Hello TemenAip ! Apa Kabar ? Kalau Saya sedang senang sekali karena baru saja menyelesaikan Tugas Transmate Journey Alor. Perjalanan seru selama 1 minggu mengunjungi Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur , melihat konektivitas transportasi disana dan juga bertemu dengan rang-orang hebat, insan perhubungan yang mengelola perjalanan orang dan barang supaya berjalan lancar, aman dan selamat. Bersama Sulung Siti Hanum dari Jurnaland.com , rekan Transmate Journey Alor Saya, perjalanan pun dimulai !

Transmate Journey Alor Ke Bandara Mali

Transmate Journey Alor Dimulai !

Perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno Hatta menuju Kupang menggunakan pesawat terbang komersil dilalui selama 3 jam penerbangan. Kami memilih perjalanan direct flight pada jam 02.30 dini hari karena connecting flight berikutnya ke Alor menggunakan pesawat ATR ada pada jam 07.30. Jadi ada jeda waktu satu jam. Penerbangan ke Alor dan daerah lain di NTT hanya berlangsung sehari sekali. Karena efek pandemic , belum semua beroperasi normal.

Sesampainya di Kupang, Kami langsung bergegas check in ke bagian transit karena terlihat antriannya cukup Panjang. Bandara El Tari yang megah dan terlihat modern terasa sejuk dengan pendingin udara, sementara di luar sinar matahari pagi NTT mulai terasa terang. Tak lama menunggu, Kamipun segera boarding naik pesawat ATR satu-satunya yang beroperasi hari itu ke Alor. Bahaya kalau sampai terlewat.

Sebenarnya ada beberapa alternatif lain menuju ALor, bisa naik Kapal Pelni dengan durasi waktu 14-20 jam, lalu ada Ferry cepat selama 5-6 jam dan juga kapal penyeberangan lain dengan durasi yang variatif.

Perjalanan menggunakan pesawat ATR sendiri hanya berlangsung selama kurang dari sejam. Pemandangan lanskap NTT sepanjang perjalanan menjadi hiburan karena keindahannya, laut biru dengan tanah coklat bersanding denga perbukitan hijau dengan langit super bersih berhiaskan awan-awan putih. Alhamdulillah selama perjalanan lancar tidak ada masalah turbulensi dan semacamnya.

Bandara Mali , Ikon Alor Masa Depan

Pendaratan di Bandara Alor berjalan dengan lancar. Sempat ada kejadian lucu pas Kami tiba, jadi kan pesawatnya penuh, pas turun pesawat ada sedikit kehebihan, ternyata penumpang lain adalah rombongan crew film yang akan shooting di Alor. Ada semacam paparazzi mengabadikan mereka. Saya dan Hanum ikut terfoto. Mungkin disangka artis ya. Padahal Artis Transmate Indonesia. Hehehe.

Kedatangan Saya dan Hanum langsung disambut Kepala Bandara Mali Alor , Bapak Suharmadji yang terlihat enerjik dan berwibawa. Saya sempat tertegun melihat bandara Mali Alor yang mungil, tapi di belakangnya ada sebuah bangunan bandara baru yang menurut saya sangat memukau.

Itulah dia, Bandara Mali, Ikon Alor Masa depan. Bangunannya memanjang dengan gaya arsitektur perpaduan modern dan tradisional, rumah adat di Alor.

modern sekaligus tradisional, Bandara Mali Alor ariefpokto.com

Bandara ini masih dalam tahap finishing. Belum beroperasi menunggu penyelesaiannya. Menurut Saya sudah di tahap 95 persen karena hamper seluruh fasilitas sudah selesai dibangung. Area Keberangkatan, Area Kedatangan, Area Check In , Pemeriksaan semuanya sudah selesai.

Bandara Mali yang baru. Ariefpokto.com

Pastinya masyarakat Alor akan bangga dengan bandara ini. Saya aja melihatnya senang banget, karena begitu keren dan memukau. Pas Saya share di story Instagram banyak teman yang terkagum dengan bandara baru ini dan berharap segera beroperasi.

Konektivitas Bandara Mali

Bandara Mali adalah Bandara utama di Alor. Untuk saat ini hanya bisa menerima pesawat-pesawat kecil seperti pesawat ATR, belum bisa untuk pendaratan pesawat berbadan besar dengan bobot yang berat.

Sebelum pandemic, bandara ini memiliki beberapa jadwal penerbangan. Tapi karena pandemi, hanya ada satu penerbangan yang dilayani oleh Wings Air dengan pesawat berjenis ATR. Sebagai bandara pengumpan , jalur yang ada hanya penerbangan Kupang – Mali PP.

Dan yang menarik adalah pesawat yang datang di pagi hari langsung berangkat lagi ke Kupang setibanya di Mali. Jadi saya melihat pesawat datang, lalu menurunkan penumpang dari Kupang dan bagasi, dicek kesiapan terbangnya. Kemudian langsung berangkat lagi ke Kupang membawa penumpang dari Alor.

Pesawat ATR mendarat di Mali. Ariefpokto.com

Itulah kenapa dibutuhkan kecakapan dan kesigapan para petugas yang berada di bandara Mali.

Tapi kehebatan sebuah bandara tidak akan tercapai kalau orang-orang yang mengelolanya tidak cakap. Dan disinilah Saya menyadari betapa pentingnya Insan Transportasi yang ada dibaliknya.

Di Bandara Mali Saya berjumpa dengan mereka yang berdedikasi tinggi mengoperasikan keselamatan, kelancaran dan keamanan perjalanan di bandara. Saya ajak kenalan sama mereka yuk !

Suharmadji, Kepala Bandara Yang Cerdik Dan Bijaksana

Pak Suharmadji adalah sosok yang menarik di mata saya. Bapak Adji sapaan akrabnya adalah contoh Insan Transportasi yang siap ditugaskan dimana saja. Beliau berpengalaman bertugas di Ambon, Medan, dan berbagai bandara lainnya.

Pak Adji mengepalai dua bandara, bandara Mali di Pulau Alor dan bandara Pantar yang baru diresmikan di Pulau Pantar. Tidak mudah menurut Saya mengatur operasional dua bandara di dua pulau yang berbeda secara bersamaan. Tapi beliau bisa melaksanakannya berkat bantuan bawahannya yang kooperatif.

Yang unik beliau bergabung di Kementerian Perhubungan awalnya dari kejujurannya. Berawal dari pekerjaanya sebagai cleaning service, beliau menemukan uang dalam jumlah besar, lalu beliau mengembalikannya kepada yang bersangkutan. Karena kejujurannya beliau diajukan menjadi pegawai.

Satu yang menarik dari Pak Adji adalah orangnya asik sekali, walaupun berwibawa , tapi beliau terlihat akrab dengan bawahannya. Komunikasi berjalan lancar, dan Ketika perlu tegas, beliau akan melakukannya apabila bawahannya ada yang melakukan kesalahannya.

Walaupun berasal dari Jawa, Pak Adji sukses beradaptasi dan memimpin Bandara Mali dengan cerdik dan bijaksana. Pendekatan personal dan budaya beliau terapkan kepada bawahan yang mayoritas merupakan orang Alor yang pastinya berbeda dengan orang Jawa.

Itulah kenapa Pak Adji merasa Alor adalah rumah keduanya, beliau betah disini bukan karena pekerjaan saja, tapi karena sukses berteman dengan orang setempat.

Proyek besar yang harus diselesaikan adalah Bandara Mali yang baru, pengawasan penting sekali dalam  prosesnya. Selain itu operasional dua bandara yang beliau bawahi juga tetap dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.

Moh Wardini Bara – Kepala Sub Seksi Teknik Operasi Keamanan Dan Pelayanan Darurat

Bapak Moh Wardini Bara, yang akrab dipanggil dengan nama Pak Rais. Beliau orangnya terlihat tegas. Beliau membawahi 5 unit AVSEC, Sanitasi, PKP PK, Listrik, Pemeliharaan Bangunan dan Landasan

Sudah 28 tahun laki-laki asli Alor ini berkarya di Bandara Mali. Menjadi saksi sejarah bagaimana sulitnya transportasi di Alor dulu saat orang-orang harus berjalan membawa hasil bumi seperti kemiri dan asam dengan jarak  yang jauh menjadi lebih maju seperti sekarang.

Beliau merasa betah bekerja di bandara Mali sesuai dengan aturan yang berlaku.

Salah satu kendala di saat pandemi seperti ini adalah terkait hasil test covid yang harus dipenuhi penumpang. Bekerjasama dengan maskapai apabila tidak terpenuhi, mau tidak mau tidak jadi berangkat.

Nelci Mariana Oulaa , AVSEC Alor Hadapi Semua Dengan Senyuman

Pagi itu Kami juga berjumpa dengan Ibu Nelchi , Kepala Unit AVSEC Bandara Alor. AVSEC itu singkatan dari Aviation Security. Mereka adalah personel yang diberikan tugas untuk pengamanan penerbangan.

Sosok pegawai AVSEC biasanya cukup dianggap angker karena tugas mereka yang memeriksa penumpang yang akan naik pesawat. Sebenarnya itu adalah stigma yang ada di masyarakat. Mereka hadir untuk keamanan penumpang. Jadi terkadang harus tegas. Terutama kepada penumpang yang bandel tidak mau ikut aturan.

Menurut Ibu Nelci bekerja harus menghadapi resiko walau dibentak penumpang. Peraturan tetap dijalankan demi keselamatan. Kadang ada yang berkata kasar. Beliau berpendapat menjadi seorang AVSEC harus menghadapi semuanya.

Satu jurus ampuh dari Ibu Nelci adalah menjawab dengan senyum. Senyum dan keramahanya bisa meluluhkan hati penumpang bandel.

Pernah ada penumpang marah karena membawa Accu ke pesawat. Sementara barang tersebut tidak boleh dibawa ke dalam pesawat Diberikan pengertian akhirnya penumpangnya tidak jadi. Sempat juga ada kejadian penumpang yang membawa sisik penyu yang masih basah.

Ibu Nelci menghimbau masyarakat untuk mengikuti aturan saat berangkat. Supaya mempermudah perjalanan.

Amos Bain Ouw, Ground Handling

Ketika pesawat mendarat, ada beberapa orang yang langsung sibuk. Yaitu orang-orang di bagian ground handling. Mulai dari pesawat mendarat, pengambilan bagasi, dsb. Semua harus dilakukan dengan cepat dan efisien juga berhati-hati. Kami berjumpa dengan Pak Amos bagian Ground Handling.

Pak Amos & staff mengangkut bagasi penumpang

Pak Amos adalah orang Alor Asli dari Kabola. Lokasi Bandara Mali ini adalah kampung beliau. Sudah bekerja sejak 2004. Tidak ada pelatihan khusus, tapi karena pengalaman kerja yang lama, beliau bisa bekerja cukup lama di bandara ini. Banyak asam garam pengalaman hidup dia rasakan di bandara ini.

Dulu sempat mau berhenti karena hanya dibayar 30 ribu. Tapi karena dukungan orang tuanya, akhirnya beliau bertahan bekerja di bandara. Lalu honornya meningkat secara pasti

Satu hal yang tidak akan dilupakan adalah pengalaman dengan penumpang yang galak. Mengikuti prosedur, beliau sempat mendapatkan tendangan dari penumpang yang tidak sabar mencari barangnya. Banyak juga penumpang yang suka memaksakan menjejalkan barang bawaanya sehingga merusak tas , padahal bisa dibungkus dengan lebih rapi.

Kemajuan dari bandara dirasakannya dibanding waktu dulu saat pesawat Cessna yang mendarat, dulu peralatan lebih sederhana, tapi sekarang lebih baik. Seperti gerobak untuk mengangkut bagasi dari pesawat ke conveyor belt. Saya melihat beliau beraksi. Sangat aktif dan energik. Padahal keliatannya bagasinya berat-berat.

Harapan beliau adalah seluruh warga Alor bisa menjaga Bandara Alor yang baru, karena ini adalah kebanggaan daerah sana .

Thomas Laalobang Kepala Unit PKP PK Bandara Mali

Pak Thomas adalah Kepala Unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran. Keberadaan beliau dan teamnya sangat penting. 2 jam sebelum pesawat  mendarat mereka sudah stand by, untuk bersiap-siap apabila ada kecelakaan. Ada 11 personilnya ,3 orang yang memiliki lisensi.

Team beliau langsung sibuk saat pesawat mendarat untuk memastikan pesawat dalam keadaan aman saat mendarat. Teamnya bergerak cepat dan efisien memastikan semuanya sesuai prosedur.

Pak Thomas berbaju merah seeing bertugas

Salah satu keinginan beliau adalah adanya mobil pemadam kebakaran untuk operasionalnya. Karena saat ini Bandara Mali hanya memiliki mobil tangki air.

Teamnya selalu stand by apabila ada pesawat yang perlu mendarat darurat.

Vera Yosefina Talilah S.T Kepala Urusan Tata Usaha Bandara Mali

Ibu Vera photo by Jurnaland.com

Sebenarnya Kami tidak mewawancarai Ibu Vera secara khusus. Tapi karena beraktivitas di bandara , otomatis Kami berjumpa terus dengan beliau. Orangnya cekatan dan ramah sekali. Pastinya segala urusan tata usaha dijalankan dengan baik. Beberapa kali Kami melihat beliau sibuk melakukan kordinasi melalui Zoom Meeting. Satu hal yang menarik adalah pada suatu pagi di Bandara Mali, Saya melihat sesosok perempuan sedang menyiram lapangan parkir yang berdebu. Ketika Saya sapa ternyata itu adalah Ibu Vera. Salut juga sih seorang Kepala TU masih mau melakukan pekerjaan seperti menyiram lapangan parkir.

Halim Abdurrofi Airnav Aeronautical Communication Officer Alor

Halim adalah seorang petugas Aeronautical Communication Officer, yang mengatur lalu lintas udara antara Kupang dan Alor.

Pesawat terbang melakukan report untuk posisi ketinggian, dimana lalu akan diberikan informasi cuaca dan lalu lintas pesawat lain. Selama 15 menit diarahkan ke Mali, lalu apabila tidak ada pesawat lain, 5 menit kemudian akan diarahkan mendarat di bandara Mali.

Sudah bekerja selama 4 tahun di bandara Mali, Halim mulai terbiasa dengan kehidupan di Alor walaupun berasal dari Brebes. Membiasakan diri hidup di tempat yang tidak familiar. Apalagi saat pandemic tidak mudah untuk bisa pulang ke kampung halaman.

Pernah juga saat bertugas terjadi gempa yang sempat membuat panik, tapi karena tugas harus tetap bertahan di Menara Airnav demi menjaga keselamatan lalu lintas udara.

Saya salut dengan para insan transportasi yang bertugas di Bandara Mali yang mendedikasikan diri untuk tugas yang diemban.

Sebagai salah satu daerah terluar di Indonesia yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, Alor punya peranan penting dalam hal perhubungan.

18 comments

  1. Aku suka nih bandara-bandara kecil gini apalagi di daerah semakin maju ya bandaranya. Biasanya bandara kecil gini tuh suasananya enak banget dan dikelilingi pemandangan yang indah. Terbukti kan bandara alor ini.

  2. Betul sih petugas AVSEC memang harus tegas dan terlihat garang. Soalnya kalau enggak banyak penumpang yang suka seenaknya sendiri. Dan itu biasanya nyebelin, haha

  3. Aku takjub melihat bandara Mali Alor yang baru ini. Mungil dan unik. Terbersit juga rasa syukur, walau hanya ada satu penerbangan per-hari, itu lebih dari cukup. Ketimbang harus naik kapal laut yang bisa memakan waktu 14 jam. Untuk yang tidak bisa lama-lama melakukan perjalanan itu akan jadi masalah soalnya. Duh kapan ya sampai ke Alor. Baca pengalaman kang Aip, bikin rindu jalan-jalan tak terperi hahaha

  4. Wuaah kisah setiap orang ini unik yaa kak. Termasuk kepala bandaranya. Masya Allah kejujuran membawa berkah. Di jadu kangetn Kupang dan Rote :’)

  5. Masya Allah pengalaman yg tak terlupakan y pak perjalanannya bisa sampai penghujung negeri ini…betul salut dan apresiasi keoada insan yg mendedikasikan bertugas di sana

    Aku suka dg poto2 yg diambil terlihat berbicara dan bercerita apalagi lihat tumpukan barang yg dibungkus macam goni. Bisa sebanyak itu ya

  6. Hai Mas. Untuk bandara Kupang aku liat juga emang makin bagus kondisi bandaranya. Aku kesana saat proses renovasi. Btw sepakat kalau petugas bandara keliatan tegas tapi toh itu demi keamanan dan kenyamanan penumpang ya mas 🙂

  7. Seruu banget .. Halo Artis Transmate Journey
    Berasa dibawa jalan ke Bandara Mali Alor baru dan berkenalan dengan petugas2 di sana.
    Aku pun ikut bangga dan salut sama mereka insan transportasi yang bertugas di Bandara Mali yang mendedikasikan diri untuk tugas yang diembannya. Tetep semangat yaa, semoga Bandara Mali makin ramai dan wisatawan pun makin ramai mengenalnya.

  8. waw kerennn

    saya pingin banget ke Nusa Tenggara Timur

    sekarang lebih mudah karena jalan dan pelabuhan dibangun untuk memudahkan transportasi ya?

    semoga tabungan cepat penuh dan saya bisa terbang ke Kupang n:)

  9. Makasih bang Aip atas info yang belum penrah aku temuin sebelumnya. Salut banget sama para pekerja Bandar Alor ini. Sedih juga sebenernya yah baca nya ada yang dibentak-bentak bahkan sampai ada yang ditendang. Tapi bahagia karena mereka tetap setia dan menomor satu kan keselamatan dan kenyamanan penumpang pesawat. Salam buat mereka yah bang Aip hehe ;).

  10. Harusnya aku juga ada mas haha.

    Keren ni mas ulasannya. Terima kasih jadi bisa motivasi kami di tim humas untuk berbenah.

Tak komentar maka tak sayang. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima Kasih sudah berkunjung

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.