Kendaraan Masa Depan

Hello TemenAip! Apa Kabar ? Kalau Saya lagi seneng banget karena bisa jalan-jalan ke masa depan! Lho kok bisa? Apa pakai mesin waktu?  Tentu tidak! Akhirnya Saya mengalami naik kendaraan tanpa awak alias Autonomous Vehicle, Navya Arma yang canggih banget di Digital Hub by BSD City. Biasanya Saya lihat Autonomous Vehicle itu cuman di film-film Sci Fi yang menggambarkan masa depan 

Ariefpokto Bareng Navya Arma, Kendaraan Tak Berawak
Pengalaman Ariefpokto Naik Navya Arma

Desain Navya Arma

Pas awal lihat kesan pertama langsung terpesona dengan desain dari Navya ini. Bentuk badannya cenderung membulat, berdimensi 4,7 m x 2,1 m. Desainnya futuristik beda banget sama mobil-mobil yang sedang berlalu lalang di jalanan.

Navya Arma, Depan Belakang Wajahnya Sama – Ariefpokto

Yang lucu dan imut adalah depan belakang wajahnya sama. Biasanya kan kalau mobil konvensional depannya ada lampu, kap mobil, bumper dll. Lalu di belakang ada bumper, lampu, bagasi dll. Jadi Kita bisa membedakan mana depan dan belakang. Kalau Navya Arma ini beda banget. Depan belakang sama.

Selain itu balutan warna biru dan kuning dengan desain berupa sarang lebah di badan Arma bagus banget padanannya.
Navya Arma bisa menampung kapasitas penumpang 15 orang, dengan formasi 11 duduk dan 4 berdiri  tapi karena pandemi dibatasi menjadi maksimal 9 orang saja plus 2 operator.

Kendaraan Listrik Tanpa Pengemudi

Navya Arma Kendaraan Listrik Tanpa Pengemudi – Ariefpokto

Navya Arma memiliki penggerak listrik dan battery pack berkapasitas 33 kWh yang dapat bertahan selama 9 jam.

Pastinya bisa lebih ramah lingkungan karena rendah emisi karbonnya.

Pas Saya masuk ke dalamnya Saya tidak bisa menemukan setir atau kemudi. Karena semuanya berjalan automatis dijalankan komputer. Jadi tidak ada pengemudi yang akan menyetir mobil ini.

ariefpokto di dalam Navya Arma

Kalau tidak diberitahu oleh Ferry Novianto, Operator Navya Arma, Saya tidak akan ngeh komputernya dimana, baterenya dimana. Di bagian depan terdapat baterai. Sementara di belakang disisi yang ada monitor LIDAR-nya ditempatkan komputer bersama aneka macam sensor.

Navya Arma dilengkapi bermacam sensor mulai dari GPS (Global Positioning System), sensor LIDAR (Light Radar) yang digabungkan dengan kamera resolusi tinggi untuk big data analysis, kemudian akan diproses oleh komputer dengan spesifikasi tinggi tertanam di dalam mobil.

Semua serba otomatis diatur komputer, makanya tidak diperlukan pengemudi lagi.

Berkat sensor dan komputernya yang canggih, Transportasi listrik tanpa awak ini bisa menentukan sendiri segala tindakan yang akan diambil.

Navya Arma bisa berakselerasi, melakukan navigasi, hingga dapat mendeteksi kondisi lingkungan di sekitarnya, termasuk menghindari halangan dan melakukan pemberhentian secara otonom.

Pengalaman Naik Navya Arma

Ketika masuk kabin, Saya masih bingung ini beneran ga ada supirnya? Hahaha. Canggih bener.

Saya langsung duduk dan mengenakan safety belt demi keselamatan. Kenapa harus dipakai? Kemampuan akselerasi Navya Arma cukup powerful. Begitu pula saat mengerem. Jadi biar aman.

Tempat duduk dalam Navya Arma – Ariefpokto

Tempat duduknya cukup nyaman karena ada senderannya. Memang bukan didesain untuk perjalanan jauh sih.

Kita bisa melihat lebih jelas keluar karena kacanya besar-besar dan bersih.

Suhu di dalam cukup dingin karena ada AC di bagian atas Kita yang menyemburkan udara dingin secara terus menerus. Mas Ferry bilang kalau AC nya dimatikan bisa lebih hemat batere. Tapi tidak disarankan karena nanti pengap kan.

Saat perjalanan dimulai walaupun senyap, tarikan mesinnya bertenaga. Mulus jalannya. Sampai tiba-tiba ada motor nyalip, Navya mendadak berhenti. Beneran sensor nya jalan.

Beberapa kali dia berhenti karena ada mobil terlalu dekat. Begitu pula saat ada polisi tidur. Responsif sekali terhadap segala sesuatu yang ada di sekitarnya.

Kecepatannya pun diatur maksimal 25 Km/jam demi faktor keselamatan. Karena memang buat ngebut-ngebutan.

Salah satu kendala Navya Arma adalah perilaku pengemudi lain yang suka main salip atau nyerobot. Jadi Navya menjadi lebih berhati-hati dalam perjalanannya.

Tapi dari pengalaman diserobot itulah Saya bisa melihat bahwa sistemnya berjalan dengan baik.

Navya Arma melakukan satu kali putaran di sekitar kawasan Green Office Park. Cukup menjadi perhatian publik yang melihat kendaraan yang kami tumpangi ini.

Rute Navya Arma

Rute Navya Arma sudah ditentukan. Diprogram sehingga tidak akan berhenti menaikkan atau menurunkan penumpang secara sembarangan.

Navya Arma Autonomous vehicle – Ariefpokto

Mau Nyobain Naik Navya Arma

TemenAip kalau mau cobain bisa langsung ke The Breeze BSD City. Nanti disana ikuti aja petunjuknya. Kita diminta download aplikasi One Smile, membuat akun, lalu mengisi survey lalu dapat barcode.

Waktu beroperasinya dari Selasa sampai Minggu, Senin libur, Jam 10.00-12.00 dan jam 13.30 -17. 00

Buat anak kecil yang tingginya dibawah 120 cm belum boleh ikutan mencoba dulu ya.

Seneng banget sih bisa nyobain, semacam sneak peak ke masa depan gitu. Perkembangan teknologi pastinya akan terus berlangsung.

Semua serba otomatis dari pintu, tujuan sampai kemudinya.

Teknologi Autonomous Vehicle atau Kendaraan tanpa Awak ini dihadirkan Digital Hub BSD City sebagai salah satu sarana transportasi penunjang kawasan
Kompleks perkantoran futuristis yang akan menjadi rumah masa depan bagi perusahaan teknologi dan start up di Indonesia.

Apakah Indonesia siap dengan kendaraan seperti ini? Inilah saatnya Kita belajar ya.

One comment

Tak komentar maka tak sayang. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima Kasih sudah berkunjung

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.