Hello TemenAip! Apa kabar? Kayaknya hampir semua tahu kalau Saya suka banget naik Kereta Api. Dari kecil selalu senang melihat kereta api kalau lewat. Gembira rasanya melihat kereta api melintas. Apalagi pas perjalanan menumpangi kereta api. Cuman Saya belum pernah naik kereta api yang bunyinya gujes dan keluar asap dari cerobongnya kayak di film-film. Rata-rata kereta yang Saya tumpangi adalah kereta diesel atau kereta listrik. Makanya senang banget pas ada kesempatan Naik Kereta Wisata Di Ambarawa, Kereta Api Legendaris yang ditarik Lokomotif Kuno B2503 di Ambarawa!

Rasa penasaran Saya terpenuhi saat berkesempatan menumpangi Kereta Wisata dari Stasiun Ambarawa ke Stasiun Tuntang. Kereta Wisata ini hanya beroperasi saat weekend saja. Jadi kalau mau naik harus datang pas akhir pekan yaa. Kalau hari biasa yang buka hanya museumnya saja. Oiya, saya kesana sebelum pandemi ya.

Museum Kereta Api Ambarawa.

Bagi para pecinta kereta api, sudah jadi keharusan untuk mengunjungi Museum ini. Masuk ke dalam museum ini seperti masuk ke dalam mesin waktu.

Bangunannya megah sekali dan terawat dengan baik. Ada berbagai macam koleksi ditampilkan. Selain kereta api, juga model peron, beberapa alat perkeretaapian, sehingga tergambar suasana stasiun kereta api ini di masa lalu.

Terletak di jalan Stasiun, Jl. Panjang Kidul No.1, Panjang Kidul, Panjang, Kec. Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah 50614 Ambarawa, Museum Kereta Api Ambarawa memiliki koleksi kereta api uap dengan Lokomotif Nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen merupakan kereta api yang pernah berjaya pada zamannya.

Dan kerennya sampai sekarang masih bisa beroperasi sebagai kereta api wisata dengan jalur terbatas. Tidak Panjang, karena dipakai untuk wisata saja.

Lokomotif No B 2502 adalah Kereta api uap bergerigi yang sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih ada di dunia. Yang lain ada di Swiss dan India. Hebatnya karena perawatan yang mumpuni, masih bisa jalan lho.

Disana juga dipamerkan  berbagai macam jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik yang dipajang di halaman museum.

Stasiun Kereta Api ini didirikan untuk mengenang jasa Raja Belanda King Willem I. Ini sebelumnya digunakan untuk mengangkut pasukan. Namun pada tahun 1970, stasiun ini ditutup maka jalur dari Magelang – Semarang – Yogyakarta ditutup juga .

Pada tahun 1976, Gubernur Jawa Tengah, Soepardjo Roestam, menjadikan stasiun ini menjadi Museum Kereta Api. Salut bagi pengelola karena bangunan dan semua peralatan masih terpelihara dengan amat baik. Serasa kembali ke masa kejayaan kereta dari Nederlandsch-Indische Maatschappij Spoorweg.

Naik Kereta Kayu Ditarik Lokomotif Legendaris

Kami berkesempatan mencoba Lokomotif No B 2503 dari Stasiun Ambarawa ke Stasiun Tuntang. Seru banget karena kereta penumpangnya masih terbuat dari kayu kan. Sebenarnya rute biasanya adalah dari Ambarawa–Jambu–Bedono dan kembali ke Ambarawa , terkena dengan Ambarawa Railway Mountain Tour. Tapi hari itu Kereta apinya dicarter hanya sampai Stasiun Tuntang saja.

Sudah terlihat rangkaian kereta berwarna hijau dengan si gagah di Lokomotif B 2503 di depannya, siap membawa kami berwisata.

Asap sesekali keluar dari cerobong lokomotifnya, lalu terdengar suara Tuuut, Tuut dari si gagah B2503. Sama seperti yang Saya bayangkan ketika akan pergi kesini.

Kamipun naik ke salah satu kereta penumpang. Ada barisan tempat duduk, masing masing berseberangan. Saya langsung pilih duduk di sebelah jendela !

Sebuah sensasi menarik duduk di bangku kayu di atas kereta kayu. Jendelanya tidak berkaca, jadi bisa bebas melihat pemandangan dan menghirup udara segar dari luar.

Lokomotif Legendaris

Lokomotif B2503 ini terlihat gagah sekali. Berwarna hitam legam dengan warna merah di beberapa bagiannya.

Lokomotif ini menggunakan bahan bakar kayu jati yang dipakai untuk  mendidihkan air dan menggerakkan piston-pistonnya.

 B 2503 memiliki empat silinder, dua di antaranya hanya untuk menggerakkan roda gigi. Bahan bakar kayu jati yang dipergunakan dalam lokomotif ini bisa merebus hingga 2.850 liter air.

Sebelum pengoperasian, ketel uap dipanaskan selama tiga jam supaya  ketel mencapai titik puncak pemanasan untuk menggerakkan roda-rodanya pada suhu ±235 °C.

Puas rasanya melihat saat uap air dikeluarkan disela-sela mesin lokomotif ini ! keluar dari sisi samping kanan dan kiri.

Perjalananpun dimulai ! Secara perlahan tapi pasti Kereta wisata bergerak. Kecepatan kereta tidaklah kencang, namanya juga Kereta wisata kaan. B 25 bisa melaju hingga 30 km/jam untuk jalur datar.

Senang banget pas masinis menarik sehingga terdengar bunyi Tuuut. Tuut. Persis seperti dalam lagu Naik Kereta Api.. Para pegawai kereta api sibuk mengisi ulang kayu jati ke dalam tungku sebagi bahan bakar.

Lalu sesekali asap hitam keluar dari cerobong lokomotif. Asapnya terbang mengikuti arah angin. Dengan gagah perkasa Lokomotif B2503 membawa kita ke tempat tujuan.

Kombinasi berada di kereta kayu, ditarik lokomotif legendaris B2503 , lalu suara mesin , asap dari cerobong kereta benar-benar menjadikan mimpi jadi nyata.

Oh begini toh rasanya naik kereta Gujes yang selama ini hanya bisa Saya tonton di film maupun di internet.

Sepanjang perjalanan dihibur dengan pemandangan sawah, pegunungan dan satu tempat wisata yang udah lama pengen dikunjungi. Rawa Pening !!!

Rawapening, destinasi wisata terkenal di Kabupaten Semarang ini memang memukau. Perairan yang tenang berlatar belakang pegunungan biru di kejauhan, dengan hamparan awan puti di langit yang biru, kontras dengan hijaunya tumbuhan yang ada di sekitarnya benar-benar menjadi lukisan indah hidup yang dibingkai oleh jendela kereta api.

Perjalanan ke Stasiun Tuntang cuman sebentar saja. Setelah sampai di Stasiun kami langsung heboh melihat si Lokomotif Legendaris lebih dekat.

stasiun Tuntang

Stasiun Tuntang sendiri adalah stasiun khas kereta api jaman dulu, bangunannya jaman Belanda dan masih terawat dengan baik. Ada beberapa bangunan gudang disana.

Lalu Kami, para penumpang pun melihat proses pertukaran posisi lokomotif yang tadinya berada paling depan ke arah Tuntang, diubah menjadi paling depan ke arah Ambarawa.

Setelah puas, 20 menit kemudian Kereta bertolak lagi kembali ke Stasiun Ambarawa. Perjalanan pulang tak kalah memesona dibandingkan dengan perjalanan ke Stasun Tuntang. Saya sibuk berpindah dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya untuk melihat pemandangan.

Museum Kereta Api Ambarawa Menerapkan Protokol Kesehatan

Museum Kereta Api Ambarawa sudah dibuka untuk public dengan mematuhi protokol kesehatan Adaptasi Kebiasaan Baru, Saya kutip dari Updates Google Maps Museum Kereta Api Ambarawa

  1. Selalu menjaga kebersihan dan mencuci tangan dengan sabun.
  2. Museum merupakan area wajib menggunakan masker. Selalu pakai masker dan bawalah masker cadangan.
  3. Pembelian tiket masuk dapat dilakukan secara tunai maupun non tunai. Pilihannya ada LinkAja dan Ovo
  4. Hindari Berkerumun
  5. Jaga Jarak minimal 1 meter
  6. Hindari menyentuh koleksi
  7. Pembelian Tiket masukk bisa dilakukan secara online di blibli, tidak perlu cetak tiket karena sudah ada system cetak barcode yang ada di Email. Pastikan barcode tersimpan di HP.
  8. Kereta Wisata Reguler ( Loko Diesel yang beroperasi hari Sabtu, Minggu dan tanggal merah saati ini belum beroperasi.
  9. Kereta Wisata diesel atau uap berjalan sesuai permintaan carter / sewa dengan pembatasan penumpang  dengan kapasitas hanya 50 persen dari kapasitas normalnya, dari semula 40 orang per kereta menjadi 20 orang per kereta

Dibukanya kembali museum yang memuat koleksi lokomotif kuno ini tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Selain itu, jam operasional museum juga sudah disesuaikan mengikuti protokol adaptasi kebiasaan baru yakni dari pukul 09.00 – 15.00 WIB.

Selain itu, area masuk ke Museum KA Ambarawa saat ini telah menggunakan sistem Electronic gate/e-gate dengan scan barcode/QR code yang tertera pada tiket masuk ketika pengunjung masuk ke museum. Jadi , proses alur masuk pengunjung ke museum menjadi lebih praktis, aman juga nyaman.

Selama museum ditutup karena pandemi, Pengelola museum telah menggelar Virtual Tour Indonesian Railway Museum. Jadi orang masih bisa mengunjungi museum kereta api Ambarawa secara online.

Bagaimana TemenAip , tertarik mengunjungi Museum Kereta Api Ambarawa dan menaiki kereta api legendaris ? Sebuah pengalaman yang tidak boleh dilewatkan ! Yes akhirnya 1 bucket list naik kereta Gujes tercentang buat Saya.

Dibawah ini adalah tarif sewa Kereta Wisata Ambarawa

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog “Wisata Kabupaten Semarang di Era Adaptasi Kebiasaan Baru” 

36 comments

  1. Sejak SD sampai sekarang cuma denger kisah tentang Ambarawa, belum pernah dateng ke sana. Menarik banget itu naik kereta kayu dan bebas menghirup udara di sana. Seger pasti ya. Pemangangannya juga bagus banget. Wisata penuh informasi buat semua umur.

  2. Wah tulisan kita sama kangaip bahas tentang Museum Kereta Api Ambarawa hehe. Aku jadi pengen balik lagi kesana dan naik keretanya lagi asik banget soalnyaa hehe. Semoga pandemi ini segera berakhir yaa kang. aamiin

  3. Saya tinggal di Kota Kisaran, jauh dari Ambarawan harus naik pesawat lagi..
    Kalo tabungan udah cukup pengen juga jalan-jalan ke pulau Jawa, apalagi ke Ambarawa biar bisa wisata kereta api

  4. wow…ini sih surga buat anak-anak saya. gak nyangka pemandangannya indah dan kereta api-nya emang cantik banget. someday kalo pandemi berakhir saya rencanakan ah bawa anak-anak yang emang sukaaa banget sama kereta api ke ambarawa

  5. Berasa syuting Film perjuangan, kak Aip.
    Seneng banget, pengalaman naik kereta lawas. Dan inituh harus yag hobi sama kereta api banget yaa..biar inget nama dan seri gerbong-gerbongnya.

    Apakah masa pandemi juga melayani perjalanan wisata?

  6. Ini salah satu destinasi wisata yang belum saya kunjungi, Mas. Hanya rencana dan rencana, tapi belum terealisasi. Padahal Semarang-Ambarawa tinggal loncat aja. Hehehe. Aih, postingan Mas Aip ini makin bikin mupeng ke sana. Dzaky (anak saya, 3,5 tahun) pasti hepiii banget diajak naik kereta klasik. Terus bisa konser bareng deh, Naik kereta api tut tut tuuuuut…. siapa hendak turuuut!

  7. Lahir dan besar di Jogja, pastilah memalukan aku belum ke ambarawa biasanya cuma lewat kalo ke semarang! Akupun sempat memuaskan diri untuk nonton museum ini pas ke lawang sewu..

    Sering banget company atau sekolahan sewa gerbong sendiri ya ternyata memant better sewa rame2 …

    Seru nih kalo 120 orang jadi lbh murah ya cuma 85ribuan kLo udh kelar pandemi bisa nih ajakin keluarga untuk reunian di sana

    Macam nostalgia ke masa lalu

  8. Seumur hidup saya belum pernah naik kereta api Mas. Kepengen banget sebenarnya tapi selalu saja gak sempat. Senang sekali jika menemukan bangunan bersejarah dan museum yang dirawat dengan baik.

  9. Seumur hidup, saya baru 1X naik kereta. Waktu itu kalo gak salah tahun 2002 dsri Jakarta ke Bandung.

    Akhir tahun kemarin waktu liburan Jogja-Solo-Semarang rencana mau naik kereta kalo pindah kota, tapi akhirnya naik mobil sewa via aplikasi karena biayanya lebih murah, heheh. .

  10. Harus kayu jati ya mas sebagai bahan
    pembakarnya? Kayu lain apa ga bisa?

    Temenku pernah naik ini, dan dia posting di medsosnya. Aku udh kepengin juga tuh, bakal nyobain kalo ntr ke Semarang. Eh, malah keburu wabah. Tp udh msuk bucketlis lah. Anak2ku pasti sukaaaa, mereka paling doyan kereta api dibanding public transport yg lain:D.

  11. Aku ngiler bagian naik kereta api wisatanya. Karena belum pernah coba. Pasti rasanya seperti naik kereta api uap, seperti pengalaman masa kecilku di Bukittinggi dulu. Nah yang ini gerbongnya terbuka ya, biar bebas mata memandang panorama selama perjalanan. Melewati rawa pening juga ya rupanya. Kece banget fotonya itu, Kang

Tak Komentar Maka Tak Sayang , Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima Kasih sudah berkunjung

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.