Hello TemenAip ! Mari kita teruskan  #AiptripIndia. Kali ini Mobil Toyota Innova yang kami sewa dipacu Pritpal menuju Agra. Melewati Jalan Tol India yang beda banget sama jalan tol di kita. Motor aja bisa lewat. Terus kadang-kadang suka ada sapi lewat. Tapi seru sih, soalnya bisa melihat sesuatu yang berbeda.

Memasuki Kota Agra, Saya cukup kaget, karena kok agak kumuh ya ? Huhuhu. Padahal ini kota pariwisata, tempat Taj Mahal yang termahsyur.

Lalu lintas relative sama seperti New Delhi, saling salip, suara klakson membahana dimana-mana. Yang seru lihat Bajaj, kalau di kita kan bajaj maksimal penumpangnya ada 3 kan ya, 4 kalau sama anak kecil. Disana penumpangnya bisa delapan. Dibelakang ppenuh banget, Nah didepan ada 3 orang. Ga tau deh siapa yang nyupir. Seru. Bajaj disana modelnya kayak angkot. Jadi ga disewa personal kayak di Jakarta

Menginap di Hotel Legendaris Berumur 100 Tahun

Nah , selama di Agra ini, Saya memilih menginap di Hotel Grand Imperial Agra. Hotelnya legendaris banget. Dibangun pada tahun 1900an pada jaman colonial Kerajaan Inggris. Hotel ini sudah berierasi selama 100 tahun lebih dan pernah diinapi berbagai tokoh  dunia seperti Pangeran Kerajaan Inggris, Lady Edwina Mounbatten ( Vice Regal of India) , Shah Iran, Jawarharlal Nehru (PM India), dan banyak bintang film India.

Ada 15 Royal Suites, 15 Deluxe Room, kolam renang , grand ballroom, lapangan rumput yang super luas buat garden party. Bentuk hotelnya bagus,sekali rapi. Mengingatkan pada tampilan Hotel Savoy Homann di Bandung. Arsitekturnya klasik. Walaupun sudah tua, tapi perawatannya baik sekali. Langsung kebayang suasana hotel ini di masa kejayaanya dulu

Pas masuk kedalam hotel langsung disambut dengan kalungan bunga dan minuman ringan. Lalu Kami dipersilahkan masuk ke kamar! Kami masuk ke ruangan berukuran 8 meter kali 6 meter. Cukup luas, dan…

Ow, bagaikan masuk ke kapsul waktu. Suasana, furniture serba kayu, meja rias berkaca, lemari tua, tempat tidur dari kuningan berkelambu, semuanya jadul, berasa masuk ke kamar nenek jaman dulu. Yang membuat Saya sadar ini tahun 2019 adalah TV layer datar besar, dan juga Wifi super kencang. Toiletnya pakai bathtub pualam, lengkap dengan air panas.

Yang saya syukuri dari kamar ini adalah adanya pemanas ruangan !! Soalnya India sedang musim dingin, dan pemanas ini bisa jadi penyelamat dari kedinginan.

Saya tidur di extra bed , sementara orang tua saya tidur di tempat tidur berkelambu..

Pertunjukan Privat Boneka Rajashtan

Kira-kira pada jam 8 malam ada suara berisik dari lapangan tempat garden party. Di luar sudah berkabut, cuaca dingin sekali. Saya melihat ada kibaran api unggun besar, dan ada sebuah panggung mini banget dengan deretan boneka aneka warna.

Concierge memang sempat bilang kalau tiap hari ada pertunjukan boneka disana. Tapi saya lihat nggak ada yang nonton. Kasian. Dan penasaran saya hampiri mereka.

Dan beneran, Saya lah penonton satu-satunya malam itu. Berasa Raja gak sih. Tamu hotel lain tampak malas menonton karena suhu memang dingin.

Saya disambut pembawa acara lalu dipasangkan turban bak royalty India. Seru juga sih.

Jadi pemain Boneka  ini sekeluarga. Ada sebagai MC , merangkap dalang dan pemain musik, adiknya sebagai pemain kendang. Multitasking pokoknya

Alat musik tiupnya meengeluarkan suara meliuk-liuk, diiringi kendang yang dramatis.

Saya jadi teringat wayang golek modern di Jawa Barat. Wayang Rajashtan ini terbuat dari kain, dan ceritanya kayak drama pendek-pendek.

Setiap adegan diiringi musik yang mendunia , kayak soundtrack Piala Dunia di Afrika Selatan dan banyak lagi. Jatuhnya kocak sih, banyak adegan lucu seperti ular terbang, kepala hilang. Kalau saja ada adegan muntah indomie, fixed sodaraan sama Dalang Asep Sunandar Sunarya.

Selepas show usai , mereka menawarkan bonekanya untuk Saya beli. Tapi saya tolak, ribet kali bawanya nanti. Akhrnya Saya beri tips 100 Rupee aja kasian. Saya terhibur banget nontonya.

Malam semakin dingin. Sayapun masuk kamar, mau tidur nyaman, karena besok akan pergi ke tujuan wisata impian sejak kecil, Taj Mahal…

Nantikan #AiptripIndia selanjutnya ya..

Kalau mau baca Kisah India lainya, bisa di

18 comments

  1. Saya jadi pengen komentarin bajajnya dulu, Kang. Bentuk dan ukurannya sama dengan bajaj yang ada di Jakarta? Pernah sih saya lihat bajaj yang isi penumpangnya banyak. Tapi, kan jarang yang begitu kalau di sini. Trus kalau jadi angkot, berarti kita bisa satu angkutan sama penumpang lain yang gak dikenal? 😀

  2. Ya ampun, sedih banget gak ada yang nonton. Namanya performer pasti pengen ada yang nonton. Btw, butuh duit berapa nginep di hotel itu mas?

    Begitulah kta-kota India tengah, kumuh ya hehe. Kalau bajaj-nya difungsikan kayak angkot, berarti kayak songthaew di Thailand ya mas.

  3. Yampun kok aku diawal aja udah ngakak yaa kang baca ceritanyaa hahah, DI kita kan Jalan TOL itu biar aksesnya lancar dan cuma kendaraan berroda empat yang bisa masuk, lah kalo disana jalan tol fungsinya apa yah kalo ada motor dan sapi lewat wkwk. Eh tapi seru juga sih bisa liat sapi lewat tol wkwk

  4. Wah, seru banget ya bisa nginep di hotel usianya udah lumayan lama. Seneng pastinya bisa ngajak ortu juga. Ada pertunjukan boneka India, hehe … Gimana komunikasinya sama mereka? Pakai Bahasa Inggris kah? Btw ternyata masyarakat atau keadaan di kota Agra, enggak beda jauh sama Kita Kali, ya. Di sana Bajaj masih berjaya sebagai sarana transportasi

  5. Masya Allah perjalanan yang menakjubkan dan seru pastinya. Banyak hal juga pengalaman yang bang Aip alami diperjalanan ini.
    Taj mahal juga jadi satu destinasi impian aku, tapi agak terkejut pas ada keterangan area sekitarnya agak kumuh cukup disayangkan ya

  6. Wow….. aku ngebayangin mandi di bathtub pualam kayak apa ya rasanya? Mewah banget deh…hotel ini bener2 memiliki nilai sejarah yg tinggi ya. Tempat tidurnya aja eksklusif begitu..terbuat dari kayu.. ada yg pakai kelambu. Iya ya… kirain di sekitar Taj Mahal gimanaaa gitu wah2..ternyata masih ada lingkungan yang kumuh

  7. Haha…aku bakalan ngakak kayaknya kalo beneran tuh wayang Rajashtan muntah indomie, kayak wayang goleknya Asep Sunandar Sunarya. Coba mereka ke Bandung, bakalan keidean deh…
    Asyik banget Bang, stay di hotel yang udah ratusan tahun begini. Ditunggu kisah berikutnya…

  8. Ho ternyata jarak dari New Delhi ke kota Agra (lokasi Taj Mahal) itu masih sekitar 200 km an lagi ya? Pasti jadi pengalaman yg tak terlupakan bisa jalan2 ke taj mahal apalagi bareng orang tua. Saya tunggu cerita selanjutnya pas di taj mahal nya ya kak

  9. Aku penasaran mas mau liat bajaj isi 8 itu kaya gimana. Liat di video malah ngakak ada sapi mau nyebrang jalan itu gimana ceritanya sih. Hahaha

  10. Kukira cuma di Indonesia aja yang orang-orangnya naik motor nggak pakai helm, India ternyata juga ya, lebih-lebih deh kayaknya. Aku tuh padahal pengen ke India lho karena suka film Bollywood tapi banyak orang yang bilang kota2nya kumuh ya.

Tak Komentar Maka Tak Sayang , Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima Kasih sudah berkunjung

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.