Hello TemenAip Apa Kabar ? Siapa yang suka kopi ? Pasti banyak banget yang seneng. Kopi bukan hanya sekedar minuman, tapi sudah menjadi gaya hidup. Kali ini mau sharing pengalaman pas Aiptrip ke Kampoeng Kopi Banaran di Kabupaten Semarang. Sebuah Agro wisata dengan fasilitas komplit yang cocok untuk semua. Bagaimana berwisata kesana di kala pandemi ? Apakah aman ?

Kampoeng Kopi Banaran

Kampoeng Kopi Banaran, sebuah agro wisata perkebunan kopi di Kabupaten Semarang. Tempat wisata ini memiliki luas 462 hektar yang sebagian dijadikan resort dan tempat wisata. Lokasinya berada di Areal Perkebunan Kopi Kebun Getas Afdeling Assinan tepatnya Jl. Raya Semarang – Solo Km. 35.

Perjalanan kesana nyaman karena jalannya mulus. Tidak ada hambatan yang berarti.

Lokasi Kampoeng Kopi Banaran yang berada di ketinggian 480 – 600m dpl membuat suhu udara disana sejuk antara 23ºC – 27ºC. Jadi cocok banget buat pelesir mencari udara dingin dan segar dengan pemandangan indah. Menghilangkan penat kesibukan Kota besar, di tengah perkebunan yang asri.

Disana Kita bisa menikmati pemandangan alam, belajar tentang kopi dan juga bersenang-senang dengan banyaknya fasilitas yang ada. Saya datang berombongan kesana, menumpangi bus. Bis Kami bisa parkir dengan mudah, begitu pula dengan kendaraan lainnya.

Kesan pertama ketika datang ke kawasan ini, semuanya sudah tertata rapi, bersih dan pengaturan arus pengunjung pun sudah tertata dengan baik. Banyak papan petunjuk sehingga Kita tidak kebingungan mau kemana.

Harga tiket masuk Rp. 15.000/orang. Sementara harga tiket kereta wisata Rp. 75.000/

Fasilitas Kampoeng Kopi Banaran

Kampoeng Kopi Banaran punya banyak fasilitas yang bisa memenuhi kebutuhan wisata para turis mulai dari restoran , arena bermain anak – anak, Corporate Gathering, Coffee Walk, Out Bound Games, Kolam Renang, Gazebo, lapangan tenis, Taman Buah, Gedung Pertemuan, Flying Fox, Mushola, Meeting Room, Griya Robusta, Family Gathering, serta Jelajah Kebun dengan ATV.

Taman dan Gazebo, bisa jadi tempat istirahat dan bersantai. Anak-anak juga bisa puas bermain karena ada sarana bermain untuk anak-anak.

Mau ngopi cantik ? ada Coffee House, restoran yang menyajikan aneka makanan dan minuman. Kopi , pasti ada, langsung disajikan hasil dari kebun Kopi Banaran ini.

Kampoeng Kopi Banaran menerima kunjungan instansi, perusahaan, dan sekolah, sebagai sarana edukasi dan Experiential Learning.

Untuk Wisata edukasi mereka memiliki aneka macam seperti Wisata Edukasi Karet, Kakao, dan Wisata Edukasi Penanaman Kopi, Pengolahan Kopi, Pengemasan, hingga menjadi secangkir Kopi Banaran

Kalau mau belanja, ada juga toko yang menjual aneka macam produk perkebunan seperti Kopi, Coklat dan aneka produk olahan lainnya.

Satu lagi yang menarik disini, tempat Wisata ini bisa menjadi trek bersepeda yang mengasyikkan. Karena kontur tanahnya yang bervariasi sehingga menantang untuk dilalui sepeda.

Semua kebutuhan wisata ada, mulai dari bertualang, belajar atau hanya sekedar bersantai ria.

Pemandangan Rawa Pening Yang Spektakuler

Rawa pening adalah sebuah destinasi wisata unggulan Kabupaten Semarang. Walaupun namanya rawa, tapi indah sekali karena luas dan indah karena latar belakang gunung di belakangnya. Dan salah satu tempat terbaik untuk memandang Rawa Pening adalah dari salah satu gardu pandang yang ada di dekat Cottage Kampoeng Kopi Banaran ini.

Pemandangannya spektakuler banget !  Indah seindah-indahnya. Menyegarkan , mengademkan buat kesehatan jiwa.

Dari kejauhan, kita bisa melihat pemandangan Rawapening yang tenang dengn latar belakang gunung Merbabu, Telomoyo dan Ungaran. Disana disediakan platform buat kita foto-foto. Bagusnya modelnya sederhana, jadi fokusnya pada pemandangan saja. Bijak sekali pengelolanya.

Keindahannya Rawa Pening bisa kita lihat dari video sebagai berikut

Menjelajah Kebun Kopi Banaran

Satu aktivitas yang Saya nantikan adalah Kita bisa menjelajah Kebun menggunakan kereta wisata, yang sebenarnya adalah jeep 4 wheel drive yang dimodifikasi. Soalnya medan yang ditempuh cukup menantang. Ada tanjakan dan turunan di sepanjang jalan membelah kebun kopi yang sehat ini.

Bentuk mobilnya seru, Saya sengaja duduk di samping Pak Sopir yang merangkap sebagai Tour Guide supaya bisa bebas tanya-tanya sepanjang perjalanan. Disini ditanam pohon kopi, Kakao dan juga Pala.

Senang bisa melihat kebun kopi ini secara langsung. Sepanjang jalan, Pak Supir menjelaskan soal Kampoeng Kopi Banaran ini.

Seperti Kopi yang ditanam disini jenisnya Robusta, karena ketinggian lahan kebun ini cocoknya ditanami jenis ini. Hasil panen akan diproses di pabriknya sendiri di lokasi yang berbeda. Sistem pemeliharaan kopi ternyata dilakukan dengan cara memangkas kopi supaya tidak tumbuh terlalu tinggi.

Karena jika dipangkas secara berkala, karena apabila tanaman Kopi tumbuh ke samping bisa menghasilkan lebih banyak biji kopi.

Butuh waktu 4-5 tahun untuk kopi supaya bisa berbuah.

Pohon-pohon kopi di Perkebunan Banaran ini diregenerasi setiap 40 tahun, dan selama itu tetap disiangi dan diberi pupuk setiap bulan agar menghasilkan panen yang bagus setiap tahunnya. Panen biasanya di bulan Juni-Juli.

Sesekali , Kereta Wisata akan berhenti supaya kita bisa melihat pohon kopi lebih dekat, boleh pegang tapi jangan dipetik. Sebuah pengalaman yang seru melihat tanaman kopi dari dekat.

Yang menarik di sepanjang jalan , di antara kebun kopi yang luas ada beberapa tulisan informatif seperti ” Minum Kopi Sebelum berolahraga membantu wanita membakar lemak 31 persen lebih banyak” lalu ada tulisan “Minum Kopi dapat menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer”  informatif banget kan..

Membelah perkebunan, bergerak di antara pepohonan tanpa harus merasakan lelah berjalan, karena menumpang Kereta Wisata ini beneran point plus deh. Beneran praktis, ekonomis dan tidak bikin lelah. Plus melihat pemandangan dan menghirup udara segar membuat sensasi wisata perkebunan ini takkan terlupakan.

Makan Siang Sedap Ala Semarangan

Selain pemandangan di Resort Kampung Kopi Banaran, yang ditunggu adalah makan siang. Hahaha.. Makan siang kali itu juga Semarang banget, ada Bandeng Bumbu rujak (bumbunya meresap banget) ,Trancam yang pedas tapi bikin nagih, Ayam Goreng, Semur daging, ditutup dengan Es Klamud , es kelapa muda dengan gula merah yang menyegarkan. Makan siang yang mantap sekali.

Makan Siangnya mantap

Makan Siang makin lezat karena disuguhi pemandangan hijau perkebunan, langit biru dan juga Rawa Pening di kejauhan. Semilir angin sejuk menambah nikmat suasana. Lalu mengantuk. Hahaha.

Karena udah sampai sini, wajib banget mencicipi nyobain Kopi Banaran, kopi robusta ini saya minum tanpa gula, untuk menyecap rasa sebenarnya. Kopinya cukup mantap, acidity nya terasa, maklum Robusta, tapi overall saya suka, makanya saya beli sebungkus buat oleh-oleh.

Wisata Ke Kampoeng Kopi Banaran Di Kala Pandemi

Pandemi Covid 19 telah merubah wajah pariwisata di seluruh dunia. Banyak hal yang harus dilakukan pengelola wisata untuk membuat pengunjung tetap aman.

Ada beberapa hal strategis yang dilakukan pengelola Kampung Kopi Banaran untuk menjamin keamanan pengunjung di wilayahnya. Antara lain :

Menyemprotkan desinfektan ke seluruh bagian yang dilalui pengunjung seperti toilet , musholla, restoran, areal kopi banaran, sehingga diharapkan steril dari potensi covid19.

Memperbanyak handsoap di berbagai wilayah, supaya pengunjung bisa cuci tangan sesering mungkin.

Menempatkan handsanitizer yang sesuai spesifikasinya di berbagai tempat di restoran, supaya mudah dijangkau dan digunakan pengunjung

Disediakan  infra red thermometer untuk mengecek suhu badan pengunjung saat akan masuk ke wilayah Kampoeng Kopi Banaran. Kalau suhu tubuh pengunjung tidak normal, maka akan diarahkan ke puskesmas atau rumah sakit

Penggunaan masker dan juga perlakuan Physical Distancing di seluruh kitar kawasan wisata.

Seperti dikemukakan oleh Bapak Budi R Wirawan, S.T  , manajer Kampoeng Kopi Banaran dalam video dibawah ini :

Silakan berkunjung ke Kampoeng Kopi Banaran , banyak sekali yang bisa kita dapatkan disana. Selain wisata keluarga , Kita juga bisa belajar banyak soal kopi, kakao, dan melihat pemandangan indah khas Jawa Tengah. Dengan penerapan protokol kesehatan , dan juga kerjasama pengunjung Kampoeng Kopi Banaran, seharusnya perjalanan wisata bisa aman.

Silakan ditonton vido #Aiptrip Ke Kampoeng Banaran di bawah ini.

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog “Wisata Kabupaten Semarang di Era Adaptasi Kebiasaan Baru” 

11 comments

  1. Waaah ini arah jalan ke solo berarti yaaa. Ntr kalo udh bisa mudik ke solo, nambah alasan buatku utk mampir dan nginep beberapa hari di Semarang :D.

    Aku sbnrnya bukan pecinta kopi mas, tapi kalo sekedar nongkrong Ama temen2 sambil ngopi ya seneng. Tapi kopi yg aku suka, jelas yg sudah ditambah krim, susu dan gula hahahaha. Jd kalo pahit tanpa gula, jujurnya ga bisa menikmati.

    Eh tapi, aku msh penasaran melihat cara proses perkebunan kopi ini dr mulai dipetik sampe bisa menjadi bubuk /biji kopi. Mungkin kalo nanti bisa ke kampung kopi Banaran ini, jadi bisa lebih ngerti 🙂

  2. Naanya Kampung Kopi, saya kebayang aja di sana mungkin beraroma kopi yang yang bikin ngiler, hihii…

    Sayangnya waktu saya.ke Semarang, hanya main di daerah perkotaan, gak sampai ke sana, di daerah ketinggian.
    Pasti enak banget ngopi langsung di Kampung Kopi itu, seruput kopi panas di daerah berhawa dingin.

  3. Aku langsung browsing dengan kata kunci “agro wisata kopi banaran”
    Ternyata ada sejarah panjang dibalik agro wisata ini ya.

    Cocoknya ke sini, sama hubby nih yang demen kopi.

    Btw,
    Soal fakta pohon kopi yang dipangkas agar panen kopi lebih banyak, aku baru tahu lho.
    Benar-benar destinasi yang mengedukasi nih!

Tak Komentar Maka Tak Sayang , Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima Kasih sudah berkunjung

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.