Hai TemanAip ! Di postingan pertama di 2020 ini, mau mengucapkan Selamat Tahun Baru 2020, semoga semakin sukses, berbahagia dan sehat di tahun baru ini. Sekarang mau sharing pengalaman jalan-jalan di Jogja deh. #aiptrip nya sih pas Desember 2019. Yang mau difokusin di Sehari Wisata Di Jogja .

Keluyuran di Jogja

Jadi awal Desember 2019 , Ariefpokto.com pergi ke Jogja tanpa rencana, beneran ga bikin itinerary, ga pesan hotel. Datang ke Jogja tanpa ada keinginan mau kemana, mau apa, hanya ikut kata hati saja.. Ceilee…

Pesen hotel pun pas baru pas turun dari kereta api. Eh beruntung, dapat hotel baru sekalian nyobain Hotel Capsule yang selama ini bikin penasaran. Lokasinya pun strategis , di Malioboro. Ceritanya bisa dibaca di sini guys.

Hari pertama, beneran leyeh-leyeh, terus keluyuran di Malioboro dan sekitarnya, main di Pasar Beringharjo, melihat orang jual beli. terus mengunjungi sebuah Vihara sekaligus kelenteng yang unik. Kelenteng Fuk Ling Miauw. Jadi di tempat peribadatan ini sekaligus menjadi tempat sembahyang dua agama. Konghucu dan Buddha.

Seharian Main di Jogja

Saya, Kak Terry, Bagus dan Mbak Prima

Keesokan harinya ,Bersama Kak Terry ( Negerisendiri.com ) dan Sahabat KAI Bagus, akhirnya Kami memutuskan jalan-jalan keluyuran di Jogja, menghibur diri kan. Sayang juga di Jogja gak kemana-mana. Cuman tujuannya gak di Kota Jogja, pengen ke daerah lainnya sih. Tapi biar terarah, tujuannya ke sekitar Kabupaten Sleman dan Bantul sih. Pokoknya Sehari Wisata Di Jogja !

Menggunakan mobil pinjaman, pada pukul 9 pagi, Kami bertiga sudah siap. Kepengennya Kami jalan-jalan ke beberapa tempat wisata yang belum pernah dikunjungi. Ada juga yang saya sudah sih, tapi remedial dikit gak apa-apa dong yaa…. Dipandu google Maps, Saya beneran mengendarai mobil ikut kata Mbak Google versi Bahasa Melayu, biar ada variasi, plus suaranya lebih ngademin. Hahahaha. Pertama-tama, secara tak sengaja , kami mampir ke :

Lava Bantal

Nah, Saya belum pernah ke Lava Bantal ini, dan penasaran tempatnya kayak apa sih ? Ternyata ini adalah salah satu situs geologi dengan kisah yang menarik. Jutaan tahun lalu saat lahar keluar dari gunung api bawah laut, langsung ketemu sama air dingin. Jadilah bentuknya kayak bantal gitu TemenAip. Sekarang dibelah oleh aliran sungai yang suejuk, menjadi wisata Kabupaten Sleman yang menarik.

Awalnya pengen nyemplung karena airnya tampak bersih dan adem. Tapi mengingat perjalanan masih panjang, akhirnya diputuskan nggak jadi. Tapi foto-foto di batuan seperti bantal juga seru. Walaupun pas rebahan ternyata batuannya keras. Yaiyalah batu. Abis bentuknya kayak bantal sih, berasa pengen Autorebahan kan.

Alamat Lava Bantal ini di Jl. Berbah – Prambanan, Jragung, Kalitirto, Kec. Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55573 , pas kesana tidak dipungut biaya, hanya bayar parkir saja Rp.3.000,-

Bukit Teletubbies

Okay, saya belum pernah kesini, makanya Kami bersemangat saat pergi kesini, apalagi pas lihat di instagram ada foto yang keren banget, bisa banget jadi inspirasi kan.

Setelah jalan berliku , naik dan turun, akhirnya sampai juga ke titik yang dimaksud Google Maps. Lokasinya berada di Sumberharjo, Candisari, Wukirharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55572 . Jaraknya kira-kira 21 KM dari pusat kota. Tiket wisata per orang Rp. 5.000 dan biaya parkir mobil Rp.10.000.

Matahari sedang terik-teriknya, kamipun naik ke atas. Ada tulisan Bukit Teletubies gede banget warna warni. Ada sebuah gardu pandang juga untuk melihat pemandangan di sekitar. Dari kejauhan bisa melihat perumahan Domes yang jadi tujuan berikutnya.

Sayangnya , Kami datang di musim kemarau, jadi pemandangan bukit hijau berkurang cukup signifikan. Akhirnya mai ke sebuah Taman Batu Sambikerep dimana ada aneka tempat foto yang lumayan menarik. Saya senang sih kalau ada adegan angin sepoi sepoinya. Hahaha.

Saya lupa saya pernah ke berapa Bukit Teletubbies, soalnya lagi msuim kan, kalau ada perrbukitan hijau dinamainya ini aja biar viral. Di Bromo ada, di Malang ada, tak lama main disini, perjalananpun dilanjutkan..

Rumah Domes

Nah, perumahan ini cukup menarik karena semuanya berbentuk domes dan berwarna-warni. Maklum disponsorin perusahaan cat. Kenapa tidak. Lokasinya ada di Sengir RT.06/RW.25, Sengir, Sumberharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55572

Pas Kami sampai kesini, sedang berlangsung acara, jadi semua penduduknya berkumpul di satu tempat. Jadi situasinya kosong, semua orang berkumpul di satu tempat. Ndilalahnya Kami datang dari bagian belakang, soalnya Saya sempat berhenti pengen foto sama Semut Raksasa di pinggir jalan arah dari Bukit Teletubies. Haahaa. Mungkin bekas patung perayaan agustusan

Latar belakang kenapa perumahan ini seragam semua, awalnya gara-gara gempa Jogja. Satu daerah di Nglepen, rumahnya pada ambles semua. Akhirnya ada bantuan dari Domes For The World, lembaga nirlaba dari Amerika Serikat, dan donatur perorangan dari Arab Saudi tahun 2006 pasca gempa Yogya.

Rumah Dome disinyalir tahan gempa. Banguannya bentuk kubah berdiameter 7 meter dengan ketinggian puncak sekitar 4 meter, punya jendela dan pintu, memiliki dua lantai di dalam rumah dan empat ruangan. Uniknya disini tidak ada atap genteng. Bulat aja gitu.

Sambil melihat kanan kiri semua serba kosong, Saya sempat kepikiran tinky winky, dipsy, Lala dan Po pada kemana ya ? Ikutan rapat kali ?

Tebing Breksi Yang Seksi

Lho ? Kok Seksi ? Hahaha, karena tempat ini primadona baru pariwisata Jogja ! Bayangin, tempat ini ini dulunya adalah tambang galian batu. Lalu kegiatan penambangan dihentikan karena faktor lingkungan. Masyarakat disini sangat kreatif mengelola area bekas pertambangan menjadi tempat wisata.

Lokasinya ada di Desa Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55572 , lokasinya dekat dengan Keraton Boko dan juga Candi Ijo.

Tebing-tebing disini diukir dengan pahatan tokoh pewayangan dalam ukuran yang besar. Salut ama pemahatnya Pastinya tidak mudah mengerjakannya.

Di atas tebing ada aneka spot untuk berfoto, mulai dari Rubik Raksasa, Iglo, Sayap-sayapan, sampai dengan kebun bunga Matahari dan bunga lainnya. Nanti tinggal bayar sama yang jaga, seikhlasnya.

Disini fasilitasnya lengkap, ada amphitheater, musholla, toilet umum, restauran, lapangan parkir yang luas. Jadi kalau mau istirahat cukup maksimal.

Candi Ijo Yang Memesona

Sebenarnya Saya pernah kesini, bisa dibaca cerita soal Candi Ijo ini disini. Tapi Kak Terry dan Bagus belum pernah, makanya sekalian aja pergi kesini

Dengan membayar tiket masuk seharga Rp.5.000 saja, kita bisa melihat Candi dengan pemandangan spektakuler. Ya, karena Candi Ijo ini berada di tempat yang tinggi.

Yang menarik , pas kita mau melihat ke dalam Candi utama, ternyata ada ada orang Malaysia sedang sembahyang. Lalu petugas mengecek ke dalam Candi setelah mereka selesai beribadah. Karena dikhawatirkan mereka menggunakan minyak yang bisa merusak batuan candi. Ternyata mereka hanya memakai air biasa saja. Jadi aman.

Candi dengan view yang menakjubkan ini sebenarnya amat memesona pas sunset alias matahari terbenam. Tapi keluyuran di Jogja ini belum selesai, kami segera memacu kendaraan ke Bantul !!

Mencicipi Hidangan Khas Bantul Mie Des & Mie Lethek

Jadi, karena kelewat makan siang gara-gara kebanyakan cemilan Indomaret, makannya jadi agak sore, apalagi mau ditraktir Mbak Prima mencicipi makanan khas Bantul. Yaotu Mie Des dan Mie Lethek. Kami pergi ke Warung Pak Yono yang terletak di Pundong, Bantul. Bukanya memang sore, jadi pas banget Kami datang. Disini ciri khasnya adalah Mie Des ( bisa digoreng maupun direbus) yang terbuat dari sari pati ketela, dan juga Mie Lethek yang terbuat dari tepung gaplek.

Mie Des bentuknya cukup tebal dengan warna kekuningan. Teksturnya kenyal, dan mengenyangkan. Menurut saya enak versi gorengnya, jagoan masaknya. Terasa semua bumbu bawang putih, merica, daun bawang dsb. Dan pakai ebi, jadi ada aroma-aroma udangnya gitu. sedap seh.

Kalau Mie Lethek bentuknya mirip bihun, tapi warnanya lebih bludrek. Ini juga lebih cepat mengenyangkan. Masaknya pakai telur dan aneka bumbu yang mirip dengan Mie Des. Bisa dipesan pedas sesuai selera.

Salut juga pas tahu kalau ketela dan singkong bisa dimodifikasi kayak gini. Dan katanya ini cuman ada di Bantul lho. wajib coba kalau kesini.

Gumuk Pasir Jogja

Sebenarnya Saya pernah ke Gumuk Pasir, tapi kepengen lagi. Kenapa gak ? Seru tempatnya buat photoshoot ala-ala di Gurun Pasir kan keren. Oiya soal tulisan lengkap Gumuk Pasir bisa dibaca disini.

Kalau sebelumnya saya ke Gumuk Pasir Parangkusumo, Kali ini Kami ke Gumuk Pasir yang letaknya lebih dekat ke parang tritis . Kami sampai kira-kira jam 5 sorean lah. Sebenanya pas banget, karena kalau kesiangan disini masih panas banget. Disini selain bisa pemotretan , bisa juga buat pre wedding shoot ( eh ini pemotretan juga ya) , bisa main pasir dan yang cuman ada disini kalau ke jogja, main Sandboarding. Seluncuran di atas pasir seru juga.

Sunset di Parang Tritis

Biar tambah syahdu perjalanannya diakhiri di Pantai Parang Tritis. Sudah lama rasanya gak mampir kesana, Langit sudah mulai gelap sih, tapi pas banget buat liat Sunset sih.

Parang Tritis sudah berubah dibanding terakhir saya kesini dulu. Sekarang lebih tertata. Delman masih ada, sekarang ada tambahan ATV, tapi pengemudinya suka pada ngebut. Larangan berenang di beberapa spot masih berlaku. Dan ada lifeguard nya juga.

Senang sekali menonton matahari terbenam disini. seakan jadi penutup yang manis keluyuran di Jogja.

Sehari keluyuran di Jogja kali ini bisa ke Lava Bantal Sleman, Bukit Teletubbies, Rumah Domes, Tebing Breksi, Candi Ijo, Kuliner Mie Des Bantul, Gumuk Pasir, dan Parang Tritis. Lumayan juga kan !

Vlog Keluyuran Di Jogja

Vlog Keluyuran Di Jogja bisa kalian tonton disini ya, semacam rangkumannya gitu.. Enjoy.. Tonton sampai habis

6 comments

  1. Dominan tempat yang dikunjungi Sleman ya Bang Aip ko ga sekalian ke Candi Ijo yg Deket banget sama tebing breksi. Aku kirain yg lava bantal itu di kali urang lho..satu bagian area lava tour.

    Tapi lumayan juga ya..sehari bisa mengunjungi berbagai destinasi

    1. saya yg dulu tinggal di jogja bahkan gak se komplit ini loh jalan2nya. apalagi ini di sleman, kec. Prambanan. ternyata banyak wisata menarik dan bukan hanya candi Prambanan ya

  2. wah ini patut dicontek nih buat dijadiin ittin untuk next plesiran ke jogja, seharian tapi udah cukup banyak tempat wisata yang bisa dikunjungin. gokss 😉 anw thankyou for sharing 😉

  3. Waw hanya sehari tapi bisa dapat banyak objek wisata yang kereen, kalau sama anak-anak nggak mungkin bisa sebab harus menyesuaikan dengan ritme mereka. Semoga nanti kalo mereka udah agak gedean bisa explore Yogyakarta sampai ke pelosok-pelosok.

  4. Kalau udah begini aku pwngen ke Jogja lagiii… terakhir liburan ke Jogja ya pas menjelang ke NYC, tahun 2014. Setelah itu bolak – balik untuk kerjaa hiks, jadi ngg bisa liat macem – maceem kayak beginiii. Seruuu

Tak Komentar Maka Tak Sayang , Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima Kasih sudah berkunjung

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.