#Aiptrip ke India Kali ini merasa special banget , karena pergi bareng sama orang tua saya. Kapan lagi bisa pergi sama-sama ya kaan ? Yang penting ibu Bapak saya senang. Mereka excited banget ingin melihat India. Yang selama ini hanya dilihat di televisi.

Apalagi Aiptrip India ini menjadi pembuka di tahun 2019. Rutenya lumayan panjang lagi. Dari Jakarta ke Singapura lalu ke New Delhi. Selepas New Delhi Kami akan ke Bangkok dulu baru pulang lagi ke Jakarta.

Kemana Saja Di India ?

Perjalanan ke India kali ini akan mengunjungi The Golden Triangle of India, alias segitiga emas Pariwisata disana. Kota yang akan kami kunjungi adalah New Delhi , Agra dan Jaipur. India itu luas banget. Butuh waktu , persiapan dan bujet yang lebih lama kalau mau mengeksplorasi semuanya. Cuman segitiga emas ini adalah rute wajib kalau mau mengunjungi India.

Ke Taj Mahal mah wajib pokoknya

Terus terang #Aiptrip kali ini tidak terlalu ambisius. Jalan santai saja sesuai kemampuan. Makanya Kita menyewa Mobil beserta supir untuk mengantarkan kami selama 8 hari di India.

Pengen sih ke Kashmir, Ladakh, Varanasi , Kerala dll. Tapi mesti memperhitungkan kondisi fisik orang tua. Kalau terlalu dipaksakan jalan ke tempat-tempat itu, harus melalui perjalanan panjang yang melelahkan. Makanya cari yang wajib-wajib aja.

Naik Apa Selama di India ?


Kami menyewa Toyota Innova dari Discover India by Car. Tinggal terima beres, uang bensin , tol, makan supir dll ditanggung sama mereka. Kita tinggal jalan aja. Paling nanti ngasi tips ke supirnya. Setiap harinya durasi Mobil Kita bisa pakai selama 8-9 jam. Cukup fair sih, supirnya juga perlu istirahat kan. Kita gak perlu mikirin supir tidur dimana, pokoknya semua serba praktis.

Toyota Innova

Sebenarnya pas googling ada pilihan tournya sih selama disana. Menarik juga, tinggal duduk manis, ikut jalan deh. Paketnya macam-macam mulai dari Golden Triangle India sampai tambahan Kashmir dll.

Kenapa gak ikut tour, pertimbangannya kalau ikut tour bareng orang lain, nanti terburu-buru. Jadinya nggak enak. Makanya mending bikin tour-tour sendiri. Biar santai ya kaan..

Jyoti Mahal

Hotel pun memilih yang variatif mulai dari lokasi sampai bintangnya. Tapi memang milih yang punya tema dan kalau bisa instagramable. Hahaa. Sejujurnya menghindari hotel bintang 5 yang mewah.  Selain rasanya hampir seragam , harganya juga lumayan Mahal. Hehehhee. Semoga hotel yang Kita pilih sesuai dengan kebutuhan dan nyaman.

Tapi tetap diriset dulu dari review-review para tamu sebelumnya. Di New Delhi , kami menginap di Jyoti Mahal Hotel, di Agra pesan di Grand Emerald dan di Jaipur menginap di Rani Mahal Hotel. Namanya udah mahal-mahal ya. Tapi sejujurnya masih masuk budget lah. Hahahaa. Lokasinya juga yang dekat pasar dan keramaian. Karena kami suka datang ke pasar tradisional. Kita bisa melihat lebih dekat kehidupan orang setempat ya kan?

Untuk Tiket Pariwisata di India tadinya mau beli online. Setiap tempat wisata punya website resminya. Tapi kok ya harus memasukkan tanggal dan jam kunjungan. Nggak jadi deh. On the spot saja. Nanti takut keburu-buru kayak marketing kejar target di akhir bulan. Kalau dilihat rata-rata Harga tiket masuk untuk orang asing senilai 600 Rupee / orangnya. Yang paling Mahal itu tiket masuk ke Taj Mahal senilai 1100 Rupee / orangnya.

Kami juga sudah menukarkan mata uang Rupiah ke Rupee. 1 Rupee kira-kira bernilai Rp 200 lah. Ternyata rada susah dapat Rupee di Jakarta. Dapetnya akhirnya di VIP Money Changer Menteng. Kalaupun gak kebagian, bawa USD aja deh. Satu hal yang harus dipastikan pas menukarkan mata uang Rupee, jangan sampai Kita dapat Rupee emisi lama. Cari yang baru. Yang lama tidak diterima disana. Kan nyebelinnya nantinya. Saya juga sudah siap kartu debit berlogo MasterCard yang bisa menarik dana di India selama ada logo MasterCard-nya. Sudah di check ke bank nya sih. Kata mereka bisa.

Tetap Online Di India

Oh ya, untuk urusan SIM card di India, setelah bertanya sana sini, baca blog sana sini. Kok jadinya stress ya. Banyak yang pengalaman aktifnya lama, ribet ngurusinnya. Akhirnya diputuskan pakai paket roaming Asia Australia saja dari Telkomsel. Kalau dilihat sekilas memang Mahal. Tapi sebenarnya masuk akal. Untuk Rp. 425.000 Kita dapat paket internet 5 GB, telepon 500 menit dan SMS 500 berlaku 30 hari di kawasan Asia & Australia.

Walaupun akan mengirit pemakaian internet, dengan mengkombinasikan dengan wifi hotel nanti. 7 hari di India semoga cukup. Berarti ga nonton YouTube dulu ya Kakaa… Lagian urusan internet penting banget buat googling ya kan.

Nggak lupa download aplikasi Uber, siapa tahu perlu. Walau di Indonesia sudah tidak beroperasi, tapi di India masih dipakai.

Saya juga sudah siap aplikasi penunjuk kiblat biar urusan ibadah jalan terus.

Check & Recheck

Dua hari sebelum berangkat saya melakukan check & Recheck. Saya print semua dokumen, mulai dari tiket, Bookingan hotel, copy paspor, print email Visa Granted ( Penting Banget Ini, kalau ga ada, ga bisa masuk , kalau mau tau cara buat E-Visa India Gratis , klik aja link nya) , saya bikin rangkap Lima. Tiga dibuat dalam map plastik dibagikan satu-satu, supaya mudah kalau diperlukan.

Kenapa sih ribet amat ? Bukannya apa-apa, kalau kenapa-napa, cadangan fotokopian akan sangat berguna. Tak lupa saya juga mencatat nomer KBRI New Delhi. Soalnya saya belum pernah sama sekali ke India. Belum kebayang kan situasinya.

Saya juga sudah check cuaca disana. Suhunya kok lumayan dingin ya ? Kalau Subuh bisa 7 derajat, siang belasan. Makanyaaa kami siap dengan baju hangat di koper. Tak lupa bawa rendang, abon, kering Tempe dan sambel takut makanan gak cukup sesuai sama Lidah. Hehehe.

Berangkat !

Garuda menuju Changi


Pada tanggal 14 Januari 2019 akhirnya saat jalan-jalan ke India tiba. Kami berangkat jam 3 pagi ke Bandara Soekarno Hatta. Karena pesawat take off jam 06:10 ke Singapura. Kami terbang dengan maskapai Garuda kesana. Ground crewnya baik banget. Tau Kita mau ke India, documents Kita di check in. Takut ada yang kurang ya kaan. Setelah semua dianggap lengkap, kami mendapatkan boarding pass langsung Jakarta – Singapura dan Singapura – New Delhi.

Jam 09:35 kami mendarat di Terminal 3 Bandaranya Changi Singapura, baru keluar langsung diarahin ama Mbak-mbak petugas, buat yang transit ke New Delhi. Kami akan berangkat di gate A9.

Tak menunggu lama, pesawat kami Jet Airways penerbangan nomor 9W066 ke New Delhi pun berangkat. Pas check in mulai berasa nuansa ke India karena rata-rata penumpang warga negara sana. Hanya kami penumpang dari Indonesia.

Tombol pramugari yang “rajin” menyala

Kalau diperhatikan pramugarinya tabah-tabah deh, penumpangnya rata-rata bawa barang lumayan banyak ke kabin. Kan report ngaturnya. Terus dikit-dikit manggil pramugari. Mana di perjalanan lumayan banyak turbulensi lagi. Safety belt harus terus dipakai. Alhamdulillah, orang tua saya masih nyaman selama perjalanan. Sekalian tidur selama ada kesempatan.

Makanan di pesawat pun sudah mulai bernuansa India dengan kari-karian. Saya pilih menu ikan. Rasanya enak. Disajikan hangat ikannya segar dengan nasi Dan chapati. Lalu ada salad kentang dan sayur dengan rempah kari dan roti manis kesenangan orang India.

6 jam perjalanan sampai juga di langit New Delhi. Saya sempat mengabadikan beberapa Foto aerial kota ini.

Aerial Delhi

Akhirnya pesawat kami mendarat di Terminal 3 Bandara Internasional Indira Gandhi. Bandaranya modern, mirip terminal 3 Soetta dikit.

Bandara international Indira Gandhi

Saat turun menginjakan kaki di tanah India pun tiba. Kami harus naik bis menuju bangunan terminal 3 untuk proses Imigrasi dan pengambilan barang.

Satu hal yang sangat terasa adalah suhunya. Kok Dingin ????? Angin yang bertiup di bandara terasa dingin banget menerpa wajah..

Duh gimana ini ? Baca kisah selanjutnya #AiptripIndia di postingan selanjutnya.

28 comments

  1. Wah, seneng ya bisa ajak orang tua jalan-jalan ke luar negeri.

    Memang kalau ajak orang tua itu harus bikin tour sendiri, jadi jalan bisa semau-maunya. Kalau capek ya istirahat, kalau kuat ya terus, tidak perlu memikirkan orang lain 🙂

  2. Benar banget, kalo mau ajak ortu jalan, apalagi yang sudah lansia, mending jalan sendiri aja. Kalau pakai tour guide pasti bakalan terburu-buru, kasihan ortu. Anyways, India destinasi impianku, nih! Mau baca-baca ini dulu dan blog post lainnya, siapa tahu nanti kesampaian ke sana

  3. Noted. Terakhir ke India cuma ke Kolkata, Sikkim, dan Darjeelong. Mupeng mau ke Delhi.
    Aku juga kalau pergi ama mamam ga pake tur, soalnya kalau pake tur mrk suka buru-buru banget krn ngejar destinasi terpenuhi. Kalau atur sendiri kan santaai, mama bisa duduk-duduk dulu kalau capek, bisa pulang ke hotel juga kalau emang ngantuk bgt siang-siang.

    Btw, antarkotanya (dari Jaipur ke Delhi) jg pake mobil itu?

  4. Sarannya mas…Saya baru hari ini apply e-visa sedangkan ticket sudah dibeli untuk besok…saat apply visa tgl kedatangan hanya bisa cantumkan paling cepat tgl 6…Apakah saya rescedule aja ticketnya?
    Terima kasih

    1. Wah, kalau apply E-visa setelah selesai pengisian .maka akan ada tulisan prosesnya 1X72 jam. Walaupun punya saya approved dibawah 24 jam .Takut beresiko deh kalau tiketnya besok. Kalau bisa direschedule sebaiknya reschedule..

  5. SELALU SUKAK CERITA BERSERI! Ditunggu lanjutannya, mas.

    Dari pertama ngetrip tahun 2013, aku bukan traveler ngoyo sih. Kalau capek ya istirahat. Kalau masih ngantuk ya bangun siang. Realita meleset dari itinerary itu sudah biasa, ahahaha.
    Doakan tahun ini aku juga bisa bawa keluarga ke luar negeri, mas.

Leave a Reply