Hello TemenAip ! Apa Kabar ? Kalau Saya lagi lapar dan ngantuk bawaannya. Karena baru dapat vaksin yang kedua. Alhamdulillah, walau dapatnya agak drama. Tapi yang penting komplit vaksin Sinovac-nya. Minimal dapat perlindungan lebih daripada nggak sama sekali , atau kurang maksimal karena belum di vaksin yang kedua. Nah kali ini mau cerita soal Perjalanan Mendapatkan Vaksin Kedua Di Tempat Berbeda Dari Vaksin Pertama.

PPKM

Seiring dengan berkembangnya penyebaran Covid-19 , otomatis korbannya di negeri ini semakin banyak. Apalagi dengan munculnya varian Delta yang ditemukan di India, yang memiliki tingkat penularan lebih cepat. Dan lingkaran penderita Covid-19 semakin dekat dengan Saya, teman, saudara, handai taulan. Kayaknya hampir setiap WAG ada saja anggotanya yang terpapar. Sedih , takut, waspada, semua perasaan berkecamuk dalam hati. Apalagi saya baru vaksin sekali, sementara kedua orang tua sudah komplit vaksinnya.

Menanggapi suasana yang makin tidak baik, Pemerintah melakukan PPKM Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. PPKM diberlakukan sejak 3 Juli sampai 20 Juli 2021 untuk membendung laju kenaikan angka positif virus corona atau Covid-19. Intinya sekarang pergerakan lebih terbatas.

Persyaratan bepergian makin ketat, kalau tidak ada SRTP , Sertifikat Vaksin dan beberapa surat pendukung lainnya, sangat sulit bepergian.

Pulang Ke Bandung

Sebelum PPKM dilaksanakan, memang sudah direncanakan mau pulang ke Bandung karena rumah sudah 3 bulan tidak ditengok dan diurus. Sehari sebelum diberlakukan PPKM, Saya Bersama kedua orangtua Saya pulang ke rumah Bandung. Perjalanan lancar sekali, karena dari Jakarta ke Bandung beneran tidak mampir-mapir , paling hanya ke POM Bensin sekali.

Suasana PPKM Bandung

Di kota Bandung sendiri banyak jalanan ditutup untuk mengurangi pergerakan masyarakat, Dibagai dalam beberapa Ring , banyak jalanan disekat. Dan memang Kami tidak bepergian kemana-mana selain di rumah aja, paling sekedar ke ATM atau membeli makanan.

Vaksin Kedua

Dilemanya adalah bagaimana Saya mendapatkan jatah vaksin kedua yang dijadwalkan diadakan di Puri Begawan Bogor pada tanggal 15 Juli 2021 ? Sempat berencana naik kereta api, sudah punya sertifikat vaksin pertama dan nanti mau Swab Antigen, tapi kok ya tetap deg-degan di jalan. Apalagi dari Jakarta Saya harus melakukan perjalanan ke Bogor. Biasanya naik KRL. Harus pakai SRTP juga, walaupun setelah ditanyakan, SMS Undangan Vaksin di Bogor bisa diterima sebagai syarat naik KRL.

Tapi bepergian dalam suasana seperti ini sangatlah berat.

Akhirnya Saya putuskan mencari vaksinasi kedua di Bandung saja. Karena pertimbangan ingin lebih aman , perjalanan jarak jauh di mata saya tidak aman, selain itu ikut mendukung pemerintah dengan tidak melakukan perjalanan jarak jauh kedua kota, Jakarta dan Bogor.

Pencarian Vaksin Kedua

Langsung saja dilakukan pencarian vaksin secara online. Kebetulan seminggu sebelumnya membantu mencarikan vaksin buat teman. Permasalahannya adalah ternyata tidak mudah mendapatkan vaksin, harus daftar online, dulu-duluan dan bisa dimaklumi karena yang daftar banyak. Ada yang memakai kuota per kecamatan, per tempat penyediaan. Ada yang hanya menerima KTP Bandung. Bahkan ke tempat teman Saya mendaftar pun tidak kebagian. Karena mereka hanya menyediakan vaksinasi pertama.

Setelah melalui beberapa kali penolakan , menunggu jawaban dari admin social media, akhirnya Saya mendapatkan dua opsi vaksinasi kedua. Yang pertama dari UPT Puskesmas Cibaduyut Wetan  sesuai KTP Saya ( via Instagram) dan satu lagi dari Klinik Vaksin RSHS ( Via Whatsap)

Untuk Klinik Vaksin RSHS , Saya mendapatkan jawaban seperti ini dari adminnya :

Pada prinsipnya, sebaiknya vaksin kedua di tempat yang sama, karena jatah dosis 2 sudah diserahkan kepada faskes yg memberikan dosis 1. Maka jika ibu/bapak mau dosis 2 di RSHS padahal dosis 1 nya bukan di tempat lain, maka:

1. Jatah vaksin dosis 2 di faskses yg memberikan dosis 1 akan gejlok

2. Bapak/ibu tsb berarti tidak termasuk list pendaftar vaksin RSHS, jadi sbg peserta yg onsite, sedangkan peserta onsite dibatasi. Jika kuota sudah penuh, punten belum bisa dilayani.

3. Jika faskes pemberi dosis 1 masih di dalam kota bandung, maka diupayakan kembali ke faskes pemberi dosis 1.

4. Jika faskes pemberi dosis 1 di luar kota, mangga bisa tp harus datang pagi krn jumlah onsite dibatasi

Sementara dari Instagram Puskesmas Cibaduyut Wetan , Saya diminta koordinasi dulu dengan Dinas Kesehatan Bogor yang memberikan vaksinasi pertama. Supaya bisa lebih sinkron apakah vaksinasi kedua bisa dijadwal ulang ? Masalahnya Saya sudah menelepon ke nomor mereka, semua social medianya, tapi Saya tidak mendapatkan jawaban. Bisa dimaklumi karena antusiasme mendapatkan vaksin sedang tinggi-tingginya.  Pasti mereka akan kewalahan dengan banyaknya pertanyaan di berbagai kanal yang mereka punya.

Dapat Jadwal

Saya meminta tolong kepada Admin Puskesmas Kecamatan Cibaduyut Wetan untuk mendapatkan vaksinasi kedua. Dan tidak dapat kabar dari Dinas Kesehatan Bogor. Saya khawatir sebelum mendapatkan vaksinasi kedua, Saya keburu terpapar Covid. Amit-amit sih, tapi menurut Saya kondisinya darurat. Apalagi harus menunggu jawaban dari Dinas Kesehatan Bogor entah kapan.

Akhirnya Saya mendapatkan jawaban dari mereka , bahwa Saya bisa datang ke Puskesmas Cibaduyut Wetan  untuk mendapatkan vaksinasi kedua pada tanggal 10 Juli 2021. Persyaratannya harus menyerahkan dulu  copy KTP pada jam 07:30 , lalu mendapatkan vaksinasi pada jam 10:30.

YES !

Hari Vaksinasi

Pada tanggal 10 Juli 2021 akhirnya Saya berangkat ke Puskesmas Kecamatan Cibaduyut Wetan yang lokasinya dekat saja dari rumah. Tetap menjalankan prokes pada jam 07:30 Saya sudah datang menyerahkan copy KTP seperti yang diminta.

Lalu Saya datang kembali pada jam 10:15 , ternyata ada antrian TemenAip ! Polos banget Saya mikir datang langsung vaksin. Hahahaha.

Dan Saya mendapatkan nomor urut 26 ! Ada 25 orang di depan Saya yang lebih dahulu mendapat nomor antrian.

Walaupun Puskesmasnya kecil, tapi diarahkan untuk jaga jarak, sudah diatur sedemikian rupa dari tempat duduk antrian sampai tempat vaksin. Para Nakes memakai APD lengkap untuk pelayanan hari itu.

Alurnya Ambil Nomor – Verifikasi Data – Screening  Dokter – Vaksinasi – Observasi – Pemberian Kartu Vaksin – Pulang.

Tapi prosesnya lumayan cepat kok, seperti biasa, cek data , lalu screening Kesehatan oleh dokter, seperti cek tekanan darah, saturasi oksigen. Alhamdulillah tekanan darah saya ideal 120/80 karena memang suasana disini cukup santai gak bikin stress.

Saturasi darah dan detak jantung juga bagus , saturasi 96 , detak jantung Saya lupa berapa, tapi kata dokter Saya siap divaksin.

Lalu Saya diarahkan ke sebuah ruangan kecil untuk Vaksinasi. Seorang Nakes dengan ramah memebrikan dosis Vaksin Sinovac sebanyak 0,5 mg sama seperti dosis pertama. Hebat juga dia memvaksin, ga berasa vaksinnya. Ga sakit.

Setelah itu Saya diarahkan ke ruang Obsevasi sambil memproses data untuk sertifikat vaksin Saya. Petugas di sana dengan baik hati mencocokan KTP dengan sertifikat vaksin Saya di Pedulilindungi. Lalu beberapa saat kemudian sertifikat vaksinasi Covid Saya sudah terbit.

Alhamdulillah Vaksinasi Covid 19 Saya sudah lengkap ! Terima Kasih kepada semua pihak yang memberikan bantuan dan juga memudahkan jalan.

Dan buat TemenAip yang belum divaksin, disegerakan ya, kalau ada kesempatannya segera vaksin, jangan ditunda, supaya bisa lebih kuat melawan virus ini. Gak usah pilih-pilih vaksin, bersedia aja, situasi sedang darurat, kita harus segera membentuk immunity herd supaya lebih kuat. Vaksin bukan obat, tapi perlindungan dari efek yang lebih parah saat terpapar. Beberapa teman yang sudah divaksin gejalanya sangat ringan dibanding dengan yang belum. Dan selalu praktekan protokol kesehatan dimana saja.

Sertifikat Vaksin juga akan berperan sebagai salah satu syarat bepergian nantinya. Jadi banyak sekali kegunaan vaksinasi kali ini.

Tips Mendapatkan Vaksin Kedua Di Tempat Berbeda Dari Vaksin Pertama

  1. Proaktif mencari tempat vaksin, mesti jemput bola, jangan menunggu
  2. Cari tahu informasi dari berbagai sumber, tapi jangan lupa buat double check.
  3. Cari vaksin dari social media. Lebih cepat dan up to date
  4. Hubungi nomor yang bisa dihubungi Ketika vaksinasi  pertama, cari tahu situasinya seperti apa
  5. Sekarang Dinas Kesehatan dan Puskesmas sudah pada punya akun social media, seperti  Instagram FB Page, Twitter dll, hubungi mereka via DM, komen
  6. Bersabar dan beri waktu. Namanya orang-orang sekarang lagi pada pengen divaksin otomatis banyak sekali yang DM, jangan marah atau baper bila lama dibalas.
  7. Ikuti  prosedur dan antrian. Proses ini ada SOP nya, memang kadang ada keterlambatan , tapi situasi lagi darurat gini, ikuti saja, jangan nyela antrian
  8. Jangan pantang menyerah, selalu cari jalan, siapa tahu salah satu jalan kebuka kan.
  9. Tetap laksanakan Protokol Kesehatan, jaga jarak, mencuci tangan, masker double dan sebagainya. Sudah ga bisa ditawar ini mah.
  10. Jaga Kesehatan setiap saat

16 comments

  1. wah cukup ribet ya untuk dapet vaksin ke-dua tapi beda tempat. Tapi untung bisa ya…
    Saya baru satu kali vaksin, karena jadwal di jogja cukup pada, dan ribet… untungnya saya dapet tempat yang simple banget… Tips and trick kang arif barangkali bisa aku share juga ke teman yang mau vaksin beda tempat

  2. Alhamdulillah yah mas udah dapat vaksin lengkap. Aku klo on schedule sih nanti minggu depan. Semoga lancar-lancar aja karena ini dari kantor yang bekerjasama dengan puskesmas tedekat. Stay healthy ya mas beserta keluarga. Jangan kasih kendor Prokesnya dan ya seminimal mungkin untuk keluar rumah.

  3. Kukira kalau vaksin itu langsung lengkap sama dosis kedua, ternyata keadaan saat ini memang bisa terpisah gini ya. Untunglah akhirnya dapet, salut sama semangat buat nyari dosis keduanya! 😀 semoga terlindungi selalu dari virus ini

  4. wah saya amsih bulan depan untuk dapat vaksin keduanya ka Aif, kebetulan di tempat tinggal sekarang ini ga sulit cari vaksin, ga harus natri-antri

  5. Kak Aip,
    aku butuh banget informasi mengenai vaksin di Bandung. Karena kemarin mau daftar di RSHSnya uda tutup karena full.
    Paling kami vaksin mandiri aja kali yaa..

    Agak serem juga kalau belum vaksin kaya aku begini..
    Oh, iya…
    Yang di koordinir sama Bapak RT di wilayahku hanya lansia. Tapi yang anak mudanya disuruh cari sendiri. Ini yang lansia uda beres semua siih…

    BIsmillah,
    Semoga Indonesia bisa segera lekas sehat dan terbebas dari pandemi.
    Aamiin~

  6. Alhamdulillah Kak Aip sudah vaksin tahap kedua, aku masih menunggu jatah vaksin tahap pertama di daerah ku 😀 semoga sehat-sehat untuk kita semua ya

  7. Aku msh nunggu 30 Agustus dpt suntikan k Dua :D. Ga sabaaaaar. Beneeer mas, hari gini jgn pilih2 dulu deh. Udh darurat banget. Tiap hari aku dpt kabar temen2ku meninggal, bukan terpapar lagi :(. Aku ga tau mereka udh vaksin ATO blm, ATO mungkin ada komorbid, tapi berturut2 aku dpt kabarnya dukacita Mulu :(.

    Itu bikin drop jujurnya. Aku sampe takut ngelepas suami ke kantor. Sesekali dia msh hrs kesana soalnya. Belum lagi kalo mikir ortu dan adek2 di Medan. Krn mereka ga terlalu patuh Ama prokes kalo aku liat. Capek ngasih tahunya :(.

    Skr ini sih vaksin dulu lah. Kalo pun ntr ada kepengen pake vaksin lain yg mungkin menurut kita LBH bagus, itu bisa JD suntikan ketiga kok. Tapi ntr aja, kalo vaksin awal udh komplit. Aku jg rencana setelah vaksin kedua, mau cari booster. Tp nanti kalo udah vaksin komplit.

    1. Alhamdulillah saya juga sudah vaksin kedua, dapatnya di awal-awal sih mungkin karena guru jadi diprioritaskan dengan alasan mau menghadapi siswa.
      Waktu itu kan rencanya pembelajaran sudah mau tatap muka alias luring.

      Nyatanya diperpanjang lagi belajar daring.
      Huu..jadi tinggal lagi deh di rumah.

      Semoga sehat kang dan kita jangan berhenti berdoa agar pandemi ini segera berakhir.

  8. Waah bener-bener perjuangan ya mas. Saya yang baca berasa ikutan berburu vaksin kedua juga jadinya Pas banget ini baru aja dapet kuota vaksin pertama di tempat saya. Makasih sharingnya, bisa buat info ke keluarga & temen yg mungkin mau vaksin kedua di tempat berbeda nih.

  9. Aku baru vaksin pertama dan alhamdulillah gak ada efek apa2, vaksin kedua bulan Agustus nanti. Semoga pandemi segera berakhir ya kang, biar bisa piknik lagi.

Tak komentar maka tak sayang. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima Kasih sudah berkunjung

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.