Hello TemenAip ! Apa Kabar Semuanya ? Tak terasa sudah memasuki bulan Mei 2021. Udah bulan ke 5 lho. Dan begitu banyak kejadian di dunia. Terutama kasus penyebaran Covid di India , Saya baca di Kompas sudah mencapai 400.000 kasus per harinya. Parah banget. Kematian harian bisa mencapai 3523 orang. Kalau lihat di berbagai social media , rumah sakit sudah tidak kuat menampung lonjakan pasien yang masuk, orang-orang mengantri membeli oksigen, mayat-mayat dibakar di berbagai tempat. Pemandangan mengerikan yang semoga tidak sampai terjadi di negara Kita.

Pritpal

Supir Kami waktu Aiptrip India , Pritpal pun rajin mengirimkan pesan Whatsapp, baik tulisan maupun video. Sayangnya dia mengirimkan pesan berbahasa India, jadi saya kurang paham. Hanya kalau dilihat dari videonya keadaanya parah. Mari berdoa semoga rakyat India bisa selamat dari pandemi ini. Sedih sekali melihatnya. Dan semoga kejadian serupa tidak terjadi di Indonesia.

Tidak Mudik 2021

Seperti sebelumnya sudah Saya tulis di 2021 Tidak Mudik , Pemerintah akan segera memberlakukan larangan Tidak Boleh Mudik pada tanggal 6 Mei 2021 sampai dengan tanggal 17 Mei 2021. Dan berlaku pula masa pra pengetatan pada tanggal 22 April sampai dengan 5 Mei 2021 dan pasca pengetatan pada tanggal 18 Mei sampai dengan 24 Mei 2021, silakan dibaca aturannya dibawah ini ya

Pastinya sulit tidak mudik dan berkumpul dengan keluarga di Lebaran kedua saat pandemi seperti sekarang. Tapi ini adalah langkah yang paling tepat untuk dilakukan untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Perpindahan manusia dalam jumlah jutaan dalam waktu bersamaan sangat riskan.

Kasus di India adalah contoh nyata penyebaran Covid-19 karena kegiatan yang melibatkan jutaan manusai yang berkumpul di satu tempat secara bersamaan. Waktu itu ada upacara keagamaan yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Nggak kebayang kalau sampai terjadi di Indonesia. Apakah Kita siap kalau serangan Covid-19 terjadi seperti di India. Amit-amit deh. Apakah fasilitas kesehatan kita siap menghadapinya ? Bagaimana para Tenaga Kesehatan ? Dan banyak faktor lainnya. Apakah Kita siap ?

Dilarang mudik saja , sudah terjadi pergerakan massa yang cukup banyak pada masa sebelum larangan mudik. Itulah kenapa diadakan pengetatan mudik.

Tapi masih banyak juga yang nekad mudik, padahal anjurannya di rumah saja. Yang cukup ekstrem ada yang nekad mudik naik perahu ke Cirebon dari Jakarta. Banyak hal dilakukan untuk mudik.

Ancaman Covid-19 Itu Nyata

Sekarang makin sering dengar keluarga atau teman yang terinfeksi Covid-19. Om dan Tante Saya sempat masuk rumah sakit karena menderita Covid-19. Lalu ternyata menular pada anaknya. Alhamdulilah semuanya bisa pulih. Tapi deg-degannya itu lho.

Sudah berapa keluarga teman Saya masuk Wisma Atlet secara bergantian. Ada juga yang dirawat di Rumah Sakit lain, atau melakukan Isoman ( Isolasi Mandiri) di rumah. Yang paling baru ada teman blogger yang selama ini cukup ketat menjalankan protokol kesehatan, ternyata masih bisa kena, sekeluarga termasuk anak dan bayinya dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah sekarang sudah membaik.

Itu kisah yang cukup beruntung bisa pulih , kisah sedih juga tidak sedikit. Seorang kawan baru saja kehilangan ibunda karena penyakit ini. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Berbagai berita duka berseliweran di timeline medsos, banyak juga yang meninggal karena pandemi ini. Tetangga kami di rumah Jakarta pun sudah ada 4 yang berpulang karena Covid-19.

Program Vaksinasi terus berjalan, kedua orang tua Saya Alhamdulillah sudah divaksin. Sudah mendapatkan sertifikat. Begitu pula dengan Abang yang bekerja di BUMN. Tapi Saya belum, berulang kali cek di website Peduli Lindungi, nama Saya belum terdaftar. Semoga lekas terdaftar ya guys.

Semoga Kita semua bisa bersabar dan tetap menjaga protokol kesehatan supaya tetap sehat dan bisa terus menjalankan hidup. Tetap semangat, saling mengingatkan, jangan lengah, Kita bisa lakukan ini secara bersama-sama.

Mei , Bulan Yang Menentukan

Bulan ke 5 ini menjadi satu waktu penting bagi Kita, pertama karena adanya Perayaan Hari Raya Idul Fitri, semoga Kita bisa belajar dari pengalaman tahun lalu. Kita bisa bersilaturahmi secara online. Tidak perlu membuat kerumunan. Di bulan ini juga kita bisa menyaksikan efektivitas Larangan Mudik oleh Pemerintah. Semoga semuanya berjalan dengan baik dan efisien. Semuanya selamat, berkah dan juga sehat.

Tontonan Ngabuburit

Ariefpokto.com cukup aktif saat di rumah saja , setiap minggu ada video baru di Tiktok, Youtube, untuk sharing pengalaman dan juga dokumentasi, silakan ditonton ya, lumayan buat ngabuburit nunggu adzan Magrib.

Sekarang saatnya mengolah materi lama untuk dijadikan konten. Kadang pas beli martabak aja bisa dijadikan konten. Lumayan buat memorabilia , kenang-kenang dan siapa tahu berguna buat orang lain.

Selamat menonton !

Mengunjunngi Museum Huruf Di Jember
Jajan Bakso di Perbatasan Papua Nugini
Mie Ayam Misterius Di Jember
Taman Aloon Aloon Tulungagung

6 comments

  1. Ini tahun kedua kami tidak mudik. Tidak apa-apa karena masih ada video call. Yang penting transferan untuk orangtua lancar. Demi keselamatan kita semua, ya kan? Jangan sampai Indonesia menjadi seperti China pada saat awal-awal pandemi atau seperti India sekarang.

  2. Beberapa hari lalu saya karena kebutuhan memutuskan belanja ke sebuah pusat perbelanjaan di daerah Sidoarjo. Dan di sana, well udah kaya ga ada pandemi. Pake masker cuma nutupin mulut, ga ada lagi jaga jarak sosial, penuh sesak.

    Miris mengingat kawan saya yang bekerja di dunia medis kepayahan menangani pasien Covid, tapi perilaku masyarakatnya seperti ini. Apa iya, harus ada orang dekat yang meninggal karena Covid, baru orang-orang ini sadar ya.

  3. kang Aip videonya mantaap dan banyak ajaa hehehe. Iya bener, Mei ini kami pun tidak lakukan perjalanan, bahkan untuk dinas karena memang menghindari resiko penyebaran yang cukup tinggi. Yang penting semangat yaaa

  4. Sedih banget sih aku, jujur Ramadan ini juga jadi rada nggak bersemangat karena nggak bisa mudik. Cuma ya aku sadar, kalau kita nekad mudik takutnya kayak India. Di India mah udah parah banget, nggak bisa dikendalikan.

  5. Saya juga ga mudik ke rumah orang tua, meskipun tadinya berasa sedih tapi pas mikir lagi, ya emang ini yg terbaik. Semoga pandemi cepat berlalu, sudah dua tahun ga lebaran bareng keluarga di kampung

Tak komentar maka tak sayang. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima Kasih sudah berkunjung

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.