Hello TemenAip ! Apa Kabar ? Banyak yang nanyain kelanjutan AIptrip India, maaf baru dilanjutkan lagi. Hahahaha.

Di Hari kedua Kami di India dibuka dengan bangun terlalu pagi di Hotel Jyoti Mahal. Karena memang kepengen melihat sunrise ceritanya. Hanya mengenakan celana pendek, kaos dan syal, saya lalu naik ke atas rooftop hotel. Jadi kebetulan restoran Jyoti Mahal ada di bagian ini. Sekalian ngecheck tempat makan, sambil melihat situasi.

Pagi hari di New Delhi yang Pinky ( Foto Jauh sebelum pose di Cafe Unicorn )

Di hotel ini tidak ada lift, jadi memang harus naik tangga, nggak terlalu capek sih naik ke lantai 5 sambil mengagumi arsitektur dan gaya interiornya yang India banget.

Akhirnya saya sampai di atas rooftop, di sekeliling terlihat bangunan sejauh mata memandang. Burung merpati, elang , gagak berseliweran di udara New Delhi. Suatu pemandangan yang istimewa melihat kontras antara burung-burung yang terbang dan langit yang merah muda !

Terpaku saya melihat suasana kota sampai sebuah suara memecah konsentrasi saya

Wanita : ” Aren’t you cold, standing there in this freezing weather wearing shorts?” ucap seorang wanita kaukasia yang memandang saya agak aneh.

Aip : ” Yes, it’s a little bit cold, but I’m doing just find. Look at his view! ”

Ya emang udara lagi agak dingin kira-kira 8 derajat celcius dan saya hanya pakai celana pendek. Ga berasa dinginnya entah kenapa. Sementara wanita yang saya lupa namanya itu ternyata asal dari Swiss dan memakai baju berlapis-lapis karena dingin. Sementara itu saya yang orang daerah tropis cuman pakai celana pendek dan kaos juga syal motif taplak andalan. Kamipun berbincang membahas rencana hari itu. Wanita Swiss dan grupnya baru datang semalam dan akan mengelilingi Delhi hari ini.

https://www.instagram.com/p/Bsq-2kQgDey/

Keliling New Delhi

Sama dong, saya dan kedua orang tua bakal keliling Kota New Delhi barengan Pritpal Singh, Driver yang menemani Kami keliling New Delhi. Setelah sarapan di Jyoti Mahal, Kami bergegas ke depan Hotel karena udah janjian sama Pritpal. Dan dia sudah hadir disana dengan Kijang Innovanya. Eh Toyota. heheehe.

Gedung Parlemen India

Perjalanan Keliling New Delhi pun dimulai. Cuaca cukup cerah, tapi angin dingin tetap hadir, jadi Kami tetap pakai Jaket.. Menuju tujuan pertama Kami yaitu Jamak Masjid yang berada di Old Delhi. Tapi kami keliling dulu melihat India Gate, yang sayangnya ditutup karena ada perayaan Republic Day. Padahal kepengen foto disitu kayak orang-orang. Liat dari jauh aja sih. Walau Pritpal susah cari parkir, tapi dia nawarin saya buat selfie sedekat mungkin. Jadi dia menunggu di pinggir jalan sampai saya sempat selfie. Cuman hasilnya agak gagal karena buru-buru ngambilnya, apalagi semua dibarikade.

Kamipun sempat melihat Gedung Parlemen India. Kompleks bangunan ini juga dijaga ketat, dan gak bisa berhenti sembarangan. Bangunannya megah sekali. Pritpal nyupirnya pelan-pelan supaya saya bisa ambil foto. Dan yang menarik, di atas gedung ada yang bergerak-gerak. Ninja kah ? Oh bukan ternyata. Tapi monyet ! Ya ampun, beberapa gerombolan monyet bermain di atas atap dan pepohonan di sekitar Gedung. Kok Lucu pisan yaah. Mereka bisa hidup bebas di perkotaan tanpa diganggu. Ini ada hubungannya dengan Hanuman, Dewa Kera yang dihormati di India.

Jamak Masjid New Delhi yang Spektakuler

Memasuki wilayah Old Delhi, jalanan semakin menyempit dan terlihat banyak bangunan tua. Wilayah Mesjid ini ada di sebuah pasar. Pritpal nanya apa kami mau naik becak kelilingan pasar lalu ke Mesjid atau mau langsung. Kami memilih langsung, karena sudah penasaran. Pritpal pun memarkirkan kendaraan di sisi Mesjid. Sayangnya wilayah disini agak kotor. Mesti hati-hati menginjak kotoran binatang. Sedih ya padahal dekat mesjid. Tapi kemegahan Jamak Masjid sudah terlihat jelas dari tempat parkir. Pemandangan yang spektakuler.

Masuk Mesjid Bayar !

Ternyata Kami datang lewat Pintu Masuk turis. Jadi mesjid ini tutup untuk turis saat dipakai sholat 5 waktu dan selain itu dipakai untuk turis. Setiap orang dipungut 300 Rupee. Agak kaget juga, seumur-umur masuk Mesjid bayar ya disini. Tapi namanya juga tempat wisata, maklum aja. Masuk kedalam mesjid harus tertutup. Makanya buat yang pakai celana pendek, disewakan juga jubah. Masuk ke dalam kompleks masjid harus naik tangga dulu. Lumayan ! Hahaha.

Dan lantainya dingin banget karena kita mesti lepas sepatu. Untung pakai kaos kaki, jadi tidak begitu terasa.

Jamak Mesjid dibangun Raja Mugal Shah Jahan mulai tahun 1644 sampai dengan tahun. Dan Jamak Masjid ini ada kembaranya di Agra, Ajmar dan Lahore. Yang di Delhi ini dibangun memakai batu merah dan pualam putih, ada 4 tower dengan dua menara setinggi 40 meter. Wilayah utamanya bisa menampung 25000 orang, Kebayang kan gedenya ! Yang menarik disini tempat wudhunya di tengah lapangan, semacam kolam. Beda sama tempat wudhu di mesjid di Indonesia.

PIntu Gerbang Non Turis

Mesjid ini beneran deh Grande. Kebayang kalau sholat disini pasti ramai. Bapak saya kepengen sholat disini, dan ada bagian dekat mimbar yang diberi karpet buat sholat, selebihnya batu merah aja. Kemanapun memandang, bangunan merah ini beneran memanjakan mata.

Sebenarnya ada kejadian tidak menyenangkan disini, tapi nanti dbahas di postngan khusus deh. hahaha. Sekalian kasi tips kan.

Pas pulang, Kami sempat melihat Gerbang tempat rakyat biasa non turis masuk. Tapi ditutup pas jamnya turis. Kalau lewat situ pasti gratis hahaha.

Mengunjungi Raj Ghaat , Tempat Kremasi Gandhi

Kunjungan berikutnya Pritpal mengantar kami Raj Ghat. Jadi ini adalah sebuah lapangan tempat memorial Mahatma Gandhi. Lokasinya di depan National Gandhi Museum and Library.

Jadi di tengah lapangan yang luas banget ini ada sebuah tempat peringatan, dulu sewaktu Mahatma Gandhi meninggal, dikremasinya disini. Dan disitu ada sebuah Api Abadi yang diletakan dalam sebuah tempat kaca.

Lumayan juga diterpa angin dingin disini. Situasinya juga bersih , rapi, penuh bunga-bunga dan menyenangkan. banyak orang kelilingan disini. Cuman Kami tidak mendekat ke bagian api, karena jalannya agak jauh. Belum mest copot sepatu. Lihat dari jauh saja. Kamipun sempat melihat ke seberangnya Raj Ghat ini, melihat sedikit bagian dari Museum Gandhi.

Humayun’s Tomb , Makam Raja-Raja Muslim Kerajaan Mughal

Humayun’s Tomb

Berikutnya Kami pergi ke Humayun’s Tomb yang merupakan Warisan Dunia Unesco. Dari judulnya aja udah Makam ya kan. Kalau lihat di internet sih bagus. Pritpal ngedrop ke tempat paling dekat ke tempat penjualan tiket. Biar orang tua saya tidak capek. Dan emang bener deh, jalan sebentar langsung ketemu deh sama penjualan tiket.

Masuk kesini kita harus membayar tiket 600 Rupee. Maklum turis asing, kalau orang India mah murah. Setelah mendapatkan bon tiket, masing-masing diberi koin. Nanti ditempelkan ke scanner. Dan koin ini jangan sampai hilang karena nanti dikembalikan pas keluar.

Komplek Humayun Tomb ini gede banget luasnya 21 hektar aja. Siap-siap banyak jalan. Kalau mau kesini gak bisa buru-buru. Mesti mengalokasikan waktu minimal 3 jam deh biar puas. Jadi konsepnya Pemakaman Kebun. Jadi kayak taman dimana ada beberapa Raja Mughal dan kerabatnya dimakamkan. Semuanya tertata rapi dan asri.

Banyak sekali yang bisa dikunjungi. Tapi bangunan utamanya berada di tengah taman yang asri dengan pepohonan. Disini ada beberapa makam yaitu Raja Humayun, yang juga merupakan makam permaisuri Bega Begum , Hamida Begum,dan beberapa keturunannya. Bangunannya mewah sekali. Seperti mesjid raya. Padahal kuburan. Maklum ya kuburan Raja.

Pas dilihat dari jauh bangunannya kayak mesjid, padahal makam. Di beberapa bagian lain dari pemakaman ini juga ada banyak makam orang penting lainnya dari dinasti Mughal.

Disini Kami memilih santai menikmati suasana. Udara juga cukup sejuk dan pemandangannya bagus banget.

Qutub Minar , Menara Mesjid Yang Megah

Destinasi berikutnya adalah Qutub Minar. Bangunan ini adalah menara tertinggi di India yang berada di kompleks mesjid tertua di New Delh.

Masuk kesini juga harus membayar tiket sebesar 600 Rupee. Antriannya panjang banget ! Sempet kaget liat antrian tiket yang mengular. Pas tanya sana-sini, ternyata yang antri adalah turis domestik yang bayarnya jauh lebih murah. 50 Rupee kalau gak salah. Sistemnya sama seperti di Humayun’s Tomb.

Antrian turis asing dan domestik juga dipisah, jadi kita bisa lebih cepet masuk. Dari kejauhan langsung kelihatan Menara setinggi 73 meter ini. Dahulu dipakai untuk mengumandangkan azan. Qutub Minar merupakan bagian dari Masjid Quwwat-ul-Islam. Tapi saking gedenya, kayak dua bangunan berbeda. Penasaran pengen naik deh, tapi turis tidak boleh naik.

Mau foto Qutub Minar juga jadi tantangan tersendiri karena saking tingginya dibandingkan bangunan lain, secara komposisi agak menantang pokoknya. Belum lagi tantangan pengunjung yang makin sore makin rame. Seru sih. Walau foto rada bocor sama pengunjung lain.

Selain mesjid dan menara disini ada pilar-pilar besi yang sudah berdiri selama 600 tahun dan tidak berkarat. Sebagian bangunan disini sudah tidak berfungsi dan menjadi khusus objek wisata.

Yang menarik dari kompleks ini adalah detailing bangunannya yang penuh dengan kaligrafi indah. Bagus banget ukiran-ukirannya. Kami sampai terharu melihatnya.

Kedua orang tua saya udah agak kecapekan, hari ini banyak banget jalannya. Tapi Kami seneng banget bisa sampai ke Qutub Minar ini

Senja pun datang, suasana di Qutub Minar berasa indah banget, kayak dimana gitu. Soalnya mendadak sendu melihat warna orange di atas langit.

Sekian dulu cerita sehari keliling Kota New Delhi , senangsekali bisa mengeksplor kota penuh sejarah dengan penuh warnanya ini. Di bagian berikutnya bakan sharing soal perjalanan ke Agra

24 comments

  1. Banyak yg unik ya. Mulai kemacetan, pelataran masjid banyak kotoran binatang, sampai minta tolong difoto saja harus bayar! Hahaha… Ternyata di Indonesia tidak lebih memalukan dibanding di India ya…

    Kalau harga turis dan lokal mahal, di kita pun sama lah ya. Salah satunya lokasi wisata di Cianjur. Lokal tiket Rp.20rb. kalau turis mah Rp. 250rb

  2. Duh jadi kangen jalan bareng ortu
    Udah lama gak ngajak beliau berdua jalan-jalan
    Terakhir bulan lalu, bapak dan ibu ke India berdua saja, ikut rombongan tour and travel
    Btw ini New Delhi benar-benar kota sejarah ya, banyak tempat sejarah yang bisa dieksplore

  3. Duh jadi kangen jalan bareng ortu
    Udah lama gak ngajak beliau berdua jalan-jalan begini
    Terakhir bulan lalu, bapak dan ibu ke India berdua saja, ikut rombongan tour and travel
    Btw ini New Delhi benar-benar kota sejarah ya, banyak tempat sejarah yang bisa dieksplore

  4. Lumayan banget itu 5 lantai, mas. Paling PR saat check-in dan check-out. Mama papa gpp naik turun 5 lantai?

    Lucu ya. Mas Arip yang anak tropis dan pake kolor nyaman-nyaman aja di suhu 8 derajat, sementara mbak-mbak Swiss yang negaranya 4 musim dan konturnya pegunungan malah pake baju berlapis-lapis 😀

  5. Wah, jadi makin pengen ke India deh. Ini baru Delhi ya, belum kota-kota lain yang pasti nggak kalah keren.

    Aku awalnya mikir, kalau ada New Delhi pasti ada Old Delhi, eh ternyata bener ya.

    Sabar banget ya berarti ngajak orang tua jalan begini. Salut

  6. Wuiiiih, Mas Arif kelihatan berbinar gitu selfie nya..pasti bahagia ya bisa halan2 di India dg berjuta cerita serunya. Lucu juga ya ke masjid pake bayar. Dianggapnya wisata ya padahal mau sholat 5 waktu. Bangunan kubo bersejarah di sana banyak juga. Indah2 meskipun lingkungannya banyak yg semrawut. Keren!

  7. Jadi nambah kangeenn banget amat indiaa gara gara baca ini hiksss
    Tahun ini moga moga bisa balik lagiii. Aku malah ke Delhi cuma bentar ajaa, bagus bagus juga ya tempat wisatanya

  8. Kalau turis bisa ikut sholat di masjid itu, Kang? Kayaknya harus siap-siap bawa uang tunai, ya. Buat bayar ini-itu termasuk kalau minta difotoin. Harganya digetok gak, tuh? 😀

  9. Jagoaaan, 8 derajat pake celana pendek… Hahaha… 😀 Tapi mayan juga ya itu penginapan 5 lantai gak ada lift… India bangunannya cakeps2 banget yaa KakAip… Noted, nih, kalo ke Masjid Jamak pas waktu solat aja deh biar gak bayar… Hehe… Eh, tapi mukaku muka turis yak gak bisa boongin petugasnya…

  10. Gue mau masuk Jama Masjid nggak jadi akhirnya gara-gara disuruh bayar. Basa-basinya kan fee buat kamera. Terus gue bilang cuma mau pakai 2 kamera, nggak dibolehin. Harus bayar per orang. Ya kalau gitu bilang aja biaya per orang yee 😀

  11. senengnya liat bapak ibu happy ya waktu jalan jalan ke New Delhi, bisa berkunjung ke tempat tempat historical di India
    selisih tiket domestik dan turis nyekik leher juga ya hahaha, jauhhh

Tinggalkan Balasan ke Okti Li Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *