Hello TemenAip ! Apa Kabar ? Kalau lihat di semua Social Media Ariefpokto.com pasti lumayan keliatan ya keseruan #Aiptrip Ke Kepulauan Banda.

Wisata Kepulauan Banda – Ariefpokto

Sekarang saatnya cerita banyak soal pariwisata di Kepulauan Banda. Menurut Saya Kepulauan Banda adalah sebuah destinasi wisata komplit yang wajib dikunjungi. Ada wisata Alam , wisata sejarah, wisata budaya, wisata perkebunan dan banyak lagi yang dilihat dan dirasakan disana. Sebuah tempat yang memukau sehingga takkan terlupa dan pasti ingin kembali lagi kesana. Selain itu orangnyaa ramah-ramah, selama disana Saya merasa diterima dan tidak mengalami kejadian yang tidak menyenangkan.

Kepulauan Banda Yang Memukau

Buat Saya Kepulauan Banda itu bagaikan titik-titik mutiara di birunya laut. Soalnya semacam jauh darimana-mana. Tapi sepadan sekali perjalanan kesana. Ada beberapa pulau yang penting keberadaannya disana. Yang utama adalah Banda Neira, merupakan pusat pemerintahan Kecamatan Maluku Tengah dan juga tempat paling ramai di antara pulau-pulau lain. Lalu ada Pulau Banda Besar (disebut juga Pulau Lonthor) , yang merupakan pulau terbesar yang merupakan salah satu sentra perkebunan Pala dan Kenari. Pulau Pisang ( yang disebut juga sebagai Pulau Syahrir, tempat beliau dibuang dulu) , Pulau Gunung Api, Pulau Ai, Pulau Rhun, Pulau Hatta, dan Pulau Karaba. 

Pas datang langsung terpesona melihat lanskap pemandangan alam yang indah, mulai dari gunung Api Hijau, laut biru, pemandangan Banda Neira, dan perairan di sekitarnya.

Di Kepulauan Banda ini begitu banyak peristiwa sejarah, keindahan alam, dan juga cerita yang bisa kita telusuri. Kehadiran Saya di Banda juga dalam rangka menghadiri Festival Lewetaka, kisahnya bisa dibaca disini

Wisata Sejarah

Kepulauan Banda, terutama Banda Neira adalah salah satu daerah yang amat kaya dengan wisata sejarah. Bahkan bisa dibilang kalau Kepulauan Banda adalah awal bermulanya kisah penjajahan Belanda di Nusantara. Banda adalah penghasil Pala, rempah yang amat berharga dan dicari di seluruh dunia.  Bayangkan harganya pernah melampaui harga emas di zaman itu. Itulah mengapa Pala menjadi komoditas paling berharga .

Perdagangan dengan berbagai negara sudah dimulai sejak dahulu kala dengan pedagang dari Tiongkok, India, Portugis dan banyak lagi. Tapi memang semakin memanas ketika VOC (Belanda) berusaha memonopoli perdagangan Pala dengan berbagai cara. Mereka berusaha menaklukan Banda dulu sebelum Batavia, karena pentingnya peranan Banda waktu itu.

Menikmati wisata sejarah di Banda sangatlah mengasyikkan bagi pecintanya, karena jejak sejarahnya masih relatif lengkap dengan peninggalan sejarahnya. Ada berbagai benteng dari masa Belanda seperti Benteng Belgica di Banda Neira dan Benteng Holandia di Lonthor dan benteng Nassau dari masa Portugis yang masih berdiri tegak dan eksis di tengah kemajuan zaman. Menelusuri benteng-benteng ini serasa masuk ke masa yang berbeda. Benteng Belgica yang berbentuk segi lima dengan pemandangan perairan Banda yang luar biasa.

Benteng Nassau

Benteng Nassau yang luas dan beberapa sudutnya mirip kastil dalam film-film kartun Disney, Benteng Hollandia yang memiliki satu sudut foto paling terkenal di Kepulauan Banda.

Banda juga merupakan tempat pembuangan banyak tokoh nasional seperti Tjipto Mangunkusumo, Iwa Kusuma Sumantri, Sutan Syahrir, dan Mohammad Hatta, Rumah dan peninggalan para tokoh ini masih ada dan dikelola dengan cukup baik. Terutama Rumah Sutan Syahrir dan Rumah Bung Hatta yang menjadi museum dimana Kita bisa melihat peninggalan para tokoh sejarah ini saat hidup dalam pengasingan di Banda Neira.

Wisata Sejarah Banda – Rumah Budaya Banda

Ada juga Rumah Budaya Banda, sebuah museum yang memperkenalkan kebudayaan dan sejarah Banda. Dimana terdapat berbagai artefak dari berbagai zaman yang mempengaruhi perkembangan Kepulauan Banda.

Di depan Istana Mini


Selain itu ada Istana Mini. Kenapa disebut istana Mini? Karena mirip sekali dengan istana negara tapi ukurannya lebih kecil. Dulunya sebagai rumah tinggal Gubernur VOC. Gaya arsitekturnya Eropa sekali dan sempat menjadi pusat pemerintahan zaman kolonial dulu. Lokasinya berada di depan laut dan ada dermaga dengan pemandangan yang indah.

Wisata Perkebunan

Sebagai produsen Pala terbaik di dunia, seru juga kalau kita melihat jejaknya di Kepulauan Banda. Pulau Rhun, pusat perkebunan Pala zaman Belanda amat menarik untuk dikunjungi. Saking berharganya pulau ini sempat dibarter dengan New Amsterdam ( yang sekarang terkenal dengan nama Manhattan di New York Amerika Serikat). Di pulau Rhun kita bisa melihat perkebunan pala milik warga. Pala yang ditanam di zaman Belanda juga masih ada.

Selain itu bisa berkunjung ke Pulau Banda Besar ( Lonthor) dimana pohon pala disini dilindungi oleh pohon-pohon Kenari berusia ratusan tahun. Masuk ke kebun ini seperti masuk ke dunia yang berbeda dimana jejeran pohon kenari raksasa tinggi menjulang menaungi pohon pala. Suasana jadi sejuk. Indah sekali pemandangan hijau disini.

Menarik sekali melihat bumbu rempah Pala dipanen. Selain bijinya, kulitnya yang berwarna merah juga memiliki nilai tinggi. Namanya Fuli. Di berbagai sudut Banda kita bisa mellihat orang sedang menjemur biji pala dan fuli.

Wisata Alam

Kepulauan Banda kaya akan keindahan alam. Gunung Api, yang merupakan focus utama saat masuk kepulauan ini, menjadi salah satunya. Kita bisa mendakinya dan melihat view indah sekeliling kepulauan Banda. Jarak tempuhnya bisa 1 sampai 2 jam untuk orang local, sementara kalau pelancong mau naik santai bisa 6 jaman. Apalagi sama foto-foto kan.

Tapi daya Tarik utama Kepulauan Banda adalah berlimpahnya situs untuk snorkeling dan menyelam. Hampir di semua pulau alam bawah lautnya cantik.

Lava Flow

Di pulau gunung api sendiri ada beberapa spot snorkeling, salah satunya adalah Lava Flow, jejak aliran lava dari letusan gunung ini di akhir tahun 80-an, selain bebatuan hitan mengeras di salah satu sisi pulau, tapi ternyata menjadi ledakan kehidupan alam bawah laut yang cantik.

Lava Flow Gunung Api

Aliran lava yang mengering menjadi lereng dan lembah di bawah lautan dan menjadi tempat tinggal dan berkembanganya aneka koral, anemone, ikan, moluska dan banyak lagi. Hampir tak percaya mata melihatnya, karena kekayaan kehidupan biota lautnya.

Sementara di pantainya juga menjadi salah satu tempat wisata melihat lava yang mengering dan menjadi daya tarik sendiri.

Spot diving lainnya adalah di pulau pisang ( atau pulau Syahrir) dimana karang-karang cantik bisa dengan mudah ditemui di pantai. Kalau mau liat hiu martil bisa dilihat Ketika menyelam di Pulau Hatta.

Selain itu Pulau Nailaka juga punya spot diving dan snorkeling yang cantik untuk dikunjungi, dan pantai pasir putihnya juga bagus banget untuk dinikmati.

Yang menarik dari wisata alam bawah laut ini adalah jarak ke berbagai pulau ini dekat sekali dari pusat Banda Naira, ke pulau pisang hanya 30 menitan, ke Lava Flow hanya 5 menit, snorkeling di Pulau Karakal hanya 8 menit. Dan di Banda Neira ada banyak operator penyedia jasa diving atau snorkeling.

Diving dan snorkeling di Kepulauan Banda menjadi daya Tarik utama pariwisata Kepulauan Banda karena keindahan alam bawah lautnya. Itulah mengapa Laut di Banda harus dijaga dari berbagai ancaman seperti sampah plastik, over fishing sampai bom ikan dan juga racun ikan. Karena kelestarian alam disini harus senantiasa dijaga untuk keberlangsungan alam yang idel.

Bagaimana Caranya Ke Kepulauan Banda

Ada dua cara untuk bepergian ke Kepulauan Banda dari Ambon. Yang pertama melalui Laut dan yang kedua melalui Udara. Menggunakan transportasi laut ke Kepulauan Banda memiliki beberapa alternatif bisa menggunakan armada Pelni, ada KM Ngapulu dan KM Pangrango dari Pelabuhan Ambon , Lalu ada Kapal Ferry cepat dari Pelabuhan Tulehu.

Sam Air , Banda Neira – Ambon

Cara kedua menggunakan pesawat perintis SamAir, dengan penerbangan selama 45 menit dari Bandara Banda Neira ke Bandara Pattimura. Tiketnya seharga Rp. 320.000. Sistemnya mesti booking dulu, baru visa beli tiketnya di airport.

Saya dan Irene Pinktravelogue berangkat ke Kepulauan Banda menggunakan KM Pangrango selama 15 jam perjalanan. Alhamdulillah di jalan nyaman dan lancar, tidak ada gelombang besar atau bagaimana. Dengan tiket seharga Rp.190.000 , bisa sampai juga di Banda. Kapalnya memang bukan yang terbaru, tapi masih nyaman dan menyenangkan di dalamnya. Dapat makan 2 kali malam dan paginya. Soal jadwal kapal ini cukup tricky juga sebenarnya, karena masih tergantung cuaca. Tiket kami dibantu dibelikan langsung di Ambon, jadi aman. Bisa cek website Pelni juga ya kalau mau kesana. Mendarat di Pelabuhan Banda Neira, Kami langsung dijemput Pak Allan dari Allan’s Bungalow menggunakan perahu bermotor. Sementara penumpang lain turun dan meneruskan perjalanan masing-masing.

Transportasi Selama DI Banda

Di Banda jarang ada mobil, banyaknya motor. Ojek menjadi salah satu transportasi andalan selama disana. tarifnya Rp.5000 untuk jarak dekat, seperti dari dermaga pasar ke Benteng Belgica, dan Rp.10.000 untuk jarak jauh seperti dari pasar ke Bandara.

Disana Kami banyak berjalan kaki, karena memang jalannya tidak begitu jauh. Apalagi wisata sejarah, semua masih dalam jangkauan jalan kaki yang dekat.

Untuk pergi ke pulau lain, ada beberapa perahu yang merupakan ojek air dengan trayek pulau-pulau di sekitar Kepulauan Banda. Tapi kalau mau puas kelilingan seharian sambil snorkeling bisa sewa boat. Atau bisa menyewa jasa operator menyelam atau snorkeling yang banyak terdapat di sekitar pelabuhan.

Berwisata ke Kepulauan Banda adalah pengalaman #Aiptrip yang menyenangkan sekali. Banyak banget yang didapat, bukan hanya wisata biasa saja, karena memperluas wawasan sejarah dan pemahaman betapa negeri ini kaya akan sumber daya alam yang menjadi primadona di masa lalu.

10 comments

  1. takjub banget melihat lelehan lava yang masuk dalam air, akhirnya malah jadi indah dan tempat biota laut. Banda memang luar biasa pesonanya ya, banyak tempat indah dan khas serta sejarah pentingnya. Jadi kalau ke sana lengkap sudah untuk berwisata, jadi pengalaman yang luar biasa sepulangnya

  2. Panduan lengkap bagi traveller yang ingin travelling ke Banda.
    Dan kak Aiep bisa banget bawa kita serasa ikutan jalan-jalan ke Banda. Kalau solo travelling gitu, berasa gengges kali ya..karena pulaunya masih asri.

  3. Maaf salfok pas lihat gunung malah keinget Semeru yang lagi erupsi, huhuhu. Tapi juga ada rasa sendu pas lihat lukisan yang menyayat hati. Semoga bisa melakukan perjalanan di tempat-tempat bersejarah. Untuk sekarang belum bisa ke mana-mana karena ada dedek kecil juga.

  4. Selalu suka membaca kisah perjalanannya mas Arief. Lengkap dan teliti serasa ikut melakukan perjalanan.
    Saya mengetahui sejarah tentang Kepulauan Banda dan hubungannya dengan pejuang yg diasingkan.di sana waktu masih SD. Guru saya sering mengisahkan itu.
    Beruntung sekali Mas Arief bisa menyaksikan salah satu bukti sejarah Indonesia sekaligus menikmati keindahannya.

    1. Pesawatnya semua model perintis ya mas kalo kesana? Aku masih agak trauma naik pesawat baling2 . Kayaknya milih kapal laut aja deh kalo kesana hahahahah.

      Tapi sukaaaa bgt Ama Banda Neira ini. Aku udah banyaaak baca cerita2 dan sejarahnya. Cuma blm ada kesempatan aja mau kesana. Wisata sejarah gitu aku suka dari dulu. Apalagi ada tempat di mana pernah terjadi pembantaian oleh penjajah di sana kan… Serem liat lukisannya :(.

      Cerita juga ttg kulinernya mas 😉

  5. Kang Aip, lengkap sekali nih rekomendasi wisata Banda. Mulai dari alam, budaya sejarah dan perkebunan. Memang tidak salah kalau merencanakan trip ke kepulauan Banda. Apalagi kalau bisa diving dan snorkeling. Mudah-mudahan suatu saat bisa balik ke kepulauan Banda. Pengen banget ke pulau Rhun. Saat ini aku sedang baca bukunya

    1. Sebenarnya pengen dijabarin satu-satu lagi sih Bu, cuman kalau kepanjangan nanti orang malas bacanya. Nanti dibuat bagiannya lagi atau mau ditambahin vlognya deh, masih tahap produksian. Makasih sudaah mampir

Tak komentar maka tak sayang. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima Kasih sudah berkunjung

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.