Hello TemenAip ! Apa kabar ? Seneng gak sih kalau menjadi bagian dari sejarah ? Selama ini gak pernah kepikiran sih bakalan jadi bagian dari sejarah. Tapi ternyata pada tanggal 19 Februari 2020 kemarin Saya Bersama teman-teman CEO KAI X Social Media Mover menjadi bagian dari sejarah Kembalinya Kereta Api Ke Garut , saat Reaktivasi Jalur Cibatu Garut.

Sejarah Kereta Api Garut


Jalur Kereta Api Cibatu – Garut awalnya diresmikan tahun 1889 dan merupakan bagian penting dari sejarah Kabupaten Garut itu sendiri. Jalur Cibatu Garut dibuka pada 14 Agusuts 1889 sepanjang 19 Km.


Tujuan dibangun jalur ini adalah untuk mengangkut hasil bumi wilayah Garut seperti Karet, kentang, Kayu Mala Dan Kina. Lokomotif yg digunakan di jalur ini adalah Lokomotif Pegunungan. Type Mallet CC50 dan CC10. Dirancang mampu melintasi tanjakan,turunan,tikungan tajam maupun tikungan besar. Selain untuk angkutan barang, dulunya jalur ini digunakan oleh angkutan penumpang seperti wisatawan asal Eropa yang ingin berlibur di wilayah Garut.
Stasiun Garut pertama dibangun Tahun 1889 dan sempat dirubah pada tahun 1949. Saat kondisi genting perang kemerdekaan 1946, Balai Besar Djawatan Kereta Api RI Dinas Administrasi & Lalu Lintas dipindahkan dari Bandung ke Cisurupan dan menempati Grand Hotel Cisurupan.


Bintang Hollywood dan Komedian dunia, Charlie Chaplin ternyata pernah ke kota Garut, Jawa Barat. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1927 dan 1935. Foto kehadirannya di Garut diabadikan oleh Tilly Weissenborn, seorang fotografer keturunan Jerman yang lahir di Kediri, Jawa Timur. Stasiun Cibatu menjadi tempat bersejarah yang menjadi saksi kedatangan Chaplin di Garut.


Chaplin menginap di Hotel Grand Ngamplang, sekitar satu kilometer dari Garut kota ke arah Tasikmalaya. Tempat ini merupakan perbukitan yang sejuk di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Seminggu di Garut, Chaplin berwisata ke kawah Papandanyan, Kamojang, dan Situ Cangkuang. Chaplin menyebut Garut sebagai Switzerland van Java alias Swiss-nya Jawa. Bisa jadi pemandangan ini mengingatkan aktor bernama lengkap Sir Charles Spencer “Charlie” Chaplin tersebut pada tempat tinggalnya di Desa Corsier-sur-Vevey, Swiss.


Sayangnya, Jalur Cibatu Garut ditutup pada 31 Juli 1983, membuat rel kereta di jalur ini akhirnya tertutup oleh waktu, dan berubah fungsi menjadi kebun, perumahan, bahkan kolam. 30 tahun berlalu, tak ada satupun kereta api melewati jalur ini.

CEO KAI X SOCIAL MEDIA MOVER Menuju Stasiun Cibatu


Bersama influencer lainnya, Saya menumpangi KAIS ( Kereta Inspeksi ) dari stasiun Bandung menuju Stasiun Cibatu Garut. Sebenarnya kalau sampai Cibatu, jalurnya cukup familiar karena sering Saya lewati saat pergi ke Tasikmalaya menggunakan Kereta Api Serayu.

Pemandangannya memang indah sepanjang perjalanan.


Tapi kali ini jadi istimewa karena menumpangi KAIS generasi 4 yang baru diresmikan Desember 2020.

Dan ternyata tidak semua orang boleh menumpanginya. Jadi kesempatan berharga banget naik KAIS ini. Ceritas soal KAIS nanti akan dibahas lebih dalam di tulisan berikutnya.

saya bersama Pak Edi Sukmoro, captured by Kopertraveler. Id


Perjalanan kesana ditempuh dalam waktu kurang lebih dua jam. Dan selama perjalanan, KAIS harus mengalah dengan kereta regular yang melewati jalur yang sama, mulai dari KA Malabar, KA Bandung Raya dan Kereta Api Mutiara Selatan.


Pak Edi Sukmoro cerita kalau dibawah kepemimpinannya, KAIS harus mendahulukan kepentingan kereta regular sebagai bentuk dari pelayanan PT KAI, supaya meminimalisir keterlambatan kereta-kereta tersebut.

Ulang Tahun Kabupaten Garut ke 207


Sesampainya di Cibatu, ternyata sudah ramai oleh orang. Ternyata Bapak Bupati Garut Rudi Gunawan beserta staff bergabung di KAIS untuk melakukan pengecekan bersama jalur Cibatu – Garut Bersama Pak Dirut PT KAI dan staffnya. Ini dilakukan dalam rangkan peringatan Ulang Tahun Kabupaten Garut yang ke 207.


Sambutan Masyarakat Garut Yang Meriah


Selepas Stasiun Cibatu, KAIS melewati jalur yang direaktivasi, nah jalur ini saya baru pertama kali lewat.


Tak disangka ternyata masyarakat Garut sudah berjejer di sepanjang jalur rel kereta api. Mereka sudah menunggu dari pagi lewatnya KAIS yang kami tumpangi.


Saya sempat menerima beberapa Direct Message di Instagram dan Twitter yang menanyakan sudah sampai manakah KAIS ? Karena mereka penasaran ingin melihat kereta api melewati jalur ini lagi.


Masyarakat Garut makin tumpah ruah di pinggir rel. Tua , muda, siswa, guru, dan banyak orang melambaikan tangan mereka dengan penuh senyuman. Bendera merah putih aneka ukuran dikibarkan menyambut KAIS yang melewati mereka.


Saya tidak menyangka sambutan mereka akan semeriah ini. Haru juga melihat kerinduan mereka terhadap kereta api melewati jalur ini.
Ada tiga stasiun di jalur ini yang direaktivasi, yaitu Stasiun Pasir Jengkol, Stasiun Wanaraja dan terakhir, Stasiun Garut.


KAIS berhenti di setiap stasiun, dan sambutan masyarakat makin heboh. Mereka mendekati KAIS, karena penasaran melihat kereta api yang telah lama dinantikan.

Pengoperasikan kembali jalur kereta api Cibatu – Garut akan bermanfaat bagi perekonomian di wilayah Garut dan sekitarnya yang memang dari dulu sudah dikenal akan potensi wisatanya. Dan tentunya akan memberikan manfaat banyak bagi masyarakat untuk bisa menikmati moda transportasi alternative selain yang mereka gunakan selama ini.


Menumpang kereta api pastinya akan lebih menghemat waktu, biaya dan meninggalkan kemacetan yang sering terjadi di sekitar Garut saat musim liburan yang padat.

Sampai di Stasiun Garut


Akhirnya KAIS sampai di Stasiun Garut. Agak aneh juga melihat dari sudut pandang yang berbeda memasuki Kota Garut memakai Kereta Api. Selama ini naik mobil atau kendaraan umum.

Beyon Destiano terharu melihat reaksi warga


Lautan manusia sudah menunggu Kami di sepanjang rel. Sambutan masyarakat Garut begitu meriah ! Ratusan murid SD menggunakan seragam warna menyala menyambut Kami yang baru sampai. Lambaian tangan dan bendera terus menyapa. Ada yang tertawa, ada yang menangis penuh haru. Yang pasti sambutan mereka membuat kami yang berada di dalam KAIS ikutan terharu.

Merasakan kebahagiaan dan kebanggaan warga Garut menyambut masuknya kereta api kembali ke Kota mereka di hari yang istimewa.
Bapak Bupati Garut keluar menyalami warganya. Begitu pula dengan Pak Edi Sukmoro dan stafnya lalu berangkat menuju Pendopo Kota Garut.


Sebenarnya Kami dijadwalkan turut serta, tapi karena faktor ketertiban dan keamanan, akhirnya diputuskan kami menunggu di KAIS saja. Soalnya warga membludak di Stasiun Garut.


Tatapan penuh keingintahuan dari anak-anak dan dewasa menembus kaca KAIS. Ingin rasanya berbagi kebahagiaan menikmati naik kereta api. Tapi karena banyaknya warga, otomatis itu tidak mungkin dilakukan.


Banyak warga yang ingin masuk kereta akhirnya cukup puas dengan berfoto di depan KAIS dan melihat interior di dalam dari kaca.
Saya melihat antusiasme mereka yang begitu besar, sebesar harapan mereka terhadap pengoperasian kembali jalur ini.

Saya tersentuh melihat sambutan Warga Garut terhadap diaktifkan kembali Jalur Cibatu – Garut yang sudah 37 tahun ditutup.


Pengecekan bersama menggunakan Kereta Inspeksi 4 Bapak Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro bersama Bupati Garut Rudi Gunawan dari Stasiun Cibatu, Stasiun Pasirjengkol, Stasiun Wanaraja, dan Stasiun Garut untuk memastikan perkembangan terakhir proyek reaktivasi dimana sudah hampir seluruhnya selesai. KAI juga telah beberapa kali menguji kekuatan jalur agar aman saat dilalui oleh kereta api.

Nantinya Stasiun Garut akan dikembangkan menjadi stasiun yang megah dan lengkap. Stasiun Garut akan terdiri dari dua bangunan utama yaitu sisi utara dan selatan dengan bangunan tiga lantai. Selain itu, akan terdapat juga masjid berukuran besar, hotel, bangunan multi fungsi, cafe, menara pandang, dan fasilitas penunjang lainnya.


Kapan Dimulai Kereta Api Ke Garut ?


Setelah kesiapan jalur kereta api ke Garut ini, sekarang tinggal menunggu lampu hijau dari regulator yaitu Kemenhub. Karena masih banyak yang harus dipersiapkan lagi dari segi hukum dan pengaturannya. Karena berfampak juga pada perjalanan kereta api di jalur yang sudah ada. Tapi setidaknya secara kesiapan fisik hamper semuanya sudah siap. Stasiun-stasiun baru yang dilalui juga pembangunanya sudah hampir rampung semuanya. Semoga semuanya berjalan lancar, sehingga jalur kereta api ke Garut bisa segera terlaksana.

Kembalinya Kereta Api Ke Garut, Reaktivasi Jalur Cibatu – Garut memberikan banyak harapan, bukan hanya bagi warga Garut khususnya, tapi juga masyarakat Jawa Barat umumnya, dan bagi Kita yang suka traveling , pastinya bakalan senang ada alternative transportasi andalan buat jalan-jalan ke Garut.

Alhamdulillah, senang sekali menjadi bagian dari sejarah menumpangi KAIS melewati jalur Cibatu Garut yang baru direaktivasi ini.

Sepanjang perjalanan Kami disambut Warga Garut penuh dengan sukacita.
Hangat hati ini dibuatnya. Terharu…

11 comments

  1. Waah ternyata Charlie Chaplin pernah ke Indonesia tepatnya Garut? Btw ku dukung penuh kembalinya kereta ke Garut karena banyak temebku orang Garut, memudahkan mereka utk mudik juga

  2. Jadi opsi tambahan dan alternatif untuk ke Garut. Tapi tampaknya belum ada yang dari Jakarta ya ?? Aku liat infonya harus dari stasiun Bandung
    Semoga pertransportaauan negeri ini terus berkembang dan mengalami kemajuan

  3. Saya pun termasuk yang terharu melihat foto foto masyarakat yang menyambut kedatangan KAIS.

    Jadi teringat akan rel kereta api tua di Ponorogo yang juga sudah lama tak terpakai. Semoga lekas bisa ke Garut naik kereta api. Pun pemulihan berbagai jalur kereta api lainnya.

  4. Wah finally akan hadir kembali kereta ke Garut yaa kang. Bukan cuma warga Garut, aku pun menunggu moment-moment ini sejak lama, karena aku belum pernah explore Garut hehe. Aaaa can`t wait ~

  5. Belum pernah eksplore Garut kecuali Papandayan. Semoga aku bisa segera merasakan sensasi perjalanan ke Garut menggunakan kereta api. Alternatif liburan gak perlu jauh-jauh dari Jakarta.

  6. apakah charlie chaplin orang pertama yang bilang Garut sebagai Swiss van Java??

    sekarang kayanya banyak jalur kereta api yang direaktivasi ya? di Kota Padang juga sedang direaktivasi di beberapa ruasnya.

    -Traveler Paruh Waktu

Tak Komentar Maka Tak Sayang , Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima Kasih sudah berkunjung

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.