Hello TemenAip ! Apa Kabar ? Hari ini, Saya baru saja selesai melakukan kegiatan Beach Clean Up di Teluk Youtefa Jayapura , Pantai Hamadi dan Pantai Holtekamp bersama Econusa. Sebuah pengalaman yang membangkitkan banyak perasaan , mulai dari sedih, senang, kagum dan juga terharu. Kenapa bisa begitu ? Baca terus tulisan ini.

Beach Clean Up kali ini serasa istimewa, karena ini adalah wujud nyata keperdulian Kita terhadap lautan. Selama ini mungkin banyak dari kita yang sudah berusaha mengurangi sampah plastik dengan banyak cara. Seperti mengurangi penggunaan sampah plastik, reduce , reuse and recycle, mengelola sampah dengan lebih lagi, ternyata itu masih belum cukup. Karena masalah sampah di laut dan pantai ini nyata adanya.

Saya merasa sedih, saat melihat sendiri bagaimana garis Pantai Hamadi dan Holtekamp yang berada di Teluk Youtefa. Pantai cantik berpasir lembut dengan latar belakang panorama yang indah begitu tercemar oleh sampah yang terbawa dari laut. Aneka macam sampah Saya lihat di pantai, mulai dari botol plastik, kertas, serpihan plastik, bungkus rokok dan banyak lagi.

Sungguh tidak sedap dipandang mata. Apalagi dampaknya terhadap kesehatan laut dan lingkungan sekitarnya, juga pada daya tarik pariwisata disana.

Ancaman Nyata Sampah Plastik Bagi Laut

Ancaman Sampah Plastik bagi laut dunia amatlah nyata, mulai dari sampah berukuran besar, sedang sampai sampah plastik berukuran mikro yang amat berbahaya. Karena ukuran yang kecil, sampah mikro plastik ini bisa terbawa ke laut manapun di dunia. Mengutip dari Website Econusa , Prediksi World Economic Forum (WEF) memperkirakan jumlah sampah plastik di lautan lebih banyak daripada ikan pada tahun 2050 mendatang bisa saja menjadi kenyataan apabila persoalan sampah plastik di laut tak segera diatasi.

Menurut Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut Kementerian Lingkungan dan Kehutanan (KLHK), jenis sampah kemasan plastik merupakan sampah terbanyak di wilayah laut Indonesia pada 2019. Setelah itu, disusul tutup botol, botol plastik, dan puntung rokok. Sampah plastik yang mengandung senyawa polimer ini, selain dapat merusak habitat terumbu karang, mangrove, padang lamun (seagrass) serta meracuni hewan-hewan laut, juga akan menurunkan kualitas air laut bersama-sama.

Yang lebih menyeramkan lagi adalah , temuan para ilmuwan, aroma plastik yang terendam air laut memang menciptakan aroma mirip makanan bagi fauna laut yang kemudian menarik mereka untuk memakannya. Hal itu karena plastik di lautan akan menjadi tempat tinggal lumut, mikroba, dan hewan-hewan kecil yang kemudian aromanya menjadi serupa. Kebayang gak sih, Penyu , Ikan dan aneka biota laut lainnya bakalan salah cium aroma dan akan memakan plastik dan masuk dalam sistem pencernaanya. Lalu Penyu akan mati karena plastik ada dalam tubuhnya. Belum lagi plastik besar yang disangka ubur-ubur. Bayangkan ikan yang kita konsumsi ternyata telah mengandung plastik di dalam tubuhnya. Mengerikan bukan ?

Oleh karena itu Saya senang sekali bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan Beach Clean Up di Teluk Youtefa Jayapura bersama Econusa. Ini sebuah kesempatan nyata membantu menyelamatkan lingkungan disana. Acara dilaksanakan pada JUmat, 4 Desember 2020 dari jam 06.00-11.00 WIT di lokasi wisata Hecknuck, Pantai Holtekamp, Teluk Youtefa Jayapura.

Peserta Beach Clean Up Dari Berbagai Elemen Masyarakat

Hari ini Beach Clean Up diikuti oleh komunitas yang peduli akan lingkungan Hidup seperti Komunitas Rumah Bakau, Komunitas Selam, Komunitas Earth Hour Jayapura, Komunitas Moto, lalu diikuti pula oleh Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lamtamal) X Jayapura serta Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pariwisata Kota Jayapura., Adik-Adik Mahasiswa dari berbagai Universitas di Jayapura seperti Universitas Cenderawasih, Universitas Yapen, Universitas Sains & Teknologi Jayapura dan Universitas Ottow Geissler

Mereka hadir dengan wajah yang bersemangat, seakan tak sabar ingin berkontribusi pada lingkungannya. Semua dibariskan dengan rapi saat mendengarkan briefing agar tetap menjaga jarak.

Salah satu tantangannya adalah tetap beraktivitas membersihkan pantai dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, memakai masker , menjaga jarak dan mencuci tangan, yang semuanya tetap diusahakan dilakukan semua peserta.

Beach Clean Up !

Acara dimulai pagi-pagi sekali, sebelumnya para peserta sudah dibagi dalam kelompok kecil yang memiliki beberapa peranan seperti pengumpul sampah, pencatat sampah dan pembawa karung. Setelah mendengarkan Sambutan Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru , yang mengatakan ini adalah aksi nyata luar biasa untuk cinta lingkungan dan kesehatan lingkungan. Ini adalah perang melawan sampah, Karena sempat setelah hujan, kali, selokan penuh sampah. Saat ke laut dikumpulkan sampah samapai 2 ton.

Acara ini dihadiri juga oleh Bapak Bustar Maitar, CEO Econusa yang berterima kasih pada para peserta yang sudah hadir untuk menjaga pantai. Beliau yakin kalau nelayan Hamadi menemukan plastik dalam perut ikan. Menjaga pantai adalah usaha menjaga kesehatan dalam jangka panjang. Beliau juga mengajak semua menjaga pantai dan juga menjaga kesehatan dalam beraktivitas.

Lalu aksi Beach Clean Up pun dilaksanakan, para peserta yang sudah membuat beberapa kelompok kecil masing-masing dibagi dua. Satu menyusuri pantai ,satu lagi menyusuri wilayah mangrove.

Bekerja Keras

Sesungguhnya memunguti sampah itu awalnya terlihat mudah, tapi ternyata tidak. Karena jumlah sampahnya cukup banyak, otomatis Saya dan rekan Irene merasa kewalahan, ini sampahnya kok gak habis-habis ya ?

Apalagi sampahnya harus diklasifikasikan perkarung ,tidak boleh ada sampah yang tercampur , misalnya apabila karungnya khusus botol plastik, ya itu saja isinya. Lalu dicatat merknya, kalau ada tahun pembuatannya.

Satu hal yang menurut saya membuat pekerjaan lebih berat adalah karena Kami semua menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker. Tapi ternyata bekerja fisik memakai masker itu lumayan berat untuk nafas. Tapi demi keamanan bersama, tetap dipakai.

Hari semakin berat karena matahari mulai naik, dan cuaca semakin terik. Peluh bercucuran karena hangatnya matahari. Saya melihat teman-teman peserta bekerja dengan penuh ketulusan, tidak ada yang mengeluh, semua dengan rajin dan seksama mengumpulkan Sampah, mencatatnya untuk data yang diperlukan nanti.

Kami pun pindah tempat dari wilayah pantai ke area mangrove. Dan ternyata sampahnya masih banyak. berceceran di sepanjang jalan dan juga di sekitar pohon mangrove. Selain dibawa air pasang, sampah disana juga ternyata dibuang oleh pengguna jalan raya. Ini jadi pengingat Kita semua jangan buang sampah sembarangan, sedikit-sedikit menjadi bukit deh sampahnya banyak.

Akhirnya proses Beach Clean Up selesai. Semua karung dikumpukan menggunakan kendaraan roda tiga pengangkut sampah. Para peserta pun kembali ke titik meet up untuk beristirahat.

Pengumuman Hasil Beach Clean Up

Wiro Wirandi , Manajer Program Kelautan Econusa bersama Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru mengumumkan setelah ditimbang Kami mengumpulkan botol plastik sebanyak 269 kg, botol miras kaca sebanyak 72 kg, dan campuran sampah lain (bungkus permen, susu) sebanyak 174 kg. Totalnya 515 kg, setengah ton lebih!

Banyak juga ya hasil pengumpulan sampah di sepanjang 2 KM pantai ini. Sebagai usaha bersama, Saya sangat terharu dan terkesan melihat ketulusan hati para peseerta yang mau meluangkan waktu dan tenaga mengumpulkan sampah.

Semoga kegiatan seperti ini bisa dilakukan di banyak tempat oleh siapa saja. Selain untuk membersihkan sampah, terutama plastik, juga untuk meningkatkan kesadaran tidak membuang sampah sembarangan, mengelola sampah lebih baik lagi. Karena ini adalah usaha bersama untuk kebaikan seluruh mahluk di bumi ini, kali ini dalam scope kecil wilayah Jayapura. Tapi semoga dampaknya bisa lebih besar lagi karena semua orang di dunia harus bisa melakukannya.

Plastik amat sulit terurai, butuh waktu lama untuk bisa bilang dari permukaan bumi. Bahkan plastik yang kita pakai akan berada lebih lama di mulai bumi daripada Kita pemakainya sendiri.

Saya optimis sekali karena melihat para peserta Beach Clean Up bersama Econusa begitu bersemangat, tulus dalam bekerja mengumpulkan sampah di pantai kali ini. Semoga semangatnya bisa diteruskan ke teman, saudara, lingkungannya. Dan semoga semangatnya bisa tetap membara, Karena perjuangannya masih terus berjalan.

Ayo TemenAip, Kita sama-sama jaga laut, jaga alam dengan mengurangi pemakaian plastik , tetap Reduce, Reuse, Recycle plastik yang sudah ada, dan mengelola sampah kita semua dengan lebih baik lagi, karena kebanyakan akan berakhir di laut dan berdampak negatif bukan saja bagi mahluk laut, tapi seluruh bumi terdampak.

Karena Bumi ini cuma satu, tidak ada cadangannya, otomatis harus kita jaga dan pertahankan

11 comments

  1. Mas aku baru liat foto pertama aja lgs sedih :(. Kok bisa sih orang2 segitu ga pedulinya Ama sampah sendiri. Kayak susah bangetttt buang sampah di tempatnya 🙁 kesel kadang liat orang2 yg begitu

    Ga nyangka sampe ratusan kg yaaa. Dan aku lgs pesimis, setelah dibersihkan, apa mereka bakal sadar ato tetep aja buang sampah sembarangan 🙁

  2. Duh ga kebayang gmn binatang2 laut makan plastik, aku br tau klo plastik ada aroma mirip makanan. Pantes aja menarik binatang laut ya uhuhuu.

    Trs semoga dgn gerakan yg mas ikutin wisatawan makin sadar unt jaga kebersihan ya. Trs klo bs ada polisi kebersihannya. Yg ngawasin wisatawan. Ada denda unt yg buang sampah sembarangan.

  3. terharu dna bangga bacanya, dibalik masih banyaknya orang-orang yang enggak care dengan lingkungan, ternyata masih banyak orang-orang yang peduli juga dengan kondisi alam ini, semoga orang-orang seperti ini disehatkan selalu, dan mari kita jaga laut bersama-sama agar bumi kita lebih sehat dan permasalahan sampah plastik menemukan titik temu

    1. Dan kita semua bisa mengambil peranan dalam pengurangan laju sampah terutama plastic. Reduce Reuse recycle harus selalu diterapkan setiap orang. Kurangi pemakaian plastic terutama yg sekali pakai

  4. Kasihan banget ya bila hewan-hewan laut tersebut menyangka plastik adalah makanan kemudian mereka mengkonsumsinya. Tentu saja lama-lama mereka akan punah. Aduh jangan sampai terjadi

Tak komentar maka tak sayang. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima Kasih sudah berkunjung

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.