Hello TemenAip Apa Kabar ? Bulan Juni ini ada sebuah peristiwa penting bagi Saya di masa pandemik.
Akhirnya Ariefpokto divaksin Covid-19. Selama pelaksanaanya disaksikan Bapak Presiden Joko Widodo pula. Senang dan lega banget rasanya . Terima Kasih ya Pak. Sebagai Travel Blogger yang kerjanya banyak pergi-pergi, mendapatkan Vaksin Covid-19 adalah salah satu jalan untuk mendapatkan perlindungan.

Dan Saya juga berterima kasih kepada PT. KCI yang memberikan fasilitas vaksin bagi 3000 orang pelanggannya selama dua hari pelaksanaan di Stasiun Bogor pada tanggal 17 dan 18 Juni 2021 di Stasiun Bogor.

Perjuangan Mendapatkan Vaksin


Sejujurnya sulit sekali bagi Saya untuk mendapatkan giliran vaksin. Sudah berapa link, nomor WA , website sampai Pak RT dan RW saya jadikan awal pencarian vaksin. Tapi hasilnya belum maksimal. Belum ada yang nyangkut, bisa jadi pendaftaran penuh atau ditolak. Ya namanya juga bukan rejeki.

Sampai akhirnya Saya mendapatkan kesempatan untuk divaksin di Stasiun Bogor. Dan jalannya melalui jalur Commuterline. Sebagai salah satu influencer yang sering bekerjasama dengan PT KCI, Saya dihubungi untuk diajak mengikuti program vaksinasi yang diadakan di Stasiun Bogor, dan akan dihadiri oleh Bapak Presiden RI.

Sewaktu dihubungi, posisi Saya sedang di Tasikmalaya, tanpa pikir panjang, Saya langsung pesan tiket Kereta Api , sore itu juga kembali ke Jakarta pada tanggal 15 Juni 2021. Alhamdulillah dapat juga tiket kereta api Serayu malam dan juga mendapat hasil negatif di pemeriksaan Genose Stasiun Tasikmalaya.

Sesampainya di Jakarta, pada tanggal 16 Juni 2021 pukul 4 pagi, lalu segera berangkat ke Stasiun Bogor untuk melakukan proses pendaftaran dan screening di sana.

Saya sebagai salah seorang pelanggan Commuterline yang telah terpilih dan terdaftar, beberapa orang lain harus melakukan PCR Swab terlebih dahulu sebelum dilakukan vaksinasi keesokan harinya di Stasiun Bogor. Ini untuk menjaga para peserta vaksin bebas Covid and tidak akan menulari yang lain.

Dan karena beberapa dari Kami akan berinteraksi dengan Bapak Presiden, otomatis harus PCR Swab untuk memastikan Kami sehat wal’afiat.

Selain melakukan PCR Swab, kami juga mengisi form untuk vaksinasi yang haurs dijawab secara jujur. Persyaratan lainnya adalah menyediakan foto copy KTP dan juga membawa KTP asli.

Setelah semua proses selesai, Kami diperkenankan pulang, dan diminta besok pagi sudah hadir di lokasi vaksinasi.

Hari Vaksinasi Di Stasiun Bogor

Akhirnya hari itu tiba, Saya berangkat dengan KRL paling pagi dari Stasiun Sudirman jurusan Bogor.

Sesampainya di Bogor, ada satu peristiwa yang kurang baik terjadi. Saya ketinggalan fotocopy KTP ! Duh, padahal sudah disiapkan sehari sebelumnya. Tapi karena Saya tidak membawa tas , sesuai anjuran dari panitia supaya tidak ribet sewaktu proses scanning masuk lokasi yang diatur protokoler lebih ketat. Teledor sekali.

Akhirnya Saya harus pergi dulu ke tempat fotocopy di sekitar stasiun Bogor yang ternyata belum pada buka. Beruntung akhirnya ketemu satu yang baru membuka rolling door tokonya dan bersedia segera memfotocopy KTP Saya.

Seusai urusan KTP beres, Saya lalu berusaha masuk kembali ke lokasi vaksinasi yang berada di area Gedung lama Stasiun Bogor. Cukup menguras energi karena alur masuk area Stasiun Bogor dirubah sesuai pengamanan Presiden.

Banyak sekali tentara dan polisi yang berjaga disana. Maklum sih, namanya juga kedatangan orang nomer 1 negeri ini. Harus aman kan.

Sayapun berhasil datang ke meja registrasi. Setelah diperiksa identitas, Saya lalu dipersilahkan masuk dengan diberi faceshield dan sebuah kantong besar berwarna merah putih berisikan Sembako bantuan dari Presiden RI.

Wah senang sekali rasanya, belum pernah dapat beginian. Dan beratnya lumayan juga, ada beras 5 kilogram, minyak, teh dsb.

Sayapun dipersilahkan masuk ke ruang vaksinasi. Dengan latar belakang KRL berjejer meja-meja yang sudah dihadiri para petugas vaksinasi yang berpakaian APD lengkap. Ada meja screening dan meja vaksinasi.

Saya bergabung dengan calon penerima vaksin lain duduk dengan teratur dan berjarak, menunggu divaksin.

Vaksinasi Disaksikan Presiden Republik Indonesia

Dan akhirnya masa vaksinasi tiba, dimulai dengan kehadiran Bapak Jokowi, selaku Presiden Republik Indonesia, didampingi Menteri Kesehatan dan Gubernur Jawa Barat.

Beliau-beliau memantau Kami divaksin. Setelah dipanggil ke meja registrasi, dilakukan pemeriksaan tekanan darah, Alhamdulillah Saya lolos, lalu ditanyakan beberapa pertanyaan sehubungan dengan kesehatan. Setelah dinyatakan bokeh divaksin , Saya berpindah ke meja vaksin.

Dimana petugas mengatakan bahwa Saya mendapatkan jatah vaksin Sinovac, lalu mengisi kartu vaksin. Secara sigap petugas menyuntikan vaksin di bahu sebelah kiri.

Awalnya Saya mengantisipasi bakalan sakit, eh ternyata tidak begitu terasa sakitnya. Jago juga petugasnya. Setelah selesai divaksin , Saya dipersilahkan menunggu di ruang observasi selama 20 menitan, untuk melihat ada gejala efek samping vaksinasi.

Sempat Berbincang Dengan Presiden

Di sela proses vaksinasi , Saya sempat menyapa ” Selamat Pagi ” kepada Bapak Jokowi , maafkan Travel Blogger yang gak tahu malu ini ya TemenAip. Tapi sebagai rakyat kan kepengen kan ngobrol sama presiden, dan Saya manggilnya sopan kok.

Akhirnya beliau menghampiri tempat duduk Saya , lalu ngobrol sedikit soal vaksin ini. Sudah berapa lama menunggu. Tapi karena harus segera beranjak ke tempat lain, beliau akhirnya meninggalkan Saya. Lalu Saya teringat kalau Saya belum minta sepeda seperti yang di TV-TV. hahaha.

Lupa bilang terima kasih lagi. Itulah kenapa Saya menuliskan di blog ini dan juga di social media ucapan terima kasih Saya. Siapa tahu staff atau beliau sendiri baca.

Selesai Observasi

Setelah menunggu , akhirnya Saya dipanggil ke meja dimana petugas menanyakan apakah Saya merasa ada efek samping dari Vaksin Sinovac yang Saya terima ? Alhamdulillah tidak ada keluhan, lalu Sayapun diberikan Kartu Vaksinasi Covid-19.

Dan diberitahukan tempat dan lokasi vaksinasi ke dua pada tanggal 15 Juli 2021. Alhamdulillah proses vaksinasi pertama berjalan lancar tanpa kendala. Dan disaksikan orang nomor satu negeri ini pula, sungguh suatu kebahagiaan bagi Saya.

Efek

Efek Setelah Divaksinasi

Setelah divaksinasi Saya tidak mengalami gejala yang mengkhawatirkan. Sedikit hangat, tidak demam. Tapi yang beneran kerasa itu adalah rasa lapar dan mengantuk datang silih berganti. Lumayan juga.

Makanya setelah vaksinasi beneran istirahat deh.

Lapar dan mengantuk berlangsung beberapa hari sampai akhirnya sadar kalau itu adalah kebiasaan sehari-hari. Duh..

Pentingnya Vaksinasi


Vaksinasi adalah sebuah langkah penting untuk sehat & juga menjaga kesehatan bersama, supaya semuanya mendapatkan perlindungan terhadap Virus ini. Orang yang sudah divaksin tidak akan mengalami efek terburuk dari Covid-19. Dan masih berpotensi tertular, jadi protokol kesehatan harus tetap dijalankan.

Dan pemerintah memang mempercepat vaksinasi di tempat dengan mobilitas & interaksi tinggi. Program Vaksinasi diadakan di beberapa tempat, salah satunya di Stasiun Bogor ini, pada hari yang sama dilakukan juga di Stadion Pakansari Bgor.

Kalau ada kesempatan Vaksin jangan disia-siakan ya TemenAip Vaksin ini bukan obat, tapi jadi pelindung yang lebih baik di masa depan.

Ikuti alur dan aturan yang ada. Bersabar karena prosesnya cukup panjang. Tetap optimis dan selalu berdoa.

Sekali lagi, walau sudah divaksin tetap jalankan protokol kesehatan, harus pakai masker, rajin cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Kalau tidak perlu banget, mending di rumah aja dulu ya. Apalagi sedang meningkat seperti sekarang.

Yuk sama-sama Kita jaga kesehatan, saling dukung saling jaga.

Terima Kasih sekali lagi kepada Bapak Presiden RI, Bapak Menteri Kesehatan, Bapak Gubernur Jawa Barat, PT KCI Commuterline , Kementerian Kesehatan RI dan seluruh jajarannya. Juga kepada Ibu Anne Purba , Mas Akbarsibarie , Mas Adly, Bang Tolden Tobing , para tenaga kesehatan, Bapak TNI, Polri dan semua pihak yang mensukseskan kegiatan vaksinasi di Stasiun Bogor.

Alhamdulillah Saya sudah divaksin!

30 comments

  1. Selamat. Saya juga sudah vaksin 1x. Efeknya sesaat sesudah vaksin gak ada, Cuma beberapa hari setelah itu ada efeknya, yaitu suka mengantuk. Hanya itu saja. Semoga vaksin kedua bagi saya berjalan lancar.

  2. Alhamdulillah ya, Mas sudah divaksin. Dapat bonus juga dari presiden. Hehe. Semoga saja vaksin ini bisa segera diberikan ke seluruh masyarat ya biar herd immunitynya cepat terbentuk

  3. Alhamdulillah udah divaksin ya Mas, apalagi disaksikan langsung oleh Pak Jokowi. Kirain vaksin Sinovac udah habis, kalo saya dapatnya AstraZeneca. Kalau KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) yang saya rasakan antara lain agak demam, lengan yang disuntik terasa pegal dan lapar mulu bawaannya.

  4. “Lapar dan mengantuk berlangsung beberapa hari sampai akhirnya sadar kalau itu adalah kebiasaan sehari-hari.” udah serius baca, eh ternyata ini adalah kebiasaan semata, wkwkwkw. Alhamdulillah ya kak bisa bertemu dengan bapak Presiden. Duh, kenapa bisa lupa minta sepeda sih? wkwkwkw.
    Saya masih belum tahu harus daftar dimana nih, semoga segera

  5. Wahhh keren mas, sebuah pengalaman vaksin yang mungkin tidak semua orang bisa dapatkan yaa. Disaksikan secara langsung oleh orang nomor 1 di Indonesia, yaitu Pak Presiden Jokowi. Ini vaksin pertama berarti ya, tinggal nunggu vaksin keduanya nih hhi. Wah berarti mulai dari test pcr sampe vaksinnya gratis semua yaa :v, asik nih

  6. Mantap euy mas arief..pengalaman vaksinnya edisi istimewa banget soalnya sambil ketemu pak Jokowi. semoga sehat2 selalu ya mas Arief..ditunggu cerita menarik lainnya

  7. Alhamdulillah ya Mas, udah dapat vaksin dan gak ada efek juga ya setelahnya.
    yeaay, disaksikan langsung oleh orang no.1 Negeri ini pula, ntar kalau dibaca dapat sepeda gak ya 😀

  8. Wih, sampai disaksikan Bapak Presiden loh vaksinnya. Pengalaman vaksin yang nggak terlupalan tentunya ya. Semoga makin banyak lagi orang-orang yang mau divaksin dan proses buat vaksinasinya juga nggak ribet.

    Belakangan kan surat domisili udah dihapus tuh jadi semua WNI bisa vaksin di mana aja kapan aja. Semoga semua sehat selalu juga. Aamiin.. Nggak sabar nunggu pandemi selesai, udah pengen traveling lagi. Huhu..

  9. Selamat ya Mas sudah berhasil divaksin disaksikan dengan presiden pula. Keren. Suami saya kemarin setelah divaksin efeknya badan demam tinggi sampai menggigil. Mungkin karena beda jenis vaksinnya kali ya atau tergantung kondisi masing2 orang

  10. Wah asyik nih udah divaksin. Aku belom. Huhuhu, entah kapan nih nunggu giliran. Semoga bisa segera deh ngikut Kang Aip. Biar bisa legs.

  11. Selamat kak Aiep…sudah vaksin.
    Alhamdulillah.
    Semoga kita semua senantiasa diberi kesehatan dan terhindr dari wabah.

    Nanti rencananya vaksin kedua jarak berapa minggu, kak?
    Bakalan di tempat yang sama atau bagaimana, menurut prosedur?

    Oh, iya, sampai lupa minta SE-PE-DA yaah..
    Hahhaa…nanti dibaca sama staf presiden loo…

    1. Wkkw…alhamdulillah merasa lapar selalu yaa…
      Diingatkan secara alami oleh tubuh bahwa harus segera makan dan memenuhi apa yang dibutuhkan tubuh.
      Mantap kak Aiep sudah vaksin.
      Sehat selalu…

  12. Pengen katawa waktu bahas ngantuk dan lapar, kirain efek vaksin ternyata udah kebiasaan sehari-hari. Untuk sekarang belum vaksin karena darah rendah. Semoga nanti bisa ikut vaksin biar lebih terjaga.

  13. Aku juga udah pengen banget vaksin nih, sayangnya lagi pulkam. Ntar klo udah balik ibukota lagi, aku mau buru-buru daftar vaksin biar tenang dan aman terlindungi.

  14. Di rumah baru suami aja nih yg divaksin, tp langaung sakit diare dan demam… Entahlah… sekarang masih sakit stlah 5 hr divaksin salahnya ga ada aturan cek Swab dulu nih di tpt suami divaksin. Mmg penting pemeriksaan sblm divaksin tuh…siapa tau OTG, siapa tau ada penyakit bawaan ..

  15. alhamdulillah yaaa Aip.. bisa dapat vaksin dan ketemu Pak Presiden lagiii.. mantap! Yang penting semua ini menjadi ikhtiar kita untuk tetap sehat di tengah pandemi yaaa

  16. Ya ampun aku udah serius loh mikirin kalo efek vaksin adalah lapar dan ngantuk, karena buat aku lapar dan ngantuk itu jarang aku alami, taunya emang uda biasa, wkwkwkwk nyebelinnnn…
    Selamat yaa finally ketemu pak pres. Sbg warga kalimantan mupeng dehhhh

  17. Lhaa kehilangan kesempatan minta sepeda dong Kang hahaha.

    Alhamdulillah ya, seudah vaksin, sempat ngobrol pula sama Pak Presiden. Berapa blogger/ibfluencer coba yang dapat kesempatan seperti ini. 🙂

    Sehat selalu ya Kang.

  18. Mas aiiiiiip, aku iri, kamu bisa vaksin ditemuin pak Jokowi :D. Aku udah girang bangetttt pasti kalo bisa ketemu pak Jokowi jugaaaa.

    Syukur ya mas, akhirnya dpt vaksin. Aku juga udh, tp yg AZ,. Lumayan efeknya, bikin meriang , Ama sedikit batuk dan pusing di aku. Tp cuma 1 hari kalo meriangnya. Batuknya agak lama sih.

    Dan aku juga di antigen dulu sblm vaksin. Yg ngadain polres Jaktim , jd wajib antigen .

    Ntr yg kedua 30 Agustus. Aku berharap banyak yg akan ikut vaksin :(. Udh sedih banget liat kondisi pandemi di Indonesia kok ya makin menggila. Aku seneng tuh Ama kantor suami, seluruh staff WAJIB vaksin kecuali memang ga bisa. Itupun hrs dibuktikan Ama surat dokter. Jd kalo sampe 2022 ada staff yg ga vaksin, management udh nyiapin sanksi tegas . Hrs begitu memang. Biar semua jadi vaksin

    1. Wah Kang Aip beruntung sekali terpilih bisa vaksin dan ketemu Pak Jokowi lagi, pengalaman berharga ya, goodie bagnya bermanfaat sekali hehe.. Sehat selalu yaaa…

  19. Saya ngakak deh waktu pas baca, lapar dan mengantuk yg ternyata adalah sudah jadi kebiasaan, maafin ya…
    Btw, senang begitu kan disapa sama orang nomor 1 di negeri ini. Mungkin karena terlalu gembira sampai lupa minta sepeda deh, duuh nyesal nggak …. nyesal nggak… nyesal dong masa tidak, hahaha

Tinggalkan Balasan ke Liswanti Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.