Hello TemenAip ! Apa kabar ? Kalau nonton IG story @Ariefpokto beberapa waktu ini sering banget main ke Ancol. Soalnya menyenangkan sih, mantai nyaman , dekat banget dari kota Jakarta.

Tapi ada satu tempat Ancol yang bikin penasaran banget. Bukan Dufan, Atlantis , Ecopark dll, karena semuanya sudah dijajal. Tapi tempat yang nuansanya lain yaitu Ereveld Ancol.

“Lho ? wahana baru ?”

Bukan ! Ereveld adalah Taman pemakaman zaman Belanda.

“Serem doong ? “

Nggak juga sih. Walaupun pemakaman Ereveld itu ga nyeremin karena ditata dan dikelola dengan baik supaya keliatan asri dan damai. Lokasinya ada di jajaran Pantai Ancol , tepatnya sebelum Pantai Karnival dan Ancol Beach Mall. Perhatikan baik-baik di sebelah kiri, karena kalau ga teliti bisa terlewat.

Ereveld Ancol adalah salah satu dari 7 Makam Kehormatan Belanda yang tersebar di seluruh Indonesia. Makam para korban perang para tentara, warga negara Belanda. Tapi ada juga orang Indonesianya. Total ada 25000 orang yang dimakamkan di ke 7 Ereveld ini.

Selain Ereveld Ancol , ada juga Ereveld Menteng Pulo dan Ereveld Ancol di Jakarta, Ereveld Pandu dan Ereveld Leuwigajah di Bandung, Ereveld Kali Banteng dan Ereveld Candi di Semarang, dan Ereveld Kembang Kuning di Surabaya . Tanpa sengaja saya pernah ke Ereveld Menteng Pulo pas mengantarkan almarhum Mas Hario, bos saya ke peristrirahatan terakhirnya. Lalu ke Ereveld Pandu juga dalam rangka mengantarkan ayah teman untuk dikuburkan. Memang keduanya tidak dimakamkan di dalam Ereveld, tapi di kawasan pemakaman yang dekat dengan Ereveld.

Yang menarik, ke tujuh Ereveld ini didirikan untuk pemusatan pemakaman tentara dan sipil Belanda yang sebelumnya tersebar di seluruh Indonesia. Ereveld Ancol diresmikan tanggal 14 September 1946 dan menjadi pemakaman perdana dinas pemakaman tentara untuk menghormati para korban Perang Dunia II. Supaya lebih mudah dikelola dan mudah dikunjungi. Kasian juga kalau ada kerabat yang dimakamkan harus jauh-jauh ke berbagai pelosok Nusantara kalau mau ziarah.

Ada sekitar 2,000 korban perang yang dimakamkan pada Ereveld Ancol ini dan para korban perang ini tidak hanya terdiri dari tentara Belanda, tetapi juga tentara negara-negara Commonwealth serta rakyat sipil Belanda dan Indonesia. Mereka adalah korban perang yang dieksekusi tentara Jepang. Semuanya dikumpulkan lalu dimakamkan di Ancol.

Memasuki kawasan Ereveld Ancol Kita akan disambut sebuah pintu gerbang besi yang memiliki emblem Singa kerajaan yang keren banget. Ada tulisan Ereveld Ancol. Jam kunjungan dari jam 7 pagi sampai dengan jam 6 sore. Ada sebuah bel besar untuk memanggil para penjaga makam. Kita bisa minta tolong dijelaskan soal Ereveld Ancol ini.

Jangan lupa mengisi buku tamu ya. Buku tamunya ada disebuah joglo besar di tengah taman. Bukunya gede banget dan bertuliskan bahasa Belanda.

Memandang makam di Ereveld Ancol menimbulkan perasaan kagum. Rapi dan asri banget penataanya. Rumput hijaunya dipangkas seperti karpet. Pepohonan di sekitar makam terlihat sehat dan terawat. Makam di tata sedemikian rupa dengan papan nisan yang beragam.

Nisan berwarna putih dibedakan bentuknya sesuai dengan yang dimakamkan. Kristen pria, Kristen Wanita, Budha, Muslim dan Pemakaman masal.

Hebat sekali pengelolaan Ereveld ini menjadi pemakaman yang bagus sekali. Kebayang Keluarga yang dimakamkan disini pasti akan terharu melihatnya

Permasalahan muncul saat banjir sering melanda wilayah ini. Makam sering terendam , karena letaknya memang disebelah laut banget. Bukan hanya banjir, tapi saat laut pasang , kawasan ini sering kena banjir.

Sampai akhirnya di tahun 2007, dibangunlah tanggul dengan teknologi Belanda untuk melindungi Ereveld Ancol. Belanda kna emang terkenal jagoan membuat tanggul karena wilayahnya lebih rendah dari permukaan laut. Tanggul dibangun mengelilingi Ereveld Ancol.

Pada tanggal 25 Februari 2010 pembangunan selesai dibangun dan diresmikan oleh Mr. R.S. Croll, presiden Oorlogsgravenstichting . Pengelola Ereveld. Tanggul baru ini lalu diberi nama “Stenen Kustdijk

Sekarang Ereveld Ancol aman dari banjir deh , Jadi keamanan, keasrian makam korban perang bisa lebih terjaga. Selaras dengan pembangunan Kawasan Ancol yang sekarang makin tertata, rap dan cantik.

Gimana, TemenAip mau lihat Ereveld Ancol ? Penting juga supaya kita bisa wisata sejarah sekalian belajar penataan makam yang baik, indah dan asri dan tidak nyeremin. Bolehlah sekalian main ke Ancol ya kaan

28 comments

  1. Hoalah, iyaa nih yang deket Mall itu ya. Kau pas lewat penasaran pingin liat ke dalam tapi nggak jadi. Ternyata bagus banget pemakamannya ya, rapiiii… Bisa jadi tempat wisata sejarah.. Coba deh pankapan kalo ke Ancol lagi aku mampir.

  2. Kalau semua makan dikelola seperti ini, bakal ga nyeremin ya. Terlihat asri dan yang penting tetap ramah lingkungan karena banyak lahan serapannya. Di daerah sini juga mulai tidak boleh dibangun nisan karena beberapa tahun ke depan akan dipakai kembali, jadi makamnya datar dengan patokan nama saja. Hanya belum diupayakan ditumbuhi rumput hijau seperti ini.

  3. Kalau semua makam dikelola seperti ini, bakal ga nyeremin ya. Terlihat asri dan yang penting tetap ramah lingkungan karena banyak lahan serapannya. Di daerah sini juga mulai tidak boleh dibangun nisan karena beberapa tahun ke depan akan dipakai kembali, jadi makamnya datar dengan patokan nama saja. Hanya belum diupayakan ditumbuhi rumput hijau seperti ini.

  4. Aku pertama bacanya Everald Bang..oh iya di Semarang ada di daerah candi ya..hanya lewat saja belum pernah memperhatikan dengan saksama..rapi penataannya jadi tidak terkesan horor ya..

  5. Nah, enak kan kalau makam di Indonesia dibikin rapi begini. Jadinya makam itu bukan tempat yang menyeramkan kalau pengaturannya begini.

    Makasih ya Kang Aip untuk tulisannya, jadi pengen main ke sini 🙂

  6. Gua udh lama tahu neh tempat, tapi agak ngeri masuk situ ya hhhaa. Jadi pernah baca di salah satu majalah, makam inilah yang jadi inspirasi penulis naskah si manis jembatan ancol.

  7. Penampakan Ereveld Ancol mirip dengan yg di Semarang. Lihat dari luar emang Ereveld ini cantik dan jauh dari kesan serem yg lekat dengan kuburan. Apa karena yg mengelola Belanda ya, jadi lebih rapi,,,

    1. Sepertinya begitu. Standard nya tinggi. Tapi aku pernah ke kuburan di Wassenar Belanda , tiap makam beda. Ada prasastinya gitu. Kalau Ereveld polos kan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *