Hello TemenAip ! Apa Kabar ? Kalau mantengin social media Saya, pasti udah heboh dengan Hastag #AiptripLabuanBajo. Tempat ini memang destinasi wisata idaman buat para traveler di Indonesia.

Senja dari Bukit Golo Silatey

Alhamdulillah, Ariefpokto.com , Peekholidays.com dan Mas Andi dari Kompas.com mendapat kesempatan jalan-jalan ke Labuan Bajo dari Adira Finance setelah memenangkan Lomba Menulis Festival Pesona Lokal Adira Finance.

Dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Kami bertiga terbang langsung ke Bandara Komodo , Labuan Bajo dengan maskapai Batik Air . Menempuh perjalanan selama 2 Jam 10 menit akhirnya bisa juga kaki ini menjejak di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Ada satu kejadian unik, ternyata kami satu pesawat dengan Ajen Anjelina, seorang blogger juga yang sedang mudik ke Ruteng, 3 jam perjalanan dari Labuan Bajo. Senang juga ketemu Ajen, dan Kami langsung heboh reunian.

Saya, Andi, Tracy Dan Ajen

Turun dari pesawat terasa hangatnya udara disini. Walau hujan baru saja turun, tapi landasan sudah beruap karena teriknya matahari. Tapi udara disini segar sekali…

Masuk ke dalam Bandara Komodo yang keren, maklum bandara internasional pintu gerbang masuknya wisatawan, langsung kulit terasa adem dihembus AC.

Keluar bandara kami disambut Bung Doddy dan Carlo yang akan menemani Kami selama di Labuan Bajo. Bung Doddy ini tour operator cukup senior yang sering mengantarkan wisatawan keliling Labuan Bajo.

Menumpang Kijang Innova ( berasa Aiptrip India deh , haaha). Kami berangkat mengelilingi Kota Labuan Bajo yang tidak terlalu besar, jalannya cukup bagus, hanya saja agak sempit. Disini konturnya perbukitan dengan Pantai yang mengelilinginya. Kontrasnya bagus. Hijau , Biru dan putihnya langit.

Foto dengan latar belakang perairan Labuan Bajo , difoto oleh Tracy

Hotel Bintang Flores

Kami menginap di Hotel Bintang Flores, hotel berbintang 4 yang berada di pinggir Pantai. Arsitekturnya minimalis, dengan sentuhan ornamen Flores. Fasilitasnya komplit ada kolam renang ( sempet kepikiran mau nyebur , cuman ada agenda lain kan).

Setelah sholat, beres-beres, kami terkejut karena hujan turun cukup deras. Waduh, bisa berantakan itinerary yang sudah diatur. Tapi alhamdulillah nya , hujan reda tak lama setelah Mobil jemputan tiba.

Sunset Keren di La Cecile

Kita diajakin Bung Doddy ke sebuah tempat melihat sunset terbaik di Labuan Bajo. Di Bukit Golo Silatey, tepatnya Ada La Cecile Labuan Bajo yang merupakan sebuah hotel Dan Cafe yang baru buka Januari 2017 lalu. Pemiliknya Cecilia Anggi, orang Surabaya bercita-cita pengen punya hotel kayak di Santorini Yunani ( Sama Doong )

Nah , pas mereka jalan-jalan ke Bukit kesini langsung jatuh cinta dan memutuskan membuat hotel dan Cafe disini. Konsep hotel dan cafenya kekinian dengan infinity pool menghadap laut. Cafenya pun dibuka untuk umum. Dengan aneka Hidangan minuman dan makanan internasional dan lokal.

Kami memesan Jus dan Seafood Basket. Ikan, cumi dan udang segar digoreng dengan tepung panir dengan cocolan saus tomat dan mayonnaise. Rasanya lezat , kriuknya pas , seafood nya masih moist. Karena segar menu ini sukses

Seafood Basket & Pinneaple Orange Juice la Cecile

Memanglah viewnya keren banget. Kami berjumpa dengan Assistant Manager La Cecile, Pak Yos Yohannes. Beliau bercerita soal asal mula nama Bukit Golo Silatey.

Asal Muasal Nama Golo Silatey

Golo Silatey berarti Bukit mempersilakan / diberikan. Golo berarti Bukit, Silatey berarti mempersilakan. Jadi ratusan tahun lalu. Penduduk asli manggarai hidup sebagai petani. Lalu datanglah suku Bajo dari Sulawesi. Mereka meminta lahan di pinggir sebagai tempat tinggal. Orang Manggarai mempersilakan ( memberikan ) lahan kepada mereka dengan ditukar barang-barang seperti rempah. Nama tempat ini juga menjadi Labuan Bajo karena menjadi tempat berlabuhnya suku Bajo.

Selain orang Manggarai yang mayoritas beragama Nasrani, disini juga ada orang Bajo dan Bima yang beragama Islam. Semuanya saling toleransi menjaga keharmonisan daerah ini. Suatu budaya yang harus disebarkan ke seluruh Indonesia.

Sunset Labuan Bajo

Tak terasa sunset pun tiba. Warna warni langit menghias angkasa. Jingga, kelabu, Merah, merah Jambu, keemasan semua bergantian mengisi angkasa. Hangatnya senja Labuan Bajo sangat terasa di La Cecile ini. Betah berlama-lama deh disini.. sampai Sunset nya udahan. Sedih akutuu. Haahaa.

Kuliner Kampung Ujung Labuan Bajo

Untuk makan malam, Bung Doddy mengajak kami kulineran di Kuliner Kampung Ujung Labuan Bajo. Sebuah kompleks tempat makan yang baru saja diresmikan. Terdiri dari jejeran street food yang rata-rata menjual seafood dibawah tenda-tenda keren berwarna putih.

Disini Kita bisa memilih ikan untuk dimasak sesuai selera. Ikannya segar banget. Maklum baru ditangkap hari itu juga.

Uniknya kalau mau makan disini, Kita harus membeli kupon dari petugas yang menjaga dan menjual kupon. Nanti transaksi dengan pedagang dilakukan dengan kupon saja. Kalaupun nanti berlebih bisa dikembalikan.

Pilihan jatuh kepada Cumi, Kerapu, Kakap Merah dan Kerapu Macan. Semua dibakar. Disajikan dengan bumbu Bugis, asal para pedagang. Tak lupa sambal terasi, lalapan dan Plecing Kangkung. Ini pengaruh dari Lombok mungkin ya??

Ikannya seger banget. Terus terang agak kaget pas dateng ikannya agak gosong, tapi kok ternyata dagingnya masih juicy. Bumbu meresap sampai dalam karena sembil dipanggang diolesi Bumbu terus. Cuminya juga enak. Segar dan tidal alot. Masaknya benar berarti !! Sambil makan dan ngobrol Kami ditemani live music yang emang hadir Setiap weekend.

Hari ini happy banget, tapi #AiptripLabuanBajo akan berlanjut terus besok karena Kami akan ke Pulau Padar, Pulau Komodo dan objek wisata lainnya…

18 comments

  1. Seneng deh ngebaca artikel trip yang lengkap. Mulai dari lama perjalanan, sejarah, rekomendasi tempat utk dikunjungi sama yg paling penting KULINERNYAAAA.

    Aahhhh, Doain aku tahun ini bis menginjakkan kaki di sana.

    Salam kenal

  2. Untung aja hujannya gak pake lama ya, Kak. Jadi plan jalan-jalannya masih bisa dilakukan.. Keren banget sunset di Golo Sitaley, enggak heran kalo dibilang tempat terbaik menikmati sunset di Labuan Bajo, ya.. Semoga bisa ke bukit itu juga suatu saat.. Itu makan malamnya membahagiakan perut banget, yaaa… Haha..

  3. Duh, jadi kangen sama Labuan Bajo nih.
    Saya kira Kang Aip nginepnya di Ayana lho 🙂

    Kampung ujung ini memang pilihan makanannya banyak banget, ya meskipun yg utamanya seafood sih. Tapi jalan dari ujung ke ujung tempat makan ini seru banget, bisa liat hewan-hewan laut segar yang siap untuk disantap

  4. Naa baru tahu tentang asal-asul nama Labuan Bajo. Sebelum baca cerita Kang Aip aku juga berpikir pasti ada kaitannya dengan suku gipsy laut ini. Ternyata benar ya. Dan senja di Labuan Bajo, benaran dah, selalu romantis..

  5. Labuan Bajo salah satu destinasi liburan yang saya rencanakan tahun ini, semoga bisa kesana ya. Lihat senjanya cakep banget itu mas Arif, ditambah lagi seafood yang sudah dadah-dadah siap disantap ya.

  6. Ini aku bacanya kaya berasa jalan sendiri. Nggak sadar udah sampai di akhir paragraf saja. arrrgh..
    Seru banget perjalanannya ke Labuan Bajo dimulai dari keakraban teman, nongkrong cantik dengan menu dan view juara di La Cecille dan ikan bakarnya ya baiiiiim menggoda imanku malam ini yang niat banget nggak makan malam.

    Btw konsep infinity pool menghadap laut itu romantis banget yak…

  7. Dari dulu pengen ke Labuan bajo belum kesampaian semoga secepatnya bisa kesini kaya kang Aip hehe. Btw enak ya makan seafood yang masih fresh gitu dan pasti rasanya ikannya lebih manis( kata temanku yang rumahnya di Ambon) beliau bilang kalau makan ikan yang fresh itu beda rasanya.

  8. Labuan Bajo emang cantik banget dan selalu bikin kangen.

    Keren banget La Cecile nyediain sedotan bambu. Pas kemaren ke Labuan Bajo dan makan di Kampung Ujung, aku juga seneng banget karena si abang yang jualan jus sehat juga pake sedotan bambu untuk orang-orang yang minum jus di tempat. Buahnya juga segar-segar, padahal impor semua dari pulau sebelah.

    Sistem kupon di Kampung Ujung ini baru banget ya? Bulan Juli kemaren aku makan di Kampung Ujung juga dan bayar pake uang biasa soalnya. Selain seafood-nya yang jelas seger dan rasanya cocok (karena yang masak orang Banyuwangi), batagor di Kampung Ujung juga enak. Mungkin karena bahannya pake ikan seger bikin rasanya beda kali ya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *