Hai TemenAip ? Kaget ya baca judulnya ? Lha yang nulis aja kaget. Gregetan. Hahaha. Tapi pemikiran ini sudah lama ada di kepala.

Bukannya mesti keliling Indonesia gak sih ? Malah disuruh keluar negeri. Jawabannya adalah ya dan tidak.

Iya karena rugi banget Kita punya negeri seindah ini tapi gak didatangi. Jawaban tidak karena ada beberapa alasan tertentu, kenapa kalau ada rejeki dan kesempatan kita harus berkunjung ke luar negeri !

Alasan Kenapa Harus Main Ke Luar Negeri

Ada beberapa alasan kenapa harus traveling ke luar negeri. Mungkin tidak sesuai dengan pemikiran #TemenAip , bisa juga setuju, Tapi namanya ide kenapa tidak dikemukakan ya nggak ? Alasan-alasan ini yang membuat saya pergi atau kepikiran traveling ke negara lain.

Dulu, di Moscow

Membuka Wawasan

Yaelah, klise banget alasannya. Tapi ya emang gitu. Hidup dan traveling di Indonesia walaupun bepergian ke daerah lain juga membuka wawasan, tapi berbeda saat kita pergi ke luar negeri, dimana kita berurusan dengan surat perjalanan seperti paspor , visa, dsb. Kita juga membuka pikiran kita terhadap hukum dan kebiasaan negara lain. Belum bahasa asing.

Kita bisa melihat orang dari bangsa lain hidup dengan budaya yang sama sekali berbeda. Yang lucu adalah saat saya mengunjungi Kota Kuching di Serawak Malaysia, cukup terkejut saat sadar bahwa di pulau yang sama, kondisi perkotaanya jauh berbeda. Kuching sangat rapi dan bersih dibandingkan Pontianak, kota keberangkatan Saya waktu itu. Perjalanan 16 jam naik Damri melewati jalanan jelek dan hutan belantara, pakai adegan mogok, dorong bus segala, memberikan kontras dengan kondisi Kota negara tetangga kita.

Atau saat menemukan kuliner muslim di Bangkok. Walau sesama muslim, tapi waktu itu penjaga warungnya sulit berbahasa Inggris, jadi pakai bahasa tubuh plus sedikit-sedikit bahasa Arab. Menarik sekalli bahwa kadang kendala bahasa bisa teratasi dengan bahasa Tarzan. Sama seperti saat umroh di Mekah banyak pedagang Arab yang bisa bernegoisasi pakai bahasa Indonesia. Mungkin karena jamaah kita mendominasi setiap tahunnya, jadi mereka lekas beradaptasi.

Di Pra Sumen Fort , Pinggir Chao Praya

Yang menarik lagi adalah betapa berbedanya hidup di Singapura dan traveling di Singapura. Nuansanya jauh berbeda saat saya tinggal disana selama 3 mingguan dengan suasana jalan-jalan yang durasinya hanya 2-3 hari saja. Kalau mau full experience membuka wawasan , otomatis kita juga harus membuka diri terhadap budaya negara lain kan. Dimana langit dijunjung , disitu bumi dipijak. Kita bisa merasakan rasanya hidup di negara lain. Menarik lho. Walaupun beda bangsa, tapi sebagai manusia, pasti aja ada kesamaan. Menarik juga memperhatikan bagaimana orang negara lain hidup.

Mencari Yang Gak Ada di Indonesia

Simple kan, gak semua hal ada di Indonesia. Walaupun negara kita kaya akan budaya, alam yang indah, kuliner, dsb. Masih banyak hal lain yang tidak kita miliki di negara ini.

Mungkin theme park seperti Universal Studios seperti di Singapura, Amerika Serikat, dsb atau Legoland seperti di Malaysia , atau Wizarding World of harry Potter seperti di Jepang maupun Inggris. Sayangnya di Indonesia tidak ada Universal Studios, Disneyland. Tapi ada Dufan sih, seru juga. Hehehe. Tapi namanya kepengen merasakan pengalaman baru, naik aneka wahana di Universal Studios kayak Jurrasic Park ini seru pisan TemenAip.

Atau melihat keindahan alam negara lain yang pastinya berbeda seperti di Indonesia, seperti gunung bersalju, padang savana, padang pasir , gurun, pantai, dan sebagainya.

Bisa juga melihat arsitektur , monumen atau tempat budaya lain yang memesona . menakjubkan sekali hasil karya orang negara lain , mulai dari bangunan dari beberapa abad yang lalu, sampai bangunan canggih terbaru, menjulang tinggi menggapai angkasa. Sampai terpukau melihatnya, seperti pengalaman saya di video dibawah ini, tonton ya

Salah satu alasan kuat Aiptrip Ke India adalah karena ibu saya ingin melihat lokasi pembuatan film/sinetron India yang seing ditonton beliau di televisi. Sewaktu Kami berkunnjung ke Fatekhpur Sikri, sebuah situs kompleks kerajaan Mughal, Ibu saya yang paling paham sejarah Jodha Akbar, salah satu permaisuri Raja. Beliau sangat tersentuh melihat istana Jodha dan nyambung sekali dengan tour guide kami. Semacam mimpi jadi nyata. Haruslah pergi ke India TemenAip !

Alasan lain yang gak ada di indonesia pengen melihat gimana anak sekolah di Eropa, gimana cara pembuatan tembikar langsung di China. Boleh-boleh aja sih. Banyak juga sih hal yang gak ada di Indonesia ya. Tapi bukan berarti mengecilkan Indonesia, hanya dunia ini luas banget banyak jenis dan macamnya. Sayang kalau kita membatasi diri untuk tidak mengeksplorenya.

Seafood Murah di Khaosan Road Bangkok

Perkara kuliner pun menjadi salah satu alasan ke luar negeri. Rasa otentik di negara asalnya pasti akan lebih enak dibandingkan di restoran yang ada di Indonesia. Selain bahan baku dan bumbunya segar , juga atmosfer saat Kita menikmati makanannya. Dan dimasak oleh juru masak yang paling paham soal makanan tersebut, karena memang sudah keahliannya.

Nyobain Paha Kalkun Di Universal Studios

Bikin Kangen Tanah Air & Menghargai Negeri Sendiri

Ketika bepergian ke negara lain, otomatis kita akan membandingkan dengan kondisi negara Kita sendiri. Pas saya Aiptrip ke India misalnya. Ya Tuhan , Indonesia mah mendingan banget, di India kondisinya lumayan semrawut dan kotor buat banyak orang. Atau misalnya saat ke Rusia, pas awal summer aja dinginnya minta ampun. Pas dini hari udah 8 C aja gitu. Cuaca di negara lain bisa ekstrem dari panas banget ke dingin banget.Masih mendingan cuaca di tanah air yang hampir merata sepanjang tahun. Ya, ada musim hujan atau kemarau sih, tapi secara keseluruhan amat nyaman lah. Semacet-macetnya Jakarta, ternyata masih ada Kota yang lebih parah macetnya, seperti di Beijing, New Delhi. Transportasi kita juga udah lumayan bagus dibanding negara lain. Kereta Api kita on time, nyaman, Kapal laut di kita juga banyak, pilihan transportasi lain juga OK lah.

Traveling ke luar negeri , selain membuka wawasan , menambah ilmu, juga memberikan kita perasaan lain. Kangen sama Tanah Air. Kalau di Indonesia melulu gak akan kerasa deh. Tapi kalau bepergian ke luar negeri, rasa itu akan semakin menguat seiring dengan durasi kepergian kita.

Mungkin awalnya kangen orang tua, anak, sanak saudara yang ditinggalkan. Lalu mulai bertambah dengan kangen makanan Indonesia, walaupun bekal rendang, Indomie, Sambal, Bon Cabe dkk, tapi kangen makanan Indonesia pasti muncul. Kalau di negeri sendiri mau apa-apa kan gampang, harganya murah pula.

Duh Maskaan Sunda mah Juara

Di Indonesia , kita sudah terbiasa banyak hal, mulai dari faktor bahasa ( pening juga berbahasa asing terus ) , gaya hidup pun tak perlu menyesuaikan. Kalau muslim mungkin akan kangen mesjid yang banyak tersebar di negeri ini. Kita juga bakal kangen dengan kemudahan memakai ojek online, kangen dengan lingkungan rumah kita yang nyaman. Kangen dengan ramah tamah khas Indonesia. Orang Indonesia itu paling juara menurut saya soal ramah tamah. Di negara lain keramahan bisa jadi hal mewah lho. Disini, kalau berkunjung kemana-mana, keramahan khas Indonesia masih menjadi hal biasa.

Dan satu lagi perasaan yang amat kuat adalah perasaan “BERADA DI RUMAH”. Duh ini adalah perasaan paling kuat pas pulang dari perjalanan. Dulu saat ngamen sebulanan keliling Eropa, rasa ini paling dicari. Kenyamanan dan keamanan berada di negeri sendiri. Paling ingat pas leg terakhir, setelah penerbangan dari Schipol ke Changi, gembira banget rasanya saat penerbangan ke Jakarta memakai Garuda. Berasa di rumahnya. Sambutan pramugari dan pramugara penuh senyum hangat Indonesia membuat hati berbunga-bunga saat naik ke pesawat. Makan hidangan ala Indonesia yang disuguhkan membikin hati senang , senyum mengembang, karena Garuda adalah representasi rumah.

Indahnya Labuan Bajo , Shot by Peekholidays.com

Dan yang pasti Indonesia itu alamnya indah banget, kaya akan budaya, terdengar klise tapi emang betul deh. Indonesia itu keren banget !! Unik tak ada duanya.

Beruntung banget kita jadi orang Indonesia.

Seindah-indahnya negeri orang, udah paling indah negeri kita sendiri, Indonesia. Dengan pergi ke luar negeri, bagi saya bisa menambah kecintaan pada negeri sendiri, karena Saya Orang Indonesia, lahir, besar, hidup dan mungkin nanti meninggal disini. Sejauh-jauhnya saya pergi, selalu ada perasaan ingin pulang ke Indonesia.

Semakin sadar akan kekurangan dan kelebihan negeri kita sendiri juga membuat kita cinta dengan Indonesia. Jadi tidak ada salahnya sesekali kita traveling ke luar negeri kan. Banyak manfaatnya dan bisa membuat lebih cinta pada tanah air…

26 comments

  1. ah setuju pisan atuuuh kang..komo aku mah udah ngerencanain berbagai cara buat bisa ke luar negeri, qodarullah belum Allah kasih kesempatannya buat mengunjungi luar negeri, tp insya Allah suatu hari nanti pasti ke luar negeri 🙂

  2. Wah, saya juga suka ke luar negeri untuk mendapatkan pengalaman dan melihat keanekaragaman. Tapi yang pasti, kita akan selalu merasa nyaman dinegeri sendiri. Minimal akan rindu makanan Indonesia jika ke luar negeri.

  3. Dari traveling ke luar negeri bisa dapat gambaran dan hal yang positif yang bisa diterapkan saat pulang ke negeri sendiri. Cuma pengannya sih tetep, daku keliling semua pulau di Indonesia dulu aja

  4. Keren nih, Mas. Dan bener juga sih, makin mencintai Indonesia ya. Ya, aku pernah mau otewe LN, dan sudah di rencanakan, eh pas mau berangkat gak jadi, karena bentrok sama jadwal kegiatan lain yang lebih penting.

    Next, semoga kedepan bisa seperti mas Arief nih, bisa jalan-jalan ke LN.

  5. Bang Aip kereeeen
    Udah banyak menjelajah ke negeri orang. Ga cuma pengalaman, kabarnya justru dengan sering pelesiran ke luar bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air karena kerinduan akan Bangsa sendiri kian bertambah

  6. Aku baper dong baca ini
    Aku khan belum pernah ke luar negeri hiks
    Tapi memang ya, makin jauh kita berjalan, kerinduan untuk pulang ke kampung halaman dengan segala kehangatan suasananya akan semakin melesak-lesak di ruang hati

  7. Setuju deh sama KangAip!
    Banyak banget pelajaran dan pengalaman yang kita dapatkan setelah traveling ke luar negeri dan semua itu bisa kita terapkan di Indoensia. Setidaknya dari diri kita sendiri yaa kang 🙂

  8. aih keren kang aip udah kemana2. kalo pengalamanku selama kukurilingan nomaden di beberapa propinsi di indonesia adalah semakin cinta dan kangen sama jawa barat 😀

    inget waktu umroh n jalan2 ke turki tahun lalu. baru beberapa jam nginjek istanbul, jamaah udah pada ngeluh pengen makan bakso, cilok, cuanki ahahah

  9. Saya inget waktu saya berada di Australia selama beberapa minggu. Kangen sih enggak sama Indonesia, karena saya enjoy dengan pengalaman baru. Tapi jujur aja, saya nggak kepingin ganti kewarganegaraan menjadi warga negara Aussie. Sebab ketika lagi keliling negara sana itu, saya baru nyadar bahwa berada di negara sendiri terasa jauh lebih nyaman. Memang betul kok, setelah lama keliling negara lain, pasti ngerasa lebih enak di rumah sendiri.

  10. Keren sekali tulisannya, Mas Arief.
    Ini ibaratnya, maiinlah ke rumah teman, agar lebih bersyukur dengan rumah sendiri ya, Mas hehehe.
    Dan memang, ke luar negeri memang perlu juga, jadi kita bisa belajar banyak hal. Dan paling penting, memang tidak semua apa yang kita ingin tahu, apa yang ingin kita lihat, dan apa yang ingin kita rasakan, ada di Indonesia.

  11. Ciee kang aip dari muda udah sering bolak balik luar negeri yaah kereen hehe. Eh tapi aku setuju banget sih kang, kemana pun kita pergi termasuk luar negeri, kita tetap harus ingat Indonesia dengan segala ke indahanyaa 🙂

  12. Setuju, kak! Banyak manfaatnya. Gue pas pertama kali ke luar negeri tu ke Singapore. GAGU! Gak bisa ngomong bahasa Inggris padahal dulu udah les T.T Tapi next tripnya jadi memberanikan diri ngomong bahasa Inggris. Bahkan pas ke Korea gue sampai belajar baca tulisan hangeul dulu. Nambah ilmu ye kan.

Leave a Reply