Hello TemenAip ! Apa Kabar ? Semoga baik ya, karena sedunia sedang dalam masalah berat. Pandemi Covid19. Bukan hanya Indonesia, tapi dunia mengalaminya.


Semua lini kehidupan Kita terdampak pandemic ini. Karena penyebaran Covid19 yang teramat cepat, melewati batas daerah dan negara, membuat banyak negara kewalahan menghadapinya.


Covid19 adalah masalah serius yang tidak dapat dianggap enteng guys ! Penyakit ini sudah merenggut nyawa banyak orang. Dan sudah melumpuhkan perekonomian banyak negara.


Karena penularannya melalui droplets, otomatis orang harus melakukan #physicaldistancing atau menjaga jarak perorang minimal 1 ½ meter , juga #socialdistancing dimana kita dilarang berkerumun untuk meminimalisir penularannya.


Karena virus ini menular antar manusia , otomatis kita harus mengurangi, kalau bisa meniadakan kontak fisik dengan manusia.
Dan efek virus ini ternyata berbeda , ada yang sudah terinfeksi, tapi terlihat baik-baik saja, mungkin karena imunitas tubuhnya yang baik. Ada yang terpapar, lalu efeknya sangat berat, mulai dari demam tinggi, sesak nafas dan paling parah, kematian.


Walaupun terlihat baik-baik saja , bahayanya orang yang terinfeksi Covid19 masih bisa menjadi carrier , dan bisa menularkannya pada orang lain. Terutama pada orang-orang yang imunitasnya rendah seperti lansia dengan penyakit lain seperti diabetes, masalah jantung dan paru dan sebagainya.


Walau tak sengaja, tapi potensi penularan seperti inilah yang berbahaya.

Yang kuat menularkan pada yang lemah tanpa disadarinya.


Ternyata virus baru ini memiliki kemampuan hidup di atas permukaan benda-benda yang sering kita pegang. Seperti pegangan tangga, baju, barang plastik dan sebagainya.


Kalau yang ini kita tidak bisa mengontrol kan kalau lagi di luar, karena ukurannya yang super kecil, kita tidak akan pernah tahu barang apa saja yang sudah dihinggapi oleh virus ini.
Beruntungnya virus ini bisa hancur saat dicuci dengan sabun , jadi kita harus selalu membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun yang benar, juga mencuci pakaian setelah dipakai bepergian ke luar untuk mencegah penularan virus di rumah kita.


Intinya Kita harus selalu waspada dalam menghadapi Covid19 ini , karena virus ini berbeda dibanding virus lain yang pernah kita hadapi seperti SARS , MERS, Flu Burung dan lainnya.


Sudah banyak usaha berbagai negara dilakukan untuk menurunkan kurva laju penularan Covid19. Mulai dari lockdown alias penutupan sementara jalur keluar masuk suatu negara, seperti di India, Malaysia, Singapura, Italia, massive rapid test Seperti di Korea Selatan dan banyak lagi.


Tapi dari semuanya yang sama-sama dilakukan dan terbukti efektif adalah #dirumahaja atau #Stayathome , dengan berhenti bepergian, beraktivitas di rumah saja , otomatis kemungkinan terpapar Covid19 akan berkurang. Kita bisa menyelamatkan 38,7 juta jiwa lho dengan cara ini.


Memang tidak mudah berdiam dulu di rumah, mungkin tidak semua orang bisa melakukannya, tapi kita tidak punya banyak pilihan. Fokus kembali ke masalahnya , menyebarnya cepat antara manusia ke manusia.


Sekarang sekolah dan kebanyakan kantor pindah ke rumah. Anak-anak bersekolah dengan Pendidikan orang tuanya di rumah dengan supervisi guru, banyak karyawan yang bekerja di rumah dengan sambungan internet. Untuk yang tidak bisa melakukannya, otomatis beresiko saat bepergian setiap harinya, unntuk itu harus selalu waspada dan taat aturan.


Sebenarnya Covid19 datang ke Indonesia di masa yang sangat tidak tepat, karena sebentar lagi akan datang Bulan Ramadhan dan juga Hari Raya Idul Fitri. Periode dimana terjadi kegiatan dengan salah satu pergerakan manusia terbesar secara bersamaan di muka planet ini.

LEBARAN 2020, TIDAK MUDIK


Memang Lebaran adalah satu momen istimewa bagi Indonesia. Terutama bagi warganya yang beragama Muslim. Idul Fitri adalah perayaan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan.

Suasana mudik


Dan mudik, adalah salah satu kegiatan paling umum di Indonesia. Sepertinya hanya di negara kita terjadi pergerakan massa yang massif dalam waktu yang bersamaan dalam satu periode, dari kota , terutama Jakarta ke berbagai kota lainnya.


Sudah terbayangkan, jutaan manusia bepergian Bersama, entah itu menggunakan kendaran pribadi atau kendaraan umum.
Pelabuhan, terminal , bandara dipadati manusia yang melakukan perjalanan ke kampung halamannya.


Tidak mungkin tidak berdesakan , karena volume penumpang yang melonjak drastis dari hari biasanya. Otomatis potensi penyebaran Virus Covid19 ini menjadi sangat besar. Bukan hanya bisa menjangkiti orang-orang yang ada dalam perjalanan, tapi juga orang-orang di kampung halaman !


Dan persebaran semasif ini akan susah dikendalikan. Bisa-bisa se-Indonesia kena Covid19, bagaimana cara menanggulanginya ? ini bukan virus biasa lho, seperti yang saya paparkan di atas.


Untuk sementara waktu ini, ada baiknya kita TIDAK MUDIK dulu. Karena potensi bahayanya yang amat besar.


Bukan hanya Kita yang mudik saja yang beresiko. Tapi Ayah, Ibu, Adik, Kakak, Nenek, Kakek, Tante, Uwak, Keponakan, Cucu, Cicit, sanak saudara, teman, handai taulan yang berada di kampung halaman beresiko tertular juga.


Tak mau kan kita membawa bahaya kepada orang-orang yang kita sayang dan hormati di kampung ?


Karena saat Lebaran, semua orang berkumpul di satu tempat, bepergian saling berkunjung, bersalaman, berpelukan, dan semua aktivitas yang mendukung penularan Covid 19.
Dengan berat hati Kita semua harus menghindarinya.


Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sudah melakukan banyak upaya mengurangi penyebaran Covid 19 , mulai dari penyemprotan desinfektan di pelabuhan , teminal, bandara, pembatasan penerbangan, melakukan prosedur pencatatan history kapal yang masuk ke pelabuhan, pembatasan operasional kereta api dan bus antar kota, dan banyak lagi.


Tapi semua upaya itu akan semakin efektif apabila Kita tidak mudik dulu tahun ini. Kita bisa membantu pemerintah dan juga diri sendiri dengan tidak bepergian dulu pada masa pandemi ini.


Di musim pandemic seperti ini Kita harus bersabar menghadapinya. #DirumahAja lebih baik.


Bersilaturahmi dengan orang tua , sanak saudara di kampung , lebaran kali ini bisa dilakukan dengan telepon, video call, pesan Whatsapp, via video, manfaatkanlah teknologi untuk menyambung tali silaturahmi.


Keluarga di Kampung juga pastinya akan memahami. Tidak mudah, tapi Kita tidak punya banyak pilihan. Yang penting semua selamat, sehat tak kurang suatu apapun. Dan tidak terinfeksi Covid19.

Berat memang tidak dapat merayakan Hari Kemenangan di kampung halaman Bersama keluarga. Tapi anggaplah ini sebuah usaha, sebuah perjuangan demi kehidupan , untuk apa mudik kalau akhirnya Kita menjadi pembawa virus yang berbahaya.


Masih ada Lebaran tahun depan, atau bisa berkunjung ke Kampung Halaman setelah pandemic selesai.


Dan tahun ini akan jadi sebuah momen yang akan dikenang dalam sejarah, dimana Kita tidak mudik karena Covid19, Kita merayakannya di rumah demi kelangsungan hidup bersama. Perjuangannya tidak hanya di bulan Ramadhan, tapi berlanjut sampai pandemi ini selesai.

Tidak Piknik Sebelum Pandemi Corona Usai
Selain tidak berlebaran di kampung halaman alias mudik dulu, Kita juga dihimbau untuk tidak piknik dulu sebelum Pandemi Corona selesai.


Memang berdiam diri di rumah bisa sangat membosankan, apalagi buat traveler blogger seperti saya yang kakinya gatel kalau gak kemana-mana.


Tapi ya mau gimana lagi , kondisinya tidak memungkinkan untuk bepergian. Resiko berjumpa banyak orang ,yang kita tidak tahu apakah sudah terpapar Covid19 atau belum.
Lebaran aja di rumah apalagi piknik. Piknik menjadi prioritas paling rendah saat ini. Kita bisa piknik sepuasnya nanti kalau pandemic berakhir.


Liburannya Libur dulu, Kita focus dulu supaya sehat, selamat dari pandemic Covid19 ini dulu.
Sekarang gimana kalau kita merancang mau piknik kemana setelah Pandemi berakhir. Persiapan yang bagus akan membuat piknik kita semakin menyenangkan lho.


Tidak Piknik dulu ya TemenAIp ! Utamakan kesehatan, keselamatan dan kekompakan. Masa yang lain di rumah aja, kita seliweran piknik dengan resiko menyebarkan virus. Gak enak kan.


Semoga Kita semua bisa melalui masa sulit ini , Mari berusaha bersama mengalahkan Covid19 dengan cara yang sederhana yaitu Dirumah aja. Tidak Mudik, Tidak Piknik.

42 comments

  1. Aku sendiri sudah berkabar untuk tidak mudik tahun ini, tidak masalah sih kata ibu. Yang penting aku sehat, dan kelaurga dirumah tetep sehat juga. Mudah-mudahan covid 19 ini segera berakhir ya, Mas..

  2. Meskipun berat untuk tidam mudik. Tapi memang wajib untuk tidam mudik demi keselamatan kita dan keluarga di kampung. Sepakat dengan tulisan ini. Semoga pandemik ini segera berakhir. Aamiin

  3. Bersyukur sempat piknik ke SG dan Bandung sebelum Corona menjadi wabah pandemik. Tapi betul sekali, kita tunda dulu rencana mudik dan piknik supaya penyebaran virus bisa segera dijinakkan

  4. Huhuhu sedih kalau inget bentar lagi ramadhan sedangkan Pandemi ini belum mereda signifikan. Ada baiknya masyarakat lebih bijak dengan tidak mudik agar virus ini tidak lagi menyebar secara luas

  5. keadaan sekarang ini memang sebaiknya full d rumah jika tidak ada yg mendesak banget banget ya kang, aku juga agak takut kalo Ramadhan tahun ini tuh pasti akan sangat jarang pulang k Karawang 🙁

  6. baiknya kita memang tidak mudik dan tidak piknik, memang kerasa berbeda banget untuk menyambut Ramadhan tahun ini kang..tapi untuk kebaikan dan memutus mata rantai penyebaran virus c ini. Semoga lekas membaik ya, aku harusnya mudik k Bdg sih tiap tahun kalo lebaran

  7. Peraturannya mesti dipertegas ini ya. Larangan mudik ini bersifat anjuran kayaknya ya belum ada punishment nya atau aku yang kurang ngeh? Heheheh..jadi banyak weh..yg pd mudik rame2. Di tv ada berita orang2 yang terlantar di bus atau di jalan gara2 ditolak kedatangannya oleh saudara2 di kampung.

  8. Tahun ini sepertinya bakal berbeda karena nggak akan ramai seperti biasanya, namun itu yang terbaik sih krn bukan hanya keluarga kita aja yg rentan nantinya namun jg orang di sekitar kita, bahaya krn bisa carrier jg ya kak

  9. Aku dukung tidak mudik, tidak piknik. Well aku memang bukan pemudik :’) Hanya bisa berdoa semoga wabah ini segera berakhir.. ngga pernah nyangka bakal kayak gini :’) tapi kita kudu kuat

  10. memilih untuk tidak diperbolehkan mudik tahun ini, merupakan jalan yang terbaik ya, kang. Masih bisa berkumpul kembali dengan keluarga di kampung jika virus ini sudah selesai.
    Semoga kita semua diberi kesehatan ya, kang 🙂

  11. di saat kayak gini memang paling bener untuk tidak mudik dulu, rindu bisa ditahan sebentar karena rasa sayang terhadap keluarga juga. khawatir kita ternyata carrier dan malah membahayakan :’)

  12. Senenarnya aku berencana pulang ke rumah nenek dengan keluarga besar yang ada di Jakarta Bogor sini tahun ini. Menahan rindu beberapa tahun, lalu saat ingin pulang malah begini.

    Pun termasuk jalan jalan. Sudah kangen sekali rasanya. Semoga pandemi ini lekas berlalu..

  13. Antara sedih dan sedih kalau lebaran kali ini gak mudik. Hiks suasana lebaran kali ini rasanya bakalan berbeda dr thn sebelumnya. Dan dipastikan nanti gak bakalan ada shalat id.huaaa

  14. Jika langkah tidak mudik adalah bisa memutus rantai penyebaran corona virus, saya sebagai anak yang masih memiliki orangtua di kampung halaman, maka akan mengikuti anjuran pemerintah.. karena memang dampaknya sangat besar, keluarga dan kerabat di kampung halaman bisa tertular

  15. Klo keadaan mash sperti ini ..grafik yg positif naik sy ga akan mudik walaupu sehat khawatir jd carrier apalagi d kampung halaman ibu bapak nenek ua bibi udah pada sepuh

  16. Tahan diri dulu untuk sementara waktu dengan berdiam di dalam rumah dan juga tidak mudik. Karena dengan bepergian bukan malah menyelesaikan masalah. Taat lah untuk kebaikan bersama yak

  17. Suka aneh sama Pemerintah. Kenapa bisanya mengimbau tidak mudik doang. Tinggal bandara ditutup, pelabuhan ditutup, jalan tol ditutup, kereta ditutup, bus ditutup. Baru bilang nggak boleh mudik. Itu lebih pas.

  18. Jujur aja ya Mas, aku tuh udah setahun gak pulang dan kayaknya tahun ini tuh beratttt banget kalau nggak mudik. tapi mau gimana lagi, mungkin nanti mudik pas idul adha aja. Untuk Stay At Home sendiri sebenarnya aku udah biasa, karena sehari-hari ya di rumah saja. Cuma kali ini tantangannya agak berat karena semua orang juga di rumah. Sabarnya musti dipajangin biar tetap waras dan sehat.

  19. Sayangnya banyak orang yang lebih percaya bahwa “semua atas kehendak Allah” dan memilih mudik karena di perantauan pun enggak bisa apa-apa, atau bahkan kekurangan biaya hidup. Hiks. Sedih sekali saat ini karena aku pun kangen dengan ibuk. Biasanya pulang seminggu sekali ini udah sebulan gak pulang, huhuhu. Tapi aku lebih memilih bersabar di rumah

  20. Saya juga sudah memutuskan gak mudik. Alhamdulillah justru mamah saya duluan yang bilang jangan mudik. Bikin sedih banget, sih. Tetapi, kesedihan kita semua kelak akan terbayar manis, ya. Pandemi akan segera berakhir. Aamiin

  21. Semoga pandemi corona ini cepat berlalu yah.
    Kangen banget sama keluarga huhu. Aku juga kangen liburaaaan banget.
    Kang Aip dan keluarga, sehat-sehat slealu yah.

  22. Di kampung halaman banyak lansia dan saya sangat menyayangi mereka juga keluarga besar. Jadi wayahna lebaran tahun ini di rumah saja. Bener kata inforasi di flyer transmate di atas kalo covid ini bisa dicegah dan dikendalikan dengan stay at home aja dulu

  23. Saya juga tidak mudik dulu Kang untuk saat ini, nggak kebayang bila berada di kerumunan orang saat situasi kaya gini, seram banget bila ada si corona.

    Jadi silaturahminya lewat telephone dan videocall aja dl untuk saat ini.

  24. Saya juga tidak mudik dulu tahun ini Kang, saya nggak kebayang ada dikerumunan orang di situasi saat ini, takut saya bila terpapar si corona, karena bisa membahayakan diri sendiri dan keluarga jika dipaksakan. Makanya, silaturahminya tetap lewat videocall dan telephone saja dulu sekarang.

    1. Aku emang ga mudik yg biasa mudik ART ku. Makanya nih dari sekarang dah ngasih tau pelan2 supaya dia ga mudik. Emang berat juga sih secara dia mudik terus tiap lebaran. Semoga dia paham lah dengan situasi kek gini yah

  25. Lebaran tahun ini adalah lebaran paling sepi dalam sejarah lebaran saya. Dan mungkin juga untuk banyak orang. Tapi tidak mengapa, ketimbang bawa oleh-oleh virus untuk keluarga, atau orang-orang yang kita temui, biarkan lebaran ini jadi cerita untuk anak cucu kelak.

  26. Ternyata memang Covid-19 ini bener-bener berpengaruh dalam segala hal, ya. Secepat itu penyebarannya.
    Soal mudik ini juga bikin ngenes sih. Setelah sekian lama gak mudik lebaran, akhirnya tahun ini dapet tiket kereta ke Surabaya. Tapi karena lebih baik tidak mudik, kemugkinan besar ya mudiknya gagal. Padahal udah dinant-nanti :((

  27. Cianjur wilayah zona hijau sekarang memiliki ratusan ODP dan PDP karena pemudik dari zona merah. Mereka tidak memikirkan resiko semua itu. Membawa penyakit karena cuma ingin pulang kampung

  28. Yap! Bener banget mas. Salah satu cara bijak kita menghadapi corona memang mengurangi perkumpulan, hindari bertemu dengan orang-orang seperti biasanya, dan kalau bisa stay at home seperti anjuran para ahli. Selain menjaga diri sendiri, kita juga peduli dengan orang lain..

  29. Nah setuju nih. Semoga setelah pandemik ini berakhir, kita semua bisa mudik. Setidaknya mengganti rasa rindu ketika nggak bisa pulang ke kampung halaman pas hari raya.

    Kita emang harus menurunkan sedikit ego untuk bisa menjaga sanak saudara di kampung. Daripada jadi penyakit mending tahan dulu rindunya. Hehehe.

  30. Salam kenal kak, setuju sekali kita ikut aturan terbaik ya selama masih bisa wfh ya wfh, jaga kesehatan dan ga mudik dulu demi keselamatan bersama. Piknik bisa ditunda tapi kesehatan adalah yang utama ✊

  31. Tahun ini haru merelakan utk gak mudik bang, nda apa ikhlas terpenting adalah semua sehat walafiat, pulang kampung gk harus lebaran juga still OK kok. Semoga corus corona ini cepat berlalu, dan indonesia bahkan dunia kembali pulih aamiin 🙂

    1. Walaupun udah biasa di rumah, tapi rasanya tetap bosan. Cuma ya karena memang demi kebaikan bersama, ditahan2 dulu buat gak ke mana-mana. Tidak piknik, tidak mudik! Semoga segera selesai ya keadaan ini. :’)

Tak Komentar Maka Tak Sayang , Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.