Sebagai pengguna transportasi umum di Jakarta selama beberapa dekade, Saya amat bersyukur bisa menikmati fasilitas transportasi saat ini.

Apabila mengingat kembali ke tahun 90-an sampai dengan tahun 2000-an, kondisi transportasi Kita amatlah jauh dibanding sekarang.

Saya masih ingat beberapa peristiwa yang hampir merenggut nyawa, dan ini kemungkinan terjadi setiap hari saat orang berkomuter dalam kehidupan sehari-hari.

Teringat dulu saya les berbagai mata pelajaran di sekitar Cideng, sementara rumah di Matraman. Salah satu transportasi andalan waktu itu adalah Bis P 12 yang melayani rute ke area Harmoni dan sekitarnya. Permasalahannya , bis ini hampir dipastikan selalu penuh di jam saya bepergian. Otomatis saya hamper tidak pernah mendapatkan tempat duduk.

Bergelantungan saja di pintu Bis, karena isinya sudah padat. Setengah badan di dalam bis, setengahnya lagi di luar. Dipikir-pikir, cukup nekad juga tindakan saya. Tapi yang penting sampai tujuan. Tidak nyaman, dan kurang aman kurang diperhatikan. Padahal kalau keserempet kendaraan lain masih sangat mungkin.

ilustrasi , foto dari IDN TImes

Saya juga pernah mengalami kejadian buruk hampir merenggut nyawa. Saya ingat saat itu sore hari, hujan deras. Saya berada di atas Kopaja yang akan menurunkan penumpangnya di depan Taman Ismail Marzuki , bergelantungan dengan badan setengah di luar bis. Karena berdesakan, pegangan saya lepas, dan sayapun terjatuh ke jalan raya. Untung saja badan tidak terlindas bis. Hanya saja tangan keseleo dan meninggalkan kenangan buruk naik Kopaja.

Saya juga sempat mengalami betapa tidak nyamannya naik kereta api. Baik kereta jarak dekat maupun jarak jauh. Kereta jaman dulu masuk dalam stasiunnya saja sudah sumpek. Banyak orang, selain penumpang, banyak juga pedagang asongan dan pihak tidak berkepentingan lainnya. Membuat suasana kadang kacau. Karena naik ke atas kereta saja sudah susah harus melewati lautan manusia di stasiun . Belum jadwalnya kadang suka terlambat.

Bukan itu saja, kalau naik kereta ekonomi, sering saya berbagi tempat dengan sayuran, ayam, burung di tengah sempitnya gerbong kereta karena isinya terlalu padat. Jangan ditanya soal panasnya. Sumuk kalau kata orang Jawa.

Kondisi kelas bisnis pun kadang tidak lebih baik. Masih lekat dalam ingatan beberapa kali naik Kereta Api Parahyangan tujuan Bandung,  tidak dapat tempat duduk, akhirnya menyewa bantal dan duduk di sebelah toilet.  Sedih ya, padahal kelas bisnis.

Alhamdulilah zaman sudah berubah, Sistem transportasi di Jakarta khususnya dan Indonesia umumnya sudah maju dan menjadi semakin aman, nyaman dan pastinya faktor keselamatan jadi yang utama.

Selain itu kemajuannya tidak hanya itu saja, tapi juga terjadi peningkatan kualitas SDM , sistem dan juga ketersediaan pilihan transportasi di Jakarta.

Permasalahan transportasi di Jakarta rumit dan banyak faktor penentunya. Bayangkan jutaan penumpang lalu lalang di Ibukota setiap harinya. Selain itu harus menghubungkan dengan daerah perifer seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.  Akan tetapi dengan kemajuan dan banyaknya pilihan transportasi , membuat para penumpang bisa melakukan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.

Jakarta sekarang sudah punya moda transportasi yang terintegrasi. Kita bisa dengan mudah bepergian dan berganti moda transportasi sesuai dengan tujuan. Dari Trans Jakarta, kita bisa beralih ke MRT, LRT, Commuter Line, Kereta Bandara dan sebagainya. Prosesnya masih panjang untuk mencapai kesempurnaan. Tapi arahnya sudah benar menurut Saya.

Trans Jakarta

Jakarta sekarang punya Trans Jakarta , sistem transportasi massal yang kini menjadi andalan jutaan penumpang tiap harinya. Selain murah, TJ juga mencapai banyak daerah. Bayangkan dengan tarif Rp.3500,- kita bisa pergi ke berbagai wilayah di Jakarta. Bisnya nyaman, ber AC, jadi perjalanan menjadi semakin nyaman, aman dan menyenangkan. Untuk keselamatan para penumpang wanita, bagian depan TJ dikhususkan bagi kaum hawa. Karena

Untuk keperluan pariwisata juga ada armada Trans Jakarta yang melayani rute-rute wisata di Kota Jakarta. Para penumpang bisa naik di beberapa titik yang tersebar di Kota Jakarta seperti di Balai Kota, Mesjid Istiqlal dan lain-lain. Yang menyenangkan, layanan ini gratis lho.

Trans Jabodetabek

Senyum manis sebelum naik Bus

Bagi penumpang yang biasa bepergian antara Jakarta dan Bekasi, sudah ada solusi terbaik. Ada bis Transjabodetabek premium ke Bekasi yang menyenangkan , nyaman sekali bis premiumnya. cukup tepat waktu, irit, bisa berkurang tingkat stress akibat kemacetan, praktis banget. Yang pasti bakal meningkatkan kualitas hidup lah. Hidup berkomuter Bekasi-Jakarta bisa lebih mudah karena naik Bus Transjabodetabek premium ini

Commuter Line

Bayangkan setiap harinya Commuter Line melayani 1 juta penumpang ! Jakarta sebagai Kota yang amat padat beruntung punya Commuter Line. Kehadirannya  benar-benar membantu pergerakan masyarakat Jabodetabek setiap harinya. Keretanya juga nyaman, ber AC, ada kursi prioritas untuk lansia, ibu hamil, dan demi keamanan ada gerbong khusus wanita.

MRT

Salah satu moda transportasi kebanggaan kita adalah Ratangga, MRT yang melayani para penumpang mulai dari Stasiun Bunderan HI sampai dengan Lebak Bulus. MRT Kita tidak kalah dengan punya negara maju.

Bayangkan jarak tempuh dari Bunderan HI ke Lebak Bulus sekarang di bawah satu jam. Cepat sekali.

LRT

Kereta baru ini akan menjadi primadona setelah semua sistemnya selesai dibangun. Kenapa, karena akan menjadi transportasi cepat yang menghubungkan daerah yang belum terjangkau seperti Cibubur.

Saat ini LRT sudah beroperasi melayani jurusan Rawamangun – Pegangsaan 2. Dengan harga tiket yang ekonomis, Kita bisa naik LRT yang nyaman, dingin, karena ber AC juga terintegrasi dengan moda transportasi lainnya seperti Trans Jakarta. Bepergian menjadi lebih mudah.

Kereta Bandara

Sekarang kita punya Kereta Bandara, sebuah layanan khusus bepergian ke bandara. Dengan jarak tempuh tak kurang dari satu jam, kita bisa sampai di bandara Soekarno Hatta tanpa kena macet. Keretanya pun nyaman sekali, ber AC, tempat duduknya premium. Kita tinggal duduk manis, lalu sampai di bandara. Dilanjutkan dengan Kereta Api Layang dimana kita bisa naik menuju terminal ang kita tuju. Serba praktis dan nyaman.

JA Connexion

Bandara Soekarno-Hatta adalah bandara tersibuk ke 18 di dunia dengan 55 juta penumpang per tahunnya.  Otomatis arus penumpang dari bandara ke kota Jakarta dan sekitarnya padat banget. Walaupun sudah dilayani oleh Damri dan beberapa bis lain, tapi kapasitasnya belum mencukupi kebutuhan dari penumpang yang Itulah mengapa dibuat JA Connexion, sebuah sistem transportasi baru untuk mendukung kelancaran lalu lintas dari Airport Soekarno-Hatta ke wilayah Jabodetabek. 

Dengan bis yang nyaman, armadanya membantu mengantarkan para penumpang dari dan tujuan ke bandara ke berbagai tempat di wilayah Jabodetabek.

Pengalaman Soal Keselamatan

Salah Satu pengalaman yang saya alami sendiri soal keselamatan penumpang yang semakin diperhatikan adalah saat saya akan bepergian ke Pulau Seribu. Saat itu , Saya dan beberapa teman naik kapal kayu dari dermaga Muara Angke. Jadwal keberangkatan pukul 07.00 ditunda karena menunggu gelombang besar di perairan Teluk Jakarta mereda. Kami akhirnya menunggu sampai diperbolehkan berangkat oleh Syahbandar pada pukul 10.00. Semua penumpang sudah duduk di bangku masing-masing memakai jaket keselamatan. Pada saat it uterus terang saya kesal karena keberangkatan terlambat. Tapi setelah dipikir lagi, Keselamatan itu Amat Penting. Buat apa cepat tapi akhirnya terkena bencana. Perjalanan Kami ditempuh dalam waktu 3 jam, dan memang gelombang lebih besar daripada biasanya. Kebayang kalau kapal bersikukuh berangkat saat gelombang besar.

Secara perlahan tapi pasti , sistem transportasi umum untuk perjalanan di Jakarta dan wilayah sekitarnya semakin bagus. Saatnya kita beralih menggunakan kendaran umum , karena banyak keunggulannya , lebih cepat dan berpartisipasi mengurangi kemacetan secara langsung.

Untuk saat ini itu yang bisa kita lakukan. Selain itu kita juga bisa mendukung dan mendoakan proses pembangunan moda transportasi umum di Jakarta. Karena nanti kita sebagai penumpang yang akan diuntungkan dengan terintegrasinya sistem transportasi di Jabodetabek.

Saya amat bersyukur KESELAMATAN, KEAMANAN, KENYAMANAN TRANSPORTASI JAKARTA SAAT INI benar-benar mengalami kemajuan. Kita bisa bepergian dengan transportasi umum tanpa was-was, dalam keadaan nyaman, dan yang pasti dengan biaya yang lebih ekonomis.

Kalau dibilang sudah sempurna, belum, tapi saya optimis dengan kemajuan yang ada. Dan yang pasti Jakarta bisa menjadi kebanggaan Kita semua di bidang transportasi. Untuk informasi lebih mendalam soal transportasi silakan klik website Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, ikuti juga social media-nya di bawah ini

26 comments

  1. Ah iya juga yaa,,
    Dulu pake moda transportasi umum, yang dalam pikiran adalah ‘yang penting cepat sampai’,
    Kalo sekarang mikirin kenyamanan dan keselamatan dong.

    Bagian Jakarta yang menyenangkan juga di transportasi publiknya yang makin hari makin canggih, cepat, dan tentu saja, nyaman.

  2. Kenapa saya merasa artikel ini Kang Aip pilihan kalimatnya bijak banget ya? Ahahaha

    Saya pun kalau ke Jakarta sekarang malas bawa motor. Commuterline dan transjakarta sudah jadi senjata andalan.

    Setuju dengan Kang Aip, belum sempurna tapi sudah di jalan yang benar 🙂

  3. Duh, langsung lemes pas bagian baca pengalaman Abang jatuh dari kopaja di dekat Taman Ismail Marzuki. Syukurlah sekarang mulai lebih baik.

    Dan kereta api juga. Dulu jaman kereta api oranye tuh yang jurusan Jakarta – Bogor, ngeri banget kalo pas pulang kuliah ada yang lemparin batu ke kereta. Syok banget sampe aku benci suara riuh gaduh rusuh sampe sekarang.

    Bersyukur banget sama inovasi keren Kemenhub. Bangga.

  4. Jadi ngikik kalau ingat trasportasi zaman dulu. Udha rapi dan wangi dari rumah, berdempetan lagi di bis. Udah gitu, kadang-kadang dioper juga. Metromini tuh yang paling sering. Alhamdulillah sekarang jauh lebih nyaman

  5. Aku juga perah merasakan jaman ra enak itu mas. Pernah naik KRL dan kereta jarak jauh ekonomi jaman dulu. KRL-nya kotor dan jorok. Di kereta ekonomi, aku nggak dapet tempat duduk dari Bandung ke Jogja! Sekitar jam 2 atau 3 subuh udah agak selo, aku cuma bisa ngemper hahaha.

  6. Wah setuju banget kang, aku juga suka banget naik public transporations kalo di Jakarta. Hampir semua yang disebutin udah aku naikin semua haha. Eh tapi kereta bandanya belum deng wkwk

  7. whaaaaa foto kopajanya mengingatkan ku akan masa kelam itu haha. teman ku ada yang pernah digunting rambutnya waktu ketiduran di kopaja sepulang sekolah dulu. waktu kuliah naik kereta ekonomi yang banyak sekali pedagang asongan bahkan pengemis yang meminta-minta secara paksa 🙁

    Sekarang keamanan dan kenyamanan penumpang jauuuuuh lebih baik dan sangat diperhatikan oleh pemerintah dengan adanya transjakarta, MRT, commuterline, LRT, bahkan bus sekolah gratis untuk pelajar.

  8. Setuju banget! Transportasi umum di Jakarta saat ini sudah semakin membaik. Saya dulu mengalami naik kopaja terus dipepet dan tas disilet. Untung nggak ada yang hilang. Semoga ke depannya transportasi Indonesia semakin maju.

  9. Senang deh lihat perkembangan tranasportasi umum sekarang ya
    Banyak pilihan, lebih nyaman dan aman juga
    Semoga pembangunan ini terus berlangsung
    Bagaimanapun kita butuh infrastruktur yang lebih baik

  10. Sekarang pilihan moda transportasi makin beragam di Jakarta. Semoga kedepannya bisa dibuat lebih terintegrasi dan mencakup seluruh wilayah agar membuat masyarakat mau menggunakan transportasi umum.

  11. Ya Allah.. sampe jatoh ke jalan.. hiks.. bahaya sekali ya.. Alhamdulillah masih slamat. Aq sempet naik kopaja tp jarang pas kerja di jkt. Klo di bekasi naiknya tiger aka tiga perapat. Ngalamin juga yg empet2an gitu. Bediri pula..kenangan deh. Skg transportasi di jkt udah bagus2 n bakal makin lengkap ya. Smoga makin nyaman buat warga

    1. Tambah kece dan lengkap banget ya fasilitas transportasi di Jakarta. Selain itu terintegrasi, jadi satu sama lain nyambung satu per satu.

  12. Adanya Trans Jakarta ini menguntungkan banget mas. Saya berani ajak jalan bocil naik bis. Nggak rewel karena tempatnya nyaman. Irit lagi. Jadi kalau mau ke Sudirman atau Thamrin gak usah naik gocar bisa 100 ribu. Naik busway aja murah 3500.

  13. Aku tuh ya naik kereta dari jaman dulu banget
    Jaman kereta ekonomi yang desak-desakan itu, tanpa AC, jendela dan pintu terbuka lalu di atas gerbong juga banyak yang duduk. Lalu jadi kereta ekonomi AC sampai sekarang commuter line yang lebih bersih dan teratur. Lalu ada MRT dan LRT
    Aaaaaa suka sekali dengan perkembangan ini
    Indonesia layak maju. Indonesia bisa

  14. Di kawasan Jakarta, transportasi yang paling saya senangi untuk saya gunakan adalah kereta MRT dan bis Transjakarta. Saya senang kereta MRT karena kereta ini sangat menjamin keselamatan. Saya lihat, staf-staf stasiunnya disiplin dan tidak membiarkan orang-orang tidak berkepentingan masuk, sehingga stasiunnya menjadi tertib.

    Bis Transjakarta tidak setertib MRT sih, menurut saya, tapi saya mengerti transportasi bis Transjakarta ini masih dalam pembenahan. Terutama yang saya lihat, perlu sekali menambah awak keamanan untuk menertibkan pengunjung di dalam halte. Saya kurang berkenan melihat orang-orang pedagang menyamar menjadi penumpang di kawasan halte ini.

  15. Sistem dan moda transportasi di Jakarta semakin baik. Sebentar lagi LRT Jabodebek akan ikut kontribusi dan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. Semakin memudahkan. Terutama bagi mereka yang tinggal dekat stasiun lrt.

    Keren Kang Arief. Salam

Leave a Reply