Hello TemenAip, Apa Kabar ? Semoga semuanya sehat-sehat saja. Karena dunia sedang dalam masa pandemi Corona Virus yang berdampak pada semua manusia di planet ini, dan yang pasti, efeknya sangat signifikan terhadap dunia pariwisata.

Changi Airport sepi foto dari Hanum

Saya gak akan berbicara banyak soal virusnya sendiri, karena selain bukan ahlinya, Saya rasa sudah banyak bacaan soal Corona Virus alias Covid-19. Semoga Kita bisa memilah mana informasi yang benar dan valid, yang bisa dipakai untuk memperkaya pengetahuan melawan pandemi ini.

Tapi yang mencengangkan adalah betapa cepat dan luas Covid-19 ini menyebar, tidak hanya antar kota, tapi juga melewati batas negara.

Berawal dari Wuhan di China, Virusnya menyebar ke berbagai negara. Sampai tulisan ini ditulis sudah ada ribuan korban jatuh. Virus ini sangat berbahaya. Efeknya bervariasi mulai dari menjadi carrier sampai mencabut nyawa, tergantung kekuatan imunitas individunya.

Yang mengagetkan adalah negara Eropa dan Amerika yang Saya anggap lebih siap menghadapinya, ternyata bisa rentan juga terhadap Virus ini. Semua bisa terkena virus ini, tak terkecuali pejabat negara, aktor internasional, anggota kerajaan , terutama para tenaga medis yang menjadi garda terdepan menghadapi Covid-19 ini.


Italia termasuk negara terparah dalam pandemic Covid-19. Salah satu penyebabnya adalah karena Italia sebagai salah satu destinasi wisata populer, menjadi tempat menyebarnya Covid-19 dari wisatawan yang menjadi carrier atau terinfeksi. Juga ketika sekolah-sekolah diliburkan, bukannya mengisolasi diri, banyak orang sana yang malah pelesiran ke tempat wisata. Malah memperparah situasi.

Lockdown


Banyak negara sudah menutup diri atau lock down terhadap pendatang seperti Singapura, Malaysia, Italia, India dan banyak lagi. Bahkan Arab Saudi menutup akses ibadah Umroh bagi jamaah negara-negara lain, dalam rangka pencegahan Covid-19.


Penutupan akses masuk otomatis berdampak pada jadwal penerbangan mancanegara. Direct Flight, Connecting Flight, semua jadwalnya jadi berantakan. Banyak penerbangan dibatalkan. Otomatis melakukan perjalanan menjadi makin sulit.


Ada teman yang sudah siap boarding untuk melakukan ibadah umroh, terpaksa turun dari pesawat, karena pemerintah Arab Saudi menutup akses masuk.

Changi Airport by Hanum


Temen Saya Hanum Jurnaland sempat kesulitan pulang dari Langkawi, Malaysia karena efek lockdown negara tersebut. Beberapa kali penerbangan langsung ke Jakarta dibatalkan. Sampai akhirnya Hanum harus menunggu di KLIA karena menunggu penerbangan tersedia. Alhamdulillah akhirnya bisa pulang ke Depok.

Saya juga sempat membaca di Facebook, ada beberapa wisatawan Indonesia yang terjebak tidak bisa keluar dari India karena penerbangan dibatalkan. Beruntung ada yang menolong ketika tinggal disana. Tapi mau tidak mau mesti keluar biaya banyak karena harus membayar biaya akomodasi lebih untuk hotel dan makan selama disana.

Dampak Pada Dunia Pariwisata


Dampaknya kerasa banget ke dunia pariwisata. Karena khawatir dan juga adanya larangan bepergian, otomatis tempat-tempat wisata yang biasa ramai dikunjungi menjadi sepi.
Destinasi favorit seperti Bali, sudah terkena dampaknya. Tingkat hunian hotel menurun tajam.


Banyak bookingan di cancel, karena turisnya tidak jadi datang. otomatis industri pariwisata keganggu kan.


PT KAI membatalkan beberapa perjalanan keretanya. Program Mudik Gratis dibatalkan. Dan banyak event baik umum maupun pariwisata dibatalkan atau dipending.
Tour Guide, Tour Leader banyak yang cancel kerjaannya, restoran sepi pengunjung, tempat wisata tidak ada pengunjung.


Pergerakan manusia sangat dibatasi. Sekolah saja banyak diperintahkan untuk belajar di rumah. Begitu pula dengan para pegawai yang diminta bekerja di rumah untuk mengurangi resiko terpapar Covid 19 ini.


Bahkan perhelatan akbar olahraga , Olimpiade 2020 Jepang saja ditunda penyelenggaraannya sampai situasi kondusif.


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menutup tempat wisata , museum dan taman di Jakarta untuk meminimalisir penyebaran Covid19 ini.
Kawasan Kota Tua , Monas , Lapangan Banteng, Ancol dan banyak atraksi wisata lain tidak dibuka untuk umum.


Begitu pula dengan banyak tempat wisata di daerah-daerah dinyatakan tutup. Saya paham sih, kenapa dilarang, karena walau wisata domestik, tapi setiap perjalanan menjadi beresiko, karena bisa memperluas penyebaran Covid-19.

Karena kondisi ini, otomatis Dunia Pariwisata menjadi industri yang terpuruk karena secara langsung terhenti segala kegiatannya.

Lha Terus Aip Sebagai Travel Blogger Ngapain Dong Ya ?

Yang pasti adalah TIDAK BEPERGIAN DULU ! Beberapa #Aiptrip antara dipending atau dibatalkan terlebih dahulu. Saya udah batalin 3 tiket. Huuhuuhu. Tapi ya gimana lagi. Yang penting sehat, selamat aja dulu kan ya.
Pandemi ini bikin kita paranoid. Karena memang banyak hal yang mengkhawatirkan. Dalam kondisi ini Marilah Kita tetap tenang dan waspada. #Dirumahaja dulu.


Sabar untuk sementara ya tidak bepergian dulu, melakukan, physical distancing, social distancing, dan bener-bener menjaga supaya badan tetap fit dan sehat.


Selalu update berita terkini, supaya kita selalu terinformasi, tapi jangan semmua berita dibaca ya, saring dulu mana yang valid mana yang nggak.

Ikuti anjuran pemerintah. Udah deh , jangan ngeyel, Kita mesti kompak, Bersama-sama menghadapi Pandemi ini. Bukan hanya Indonesia lho yang terdampak. Sedunia lho.

Kapan lagi diam di rumah bisa menyelamatkan dunia?

Di rumah aja

Karena Kita gak boleh egois , setiap pergerakan manusia beresiko menularkan virus ini. Mungkin kita sehat, tapi belum tentu orang lain bisa bertahan terhadap Covid-19. Nyawa lho taruhannya !

LIBUR LIBURAN untuk sementara. Karena semakin lama virus ini diberantas, semakin lama juga kehidupan normal akan pulih. Apalagi dunia pariwisata.

Usaha Bersama Melawan Covid-19

Kita juga bisa membantu pemerintah dengan cara #Dirumahaja dulu. Ya mau gimana lagi. Memang tidak semua orang bisa melakukannya.

Tapi selama tidak mendesak sebaiknya mengisolasi dulu di rumah, supaya tidak tertular atau menularkan virus ini.

Pemerintah Kita dari berbagai kementerian melakukan banyak hal dalam melawan penularan virus. Seperti Kementerian Perhubungan melalui jajarannya melakukan banyak program. Mulai dari sterilisasi airport, Pelabuhan, dan banyak lagi.










Begitu pula dengan skema perubahan jadwal transportasi publik seperti Commuterline, MRT, LRT, TransJakarta.

Mulai dari social distancing sampai physical distancing, belum memastikan semuanya steril.

Tidak mudah lho, merubah jadwal, mengaturnya sedemikian rupa menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan juga melawan Covid-19.

Foto by Atemalem

Dampak Positif Covid-19


Pandemi ini adalah salah satu peristiwa yang amat berbeda yang kita alami dalam hidup. Keberadaannya benar-benar mengubah dunia. Efek negatifnya jelas banyak. Sudah tak perlu dibahas lagi.


Tapi ternyata ada dampak positifnya lho TemenAip. Perhatikan, berhentinya aneka aktivitas manusia di dunia, membuat bumi seakan berhenti bergerak.

Bumi akhirnya memiliki waktu dan kesempatan untuk “menyembuhkan” dirinya.

Udara Bersih


Terutama dari polusi udara, air, tanah dan banyak lagi. Perhatikan langit menjadi semakin bersih , air dan udara kualitasnya semakin bagus karena sumber-sumber polusinya berkurang signifikan.

Venice airnya bersih


Pengalaman ini juga membuat Kita lebih menghargai hal-hal yang selama ini Kita abaikan. Kesehatan, berkumpul dengan teman dan sanak saudara, kebebasan bepergian, dan banyak lagi.

Kangen berkumpul

Semoga Pandemi Covid-19 ini segera berlalu. Ayo kita sama-sama mengambil peranan dalam melawannya ! Kita pasti bisa. Saya harap TemenAip semuanya dalam keadaan sehat tak kurang satu apapun. Hang in there ! Tetap semangat ya

13 comments

  1. aku juga sebenernya udah ada rencana buat back[acking lagi nih abis lebaran. trus pas denger kabar covid dah nyampe Indo langsung buru2 batalin tiket buat refund. sedih aja yang biasanya sebulan sekali bisa kluyuran sekarang udah 3 mingguan di rumah aja.

  2. Wah, beneran deh kelihatan super sepiiiiiii ya 🙂 Memang deh dampak COvid19 ini melemahkan sisi pariwisata ga cuma di Indonesia tapi di seluruh dunia. Mestikun tawaran tiket jadi murah meriah, kebanyakan orang ga mau bepergian, lagipula kan kita kudu di rumah aja hehehe. Maskapai penerbangan juga off dulu sementara ya. Semoga setelah virus ini ga ada lagi, kita bisa jalan2 dan makan2 seru lagi 🙂 Aamiin.

  3. Memang efek dari Covid 19 ini berdampak kesemua sektor yah, termasuk pariwisata. Tapi untuk sektor pariwisata ada positifnya kang, jadi destinasi yang ditutup bisa berbenah untuk peremajaan tempat wisata. Memperbaiki fasilitas yang ada, menambah atraksi, dan juga aksesbilitas menuju lokasi. Jadi ketika nanti sudah dibuka kembali, sudah dalam keadaan siap.

  4. Aku sedih karena corona bukan cuma harus libur liburan tapi efeknya ke mana-mana banget. Sebagai orang yang kerja di start up online ticketing bus berdampak banget Kang. Bener Kang, setuju kita harus ikutin aturan untuk social distancing dan #dirumahaja dulu biar kita gak ikut menyebarkan atau tertular corona. Gapapa kan gak ke mana-mana dulu sampe nanti pandemi ini berakhir. Semoga kita semua sehat-sehat terus dan pandemi ini segera berakhir biar kita bisa beraktifitas normal lagi dan jalan-jalan lagi.

  5. Saat aku membaca tulisan ini, sejumlah maskapai seperti Emirates dan AirAsia, sudah resmi melakukan hibernasi sementara. Penerbangan bulan depan yang sedianya dilayani oleh AirAsia dan Malindo Air juga sudah dibatalkan pihak maskapai, dan sedang mengurus refund. Semoga corona segera berlalu. Kangen berkumpul, kangen bertualang.

    Betul, Bumi sedang menyembuhkan diri. Kita virusnya, dan corona adalah vaksinnya. At least, ada pihak yang tetap diuntungkan dari corona 🙂

  6. Wuih, asyik juga ini bahasannya.

    Libur liburan. Kata yang tepat dan aku suka banget.

    Saya nggak ngebayangin freelancer yang bekerja di dunia Wedding Photography atau yang punya usaha tour and travel, pasti lagi sepi job banget ini.

    Semoga cepat berlalu virus ini dan kehidupan bisa kembali normal.

    Enath kenapa saya agak pesimis dengan lockdown di Indonesia ya. Bukan terhadap pemerintahnya, tapi lebih kepada warganya yang menyepelekan virus ini.

    1. Jangankan wedding fotografi yang pekerjaannya banyak dibatalkan. Bahkan acara resepsi wedding sendiri banyak yang batal (dan dikompensasi dengan hanya menikah di KUA saja).

      Kedengarannya memang menyakitkan, tapi ini kenyataan yang harus dihadapi setiap orang sekarang. Kalau mau seluruh dunia bebas dari pandemi ini, mau tidak mau setiap manusia harus bersedia bekerja sama.

  7. Doa yang sama dengan semua orang, semoga badai ini cepat berlalu ya. Karena semua aspek ekonomi jadi mati kutu terutama penjual jasa. Kerasa banget. Tetep #dirumahaja kalau ngga darurat banget.

  8. Yappp… Setuju banget kalau kita mesti #Dirumahaja dulu sampai situasi kondusif….
    Semoga pandemic ini secepatnya bisa diatasi dan semoga semuanya kembali kondusif seperti sediakala.

  9. Semua sektor terkena hantaman covid-19. Tanpa terkecuali. Memang sih ini sebuah pandemi yang membuat semuanya menjaga diri. Saya juga setuju ada postifitnya. Bhkan di China konon udara sempat bersih tanpa polusi. Percaya atau tidak, saya malah kepikiran film thanos yang ingin menyeimbangkan bumi. Ini hanya kepikiran saja, bukan berarti apa-apa

Tak Komentar Maka Tak Sayang , Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.