Hello TemenAip ! Apa kabar ? Kali ini mau sharing soal #Aiptrip Malang yang dilakukan awal Februari lalu. Berbekal Tiket Eksekutif kemana saja dari PT KAI , Saya menumpang Kereta Api Gajayana yang nyaman dengan keberangkatan dari Gambir pada pukul 17.40 dan sampai di Malang jam 09.00 Pagi. Perjalanan sangat lancar, bisa beristirahat nyaman selama di kereta. Dan saya sama sekali tidak membuat itinerary pas Aiptrip Malang kali ini. Apaah ? Gak Masuk akal ! Baca dulu latar belakangnya.

Latar Belakang

Duh, kok kayak skripsi aja, pakai Latar Belakang ? Perlu banget dibeberkan kenapa terjadi #Aiptrip Malang kali ini. Jadi, saya punya sahabat karib sepasang suami Istri, Pak Iwan Nurhadi dan Ibu Hen ny Rosalinda. Beliau-beliau ini adalah teman seperjuangan kala kuliah dulu di HI Unpad. Nah mereka berdua telah sukses menjadi Dosen di Universitas Brawijaya. Dan setiap saya ke Malang, saya selalu gagal mampir. Antara jadwal mepet, waktunya gak pas. Padahal sudah kangen juga sama mereka. Makanya #Aiptrip Malang ini didedikasikan buat menghabiskan waktu sama kawan lama. Terserah mau dibawa kemana. Hahaha. Zonk-nya, saya lupa Pak Iwan sedang menyelesaikan study S3-nya di IPB, jadiya cuman ada Mbak Henny dan anak-anak mereka Farrel dan Jalu.

Kulineran Malang A’la Pak Iwan

Sesampainya di Stasiun Malang, saya dijemput oleh Henny. Senang sekali ketemu lagi sama beliau, terakhir jumpa pas HI Day, Reuni HI Unpad tahun 2016 di Jatinangor. Pas Henny nanya mau kemana aja selama di Malang, saya sebut bebas aja.. Travel blogger macamapa coba ga tau mau kemana ? Akhirnya setelah berdiskusi, diputuskan kita bakalann Wisata Kuliner kesenangannya Pak Iwan. Lha kok bisa ? selain percaya dengan selera Pak Iwan, sekalian ngabibita ( bikin ngiler ) Pak Iwan yang studi di Bogor. Setiap saat di update dengan mentag beliau. DIpikir-pikir iseng banget yaaa. Dasaar..

Nasi Bhuk Warung Sholawat

Nasi Bhuk apaan sih ? Jadi, Nasi yang disiram dengan sayur lodeh, atau sayur rebung, lalu diberi lauk pendamping seperti mendhol, tempe, empal daging, lidah, usus, ditambah serundeng, semacam keripik serundeng dan juga sambal. FYI , Mendhol itu tempe dihaluskan dan dibuat perkedel.

Nah kesenangan Pak Iwan adalah Nasi Bhuk Warung Sholawat by Hajah Saudah di jalan Kawi Atas no 42 Malang. Disini katanya Nasi Bhuknya mantep. Selain ada menu rawon dan Soto Madura. Mereka buka dari jam 06:30 sampai dengan sore hari. Warungnya sederhana, dimana nasi dan sayur diletakkan di bagian depan , sementara lauk pauk disimpan didalam etalase. Duh ada sate manis, empal daging, tempe dan usus sapi melambai-lambai ingin diajak makan.

Cara pesannya sistem warteg, kita tinggal minta pakai lauk apa, nanti diambilkan oleh pemilik warung. Saya pesan Nasi Bhuk pakai sayur rebung, nanti otomatis ditambahkan sambal, serundeng, mendhol, keripik serundeng. Sementara lauknya, setelah melalui banyak pertimbangan saya memilih Lidah sapi, sementara Henny pilih lauk Paru. Nasi Bhuk pun siap disantap.

Pertama saya coba nasi dengan sayur rebungnya. Modelnya mirip sayur buncis buat ketupat tapi dengan rempah yang lebih banyak, gurih, rasa rebungnya cukup terasa. Pas dicoba dimakan dengan serundeng, lidah sapi , sedikit sambal diakhiri dengan keripik serundeng. Waduh ! Baru terasa sedap banget. Aneka tekstur hadir, kriukan keripik, kenyalnya lidah sapi, mendhol yang manja rasanya. Lapisan rasanya kaya banget ada manis gurih serundeng, asin sayurnya, legit lidahnya dan sedikit tendangan pedas dari sambelnya. Walaupun rasanya campur-campur tapi tercipta Harmoni. Samaseperti judul lagu Padi favoritnya Pak Iwan. Tak berapa lama, seporsi Nasi Bhuk telah berhasil ditransfer ke perut saya.

Bakso Cak Toha Semeru

Satu hal yang saya cari-cari di Kota Malang adalah Bakso Malang. Tapi kok gak nemu ya, disini cuman ada Bakso, Bakso dan Baksoooo, tentunya membuatku bahagia. Salah satu tujuan kuliner kesenengan Pak Iwan ( Sekalian Bu Henny juga sih) adalah Bakso Cak Toha Semeru. Alamatnya di Jalan Semeru Nomor 24 Malang (0838-3077-7939 ) . Mereka buka dari jam 11:30 sampai dengan jam 20.00

Sistem pesennya sama seperti di Warung Bakso Malang di daerah lain. Kita tinggal pilih mau bakso apa, basahan atau keringan, nanti tinggal diguyur kuah baksonya. Bisa ditambahkan bawang goreng dan seledri sesuai keinginan. Jenis baksonya disini Ada Bakso Besar Halus, Bakso Besar Urat yang dibandrol Rp.10.000, sementara Bakso kecil halus, bakso kecil urat, bakso goreng, Goreng rempelo Ati, Tahu Besar dihargai Rp.5000.

Saya memilih Bakso Gorengan, Bakso Urat Besar, Tahu Besar dan Goreng Rempelo Ati. Yang terakhir bikin nyesel dan nyesek. Satu mangkok untuk bakso berkuah dan sebuah mangkok untuk keringan. Saya juga sudah siapkan sambel cocol ala Mbak-mbak racikan sendiri terdiri dari dua sendok sambal cabai, dua sendok saos tomat, dan kecap manis secukupnya. Fungsinya buat dicocol-cocol. Saya coba kuahnya dulu. Kuahnya panas, seger tidak eneg. Bakso uratnya sedap, teksturnya pas, terasa uratnya tapi ga sampe level ganggu dimana susah dikunyah. Tahu baksonya agak smokey tapi justru enak. Dan ukurannya gede, puas makannya. Bakso gorengnya agak keras, mesti dicelupin dulu ke kuah baru kerasa sedap. Pas nyobain Goreng Rempelo Ati, terasa disambar petir deh… Jedarrrrr (artis itu mah)… Bayangin ya TemenAip, ati ampela, dibalut sama adonan bakso, lalu digoreng garing, kemudian direndam sebentar di dalam kuah bakso, lalu dimasukin ke mulut. Duh… rasanya gurih, earthy, teksturnya kenyal tapi minus perlawanan, campuran bakso ati amepla dan gorengan itu menimbulkan sesansi yang sedap banget. Nyesel gak ambil dua tadii…

Pokoknya Bakso ( Malang) Cak Toha Semeru ini terpujilah wahai engkau deh. Rasanya on point, harga terjangkau dan punya ciri khas Goreng Rempelo Ati yang akan selalu ada di hati

Cissipizza

Karena tanggal 1 Februari adalah hari jadi Ariefpokto.com, maka diadakan perayaan kecil-kecilan di Cissipizza , salah satu pelopor thin crust Pizza di Malang. Disana nyobain aneka pizza enak, lasagna, french fries. Rasanya otentik kok , kejunya terasa, tempatnya nyaman. Khusus Cissipizza akan dibahas khusus di postingan berikutnya okaay ? Selanjutnya..

Puthu Lanang

Ini adalah kuliner legendaris di Kota Malang. Berdiri sejak 1935 ( gak pegel ya ) , kuliner ini berhasil mempertahankan kualitas dan juga pembeli yang setia. Kata Bu Henny, disini mesti ngantri, dan cepet banget habisnya. Lokasinya ada disebuah gang, dimana mereka berjualan di atas meja. Semerbak harum kue Putu beredar dimana-mana. Langsung betah deh.

Puthu Lanang terletak di Jalan Jaksa Agung Suprapto Kota Malang dan aktif menjual Puthu, klepon, lupis dan cenil. Sistem pesan disini, adalah kita mengantri tanpa nomor, nanti Bapak Siswoyo yang punya akan memanggil pemesan. Beliau tidak mencatat tapi menghapal pesanan. Duh kalau saya udah panik deh kayaknya. Pesanan orang macem-macem. Ada yang pesen puthu thok, ada yang minta dicampur puthu, klepon, lupis dan cenil. Setelah pesan beliau langsung memberi harga. Pemesan pun membayar sambil menanti pesanan dibuatkan. Prosesnya seru seperti di pelelangan. Mana Pak Siswoyo hobi bercanda pula.

Kenapa disini mengantri lama ? Karena Puthu Lanang dibuat langsung segar dari tepung beras pilihan. Dibuat on the spot saat itu juga , jadinya fresh dan enak banget. Seru juga melihat proses tepung beras bercampur pandan dan gula jawa dimasukan ke dalam tabung-tabung kecil dari bambu. Lalu ditumpuk di atas pengukus. Disini gak ditutup lho, jadi terus memasak Puthu langan, mengepul dan menyebarkan aroma sedap. Saya lupa menghitung berapa menit puthu dimasak. Tpi termasuk cepat kok. Kalau pesan selain puthu, kue klepon, lupis dan cenil lebih cepat dilayaninya, karena sudah tersedia sudah jadi tinggal dibungkus.

Saya pesan puthu campur karena kepengen nyobain semuanya. Puthu, klepon, lupis dan cenil ditimpa dengan parutan kelapa, lalu disiram kuah gula Jawa. Duh Biyung Puthu-nya memang legit, manisnya pas, parutan kelapanya menambah gurih suasana. Cenilnya kenyal, lupisnya juga, pas dimakan sama kuah gula jawa. Kleponnya pecah pas digigit. Kuah gula jawa lumer di mulut pas makan, menimbulkan rasa manis khas gula jawa. Teksturnya kenyal macam mochi jepang. enak banget ! Pantesan jadi kuliner legendaris, Salut sama upaya mereka selalu memberikan yang terbaik bagi pelanggannya. Harganya murah pula, Edisi campur harganya cuma Rp. 10.000 saja

Rawon Kiroman

Nah, tempat ini kesenangan Pak Iwan juga nih. Selain jual rawon, disini jual soto juga. Beralamat di jalan Julius Usman. Bangunannya klasik banget jaman Belanda, disulap jadi Rumah Makan. Pas kami datang , para pelanggan sudah memenuhi Rumah Makan ini.

Sistem pesan disini, kita tinggal pesan mau soto atau rawon, nanti pesanan kita akan datang disajikan dengan sepiring asesoris gorengan daging sapi, lidah, mendol, tempe, paru,perkedel juga sepiring sate usus sapi dan sate manis. Duh Aku kudu piye ?

Rawonnya berkuah hitam kecoklatan, cukup cair dengan potongan daging yang cukup banyak, kecambah dan sambal.

Dari kemarin tertarik banget usus sapi, tapi takut dia bergabung dengan para lemak yang telah lama aku kandung. Tapi ya kapan lagi datang ke sini kan ? Akhirnya dengan tekad bulat kusambar setusuk sate usus sapi…

Mari kita coba kuah rawonnya. Huwow ! Gurih ! Keluweknya terasa. Entah kenapa terasa hint kunyit atau sedikit bumbu kari disana. Tapi enak banget, apalagi pakai nasi. Dagingnya empuk, sedap rasanya. Pakai sambal membuat hidangan rawonnya makin nikmat. Ditambah kriukan kecambah yang bertabur di atasnya.

Sate usus sapinya sedap sekali, teksturnya tidak alot, mudah dikunyah dan yang bikin happy bumbunya meresap sampai ke dalam. OMG ! Gak sia-sia makan ini kalau sebegini enaknya. Tempe gorengnya crispy outside, moist inside. Tempe Jawa Timur emang rata-rata enak ya. Pas juga dimakan sama rawon. Gak nyobain aneka jeroan lainnya, karena takut berdosa pada tubuh ini. Hahaha. Makan Sate Usus setusuk pun sudah happy banget.


Rawon Kiroman ini memang pantaslah legendaris karena rasanya memang tak terbantahkan kelezatan rasanya. dan menjadi favorit banyak orang.

Bakso Gun

Nah, bakso ini letaknya dekat sama Nasi Bhuk Warung Sholawat , cuman beda beberapa toko aja , tepatnya di Jalan Kawi Atas no 41. Interiornya ala restoran Jepang dengan pintu kaca geser dan panel kayu.

Apa uniknya bakso Gun ? Jadi disini modelnya kita masak sendiri bakso kita menggunakan kompor yang tersedia di atas meja kita. Kayak masak Shabu-shabu gitu. Kita tinggal pilih bakso apa yang kita mau makan. Sebenarnya bukan cuman bakso sih, variatif banget.

Ada 25 macam topping yang disimpan disebelah kanan , mulai dari bakso urat sapi , bakso halus, bakso ikan, kembang tahu, siomay basah, tahu goreng, tahu putih, mie kuning, bihun dan sayuran segar seperti sawi. Ada pula aneka gorengan ayam,bakso udang, gorengan udang yang akhirya bikin bingung Hahaha. Harga antara Rp. 2.000 sampai dengan Rp 5.000 . KIta tinggal ambil lalu dihitung terlebih dahulu oleh kasir.

Seperti di restoran Shabu-shabu, kita bisa mengontrol suhu kompor. Setelah kuan bakso mendidih, masukin deh semua bahan-bahan. Lalu dimasukkan ke mangkok masing-masing bumbui dengan bawang goreng, sambal, saus tomat. Ada keseruan tersendiri sih pas adegan masak-memasak ini. tapi buat yang udah kelaparan dan buru-buru agak repot ya.

Aneka rasa bakso disini cukup OK, sampai nyoba gorengan ayam yang harganya Rp. 2500. Duh kok enak. Bayangkan , daging ayam cincang berbalut tepung lalu digoreng, direndam kuah bakso. Ayamnya terasa banget.. Satu kabar mengejutkan muncul ketika saya mau meng-google alamat Bakso Goen ini. Ternyata mereka punya cabang di Bandung, tepat di kompleks sebelah rumah saya . Uh Lala, gak perlu jauh-jauh ke Malang lagi kalau kepengen

Aiptrip Kulineran di Malang ini bikin hati senang. Makanannya enak-enak, kota Malangnya menyenangkan, dan yang pasti bisa silaturahmi sama sahabat lama kaan. Oh Iya, cerita Aiptrip Malang belum kelar, karena ada lanjutannnya yang cukup heboh ? Apa itu ? Nantikan bagian dua-nya



23 comments

    1. Kalau soal kuliner, Kang Aip emang paling mantap deh ulasannya

      Oh ya, itu kue Puthu memang harus pakai “H” ya di tengahnya?
      Terus soal Bakso Malang, itu kasusnya mirip Rumah Makan Padang di di Padang ya, gak bakal nemu Rumah Makan Padang dan yang ada cuma Rumah Makan.

      Untuk kasus Bakso Gun, aku males lho suruh masak sendiri. Pengennya pas dateng udah dimasakin dan baksonya tinggal dilahap aja. Ahahaha

  1. Demi apaaa, ke Malang berkali2 aku blm pernah nyobain itu semua. Ahaha
    Fixed, auto ngiler. Terutama Nasi Bhuk nya. Yampuuun parunyaaaa… wkwkwk

    nice info mas, bakal jd referensi kalau ke Malang lg.

  2. Baca ini menjelang jam makan siang bener-bener bikin perut krucuk-krucuk, nih, jadinya.. Kalo ke Malang sudah pasti bakal wiskul sampai puas, ya.. Semoga bisa ke Malang biar nyobain nasi bhuk ituu.. Sebagai pecinta lodeh, empal, paru, rebung, dijadiin satu gitu tampak maknyus yaaa.. haha.. Baksonya pun seger amat keliatannya.. Btw, satu almamater kita, Kak.. Jadi kangen Jatinangor.. haha..

  3. Deim!!! baca ini pukul 9 malem lewat dikit kusungguh berdosa.. mendadak laper seketika.. im salivating now… *slurp.
    Baksonyaaaaaa sungguh menggoda. “campuran bakso ati amepla (ampela) dan gorengan itu menimbulkan sesansi (Sensasi keleussss kak haha) yang sedap banget”. Dear Lord, tabahkan hambamu malam ini supaya tidak terburu-buru ke Bakso Malang di Baloi akibat postingan ini. Kuaaaaat!!!

    Pengalaman kuliner terseru ini mas Aip.
    Btw, Happy 2nd anniversary juga ya.. Ditunggu cerita2 blognya yang selalu kece kak.

  4. Ya Allah, bakso, rawon, pizza nyaaamm. Aku jd pengen jalan ke Malang,sudah lama banget gak ke Malang huhuhu.
    Beneran deh aku ngiler liat poto2nya haha.
    Kalau Puthu Lanang yg kayak apa ya mas. Ini jangan2 aku tau tapi org Sby nyebutnya kyknya beda gtu hehe. Penasaran 😀

Tinggalkan Balasan ke Monda Siregar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *