Pilih Koper Atau Ransel Buat Traveling ?

Hello TemenAip ! Apa Kabar ? Salah satu dilemma pas mau traveling adalah pakai tas apa ? Koper Atau Ransel Buat Traveling ?

Mungkin jawabannya sesimpel oh kalau mau ke gunung pakai ransel, kalau mau ke kota pakai koper.

Kadang Koper dan ransel bisa jadi lambing kemampuan  ekonomi travelernya. Kalau koper biasanya gaya travelingnya lumayan mewah. Sementara itu kalau pakai ransel biasanya traveller backpackeran yang lebih sederhana.

Ada benarnya sih. …

Tapi kadang permasalahannya ga semudah itu menjawabnya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi sebaiknya kita bawa tas apa ketika bepergian.

Gimana kalau kita bahas kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kelebihan Koper

  1. Praktis, dimensinya yang persegi Panjang membuat kita bisa menata letak bawaan dengan strategis. Apalagi kalau jago packing. Mantap deh.
  2. Koper beroda, nah fasilitas ini yang membuat saya suka. Kita modal energi sedikit tinggal geret saja , apalagi di bandara, praktis banget. Badan ga gampang pegal nenteng sana sini.
  3. Koper lebih kuat dimasukan dalam bagasi. Terutama koper yang materinya kuat. Kadang kalau masukin ransel atau tas lain dengan bahan lain takut sobek, barang bawaan.
  4. Kalau jalan-jalan membawa anak, menurut saya lebih baik pakai koper karena jadi ringkas, baju dan perlengkapan anak bisa langsung dimasukan ke dalam koper jadinya ringkas.

Kekurangan Koper

  1. Kadang dimensinya terlalu besar, jadi agak merepotkan
  2. Kalau dibawa ke tempat yang permukaannya tidak rata, agak repot juga bawanya, jalannya jadi gak mulus
  3. Koper kurang fleksibel saat dibawa kea lam, contohnya ke gunung. Kecuali kalau kita pergi camping dimana letak area parkirnya dekat sama dengan kemahnya.
  4. Koper berkualitas bagus harganya biasanya lebih mahal.

Nah sekarang kita bahas soal ransel, kita mbljeti soal peranselan yaa..

Kelebihan Ransel

  1. Ranselnya juga praktis, terutama untuk perjalanan ringkas. Kita tinggal gulung pakaian, lalu diselipkan dalam ransel.
  2. Ransel itu adalah tas terbaik untuk kegiatan outdoor. Naik gunung, ngebolang sampai main ke pantai juga OK. Selain jadi tas andalan, ransel juga bisa jadi bantal buat beristirahat sejenak.
  3. Ransel itu fleksibel , buat semua kegiatan bisa. Tergantung lama perginya dan banyaknya bawaan , kita bisa pilih pilih ransel sesuai ukuran. Kalau perginya sebentar bawaan ringkas bisa pakai day pack yang secukupnya . Kalau mau pergi ke gunung berarti bawa carrier atau ransel ukuran besar lainnya. Ada beberapa temen yang backpackeran bawa ukuran besar, mudah bawanya. Tapi yaitu , pada kuat ngangkatnya.

Kekurangan Ransel

  1. Ransel itu jadi beban lumayan buat punggung. Kalau agak jompo atau cedera punggung sebaiknya hindari membawa ransel dengan beban yang berat. Beban hidup udah berat dengan cedera, ditambah beban ransel. Bhay !
  2. Ransel lebih rawan jadi sasaran kejahatan. Kalau kita lagi jalan-jalan ke daerah yang rawan kejahatan, penuh keramaian, mesti hati-hati. Karena ditaroh di punggung, otomatis kurang pengawasan kan, apalagi saat kita ada kegiatan seperti mencari alamat atau terburu-buru mengejar angkutan. Tangan-tangan jahat bisa menggunting ransel untuk mencuri barang di dalamnya. Begitu pula di bagasi pesawat. Mesti dikunci rapat-rapat, takut ada yang jebolin kan.
  3. Beberapa ransel bahannya kurang bagus, apalagi ada yang jahitannya kurang OK. Tapi kadang ada kasus dimana ranselnya terlalu dirodi, diisi penuh terus, lama-lama jahitannya rusak. Ambayar bin ambrol deh tuh ransel.

Jadi Gimana ? Pilih Koper Apa Ransel ?

Nah, soal ini kita mesti pintar melihat situasi. Kita lihat dulu daerah tujuan kita. Kalau kira-kira berangkat ke tempat yang kira-kira cocok bawa koper, ya bawalah. Kita bisa mengirit energi dan memaksimalkan roda-roda koper. Tinggal geret manja aja.

Kalau mau pergi ke daerah yang lokasinya ga mungkin bawa koper, jangan maksain bawa koper ya. Ribet Shay. Pakailah ransel berbahan kuat, dan bawalah barang sesuai kebutuhan. Jangan berlebihan.

Sedih tahu saat pulang bepergian, ternyata masih ada baju yang gak dipakai ( Terinsprasi dari kejadian nyata ).

Sekedar Aiptips

Sebaiknya kita investasi beli koper dan ransel berkualitas bagus. Kalau ada budgetnya, karena ini bisa dipakai lama. Buat aja tabungan khusus beli ransel atau koper berkualitas bagus. Pantengin socmed, siapa tahu ada diskon. Lumayan banget kan. Bisa menghemat.

Pas beli perhatikan kualitasnya, lihat jahitan di ransel, perhatikan bahannya kuat apa tidak. Begitu juga dengan koper. Kalau saya lebih suka memilih bahan yang kuat daripada yang kain. Pernah punya pengalaman ga enak, koper ambrol di luar negeri, kepakasa beli baru deh daripada barang-barang berceceran kan.

Ohiya, Tanyakan ada garansinya nggak. Dan simpan bonnya. Biar kelihatan harganya. Di beberapa penerbangan luar negeri kalau koper rusak, bakalan diganti baru lho. Lumayan kan.

Pilih warna Menyala ! mungkin ini preferensi pribadi. Tapi kadang kalau ada di tempat pengambilan bagasi, suka bingung cari koper atau ransel yang warnanya hampir mirip semua. Hitam, Coklat, biru Kalau warnanya berbeda kan dari jauh juga keliatan kaan.

Sayangi Koper dan ransel dengan cover. Bisa dibeli online atau custom ke tukang jahit. Beli online banyak kok, bisa berbentuk plastik transparan atau kain aneka bahan dan aneka motif.

Kalau punya ransel kira-kira jahitannya mulai ambyar, segera perbaiki ke tukang tas. Koper juga. Selalu cek tas kita sepulang bepergian. Bersihkan juga dari kotoran. Biar tambah awet kan.

Kolaborasi Koper dan Ransel

Halah apalagi sih ini, Jadi gini. Kadang kita pergi-pergi tujuannya belanja ya kan ? Nah, bisa tuh kita berangkat bawa koper agak kosong lalu masukkan ke dalamnya ransel kosong. Soalnya kalau pulang kadang kan kopernya beranak, alias mesti bawa koper baru. Biar ngirit kita bawa tas aja, gak perlu beli baru ya kaan.

Jadi gimana TemenAip ? Siap bepergian ? Pakai Koper apa ransel ?

20 comments

  1. Lebih nyaman traveling pakai ransel. Bisa lebih cekatan. Cuma kalau urusan traveling a.k.a pulang kampung atau tugas yang membutuhkan waktu beberapa hari, lebih bagus bawa koper. Isinya lebih banyak. itu aja sik. hahaha

  2. Nah, aku biasanya yang terakhir tuh mas, kolaborasiin mereka, ahaha. Personil udah banyak, jadi mesti bawa koper, tapi untuk “turun” di tempat wisata nya, biasanya pakai ransel yang bawaannya udah disesuaikan. Jadi koper untuk keseluruhan rangkaian travelling, ransel untuk kunjungan ke tempat wisata nya

  3. Kalo aku masih nyaman pake ransel sih, karena kesannya lebih praktis. Maklum yang dibawa kalo traveling gak suka banyak2. Tapi tetep butuh koper juga buat persiapan perjalanan jauh dan lama. Karena pasti lebih banyak barsng yang dipakai. Terimakasih tipsnya Mas.

  4. Kalo aku sih, baik ke alam atau ke kota, selalu pake ransel. Apalagi aku biasa traveling singkat dan lebih sering nggak ambil bagasi biar hemat. Ternyata aku nggak cocok ambil bagasi, momen menunggu bagasi di belt itu bosen dan buang-buang waktu. Anaknya begitu mendarat pengen langsung eksplor bandara 😀

    Tapi aku juga ada koper mas, ukurannya gede, dulu kubeli buat mutasi dari Jakarta ke Cirebon wkwk.

  5. Saya tim ransel sih. Nggak tahu kenapa nggak suka dengan koper.
    Mungkin karena punggung ini masih kuat kali ya. Coba lihat sepuluh tahun lagi, apakah jawabannya masih sama atau tidak. Ahahahah

    Soal kualitas ransel pun saya pilih-pilih. Jujur, sampai sekarang saya percayanya hanya kepada ransel buatan Jerman (nggak usah disebut ya mereknya). Memang agak sedikit lebih mahal tapi kuat banget. Selain itu, resletingnya pake YKK yang sudah terkenal itu, jadi sudah dipastikan tidak pernah ada masalah dengan resleting 🙂

  6. ahaha pertanyaan menggelitik, setuju banget masing-masing ada plus minusnya… kalo aku bukan tim koper maupun tim ransel (padahal nama blog-nya ‘ranselmungil) tapi tim hybrid kali ya, sewayah-wayah bisa pake ransel, atau “koper” hm, sebenernya nggak puya koper wqwq, punyanya tas agak gede tapi bisa diseret kayak koper 😀
    Misal traveling naik pesawat ke luar jawa males pake koper soalnya ribet, pernah ke lampung hampir seminggu ranselan doang, tapi ke bandung tiga hari doang pake tas gede, ke papua baru deh pake koper, terus nyesel… karena kopernya gede dan malah bawa barang yang nggak perlu… 🙁

  7. Tergantung ke mananya sih. Kalo ke Yurop (Eropa) pergi 14 hari, ya koper dan ransel. Ransel pun diisi baju ganti. Siapa tahu pesawat delay or stranded.
    Kalo sehari dua hari, ya ransel. Tapi pengennya sih ransel beroda (belum punya). Hehe…soalnya punggung udh bermasalah. Kelamaan manggul, low back pain nih awak…
    Btw…nyelipin juga tuh tas lipat. Buat bawa oleh² laaah…Haha…

  8. HAlo MAs AIp! Wah mantap nih tipsnya. Btw aku punya koper gedeeee deh isinya. Waktu itu pas lagi sale di Pasaraya dari 2 juta menjadi 800K aja. Emang enak baju sekeluarga muat cuma ya gitu karena dimensinya gede banget jadi agak rempong dibawa2 hahaha. Kalau ransel aku suka ga nyaman di punggung..Tapi tergantung sikon juga sih berapa lama perjalanan dan tujuan wisatanya ke mana. TFS ya.

  9. Aku lihat keperluannya sih. Kalau perjalanan dekat biasa pakai ransel. Tapi kalau jauh, apalagi bawa keluarga ya mending koper. Tapi kalau bawa koper tetap bawa tas lain (kecil) buat jalan-jalan.

  10. Biasanya tetep bawa 22 nya. Jadi waktu traveling misal ke LN gitu, ranselnya bisa dibawa2 untuk bawa bekal atau barang belanjaan. Sedangkan barang lainnya simpan di koper dan ditinggal di hotel.

  11. Gue sering kolaborasi bawa koper dan ransel. Ranselnya buat cadangan buat tempat oleh-oleh. Secara ye kan orang Indonesia tuh bsia dilaknat kalau nggak bawa gantungan kunci. Ranselnya juga pasti buat bawa kamera dan barang-barang penting yang gak bisa ditaro di koper. Sisanya taro di koper semua, kalau kebanyakan di ransel, bahu gue bisa sengkle #FaktorU

Tinggalkan Balasan ke Nisya Rifiani Batalkan balasan