Hello TemenAip Apa Kabar ? Kalau ngikutin Instagram Ariefpokto pasti udah pada tahu kalau Saya baru saja mengikuti Xplor NTT.  Perjalanan kali ini dalam rangka meninjau berbagai destinasi yang masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2021 , Ajang Pariwisata Terbaik di Indonesia. Ada 18 kategori pariwisata terbaik yang diperlombakan dalam ajang API Award tahun ini. Dan Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki beberapa destinasi wisata yang masuk nominasi. Xplor NTT adalah kegiatan mengunjungi destinasi wisata di NTT yang menjadi nominator sekaligus meliput dan melihat kesiapannya.

Perjalanan dimulai pada tanggal 10 September 2021 bersama para Ambassador API Award yaitu Taufan Gio, Tracy Chong,  Leonard Ang , Richo , Irene Komala dan juga Mardiah dan juga diikuti oleh Muhammad Syafa’at , Founder API Award dan CEO Ayo Jalan Jalan dan juga Hiro Kristanto , Chairman API Award.

Nominasi NTT di API Award 2021

Tahun lalu NTT berprestasi keluar sebagai juara di beberapa nominasi API Award 2020. Tahun ini ada kesempatan menang lagi karena ada wisata yang masuk nominasi antara lain :

  1. Destinasi Belanja  – Galeri Akusikka – Kab. Sikka – API 5C
  2. Cenderamata – Tais Belu – Kab. Belu – API 6G
  3. Wisata Air – Telaga Nirwana – Kab. Rote Ndao – API 8J
  4. Dataran Tinggi – Bukit Wolobobo – Kab. Ngada – API 10D
  5. Ekowisata – Bukit Sejuta Bintang Lelogama – Kab. Kupang – API 9A
  6. Kampung Adat – Lewokluok – Kab. Flores Timur – API 11J
  7. Situs Sejarah – Situs Gajah Mada – Kab. Sabu Raijua – API 12G
  8. Atraksi Budaya  – Tari Vera – Kab. Manggarai Timur – API 13I
  9. Destinasi Unik – Sawah Lembor – Kab Manggarai Barat
  10. Olah Raga dan Petualangan- Trekking Bukit Wade di Kabupaten Lembata 
  11. Destinasi Baru – Tuamese – Kab. Timor Tengah Utara – API 17J
  12. Surga Tersembunyi – Fatumnasi – Kab. Timor Tengah Selatan – API 18B

Taat Protokol Kesehatan

Berangkat dari Jakarta , Kami berangkat dinihari. Sebelum keberangkatan , Kami semua telah dites negative Covid menggunakan PCR. Sebuah pengalaman menarik setelah sekian lama tidak terbang. Sekarang semua dokumen Kesehatan tersambung dengan Pedulilindungi, termasuk e-Hac, jadi semua tinggal scan saja. Selain itu Kami semua dibekali dengan masker dan juga handsanitizer juga cairan kumur mulut untuk menjaga Kesehatan selama perjalanan.

Ganti Rencana !

Penerbangan menuju Kupang adalah perjalanan pertama setelah setahun tidak terbang. Cukup menyenangkan, walau masih ada deg-degan. Tapi mengingat pesawat terbang memiliki HEPA Filter yang menyaring virus dan bakteri, juga protokol Kesehatan tetap dijalankan, setidaknya lebih tenang. Karena mengantuk, tak terasa perjalanan melewati batas waktu Indonesia.

Sesampainya di Bandar El Tari Kupang, ada kabar kurang baik, karena pesawat berikutnya ke Bajawa dibatalkan pihak maskapai karena faktor cuaca buruk. Rencana perjalanan pun jadi berubah, tapi bukan berarti sia-sia, karena ada rencana cadangan cemerlang supaya Kita tidak mati gaya. Perjalanan dilanjutkan di Kota Kupang, Ibukota NTT !

La Moringa Nusa Tenggara Timur

Destinasi pertama yang Kami datangi adalah La Moringa East Nusa Tenggara , sebuah café cantik  plus pusat oleh-oleh. Berlokasi di jalan W.J.Lalamentik Oebufu Kota Kupang.

Dan tidak seperti café biasa, La Moringa memiliki keistimewaan tema, yaitu Daun Kelor ! NTT berlimpah produksi Daun Kelornya, selama ini dikirim dalam bentuk segar atau bubuk. Pemilik Moringa lalu berupaya menambahkan value kepada  produknya.

Daun Kelor dinaikan derajatnya menjadi tema dan bahan utama Café estetik yang kualitasnya tak kalah dengan café ibukota. Aneka macam produk dihasilkan seperti Kue Lapis Kelor, Teh Kelor Premium, Crispy Cheese Kelor  , Es Krim Kelor , Croissant Kelor, sampai dengan Phoringa, Pho ala Vietnam Kelor , juga aneka macam  hidangan khas NTT yang diberi nuansa modern seperti Sei Crispy, Nasi Kete, dan snack lain yang menggugah selera.

Kami pun sempat meninjau dapur mereka yang modern dan bersih. Makan disini berasa sehatnya, karena banyak menu mengandung Moringa yang berkhasiat bagi Kesehatan.

Phoringa, shot by peekholidays.com

Saya sempat mencicipi Crispy Cheese Moringa, snack garing dengan adonan kelor yang rasanya sedap dengan topping kenari asli Alor. Lapis Moringanya juga terpuji. Bolu dua lapis dengan tambahan daun kelor yang hijau warnanya, rasanya legit, manis dan ada sama aroma kelor. Rasanya seimbang dengan tekstur mulus.

Untuk makanan beratnya Saya memilih Moringa Kete Rice, semacam nasi pedas dengan aneka lauk. Dan tentunya sayur daun kelor. Rasanya sedap, banyak lauknya seperti rnedang, baso goreng, telur balado, dll. Saya sempat mencicipi Sei Crispy punya Kak Leo. Enaaak. Seinya dimasak garing, ada rasa smokey gurih yang adiktif.

Minumannya juga unik dan segar seperti Moringa Latte, Moringa Macchiato, Moringa Ghauri Mocchacino, dan banyak lagi.

Selain bahan dasar Kelor, disana juga dijual aneka oleh-oleh berbahan dasar NTT seperti Cokelat, Kopi, Kenari, dan banyak lagi.

Saya mengapresiasi sekali upaya meningkatkan Moringa atau Daun Kelor yang selama ini kurang variasi produk, menjadi berbagai produk unggulan yang siap bersaing dalam industri oleh-oleh Nusantara.

Dekranasda NTT

Tujuan berikutnya siang itu menuju Dekranasda NTT. Berlokasi di Jl. Moch Hatta No. 42, Fontein, Kec. Kota Raja, Oetete, Kec. Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur , sesampainya di Gedung yang megah itu, sebagian dari Kami agak panik.

Kenapa, karena melihat aneka macam oleh-oleh terutama tenun yang memiliki banyak variasi, sungguh menarik untuk dimiliki. Di lantai satu ada area penjualan souvenir khas NTT yang khas. Mulai dari gantungan kunci, aneka macam tenun dari berbagai daerah, snack khas NTT, topi, kopi dan banyak lagi.

Tapi karena kami lebih fokus ke nominator API Award 2021 yaitu Tais Belu, makanya Kami dipersilakan naik ke lantai dua, dimana Saya tertegun dengan isinya !

Lantai 2 Dekranasda NTT adala ruangan luas yang berisi display kebudayaan dari 22 Kabupaten/ Kota yang ada di Nusa Tenggara Timur. Semuanya punya booth khusus yang menampilkan pakaian adat, kain adat, minatur rumah adat sampai aneka souvenir khasnya !

Semacam Taman Mini Ala NTT ! Komplit banget. Pastinya membuat rasa penasaran semakin tinggi.

Kami hadir di booth khusus Kabupaten Belu dimana Kami disambut Kakak Cantik yang menjelaskan segala sesuatu tentang Kabupaten Belu terutama Taisnya. Tais Belu adalah tenun yang memakai dua jenis pewarna, yaitu alami dan pewarna buatan. Yang alami warnanya lebih pudar, tapi jadi unik kelihatannya. Bahan pewarnanya antara laing adalah daun jati, batang mahoni, traum (indigo vera), daun suji, kunyit, dan akar mengkudu Tais Belu sangat beragam sesuai dengan aturan 4 suku yang ada disana. Soal Tais Belu akan dibahan di tulisan selanjutnya ya biar komplit.

Irene dan Leonard berkesempatan untuk mencoba Tais Belu beserta asesorisnya. Tapi supaya makin keren, Kami mengadakan photoshoot di lokasi berikutnya. Pantai Namosain.

Pantai Namosain Kupang

Pantai ini terletak tidak jauh dari pusat kota, terletak di Jalan Pahlawan Namosain Kupang. Pantai ini sempat heboh dengan teramparnya seekor paus berukuran 25 meter di tahun 2020. Kami datang sesaat sebelum senja tiba. Semilir angin sejuk mendinginkan tubuh yang terpapar udara kering Kupang.  Garis pantai Namosain cukup Panjang, banyak ilalang dan bebatuan di sekitar pantai.  

Ada sebuah café baru berdiri megah di pantai ini.  Satpamnya mempersilakan Kami masuk area pantai untuk melakukan pemotretan.

Irene dan Leo semakin cantik dan gagah menggunakan Tais Belu. Photographer andalan Richo Traveling dan Taufan Gio lalu melakukan photoshoot sekaligus videoshoot untuk materi yang akan diupload di social media.

Saya, Tracy dan Mardiah juga melakukan photoshoot, sayang banget gak foto-foto dengan latar belakang pantai indah dan juga matahari yang mulai terbenam. Senang sekali bisa dapat banyak foto dan video bagus di Pantai Namosain ini.

Genk photoshoot shot by Richotraveling

Tapi karena cahaya mulai habis seiring dengan datangnya malam, Kamipun segera bergerak ke lokasi selanjutnya.

Makan Malam Seafood Di Pasar Malam Kampung Solor

Perut mulai berontak karena sudah saatnya makan malam. Rombongan Xplor NTT  mengunjungi Pasar Malam Kampung SolorJl. Siliwangi No.2b, Solor, Kec. Kota Lama, Kota Kupang. Disini Kami disambut para penjaja makanan laut untuk mampir ke warung mereka. Aroma Seafood bakar langsung tercium mengundang Kami semua ke area ini.

Ada banyak warung yang menjajakan aneka masakan seafood. Akhirnya dipilihlah satu warung. Senang sekali bisa makan enak aneka seafood segar yang bisa langsung dipilih dan dimasak sesuai keinginan dan selera. Pilihan jatuh pada Ikan Bobara dan kakap merah bakar cumi goreng tepungnya crispy , Ikan Kuah Asam dan tumis kangkong bunga papaya. ibunya ramah melayani, Saya lupa menanyakan Namanya, beliau juga mengizinkan Saya mengisi daya HP yang mulai habis.

Makanannya enak, karena bahannya segar. Bobarra bakarnya kenyal, berselaput bumbu , Kakap merah bakarnya terasa manis dengan tekstur yang lembut, Cuminya renyah dan gurih. Tumis Kangkung bunga pepayanya lezat, tambahan rasa pahit bunga papaya menambah selera makan. Sampai tandas hidangan itu Kami ( Saya ) bersihkan.

Oh iya selama di NTT, Kami dibekali aneka baju keren dari Lois Jeans , enak banget dipakainya. Nyaman banget !  Modelnya keren dan juga stylish, mudah dipadu padankan. Bahannya juga menyerap keringat, cocok buat perjalanan seperti ini.

Perjalanan Xplor NTT hari pertama baru saja selesai. Sudah banyak konten yang Kami panen ! Makin semangat untuk mengunjungi Destinasi wisata berikutnya di NTT, nantikan di tulisan berikutnya ya TemenAip !

16 comments

  1. aku rinduuuu main ke NTT.. cinta banget dengan sudut Indonesia yang satu ini Aip. 2013 I was lucky enough to explore it, raod trip dari Dili menyusuri pantai dan berhenti di tempat – tempat cantik itu. Belum lagi wastra nusantaranya yang cantiiik. aaah jadi pengen balik lagi

  2. NTT emang sebagus itu ya. Aku pernah menginjakkan kaki di NTT tapi di Labuan Bajo-nya. Kalo Kupang malah belum. Kata temanku yang pernah ikut suaminya tugas di Kupang, Kupang tuh enak banget. Banyak pantainya, masih sepi, tapi tetap aman walaupun nyetir sendirian.

  3. Ih aku suka banget makan daun kelor. Paling senang dibening terus ditambahkan labu kuning atau jagung manis. Maknyus banget. Jadi kayaknya aku cocok hidup sebulan di NTT dengan menu daun kelor tiap hari. Apa lagi kalau disuruh ngurus cafe La Moringa. Kopi susu gula arennya aku tambahin bubuk kelor hehehe

  4. Huaaa, keren sekali Aip. Saya suka kain tenunnya, nampanya indah tuh dijadikan rok dan dipakai saat ada acara istimewa. Saya tunggu ceritanya tentang Tais Belu, soalnya penasaran kok bisa seindah itu padahal bahan pewarna alami.

    Oh yah, video tentang Pesona Tais Belu di Namosain Kupang bikin penasaran. Mau lihat pantainya lebih lama deh.

  5. Kak Aiep keren sekali..
    Masa pandemi mengajarkan kita semua untuk tetap melakukan hal-hal yang disukai dengan prokes yang tetap dijaga.
    Suka dengan kain tenunnya, kak…persis saat pre-wed nya Nadine sama Dimas yaah…

  6. Kerennya pengalaman Kang Aip di Xplor NTT ini.
    Eksplorasinya mantap.
    Dari awal saja saya sudah penasaran nih sama Kue Lapis Kelor, Teh Kelor Premium, Crispy Cheese Kelor , Es Krim Kelor , Croissant Kelor, sampai dengan Phoringa, Pho ala Vietnam Kelor ….. duh pengen nyicip kan jadinya tapi gak ada di sini.

    1. Dari 12 destinasi wisata di NTT, paling penasaran sama point le 9 yaitu destinasi unik (Sawah Lembor) di Manggarai Narat. Semoga suatu saat bisa sampai di tempat ini. Sering dengar cerita Manggarai dari org yg tinggal di rumah.

Tinggalkan Balasan ke Si klimis Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.