Hello TemenAip ! Apa Kabar ? Pernah kebayang gak masa depan itu kayak apa ?

Ada beberapa hal yang Saya bayangkan bakal ada di Masa depan akan terjadi di Masa yang akan datang. Tahun depan udah 2020 lhoo.. gak kerasa kan?

Mobil terbang? Belum Ada. Teleportasi ? Belum ada juga. Lho masa depan kayak gimana ? 2019 orang masih sibuk ngurusin hoax, prank, dsb.

Tapi kemajuan teknologi udah jauh banget di berbagai bidang, terutama di bidang teknologi. Berkembangnya Artificial Intelligence akan mempengaruhi kehidupan Kita di tahun-tahun mendatang.

Contoh paling dekat, Tilang elektronik di sekitar Thamrin & Sudirman Jakarta. Polisi gak perlu memberhentikan Mobil lagi buat menilang. Tinggal pakai kamera dengan AI saja yang bisa menentukan seseorang patut ditilang. Apakah lewat marka jalan, menerobos lampu merah. Atau tidak pakai Safety Belt.

Kemarin, Ariefpokto.com merasakan banget melompat ke masa depan. Ditilang? Nggak. Pinjem mesin waktu ? I wish.

Jadi masuk ke masa depan dalam sebuah pameran Teamlab Future Park di Gandaria City Jakarta Selatan. Disana ada pameran 5 instalasi seni digital interaktif.

Kesini diajakin teman-teman blogger handal seperti missnidy.com , dianjuarsa.com, Sigit Sugiyono dan ditemani seorang teman Nidy yang bernama Nindie.

Apaan sih Future Park ini ?

Jadi Teamlab Future Park adalah pameran seni interaktif didasarkan oleh konsep Kreasi kolaborasi (co-creation) dimana anak-anak & dewasa bisa terlihat dalam pengalaman Kreatif dengan yang lain.

Jadi Kita bisa ikut aktif berkesenian dalam pameran ini. Ga cuman liat aja. Tinggal ikuti alur dan peraturan di dalam, Kita bisa menikmati seni digital interaktif ini.

Disini semuanya serba gelap, karena instalasinya menggunakan proyektor canggih. Jadi Kita dilarang bawa senter, pakai flash kamera apalagi bikin api unggun. Cuman Kita masih bisa lihat kok.. Huft..

Ada 5 bagian dari pameran ini. Dimulai dari :

Animals of Flowers, Symbiotic Lives

Memasuki pameran, Kita akan berjalan ke dalam lorong gelap. Lalu di dinding muncullah bunga-bunga yang berbentuk binatang. Mulai dari jerapah, badak, singa, burung , srigala yang tubuhnya terbuat dari aneka bunga dengan aneka warna. Bagaikan binatang & bunga yang hidup menyatu.

Mojok dengan Kangguru. Foto by Sigit Sugiyono

Para binatang ini akan berjalan pelan di dinding meninggalkan Kita. Bagus banget sih. Macam masuk Dunia Mimpi. Sempat terkesima melihat mereka. Kok bisa ya. Ekspresinya juga jelas terlihat walau badannya dari bunga.

Tips pas foto disini. Mesti dekat motretnya. Kalau dari kejauhan, Kita akan tenggelam dalam tubuh binatang berbunga. Kalau dari dekat wajah Kita akan terlihat menyatu dengan mereka.

Graffiti Nature: Lost, Immersed and Reborn

Pas masuk bagian ini, Saya melihat perbedaan dari bagian sebelumnya. Ada kaca ! Lalu di dinding, lantai, munculah aneka binatang dan tanaman dan bunga.

Bedanya dari instalasi sebelumnya. Binatang disini warnanya tidak seragam. Begitu pula dengan tanamannya.

Kalau Kita berdiam di pojokan sambil pegang dinding selama 30 detikan, maka akan muncul tanaman merambat , Makin lama makin Besar.

Disini Kita bisa ikutan berkesenian. Jadi Kita masuk ke ruang mewarnai. Ambil pilihan hewan atau tumbuhan. Setelah selesai, hasilnya di scan lalu “dilepas” ke ruangan tadi.

Pilihan gambarnya banyak mulai dari burung, kodok, buaya, kadal, kupu-kupu dan banyak lagi. Kita warnai dengan crayon yang disediakan di meja bundar.

Saya dan Sigit memilih burung, Dian memilih kodok, Nidy memilih kupu-kupu, dan Nindie memilih bunga bunga. Mungkin buar mirip Syahrini.

Tidak kontrol muka saking happy nya

Mewarnainya bebas banget. Terserah Kita mau warna apa. Yang Penting Happy!

Yang lucu disini tidak canggung mewarnai dengan crayon bersama anak kecil. Walau hasil mewarnai mereka ada yang lebih bagus dari Saya. Wkwkw.

Selesai mewarnai Gambar burung Saya, hasilnya lalu di scan sama Mbaknya. Lalu Saya dipersilahkan melihat keluar.

Gambar Saya jadi HIDUP TemenAip ! Magic ! Burung itu berjalan di lantai. Melompat. Gerakannya lucu sekali. Lalu dia terbang dari dinding ke dinding. Asyik sekali mengikutinya.

Untungnya burung saya warnanya variatif, jadi gak kesulitan mencarinya. Saya ikuti terus sampai dia menghilang. Ajaib banget ya saat gambar Kita hidup walau dalam bentuk digital.

Agak prihatin sama kodoknya Dian. Karena gerakannya cepat banget. Agak sulit mengejarnya. FYI , Kodok adalah hewan Paling dibenci Dian. Mungkin karena itu dia gerakannya kenceng banget. Kupu-kupu Nidy kecil ukurannya. Agak sulit melihatnya. Kalau bunga-bunga munculnya di pojokan.

Tips main disini, warnailah dengan warna-warna cerah dan mencolok, supaya hasilnya kelihatan. Kalau mau yang hewannya besar , pilihlah buaya, karena saat ditampilkan dia Paling gede dan gerakannya lambat.

Sliding through the Fruit Field

Masuk kesini Kita mesti lepas sepatu. Harus pakai kaus kaki biar puas mainnya. Yang gak pakai kaus kaki dikasi kesempatan 2 menit untuk main. Sementara yang pakai kaus kaki boleh main sepuasnya selama 15 menit.

Awalnya under estimate soal bagian ini. Apaan sih? Ternyata menyenangkan banget pemirsaaah. Jadi Kita naik semacam perosotan raksasa gitu, pas Kita meluncur akan muncul buah-buahan. Berasa main fruit ninja minus dipotong-potong.

Meluncur foto by Sigit Sugiyono

Seluncurnya sih paling cuman 30 detikan lah. Ga tinggi-tinggi amat. Tapi sensasi meluncur itu mengingatkan pada Masa kanak-kanak.

Apalagi di pantainya muncul aneka buah warna warni. Seru banget. Undescribable feeling kalau lirik di A whole new world mah.

Tips main disini, pakai kaos kaki. Biar gak kena limit. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya , karena yang main bukan Kita doang. Jadi harus antri dsb. Pas meluncur, teriak aja biar puas. Seru kok Gaes.

Light Ball Orchestra

Sama seperti di seluncuran buah, Kita harus pakai kaus kaki. Kalau gak dilimit jadi 2 menit. Disini Kita masuk dalam ruangan kaca dimana ada puluhan bola besar membal bercahaya yang bisa berubah warnanya jadi biru, kuning, merah, pink kalau kita tepuk-tepuk.

Dan bola-bola ini juga mengeluarkan suara lho , jadi seperti orkestra. Seru kaaan.

Cuman karena suaranya terlalu berseni, jadi sayanya kurang paham TemenAip. Kesian yah.

Akhirnya sibuk photoshoot aja sama bola warna-warni, bolanya jangan ditendang ya. Soalnya Ada yang menendang bola lalu bolanya meluncur kencang ke pengunjung yang lain. Lalu senewen kan.

Foto by Sigit Sugiyono

Seru sih main bola ini. Kebayang Masa kecil dulu. Hahaa. Apalagi bolanya berubah warna

Tips motret disini, perhatikan cahaya. Karena lighting kurang. Manfaatkan cahaya bola. Terutama pas biru. Karena kalau warna lain agak mendem deh.

Sketch Aquarium

Pas masuk kesini, waktu Kita dalam Pameran udah mau habis. Tinggal 5 menit lagi. Gak kerasa karena sibuk mewarnai, mengejar burung dan yang lama sih foto2.

Disini Kita masuk dalam ruangan seperti aquarium dimana aneka ikan dan mahluk laut berenang kesana kemari di dinding.

Konsep interaksinya sama seperti di instalasi sebelumnya. Kita mewarnai lalu melepas karya Kita dalam aquarium untuk berenang bersama yang lainnya.

Karena waktu mepet, Saya ambil gambar cumi-cumi lalu menulis Ariefpokto.com di badannya. Branding jalan terus yaa. Lumayan liat cumi-cumi menari dengan ikan, penyu dan kawan-kawannya.

Disini mata terhibur dengan Birunya air seperti dalam aquarium.

Tips moto disini perhatikan cahaya, yang Moto harus bisa mengarahkan model karena tidak semua warna bagus difoto.

Waktu Pameran

Future Park akan berlangsung sampai dengan 20 Desember 2019. Jadi ga seterusnya nih. Mesti menyempatkan waktu supaya kebagian.

Kalau mau kesini Kita gak bisa sembarangan dan berlama-lama. Karena pas beli tiket, Kita harus memilih slot waktu dan waktu kunjungannya selama 90 menit.

Future Park Jakarta ini masuk dalam Top 10 Must See Art Gallery lho selain the Art Gallery of New South Wales, Sydney; Art Gallery of South Australia, Adelaide; Asian Art Museum, San Francisco; Asia Society Museum, New York; Borusan Contemporary Art Collection, Istanbul; National Gallery of Victoria, Melbourne; and Amos Rex of Helsinki, Finland.

Pastikan datang ya sebelum tutup.

Tiket Masuk

Masuk ke dalam Pameran ini Kita bisa membeli tiket secara online maupun off line. Kalau mau offline ada di Gancit lantai 1 dekat labunya Yayoi Kosama. Kalau mau beli online disini ya.

Pas beli tiket Kita harus menentukan waktu kedatangan, jadi Kita hanya datang sesuai dengan waktu yang telah dipilih. Tidak bisa ditukar atau di refund. Jadi harus hati-hati ya.

Soalnya tiketnya Mahal. Harga tiket regular tidak pakai CC/ Kartu Debit BCA Rp. 150.000 untuk weekdays. Dan Rp. 175.000 untuk jumat, sabtu dan minggu serta hari libur Nasional. Ini belum termasuk pajak & biaya administrasi lho.

Kalau pakai CC / Kartu Debit BCA weekdays Rp. 135.000 dan jumat, Sabtu, Minggu serta hari libur nasional Rp. 150.000.

Kami datang hari jumat dan pakai CC BCA, dengan pajak & administrasi harga total dari Rp.150.000 menjadi Rp. 180.000.

Lumayan Kan ? Tapi sepadan sih dengan pengalamannya. Yuk Main ke Teamlab Future Park di Gandaria City , Jakarta

Tips

  1. Jangan bawa barang banyak-banyak, berat. Penutupan barang hanya di seluncuran buah sama orkestra Bola. Itupun sementara
  2. Ajak temen buat motoin. Sungguhlah selfie disini kurang sukses.
  3. Foto & video disini ga boleh pakai flash, jadi pandai-pandai memanfaatkan cahaya.
  4. Gak boleh makan dan minum
  5. Manfaatkan waktu 90 menit sebaik-baiknya karena ga kerasa beneran pas didalam
  6. Bawa kaus kaki.
  7. Iqra , baca dulu peraturannya. Biar ga kikuk di dalam
  8. Have fun. Jangan jaim. Nikmati pengalamannya.

11 comments

  1. Mas mau tanya kok orang2 banyak yg tulis harga tiket weekendnya 175ribu. Yg betul kalau pake debit BCA 175 atau bisa lebih mas?

    Saya mau kesana bulan depan tapi bingung harganya

    1. Iya. Terus terang Saya ga begitu paham senin tapi lebih apresiasi saat seninya interaktif gini. Jadi bisa ikut partisipasi & menikmati. Makasih sudah mampir

Leave a Reply