Hello TemenAIp ! Apa Kabar ? Kapan terakhir melihat Ikan laut berenang kesana kemari, dalam air yang biru. Aneka warna memukau mata. Saya sempat terpesona melihat Giant Manta di perairan biru Labuan Bajo, sempat melihat penangkaran penyu di Ujung Genteng, Pulau Pramuka, Bali, Sumbawa, dan banyak lagi. Senang banget bisa melihat keindahan aneka biota laut di Pulau menjangan , Kepulauan Seribu, Banyuwangi , dan banyak lagi. Saya merasa beruntung sebagai travel blogger bisa bepergian ke banyak tempat di Indonesia untuk melihat keindahan alam bawah laut Indonesia.

Tapi ada satu kenangan yang takkan terlupakan seumur hidup , pengalaman masuk ke dunia bawah laut pertama kali saat kecil dulu. Saat itu belum bisa melihat mereka langsung selain hanya di layer televisi ataupun di pasar. Melihat ikan-ikan itu tergeletak di meja pedagang saja membuat hati jadi tertarik. Tapi saat melihat ikan-ikan ini hidup berseliweran lewat dalam aquarium besar di Sea World Ancol membuat rasa ketertarikan itu semakin besaar. Maha besar kuasa Tuhan menciptakan mahluk hidup di dunia ini.

Hari ini Saya Bersama teman-teman kembali berkunjung ke Sea World Ancol. Tempatnya masih seperti dulu , tapi penghuni dan atraksinya banyak yang sudah bertambah

Memasuki Seaworld Indonesia seakan memberikan kesejukan tersendiri. Yaiyalah, di luar panas banget padahal baru jam 10.00 , tapi maklum kan emang di pantai. Sementara itu di Seaworld karena indoor, otomatis dingin  karena ber-AC. Suejuk…

Setelah mengurus tiket dan dipersilakan masuk, saya langsung terpesona melihat aquarium air tawar berisi aneka macam ikan. Tapi ada sejenis ikan yang langsung bikin saya tertarik. Ikan Dewa !! Alias Tombro, Tor yang langka dan bernilai ekonomis tinggi.

Tapi hari itu, saya datang untuk melihat sebuah acara khusus. Bergegas ke Aquarium besar lain yang ada di Seaworld Indonesia.

Melihat Live Feeding Shark:Face to Face With Shark. Lokasinya berada di Sharkquarium , sebuah aquarium khusus hiu dengan kapasitas 900 kubik. Aquariumnya megah, dan terlihat kosong apabila dibandingkan dengan aquarium yang lain.

            Beberapa ikan hiu sirip hitam atau black tip berenang dengan bebas kesana kemari di air yang biru. Sementara seekor Hiu Kepala Martil lebih suka berenang di atas permukaan. Tenang sekali tampaknya.

Face To Face With Shark

Okay , sebelum cerita ada beberapa info yang dikemukakan oleh Bapak Rika Sudranto, Vice President Seaworld Ancol : Live Feeding Shark.

Ada pertanyaan : “ Lebih Bahaya mana ? Hiu atau manusia ?” Jawaban saya, “ Manusia dong” , jumlah kematian manusia oleh serangan hiu sangat kecil dibanding dengan pembunuhan hiu oleh manusia.  

Menurut Pak Rika Hampir lebih dari 100 juta ekor setiap tahunnya hiu dibantai oleh manusia. Bayangkan. Dan kebanyakan hiu itu dibunuh untuk diambil siripnya, sementara kandungan gizinya tidak sebaik yang digembar-gemborkan. Pembantaian hiu juga dipastikan mengganggu ekosistem laut, karena posisi hiu sebagai predator puncak rantai makanan.

Faktanya, terdapat sekitar 500 jenis hiu di dunia dan tercatat yang ganas hanya ada 32 jenis. Dan yang dilaporkan menyerang manusia ada 4 jenis.

Cuman sedihnya Hiu dicap sebagai binatang ganas yang memangsa manusia. Padahal, jika dilihat perbandingannya justru ikan hiu lebih banyak dibunuh manusia untuk diambil siripnya.

Ikan Hiu juga biasanya tidak akan menyerang kecuali kalau diprovokasi.

Nah, Live Feeding Shark ini diadakan untuk memberikan pengetahuan soal hiu dan memberikan pengalaman melihat hiu dari dekat kepada masyarakat supaya kita lebih mengapresiasi keberadaan mereka sebagai hewan yang perlu dilestarikan.

Di Live Feeding Shark: Face to Face Kita bisa melihat sendiri secara langsung aksi penyelam profesional Ancol saat memberi makan ikan hiu di dalam Sharkuarium, tanpa menggunakan kerangka pengaman.

Ini pertama di Indonesia dan kedua di dunia. Yang pertama di Florida, Amerika Serikat. Menggunakan Sharksuit khusus seberat 15 kilogram, penyelam professional yang sudah melalui banyak latihan dan persiapan akan memberi makan para hiu menggunakan tongkat.

Sharksuit nya didesain secara khusus dari stainless steel yang dijalin sedemikian rupa untuk keamanan penyelamnya. Seorang penyelam lagi bersiap berjaga-jaga apabila ada hal yang tidak diinginkan.

Di dalam sini ada 25 ekor  ikan hiu beragam jenis. Ada seekor Hiu Kepala Martil,  8 ekor  ikan hiu Butho, 8 ekor Hiu sirip hitam, , 4 ikan hiu leopard dan seekor pari  barongsai. Jenis Hiu ini juga mewakili hiu yang pelagis, ada juga yang tinggalnya di dasar lautan.

Ikan-ikan Hiu ini tergolong ikan yang ganas.Oleh karena itu harus berhati-hati. Karena mereka tetap hewan liar. Hiu Kepala Martil ada di urutan nomor 6 , Hiu Sirip hitam dan Giant Nurse Shark alias Hiu Buto termasuk di dalam kategori ini.

Penyelam turun ke dalam Sharkuarium membawa seember makanan seberat 5-7 kilogram. Secara perlahan bergerak ke bagian tengah. Lalu mulai memberikan makan memakai sebuah tongkat. Awalnya ikan hiu masih ragu-ragu memakannya. Diawali hiu yang lebih jinak seperti Leopard, lalu perlahan ikan hiu lain mulai ikut makan.

Hiu akan semakin agresif saat disodorkan makanan karena muncul rasa penasaran karena bau amis yang ditimbulkan oleh makanan yang dibawa penyelam.

Setelah berapa lama , makanan pun di keluarkan di dasar Sharquarium dan para ikan Hiu langsung makan.

Sebenarnya sang penyelam sempat tergigit jarinya oleh ikan hiu, tapi karena memakai Shark Suit jadinya aman. Seperti kejepit pintu katanya. Selama SOP dijalankan, terutama bagian keamanan, pertunjukan ini dijamin aman.

Menarik juga melihat ikan Hiu makan, membuat kita semakin menghormati mereka di alam. Semoga kita bisa melestarikan mereka dengan banyak cara. Tidak mengkonsumsi ikan hiu, apalagi siripnya. Karena banyak Hiu dipanen dengan cara diambil siripnya lalu dibiarkan mati perlahan karena siripnya tidak ada lagi. Semoga masyarakat juga semakin paham posisi Hiu sebagai puncak mata rantai makanan di laut. Ketika hiu berkurang otomatis rantai makanan dan ekosistem akan terganggu.

Kalau mau belajar dan melihat langsung 25 ekor ikan hiu makan dan hidup, silakan datang ke Seaworld Ancol. Setiap harinya ada Live Feeding Shark pada jam 14:30 WIB .

Check Social Media Seaworld Indonesia untuk promosi, karena banyak promosi yang ditawarkan.

versi video lebih panjang

16 comments

  1. Rasanya sudah lama ga bertandang ke sea world pasti udah banyak banget perubahan. Bicara soal hiu malah keingetan waktu di Banyuwangi yang ada ga berani turun, hahaha padahal hiu-hiunya keliatan lucu tapi malah parno aja bawaannya

  2. Kemarin juga aku ikutan nonton langsung Mas, ngebayangin pas penyelam kegigit ibu jarinya itu huhuhu. Tapi bajunya memang aman sih ya, sharksuit
    Dan aku rencana ajakin anak-anak ke sana biar bisa lihat sendiri hiu diikasihmakan langsung oleh para penyelam

  3. Wah keren banget ini
    Wahana baru di Sea world ya
    Aku terakhir ke sea world udah 7 tahun lalu deh. Udah lama sekali
    Itu keren ya penyelamnya, pemberani

  4. jadi buka youtubenya deh. Iya, jawabannya pas tuh, manusia bisa lebih membahayakan daripada hiu. Hiu lebih banyak disantap manusia, daripada manusia disantap hiu. Semoga dua makhluk tidak perlu saling santap-menyantap lagi

  5. Mendebarkan ya liat atraksi ini, Hiu memang indah dan gagah, sedih banget pas teman pamerin foto sup hiu huhu Masih banyak bahan makanan lain yang enak..mengapa harus hiu juga disantap..

  6. Mampir ke tulisan ini, jadi teringat pengalaman dibuatkan sup ikan hiu (yang hiunya masih kecil pula) waktu main ke Pantai Parangtritis. Jadi merasa bersalah sampai sekarang. Padahal Hiu perlu dijaga banget keberadaannya, sebab merupakan rantai makanan puncak di lautan.

Leave a Reply