bisa Body Rafting di Green Canyon !!

Sesampainya di base camp, kami disajikan makan sore yang memang sangat kami butuhkan ! Badan dingin menggigil merindukan nasi. Akhirnya rindu terpuaskan saat makan sederhana bersama teman-teman seperjuangan Body Rafting .

Pengalaman yang seru banget deh. Nonton videonya di bawah ya, berasa banget serunya Body Rafting di Green Canyon. Pokoknya TemenAip mesti cobain kalau ke Pangandaran !!


Terima kasih Kementerian Pariwisata , Pesona Indonesia yang sudah mengajak kami jalan-jalan ke Pangandaran, senang sekali bisa jalan kali ini karena membuka wawasan dan mendapatkan banyak pengalaman seru ! Sampai ketemu lagi di trip berikutnya

Atas Saya , Astari, Ika, Rinda, Bu Nina , Nana,

bawah Siska, Mas Ain, Dendy
Nonton Videonya yaa
Akang Pemandu yang baik hati, tapi posenya galau

8 comments

  1. Beda adrenalin dibanding rafting pakai perahu ya? Yang ini lebih ngeri-ngeri syedap kalau menurut aku mah. Apalagi kalau musim penghujan di Green Canyon, arusnya bikin hati ciut ^_^

  2. Aku sudah lama banget pengen ikut body rafting di Green Canyon ini. Tapi belum juga sampai niatnya ke sana. Baca posting Kang Aip ini, jadi tambah pengen

Leave a Reply