Tamasya Ke Telaga Saat Puncak Yang Menyenangkan

Hello TemenAip Apa Kabar ? Di bulan Mei kemaren, Saya bersama beberapa teman Travel Blogger, Sigit Sugiyono , Irene Pinktravelogue , Mardiaheyyy, Hanum Sansadhia dan Andrew Tukangngider kepikiran pengen mencari tempat wisata yang adem dan menyenangkan. Buat refreshing , memanen konten dan yang pasti pengen cari tempat yang nyaman dan bisa social distancing. Sigit punya ide buat pergi ke Telaga Saat Puncak. Destinasi wisata ini mulai banyak diperbincangkan dan jadi wisata yang banyak di post di Social Media. Jadilah Kami berenam berangkat kesana.

Menuju Telaga Saat Puncak

Kami sengaja pergi di hari biasa, karena kalau akhir pekan kayaknya ramai sekali deh. Dan formasi berenam cukup, karena muat di mobil dan bisa jaga jarak. Berangkat dini hari sekitar setengah 5 subuh, Kami sempat berhenti sholat subuh di Rest Area Sentul, lalu melanjutkan perjalanan. Jalanan cukup sepi dan menyenangkan. Tak terasa hanya satu setengah jam sudah sampai lokasi.

Lokasi Telaga Saat Puncak

Lokasi Telaga Saat Puncak berada di tengah-tengah perbukitan kebun teh di desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Patokan buat kesana kalua dari Jakarta , arahkan kendaraan kearah Cianjur, nah nanti sebelum Puncak Pass, ada Melrimba Garden, langsung aja belok kiri, karena pintu masuknya pas di situ. Setelah Membayar Tiket ada 2 pilihan jalan. Lurus terus agak Nganan ke Telaga Warna, dan Ke kiri menuju Telaga Saat Puncak. Rambunya keliatan kok jelas.

Harga Tiket Telaga Saat Puncak

Di pintu pertama akan ada pemungutan tiket seharga Rp.21.000 / orang , lalu di Talaga Warnanya sendiri ada tiket pemeliharaan seharga Rp.10.000 . Kalau bawa kendaraan ada tiket parkir seharga Rp.5000

Jalan Menuju Telaga Saat Puncak Yang Asoi

Ok, kalau dari Jakarta ke Puncak jalannya udah pada tahu lah ya. Mulus, berliku , tapi mudah dijalani lah. Tapi perjalanan ke Telaga Saat dari tempat tiket itu sesuatu banget. Jalannya ada, tapi berbatu dan tidak mulus. Kalau bisa kesini bawa mobil atau motor yang prima ya. Jangan bawa mobil ceper karena takut nyangkut di bebatuan. Jalanannya nanjak, dan beberapa lumayan berbahaya bagi supir yang kurang berpengalaman. Kebayang kalau ujan sih, ngeri karena pasti licin.

Karena jalanannya tidak mulus , otomatis mobil sering terguncang, mesti hati-hati ya gaes, badan boleh terguncang, jiwa jangan. Nikmati saja perjalanan ala ala wahana ini.

Tapi pemandangannya juara dunia ! Kita menembus perkebunan the dengan latar belakang pegunungan yang cantik mandraguna. Sesekali lewat para pengebun teh mengangkat hasil panen mereka, berkali-kali petani konten di atas mobil turun untuk mengabadikan suasana indah disini. Kalau gak disuruh naik mobil , gak akan sampai-sampai deh.

Setelah beberapa tanjakan, jeritan, turunan, akhirnya sampai juga ke Telaga Saat Puncak. Ada sebuah tempat parkir yang cukup luas disana.

Kesan Pertama

Pas keluar mobil auto Bahagia karena masih bisa menemukan tempat wisata alami yang cantik dan menyenangkan seperti disini. Bayangkan sebuah wilayah telaga seluas kira-kira 5,8 HA dengan latar belakang gunung dan dikelilingi oleh perkebunan teh yang hijau. Udaranya segar banget dan suhu dingin pegunungan langsung memeluk Kami. Untung pada pakai jaket.

Disini protokol kesehatan dijalankan. Pasti kan pakai masker dan kurangi berkerumun ya.

Setelah membayar tiket K-3 yang 10.000 , kami langsung menuju pinggir danau. Langsung menikmati suasana disana. Hembusan angin pegunungan yang sejuk langsung menerpa wajah-wajah polos Kami. Ada sensasi segar yang telah lama tak didapati, setelah lama tinggal di perkotaan. Seneng banget rasanya.

Sepasang Patung Harimau dan Badak menyambut Kami di pinggir Telaga. Desainnya cukup bagus dan mirip aslinya.

Karena belum sarapan, akhirnya Kami memutuskan untuk sarapan dulu di Warung Abah Deli yang terletak paling dekat dari tempat tiket. Abah Deli dan istrinya sudah beberapa tahun berjualan disana, dan semangat melayani pesanan Kami sambil bercerita banyak soal tempat ini. Disini juga menjadi tempat tinggal Elang Jawa yang makin sedikit populasinya. Kami mendengarkan cerita beliau sambil emnikmati sajian khas disana yaitu Indomie Rebus.

Fasilitas Telaga Saat Puncak

Tenang, kalau gak bawa bekal, disini ada sekitar 6 buah warung yang menjual makanan dan minuman. Belum spot-spot tempat jajan makanan makanan ringan. Harganya pun masih okelah. Indomie telur dihargai Rp.15.000 per porsi. Eh mahal gak sih ? Sudah lama ga beli indomie di warung. Teh manis dihargai Rp.5000. Disana tersedia toilet, musholla, beberapa gazebo ( yang bisa disewa seharga 25.000/jam khusus Gazebo A,B,C) , lalu bisa sewa matras kecil Rp. 5.000 ,- yang besar Rp. 10.000. Mau sewa perahu juga ada , Rp.100.000 untuk 6 orang. Lalu disini kalau prewedding ada paketannya juga mulai dari Rp.500.000 – Rp.1.000.000     

Mengelilingi Telaga Saat Puncak

Salah satu highlight pagi itu adalah mengelilingi Telaga Saat Puncak dan menikmati keindahan panorama alam disekitarnya. Ada sebuah jalur terbuat dari semen, jadi jangan khawatir becek ya TemenAip. Di sisi kiri kanan jalanan ini diwarnai rainbow sehingga menjadi kekinian banget deh.

Di sisi kiri kita bisa melihat telaga, di sebelah kana nada perkebunan teh, di depan ada pemandangan hutan lindung dan juga gunung Kencana yang menjulang tinggi.

Udara segar yang Kami hirup beneran menjadi bahan bakar jalan pagi yang bagus banget.

Banyak Spot Foto Bagus

Selama perjalanan banyak banget tempat foto yang bagus-bagus , sampai tiap 5 meter pada berhenti dan foto-foto. Sebanyak itu. Banyak angle menarik buat berfoto ria. Sebagus itu. Acara jalan-jalan pagi pun menjadi semakin menarik karena para petani konten menjadi semakin menjadi pas melihat banyak lokasi keren.

Saling foto, saling shoot, bisa lah punya materi konten buat 2 tahun. Hahahaha. Banyak fto dan video bagus tercipta disini.

Pastikan bawa memory card dan batere cadangan ya. Sayang kalau sampai kehilangan kesempatan mengambil foto dan video yang menarik buat kenang-kenangan.

Dan pastikan juga menikmati suasana disini, karena beneran refreshing dan menyenangkan berada di tempat ini. Intinya tempat ini menarik banget buat dikunjungi , sayang juga kalau terlewatkan.

Titik 0 Sungai Ciliwung

Telaga Saat Puncak memiliki fungsi penting dalam dunia persungaian terutama di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Telaga ini adalah titik 0 KM Sungai Ciliwung yang mengaliri banyak daerah di Jawa Barat menuju akhir di perairan Jakarta. Telaga ini menjadi sumber air Sungai Ciliwung. Jadi keberadaanya sangat penting. Sebelumnya telaga ini berukuran kecil, lalu oleh Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane, Kementerian PUPR, dan Kementerian LHK, ukurannya diperluas  untuk menampung lebih banyak debit air untuk mengaliri Sungai Ciliwung

Yang pasti Saya senang banget bisa pergi ke Telaga Saat Puncak ini , karena selama ini kalau lewat Puncak ga pernah berkesempatan main disini. Dan karena masih bersih dan alami, pastikan kalau kesini tertib dan tidak meninggalkan sampah ya.

Dosanya double kalau nyampah sembarangan, selain melukai lingkungan, juga melukai sumber air Ciliwung yang amat penting bagi banyak orang.

Sebuah pengalaman menyenangkan berkunjung disini, selain bagus buat jiwa dan juga raga. Sebuah pengalaman yang menyegarkan.

10 comments

  1. Beruntung banget bisa mampir ke blog ini. Bisa manjain mata dengan pemandangan alam yg indah. Aku tuh paling suka jalan ke daerah dataran tinggi seperti ini, hawanya sejuk dan pemandangan yg manjakan mata.

  2. Berasa lagi shooting film Petualangan Sherina yaa..
    Alam hijau terbentang luas dengan danaunya yang indah.
    Uwwwaaa~

    Perjalanannya membutuhkan perjuangan, tapi ini…
    Keren banget.
    Kalau pakai mobil sedan, bisa sampai gak niih…kak Aiep?

  3. Aih ada Hanum, kangen banget pengen ketemu.. Aku belum pernah ke Telaga ini Kang, cantik juga pemandangannya ya, tapi deg degan baca kalau jalan ke sana menanjak huhu

  4. Wuidih cakep-cakep gitu pemandangannya. Huhu kujadi kangen puncak. Udah lama banget deh ih aku gak ke puncak. Kayaknya sejak ada Cipularang. Dulu kalo ke puncak karena gak sengaja aja lewat. Terus mampir deh. Sekarang lebeng deh. 🙁

  5. oalaaah, aku sempet rancu dengan judulnya, ternyata Telaga Saat Puncak adalah sebuah nama ya. Tempatnya asik dan menyenangkan, sepertinya juga seger banget udaranya. cocok buat rileks

  6. Awal baca, agak rancuh. Ternyata nama tempatnya Telaga Saat. Ya ampunnn

    Meski sempat bingung, tapi pas terus baca ternyata cakep dan menyegarkan mata banget. Suka banget sama pemandangan hijau kayak gini

  7. Cakeeep bangetttt viewnyaa mas. Kliatn udaranya sejuk. Langitnya aja masih biru cerah gitu :).

    Aku td agak bingung baca judulnya. Kirain Saat Puncak bukan namanya. Berkali2 ke puncak, kok aku ga prnh denger yaa nama telaga ini . Kurang gaul :p. Ke puncak cuma makan sate kambing hahahahah.

    Bisaa nih, kapan2 aku mau ajakin suami ah kesana. Udh kangen Ama wisata alam -_- .. jenuh banget aku

Tinggalkan Balasan ke nyi Penengah Dewanti Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.