Hello TemenAip Apa Kabar ? Siapa Suka Ikan Patin Ngacung ?Kali ini mau Arieview Pondok  Ikan Bakar Kalimantan Cimanggis yang hidangan andalannya adalah Patin Bakar Bambu ! Unik ya. Pondok Ikan Bakar ini tidak membuka cabang, hanya ada disini saja.

 Lokasi Pondok Ikan Bakar Kalimantan ada di Jalan Raya Tapos no  1 Depok, Teleponnya di (021) 8751395 atau 08111116798. Bingung kemana ? Patokannya dari jalan tol Jagorawi keluar tol Cimanggis. Pas keluar langsung belok kiri, langsung sampai deh. Bangunan  Pondok  Ikan Bakar Kalimantan bernuansa bambu gitu, ada parkiran yang cukup luas di bagian sampingnya

 Kami sampai jam 11 siang, tapi pengunjung udah penuh banget. Disini sistemnya masuk waiting list, sambil nunggu dipersilakan untuk pesenmenunya. Sambil antre waiting list ( iya, waiting list- nya aja antre ) saya melihat orang-orang kebanyakan pesan Ikan Patin Bakar Bambu. Ada juga yang pesan Ikan Gurame. Tapi karena jagoannya pesan Ikan Patin Bakar Bambu, maka Kami pesan itu. Eh , mereka bilang mesti nunggu satu setengah jam dong, karena habis..harus masak lagi, Hmm, lalu bimbang, masak nunggu selama itu. Tapi karena udah sampai disana, ya nunggu aja. Selain itu pesen Telur Dadar Pete yang  katanya favorit juga, minumnya pesan Es Kelapa Jeruk, yang banyak dipesan orang lain. Setelah pesan kita dipersilahkan duduk di area menunggu menanti meja kosong.

Daptar Menunya

Menu

Menu di Pondok Ikan Bakar Kalimantan, selain Ikan Patin Bakar Bambu yang dibandrol Rp.150.000 / kilogram ada juga Patin Bakar, Patin Asam Pedas yang dihargai Rp.120.000/kilogramnya. Selain itu ada Ikan Guramemasak Sop, Masak Taucho, Bakar, Goreng, Goreng Saos yang harganyaRp.140.000/kilogram. Buat yang gak suka Ikan ada masakan Ayam Kampung Bekakak seharga Rp.130.000/ ekor. Kalau Ayam Goreng Kampung setengah ekor Rp.35.000. Ada juga sop Iga (35.000) , Sate Ayam (Rp.40.000), Masakan Udang bisa digoreng mentega, saus/ goreng tepung,Balado harganya sama Rp.85.000 per/porsi. Untuk sayuran ada tumis kangkung,sayur asem, karedok/ gado-gado, petai rebus/ bakar yang dibandrol Rp.15.000

Patin dalam bambu

 Sambil nunggu pesanan datang saya keliling-keliling. Melihat area pembakaran ikan,waduh mereka pakai arang kelapa, asapnya banyak banget. Tapi tetap semangat melihat ikan, ayam dibakar. Ada juga sate ayam. Duh kok satenya ginuk-ginuk ya? kayaknya enak. Lalu pesan deh seporsi.

Hahaha. Sempet melihat juga kolam-kolam patin. Ada tiga atau empat kolam. Isinya patin dan gurame.Ukurannya seragam. Kata pegawainya Patin ini didatangkan dari Subang. Diolah langsung saat ada pesanan. Jadinya fresh. Saat ada yang pesan Ikan langsung dipotong, dbersihkan dan diolah sesuai pesanan. Setiap harinya bisa laku 100 ekor ikan lho. Laris ya

Satu Setengah Jam Kemudian

Akhirnya pesanan kita datang semua. Telur Dadarnya tampak Cantik ditaburi bawang goreng, lalu terlihat irisan petai di dalamnya. Lalu Sate Ayamnya sudah diberi bumbu kacang, Ayam Goreng Kampung nya cukup menarik.

Dan terakhir datang Ikan Patin Bakar Bambu. Bambunya dibelah dua, memperlihatkan baluran daun pisang yang melayu. Asap masih mengepuul. Lalu dibuka helai demi helai daunnya. Tampaklah ikan patin montok berbalur bumbu merah yang berlimpah…. Sewaktu diciduk, dagingnya langsung tersendok sempurna. Lembut sekali. Langsung saja disandingkan dengan nasi panas.

Ohiya disediakan juga condiment berupa tiga macam sambal, sambal terasi, sambal mangga dan sambal rawit semacam dabu-dabu. Tapi dikiit. Huhuhuhu. Walaupun begiturasanya luayan mantap. Sambal mangganya sih yang menonjol secara rasa. Irisan mangga mudanya bikin segar, balance antara pedas dan asamnya. Baiklah mari kita Arieview satu persatu

Sate Ayam

Saya harus kasi 8,5 untuk Sate Ayamnya. Dagingnya empuk, potongannya besar-besar. Saripati ayamnya tersimpan rapi dan tidak kering. Bumbu kacangnya juga mantep , walau kayaknya  lebih pas dimakan sama nasi sendiri. Penasaran sama versi dikasi bumbu kacangnya juga soalnya dibakarnya pakai bumbu kuning gitu. Mungkin enak dicocol sambal dabu-dabu atau sambal kecap rawit kan ?

Dadar Telur Pete

Dadar telurnya fluffy, densitasnya pas dan rasanya mantap sekali. Gurih, tidak telalu asin, pas sama nasi. Taburan bawang diatasnya bikin gregetan karena ngasi tekstur unik. Kalau suka pete pasti suka banget deh, kalau saya, mesti misahin satu-satu hahaha. Nilainya 8,5 ! Pesen ini aja pakai nasi udah enak.

Ayam Goreng Kampung

Kalau dari tekstur sih kerasa banget ayam kampungnya. Cuman saya pernah makan yang lebih enak. Bumbunya agak kurang meresap, walau cara gorengnya pas, tidak terlalu kering, tidak terlalu basah. Nilainya 7 deh. Lumayan alternatif buat yang gak suka makan ikan kan ?

Patin Bakar Bambu


Nah ini dia primadonanya, memang bintang dari restoran ini. Ikannya ukurannya terlihat cukup besar, karena memenuhi selongsong bambunya. Daging ikannya matang sepurna karena teksturnya lembut sekali. Yang istimewa adalah bumbunya berlimpah. Gak pelit . Bumbunya pas sekali dengan daging ikan patinya, saya bisa merasa cabe, kunyit, bawang putih dan merah. Suka banget bagian lemak yang ada di perut ikan, lumer gitu dimulut, apalagi pas panas-panas. Cuman saran jangan kebanyakan makan bumbunya, bisa enek hahaa. saking banyaknya. Sensasi makan ikan dalam bambu juga seru, apalagi pas disajikan, asap yang keluar menebar aroma sedap, lalu kita buka lapisan daun pisang pembungkusnya juga jadi pengalaman yang menarik.Minusnya waktu menunggu yang cukup lama dan harga yang cukup mahal. Tapi sepadan dengan rasa dan pengalamannya. Saya beri nilai 9.

overall pengalaman makan disini  menarik, karena akhirnya bisa mencicipi sedapnya Patin bakar Bambu Pondok Ikan  Kalimantan Cimanggis, yang saya sudah dengar sejak lama. Rasanya enak, walau antre tidak apa-apa, sepadan dengan perjuangannya.

Mau nonton pas makan disana ? silakan klik di bawah ini ya




9 comments

  1. Aku ngiler banget lihat ikan dalam bambu itu. Ngomong-ngomong ikan patin itu dagingnya lembut banget. Kalau dibakar, serasa semua bumbu masuk ke dalam. Noted. Nanti kalau ke Depok mudah-mudahan bisa mampir ke sini

  2. Kalau resto atau rumah makan cuma ada 1, rqsanya pasti otentik. Dan kalau sudah terkenal, harus rela antri karena gak ada lagi cabang lainnya 🙂

Leave a Reply