Hello TemenAip ! Apa Kabar ? Kali ini mau cerita soal Hiking ( Padahal Foto-Foto Cantik ) di Pulau Padar, Labuan Bajo. Setelah ketemu Komodo dan sunsetan di Labuan Bajo, salah satu daya tarik wisata Nusa Tenggara Timur adalah Pulau Padar.

Jalan-jalan ke Pulau Padar memang masuk banyak bucketlist para traveler karena kecantikannya. Kayaknya belum sah kalau belum post foto di Instagram dengan latar belakang Pulau Padar. Pokoknya pada foto-cantik disini. Kok Foto cantik sih ? Karena pemandangan disini CANTIK banget. Alamnya indah memanjakan mata yang gersang. Hahahah. Makanya foto-foto cantik disini kayak orang-orang.

Saya juga kepengen.. Hahaha. Nah kebetulan ketika #AiptripLabuanBajo bersama Adira Finance bulan Februari lalu , pulau ini masuk dalam itinerary, langsung kepikiran foto seperti apa yang mau diambil disana. Masalahnya, kalau disana orang-orang posenya relatif sama. Kepengen beda dong.

Baca juga pengalaman ketemu Komodo di rumahnya disini

Pulau Padar masih masuk dalam kawasan Taman Nasional Pulau Komodo. Luasnya 14,09 Hektar. Dan disini masih hidup dua ekor komodo liar. Jadi mesti tetap berhati-hati walaupun tidak banyak seperti di Pulau Komodo dan Rinca. Disini juga menjadi tempat tinggal binatang lain seperti Rusa ( santapan Komodo) , aneka burung seperti Elang ( Elanus caerules, Haliatus Indus , Halieatus Leucogaster) , Alap-alap, Pergam ( ducula sp) , perkutut Jawa, Kuntul, Sesap Madu dan walet. Disini juga terdapat reptil seperti ular lidi, ular hijau, ular watok, penyu hijau dan penyu sisik. Kalau floranya disini adarotan, bambu, pohon asam, pohon kepuh , bidara dan bakau.

Disambut Pemandangan Jurassic Park

Sesampainya kapal kami di Pulau Padar, mata langsung terbelalak kagum melihat pemandangan di sekitar. Pulau-pulau dengan bukit warna kehijauan, air laut bening bergradasi. Tidak banyak pohon besar disana. Langsung terbayang salah satu adegan film Jurrasic Park yang pemandangannya mirip-mirip. Sebenarnya mirip banget, kan di Pulau Padar habitatnya Komodo. Kadal terbesar di dunia dengan segala keunikannya. Kebayang adegan dikejar-kejar Komodo. Tapi karena perbukitan ga tau juga deh apa Komodo bisa lari kencang menaiki bukit ?

Tiket Masuk Pulau Padar

Turun di dermaga yang cukup cantik, Kami berjalan menuju sebuah tenda yang dijaga petugas. Bapak separuh baya yang cukup ramah, tapi perhatiannya tertuju ke tiket melulu. Hari itu pengunjung agak banyak.

Beruntunglah Kami sebagai orang Indonesia harga tiket masuknya murah sekali. Kalau bule bisa double-double. Ini rincian harga tiket masuk Pulau Padar Februari 2019

  1. Karcis Masuk Kendaraan Air Kapal Motor 40 s/d 100 PK Rp. 100.000
  2. Karcis Masuk Hari Libur berlaku untuk satu orang Rp. 7.500
  3. Karcis Kegiatan Wisata Alam Penelusuran Hutan ( tracking ) , Mendaki Gunung ( hiking-climbing ) Rp. 5.000.

Murah kaan ? Cuman ribetnya karcisnya jadi ada tiga. Kebayang kalau banyak orang Karcis masuk dan karcis hikingnya disobek satu-satu. Pantaslah si Bapak Ribet amat kelihatannya.

Mendaki Gunung ?

Pas baca tiket kok mendaki gunung ya. Kalau dari kapal keliatanya biasa aja , gak disebut gunung. Tapi setelah tenda tiket, kami langsung dihadapkan dengan kenyataan. Tangga yang tinggi banget. Banyak banget kayaknya anak tangganya.

Karena datang di bulan Februari, pemandangan masih hijau , kalau datang di musim kemarau semuanya berubah menjadi coklat. Bagus banget buat difoto.

“Kalau dulu disini ga pakai anak tangga lho Ka Arief” ujar Kak Tracy . Kebayang pas belum di kasi tangga kayaknya perjuangan naik cukup ribet.

Dan sebuah tindakan salah saya menganggap enteng jalur pendakian di Pulau Padar. Saya bawa ransel yang isinnya cukup banyak. Awalnya ga berasa sih, tapi seiring dengan naiknya ketinggian, bawaan kok kerasa makin lama makin berat ya ??

Teknik Berhenti – Selfie

Saya pakai teknik berhenti-selfie , supaya lupa sama capeknya. Teknik ini lumayan efektif pas dibawa naik gunung yang berat. Jadi caranya tiap berapa puluh meter, kalau badan kerasa capek, kita berhenti dulu, selfie dulu. Foto-foto, Pas badan sudah segar, naik lagi. Trik ini lumayan sukses diterapkan. Sampai akhirnya badan ga bisa kompromi lagi. Nafas mulai pendek, dan kepala terasa ringan. Alhamdulillah saya bisa mencapai titik foto keren kedua di Pulau Padar. Spot dimana kita bisa melihat keseluruhan pulau dengan pantai yang komplit. Paling bagus yang di puncak sih. Tapi saya tahu diri, daripada pingsan merepotkan orang. Ransel saya taruh di sekitar, lalu saya beristirahat, sementara Tracy, Mas Andi dan Doddy tour guide kami melanjutkan perjalanan ke titik paling tinggi di Pulau Padar.

Kepikiran, untung ga dikejar Komodo deh. Kalau sempet di bukit ini ada Komodo, terjadilah adegan film Jurrasic Park ya kaaan ? Saya lalu minum air mineral bekal dan memakan energy bar yang saya bekal. Lumayan banget mengisi tenaga sambil mengembalikan pace nafas saya yang tersengal-sengal. Sambil berfikir kok stamina gini-gini amat ya ? Lalu saya baru ingat semalam kurang tidur. Sibuk ono ini, jadi tidurnya ga cukup padahal berangkat pagi sekali untuk mengeksplor Taman Nasional Pulau Komodo, terus faktor ransel yang agak berat membuat stamina menjadi terkuras. Sebaiknya bawaanya di edit, tinggalkan yang tidak perlu di kapal

View this post on Instagram

Perjalanan ke Pulau Padar termasuk yang paling rumit.⁣⁣ ⁣ ⁣ 1. Karena saya pengen foto pakai kain tenun khas NTT, ⁣⁣ 2. Saya pengen gayanya beda sama yang lain ⁣⁣ 3. pengen background nya sama kayak orang-orang ⁣⁣ 4. Ransel Jadi Berat ⁣⁣ 5. Karena ransel berat otomatis energi terkuras ⁣⁣ 6. Mendaki bukit ke tempat photoshoot itu lumayan juga pemirsah…⁣ ⁣⁣ ⁣⁣ kenapa semua itu dilakukan ? Supaya dapat foto bagus kayak gini.. ⁣⁣⁣ Untung difotoin ama @peekholidays dapat beberapa foto ciamik kayak gini. Foto ini dijuga diminta 95% dari #TemenAip yang vote supaya di post di feed. Makasih ya..⁣⁣⁣ Tapi perjuangan menjadi sepadan saat sampai di atas Bukit dan memandang keindahan Pulau Padar di Labuan Bajo ini. Terpesona dengan keindahannya. Kain tenun ini bukan punya Saya, tapi koleksi Ibu Saya. Beliau punya banyak koleksi wastra Nusantara. Yang ini adalah Kain Tenun Ikat dari Soe Nusa Tenggara Timur yang Saya bawa pulang ke provinsi kampungnya untuk difoto. Memang bagus banget sih dan berwarna! Cukup berat dan lebar. Terbayang seorang Ibu yang menenunnya selama berbulan-bulan hingga akhirnya sampai di tangan Ibu Saya. Wastra Indonesia itu kaya , beragam dan cantik seindah alamnya. @kemenpar @pesonaid_travel https://twitter.com/AriefPokto/status/1103109903890079745?s=19 https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10156209386722194&id=667737193 ⁣⁣⁣#LombaFotoDanCeritaWastraNusantaraDi10BaliBaru #PesonaWastraNusantaraDi10BaliBaru #PesonaWastraNusantara #theheartofwonders #komodoisland #travel #wanderlust #aiptrip #aiptripLabuanBajo #prehistoric #wonderfulindonesia #pesonaindonesia #instagram #jalanjalan #labuanbajo #ntt #explorentt #indonesia #ikat #couture #branding #ariefpokto

A post shared by Arief Rachman (@ariefpokto) on

View this post on Instagram

Perjalanan ke Pulau Padar termasuk yang paling rumit.⁣⁣ ⁣ ⁣ 1. Karena saya pengen foto pakai kain tenun khas NTT, ⁣⁣ 2. Saya pengen gayanya beda sama yang lain ⁣⁣ 3. pengen background nya sama kayak orang-orang ⁣⁣ 4. Ransel Jadi Berat ⁣⁣ 5. Karena ransel berat otomatis energi terkuras ⁣⁣ 6. Mendaki bukit ke tempat photoshoot itu lumayan juga pemirsah…⁣ ⁣⁣ ⁣⁣ kenapa semua itu dilakukan ? Supaya dapat foto bagus kayak gini.. ⁣⁣⁣ Untung difotoin ama @peekholidays dapat beberapa foto ciamik kayak gini. Foto ini dijuga diminta 95% dari #TemenAip yang vote supaya di post di feed. Makasih ya..⁣⁣⁣ Tapi perjuangan menjadi sepadan saat sampai di atas Bukit dan memandang keindahan Pulau Padar di Labuan Bajo ini. Terpesona dengan keindahannya. Kain tenun ini bukan punya Saya, tapi koleksi Ibu Saya. Beliau punya banyak koleksi wastra Nusantara. Yang ini adalah Kain Tenun Ikat dari Soe Nusa Tenggara Timur yang Saya bawa pulang ke provinsi kampungnya untuk difoto. Memang bagus banget sih dan berwarna! Cukup berat dan lebar. Terbayang seorang Ibu yang menenunnya selama berbulan-bulan hingga akhirnya sampai di tangan Ibu Saya. Wastra Indonesia itu kaya , beragam dan cantik seindah alamnya. @kemenpar @pesonaid_travel https://twitter.com/AriefPokto/status/1103109903890079745?s=19 https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10156209386722194&id=667737193 ⁣⁣⁣#LombaFotoDanCeritaWastraNusantaraDi10BaliBaru #PesonaWastraNusantaraDi10BaliBaru #PesonaWastraNusantara #theheartofwonders #komodoisland #travel #wanderlust #aiptrip #aiptripLabuanBajo #prehistoric #wonderfulindonesia #pesonaindonesia #instagram #jalanjalan #labuanbajo #ntt #explorentt #indonesia #ikat #couture #branding #ariefpokto

A post shared by Arief Rachman (@ariefpokto) on

Foto-Foto Cantik Dimulai

Ketika Tracy turun dari puncak saya minta tolong difotoin, supaya foto-fotonya maksimal. Soalnya dia kalau moto jago. Senang sekali mengambil foto disini. Banyak sekali angle bagus. Kalau muter 360 derajat semua pemandangannya bagus

View this post on Instagram

Perjalanan ke Pulau Padar termasuk yang paling rumit.⁣⁣ ⁣ ⁣ 1. Karena saya pengen foto pakai kain tenun khas NTT, ⁣⁣ 2. Saya pengen gayanya beda sama yang lain ⁣⁣ 3. pengen background nya sama kayak orang-orang ⁣⁣ 4. Ransel Jadi Berat ⁣⁣ 5. Karena ransel berat otomatis energi terkuras ⁣⁣ 6. Mendaki bukit ke tempat photoshoot itu lumayan juga pemirsah…⁣ ⁣⁣ ⁣⁣ kenapa semua itu dilakukan ? Supaya dapat foto bagus kayak gini.. ⁣⁣⁣ Untung difotoin ama @peekholidays dapat beberapa foto ciamik kayak gini. Foto ini dijuga diminta 95% dari #TemenAip yang vote supaya di post di feed. Makasih ya..⁣⁣⁣ Tapi perjuangan menjadi sepadan saat sampai di atas Bukit dan memandang keindahan Pulau Padar di Labuan Bajo ini. Terpesona dengan keindahannya. Kain tenun ini bukan punya Saya, tapi koleksi Ibu Saya. Beliau punya banyak koleksi wastra Nusantara. Yang ini adalah Kain Tenun Ikat dari Soe Nusa Tenggara Timur yang Saya bawa pulang ke provinsi kampungnya untuk difoto. Memang bagus banget sih dan berwarna! Cukup berat dan lebar. Terbayang seorang Ibu yang menenunnya selama berbulan-bulan hingga akhirnya sampai di tangan Ibu Saya. Wastra Indonesia itu kaya , beragam dan cantik seindah alamnya. @kemenpar @pesonaid_travel https://twitter.com/AriefPokto/status/1103109903890079745?s=19 https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10156209386722194&id=667737193 ⁣⁣⁣#LombaFotoDanCeritaWastraNusantaraDi10BaliBaru #PesonaWastraNusantaraDi10BaliBaru #PesonaWastraNusantara #theheartofwonders #komodoisland #travel #wanderlust #aiptrip #aiptripLabuanBajo #prehistoric #wonderfulindonesia #pesonaindonesia #instagram #jalanjalan #labuanbajo #ntt #explorentt #indonesia #ikat #couture #branding #ariefpokto

A post shared by Arief Rachman (@ariefpokto) on

Berbagai pose dan gaya dikeluarkan. Walau badan berpeluh dan wajah agak pucat, the show must go on. Saya juga bergantian mengambil foto Tracy dan Mas Andi. Sejenak lupalah lelah tadi.

View this post on Instagram

Perjalanan ke Pulau Padar termasuk yang paling rumit.⁣⁣ ⁣ ⁣ 1. Karena saya pengen foto pakai kain tenun khas NTT, ⁣⁣ 2. Saya pengen gayanya beda sama yang lain ⁣⁣ 3. pengen background nya sama kayak orang-orang ⁣⁣ 4. Ransel Jadi Berat ⁣⁣ 5. Karena ransel berat otomatis energi terkuras ⁣⁣ 6. Mendaki bukit ke tempat photoshoot itu lumayan juga pemirsah…⁣ ⁣⁣ ⁣⁣ kenapa semua itu dilakukan ? Supaya dapat foto bagus kayak gini.. ⁣⁣⁣ Untung difotoin ama @peekholidays dapat beberapa foto ciamik kayak gini. Foto ini dijuga diminta 95% dari #TemenAip yang vote supaya di post di feed. Makasih ya..⁣⁣⁣ Tapi perjuangan menjadi sepadan saat sampai di atas Bukit dan memandang keindahan Pulau Padar di Labuan Bajo ini. Terpesona dengan keindahannya. Kain tenun ini bukan punya Saya, tapi koleksi Ibu Saya. Beliau punya banyak koleksi wastra Nusantara. Yang ini adalah Kain Tenun Ikat dari Soe Nusa Tenggara Timur yang Saya bawa pulang ke provinsi kampungnya untuk difoto. Memang bagus banget sih dan berwarna! Cukup berat dan lebar. Terbayang seorang Ibu yang menenunnya selama berbulan-bulan hingga akhirnya sampai di tangan Ibu Saya. Wastra Indonesia itu kaya , beragam dan cantik seindah alamnya. @kemenpar @pesonaid_travel https://twitter.com/AriefPokto/status/1103109903890079745?s=19 https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10156209386722194&id=667737193 ⁣⁣⁣#LombaFotoDanCeritaWastraNusantaraDi10BaliBaru #PesonaWastraNusantaraDi10BaliBaru #PesonaWastraNusantara #theheartofwonders #komodoisland #travel #wanderlust #aiptrip #aiptripLabuanBajo #prehistoric #wonderfulindonesia #pesonaindonesia #instagram #jalanjalan #labuanbajo #ntt #explorentt #indonesia #ikat #couture #branding #ariefpokto

A post shared by Arief Rachman (@ariefpokto) on

Setelah puas berfoto, Kamipun diajak Dody untuk turun , karena masih ada beberapa tempat di Kawasan Taman Nasional Pulau Komodo yang perlu Kami kunjungi.

Ajaibnya pas turun badan udah segar banget ! Hahah pengaruh minum , istirahat dan makan tadi. Plus hati senang karena sudah punya banyak stock foto di Pulau Padar hahahaha.

TIPS FOTO CANTIK DI PULAU PADAR

View this post on Instagram

Perjalanan ke Pulau Padar termasuk yang paling rumit.⁣⁣ ⁣ ⁣ 1. Karena saya pengen foto pakai kain tenun khas NTT, ⁣⁣ 2. Saya pengen gayanya beda sama yang lain ⁣⁣ 3. pengen background nya sama kayak orang-orang ⁣⁣ 4. Ransel Jadi Berat ⁣⁣ 5. Karena ransel berat otomatis energi terkuras ⁣⁣ 6. Mendaki bukit ke tempat photoshoot itu lumayan juga pemirsah…⁣ ⁣⁣ ⁣⁣ kenapa semua itu dilakukan ? Supaya dapat foto bagus kayak gini.. ⁣⁣⁣ Untung difotoin ama @peekholidays dapat beberapa foto ciamik kayak gini. Foto ini dijuga diminta 95% dari #TemenAip yang vote supaya di post di feed. Makasih ya..⁣⁣⁣ Tapi perjuangan menjadi sepadan saat sampai di atas Bukit dan memandang keindahan Pulau Padar di Labuan Bajo ini. Terpesona dengan keindahannya. Kain tenun ini bukan punya Saya, tapi koleksi Ibu Saya. Beliau punya banyak koleksi wastra Nusantara. Yang ini adalah Kain Tenun Ikat dari Soe Nusa Tenggara Timur yang Saya bawa pulang ke provinsi kampungnya untuk difoto. Memang bagus banget sih dan berwarna! Cukup berat dan lebar. Terbayang seorang Ibu yang menenunnya selama berbulan-bulan hingga akhirnya sampai di tangan Ibu Saya. Wastra Indonesia itu kaya , beragam dan cantik seindah alamnya. @kemenpar @pesonaid_travel https://twitter.com/AriefPokto/status/1103109903890079745?s=19 https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10156209386722194&id=667737193 ⁣⁣⁣#LombaFotoDanCeritaWastraNusantaraDi10BaliBaru #PesonaWastraNusantaraDi10BaliBaru #PesonaWastraNusantara #theheartofwonders #komodoisland #travel #wanderlust #aiptrip #aiptripLabuanBajo #prehistoric #wonderfulindonesia #pesonaindonesia #instagram #jalanjalan #labuanbajo #ntt #explorentt #indonesia #ikat #couture #branding #ariefpokto

A post shared by Arief Rachman (@ariefpokto) on

  1. Badan harus fit, karena pendakian cukup lumayan. Pastikan sudah makan dan tidur yang cukup.
  2. Bawa Kain NTT , terutama yang warnanya cerah. Bagus banget buat di foto pakai kain seperti ini. Cocok dengan cerita dan nuansanya. Bawa OOTD yang ringan-ringan aja. Kalau bisa warnanya yang ngejreng biar terlihat jelas
  3. Kalau stamina gak kuat, tidak usah bawa barang yang gak penting buat naik. Karena medannya cukup berat dan nanjak. Sudah ada tangga sih, tapi buat yang tidak biasa hiking, beban sekilo dua kilo akan mempengaruhi performa
  4. Bawa Air minum. Di atas gak ada yang jualan. Bawalah air minum secukupnya. Jangan bawa galon ya. Berat. Biar Dilan saja. ( Dilan Tukang Aqua Galon )
  5. Bawa snack ringan penambah tenaga. Energy bar, pisang. Lumayan sambil istirahat bisa ngemil.
  6. Bawa Fotografer. Hahaha berat ya. Eh, jangan salah, teman kita juga fotografer lho. Arahkan saja sesuai standar estetika kita.
  7. Bereksperimenlah dengan pose. Biar ga bosenin
  8. Minta tukang foto untuk jepret sebanya-banyaknya. Nanti tinggal pilih
  9. Kalau mau foto dengan latar coklat, datanglah di musim kemarau, Kalau mau rumput ijo-ijo  datanglah di musim hujan. Agak gambling sih, tapi rejeki mah ga akan kemana
  10. Jaga kebersihan , kesopanan dan diri sendiri

19 comments

  1. Duuuuh Pulau Padar yang cantik
    Kapan ya aku bisa ke sana
    Indonesia punya banyak pesona luar biasa
    Apalagi daerah timur

  2. Waaahh…cantik banget pemandangannya ka… Mupeng euuyy, duuh kayaknya gak cuma stok foto yang dibanyakin tapi juga cemilan tuk stamina ya hehehe. Kereen banget dah foto-fotonya.

  3. Subhanallah..cantiknyaaaa… Saya mauuuu banget ke sini. Insya Allah suatu saat. Aamiin..
    BTW, trik Selfi sambil istirahatnya mirip nih..saya juga suka berhenti dg alasan foto2 (meskipun bukan Selfi) pdhl aslinya mah karena sudah tak kuat..hehe..

  4. Gambar yang terakhir cakeeeeppppp banget. Berasa pengen jadiin theme di laptop gitu saking kerennya Ka. Terpukau. Seru banget bisa punya kesempatan berkunjung ke Pulau Padar.

  5. Luar biasa cantiknya
    Duuh racun ini kapan saya bisa ke sana?
    Selama ini saya naik gunung gunung beneran. Hehehe ga ada anak tangga bersih kaya gitu. Mana bawa kerir berisi kulkas dan dapur pula hehehe…

    Bagus bener fotonya. Muoeng abis…

  6. Akhirnya kubisa lihat foto laut pulau padar yang bening itu..
    biasanya cuma pada foto-foto di atasnya aja itu euy.
    Btw, boleh berenangkah di sekitar pantai pulau padar??
    Saya suka sakau kalau lihat air bening-bening gitu tap gak berendam euy.
    wkwkwkwk..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *