Hello TemenAip ! Apa kabar ? Di penghujung bulan Juli ini mau cerita soal Juguran Blogger 2019. pasti udah pada penasaran kan, secara saya update terus di social media.. Sebenarnya sebagian sudah diceritakan di beberapa pos di bulan Juni dan Juli, tapi biar afdol, saya buat recap nya ya..

Juguran Blogger 2019

Apaan sih Juguran Blogger itu ? Baiklah , kujelaskan, ini adalah event yang diadakan oleh Blogger Banyumas,  yang mengundang para Blogger dari seluruh Indonesia untuk mengunjungi wilayah Banyumas, terutama Purwokerto.

Jadi para Blogger disaring dulu lewat pendaftaran di social media mereka. Setelah halus, baru dipanggil deh. Hahaa. Nggak ding, jadi blogger yang terpilih berhak ikutan event yang asyik ini. Btw Juguran Blogger ini berlangsung 2 Tahun sekali lho jadi moment nya cukup langka. Itulah kenapa banyak yang pengen ikut. Pas ditanya kenapa dibuat 2 tahun sekali, jawabannya biar Ngangenin. Gemes yaa..

Dua pentolan Blogger Banyumas yaitu Mas Pradna dan Mbak Olip didukung banyak pihak bersatu padu menyukseskan Juguran Blogger 2019.

Ariefpokto.com pun mencoba ikutan. Eh kepilih deh. Alhamdulillah yaah. Bersama dengan 18 blogger lainnya dari seluruh Indonesia, ketemu banyak kawan lama juga kawan baru. Yang seru ada beberapa kawan blogger yang selama ini rajin saling mengunjungi blog masing-masing, eh malah ketemu langsung disini dan beraktivitas bersama.

Saya berangkat ke Purwokerto menumpang Kereta Api Fajar Utama YK , videonya bisa ditonton di

Juguran Blogger berlangsung dari Hari Jumat, 28 Juni 2019 sampai Hari Minggu 30 Juni 2019. Acaranya cukup padat tapi menyenangkan. Banyak acara kulineran, bisa dibaca disini ya.

Hari Jumat kami berkumpul di Grand Karlita Hotel yang menyenangkan. Kami disambut Pak Jungki Junanto dan Poengky dalam sesi perkenalan para Blogger dan pihak Hotel. Acaranya santai banget dan menyenangkan. Pak Jungki termasuk orang yang menghargai kehadiran para blogger dalam promosi. Oleh karena itu beliau mendukung acara ini. Ohiya kalau mau baca soal Grand Karlita Hotel, baca disini ya.

Selama perjalanan Kami didukung Nasmoco dengan aneka pilihan Mobil Toyota yang keren. Sudah pasti Saya naik Fortuner duduk di depan. Biar lega dan keliatan pemandangan.

Setelah menginap yang menyenangkan di Grand Karlita Hotel, Rombongan Juguran Blogger Sabtu paginya berangkat ke Lorong Blothong. Lokasinya dekat saja dari Kota Purwokerto.

Lorong Blothong

Jadi ini adalah destinasi wisata baru di Banyumas. Terletak di wilayah Kalibagor. Disana ada lorong pembuangan limbah dari pabrik gula yang bisa kita telusuri. Ada banyak spot selfie baru disana. Dimana-mana ada.

Ceritanya dulu saat Pabrik Gula Kalibagor semasa masih aktif. Terowongan yang dibangun Belanda  di tahun 1839 ini berfungsi sebagai pembuangan limbah (blothong) pabrik gula. Tapi seiring dengan ditutupnya Pabrik Gula, lorong pun tidak dipakai lagi. Pada bulan Maret 2019, warga Grumbul Jengkonang Desa Kalibagor bergotong royong memanfaatkan Lorong pembuangan limbah pabrik gula menjadi wisata.

Lorong Blothong memiliki panjang lebih kurang 80 m, Lebar 2 m dan tinggi 1.5 m, Jadi kita bakal masuk ke dalam terowongan, tapi jangan takut gelap karena ada penerangan dan juga guide yang memandu. Yang kocak adalah kita pakai topi dari bola plastik yang dibagi dua. Aliran air sungai membasahi kaki kita selama dalam lorong.

Keluar dari lorong, Kami disambut oleh para pemain musik dari bambu yang memainkan aneka musik dengan kompak dan bersemangat. modelnya mirip angklung/ calung gitu. Seru nontonnya.

Destinasi wisata Lorong Blothong juga menyajikan atraksi lain seperti Taman Bunga, Saung, kios produk dan kuliner desa Kalibagor dan taman bermain. Satu hal yang menarik untuk dilakukan adalah …..

Melukis Payung

Satu hal yang menarik yang kami lakukan juga adalah melukis payung. Berasa di Tasikmalaya, karena model payungnya sama. Masing-masing blogger diberi payung polos aneka warna dan juga kuas dan cat aneka macam warna.

Duh senang dong bisa bebas melukis payung sesuka hati. Otomatis langsung buat payung bermotif dengan tulisan Ariefpokto.com , brandingan jalan terus biar seru ya kaan. hahaha

Normalnya penduduk sini kalau melukis payung bisa memakan waktu seminggu sampai dengan sebulan tergantung motif dan besarnya payung. Puas banget bisa melukis payung sendiri. Sebuah pengalaman yang mengasyikkan.

Resto Ikan Dewa

Setelah kegiatan di Kalibagor selesai, bersama Mas-Mas dari Nasmoco ke Resto Ikan Dewa, disini dikembang biakkan Ikan Dewa yang merupakan Ikan keramat di beberapa tempat seperti di Kuningan, Majalengka, dan beberapa tempat di Sumatera.

Ikan ini termasuk langka, dan banyak dicari karena nilai ekonomisnya tinggi. Karena dianggap membawa keberuntungan. Itulah mengapa Ikan ini dikeramatkan, supaya terjaga kelestarianya.

Penangkaran ikan dewa disini cukup berhasil , karena di beberapa kolam saya melihat banyak sekali ikan dewanya, saya juga melihat pembibitannya dari mulai telur sampai menjadi besar dan siap dijual.

Dan harganya fantastis, Rp. 100.000 per ons , bayangkan kalau makan ikan seberat 5 kilogram, berarti harganya 5 jutaaa !

Kalau masak ikan ini harus dengan sisiknya, karena sayang kalau sampai terbuang. Ikan ini mengandung Albumin dalam jumlah yang besar. Albumin itu sejenis protein, jadi sangat baik dalam melancarkan peredaran darah, menyembuhkan luka, pertumbuhan dan banyak faedah lain untuk tubuh.

Sayangnya kita gak sempat mencicipi ikan ini, karena harganya mahal. Mesti nabung dulu kayaknya. hehehe

Kopi Langgongsari


Pas diajak kesini sempet bingung. Mau ngopi cantik kok dibawa ke kebon. Ye kaan ?? Kopi Langgongsari berada di tengah kebun Pepaya. Siapa sangka didalamnya Ada sebuah surga buat para pecinta kopi. Nuansanya ndeso banget. Seneng deh. Orang bisa duduk di luar atau didalam rumah Bambu.

Mas Heri pengelolanya bilang bahwa scene Kopi di Purwokerto berkembang pesat. Dan beliau memilih tempat ini sebagai lokasi kedua karena di tengah kebun ini nuansanya nyaman, orang bisa nongkrong lama dan menikmati kopi dengan serius.


Disini disediakan aneka kopi dengan aneka penyajian. Canggihlah , gak kalah sama cafe-cafe terkenal. Mulai dari yang sederhana sampai Turkish Coffee juga Ada. Tinggal pesen.

Suasananya santai banget. Menyenangkan juga ngopi di antara pohon pepaya. Hahhaa. Kopinya mantep, nyobain Turkish kopinya. Boleh juga.

Disajikan juga Mendoan, Gethuk Goreng Dan mereka sengaja bikinin Pecel yang enak banget pakai kecipir dan Ketupat. Ada juga Cimplung. Rebusan Singkong yang diinfused dengan gula merah. Duh enak. Jadi kepengen lagi.

Ariefpokto.com sempat dipersilahkan  menanam pohon kopi juga di kebun. Saat ini disekitarnya sudah ada pohon Arabika, tapi belum maksimal deh. Makanya ingin meningkatkan kualitas dan juga mengedukasi orang di sekitar supaya lebih paham soal bisnis dan Budaya Kopi.

Baturraden Forest Adventure

Sebuah keseruan tersendiri bisa camping bareng para blogger di Baturraden Forest Adventure, dilanjutkan dengan main body rafting, trekking dan juga makan makanan tanpa micin di Agathis Restaurant. Untuk lebih lengkapnya silakan baca disini ya guys. Beneran petualangan yang seru banget deh.

Videonya bisa dilihat disini

Raja Soto Lama Sokaraja H. Suradi

Sebelum kepulangan Kami ke tempat masing-masing, kami berkesempatan mencicipi Raja Soto Lama Sokaraja H. Suradi yang istimewa.

Kita bisa memilih soto dengan aneka macam isian seperti ayam, daging sapi atau campur dengan jeroan atau sengkel ( urat).

Memanglah hidangan yang spesial Soto ini, kuahnya gurih, makannya pakai ketupat, tauge dan soun. Lebih mantap pakai sambal khasnya yang terbuat dari kacang membuat soto makin gurih tapi gak eneg. Sempet nyobain es duriannya juga disana mantep. Kalau mau lihat video pas disana, silakan nonton dibawah ini :

Pengalaman mengikuti Juguran Blogger 2019 adalah sebuah pengalaman berharga, bukan hanya jalan-jalannya , tapi juga membina silaturahmi dengan blogger lain dan berbagai pihak lain yang mendukung pariwisata di daerah Banyumas.

Terima Kasih untuk Blogger Banyumas, Mas Pradna & Kak Olip, Baturraden Adventure Forest, Grand Karlita Hotel ,Gyudaq bbq, Payung Kertas Desa Kalibagor, Resto Ikan Dewa, Kopi Langgong Sari (lo.lana coffee) Nasmoco purwokerto (yang support transport), Rammona bakery, Biznet, produk banyumas, Pia Agung Bali, Kaos Ngapak, Qwords untuk terselenggaranya Juguran Blogger 2019 Kali ini.

24 comments

  1. Wah, kirain sempat makan ikan dewa nya, mas. Hihi. Kalau biasanya beli ikan milih yang besar biar mantap, tapi kalau ikan dewa kayaknya milih yang kecil aja biar gak boros, haha.
    Btw usul ah, dibikinnya setahun sekali gitu, siapa tau ntar aku keangkut juga :p

  2. Hai Kang Aip,
    Ketemu lagi di dunia maya!

    Gara-gara baca tulisanmu soal Juguran Blogger ini, aku jadi kangen lagi dong sama kalian-kalian. Akankah ada reuni Juguran Blogger 2019?

  3. Halo mas Arief, salam kenal ya. Ini saya yang dari gariswarnafoto, hehehe.
    Wah keren juga nih komunitas blogger Banyumas pada aktif juga ya. keren nih

  4. Ah, padahal saya baru mau tanya gimana rasanya ikan dewa. Ternyata nggak masuk paket juguran. (Bisa tekor panitianya, ya.) Pengin tuh ke Baturraden, kayaknya tempatnya asyik ya.

  5. Waaa seru banget ya bisa ikutserta dalam acara blogger ini. Sayang sekali saat itu aku belum gabung di grup Whatsapp 🙁

    Ke Banyumas (khususnya Purwokerto) memang terasa nggak lengkap tanpa mencoba Soto Sokaraja. Soal lukisan payung, aku malah pertama kali tahu saat famtrip di Kampung Wisata Mranggen, kab. Kendal. Sepertinya memang banyak dikenal di berbagai daerah di Pulau Jawa ya. Baru tau juga kalo seni melukis payung ada di Tasikmalaya.

    Wooottt mahal banget harga ikan dewa! Berasa sultan dah kalau berhasil makan ikan dewa itu 😀

  6. Wah, Mas Aip ini emang keren! bareng blogger juguran rame2 halan2 dan makan2. Mahal ternyata ya harga ikan dewa jadi sayang makannya akhirnya ga jadi hahaha 🙂 Itu Raja Soto Lama beneran ya pakai ketupat? Bukan nasi? Mas Aip melukis payung oke juga 🙂 Pengalaman ga akan terluapkan ya dan lucunya tau2 blogger yang sering berkunjung ke blog akhirnya jadi bertemu wajah juga. Matap!

Tinggalkan Balasan ke Nurul Sufitri Batalkan balasan