Hi TemenAip! Apa kabar? Setelah membaca Makanan Ekstrim Yang Pernah Dimakan Ariefpokto Selama Aiptrip Bagian 1, pasti jadi kepo kuliner apa lagi yang saya santap, tapi bukan kuliner biasa. Malah jadinya ekstrim!

Di bagian kedua ini ada beberapa kuliner ekstrim yang Saya konsumsi. Yang pertama bukan karena lapar, tapi karena kepo, penasaran, rasanya gimana? Walau buat beberapa orang aneh dan menjijikkan. Kita mulai. Ini dia :

Pupa Ulat Sutera di Bogor

Ok, ketika mengunjungi sebuah lokasi produsen Kain Sutera di Bogor, kami para pengunjung diperlihatkan proses pembuatan kain sutra.

Mulai dari penanaman pohon murbai yang daunnya menjadi pakan ulat sutra, pemberian pakan ulat, sampai jadi kepompong

Ini dia ulat sutra yang rajin makan daun murbai. Agak ringkih sehingga perlu penanganan khusus. Setelah kenyang makan dia akan beristirahat menjadi kepompong. Nah kepompongnya akan dipanen, dipintal menjadi benang sutra. Sementara dalemannya kepompong direbusdirebus untuk memisahkan kokon dengan ulatnya.

Bisa ditonton disini ya

Pupa yang direbus ternyata bisa dikonsumsi lho. Sudah biasa dikonsumsi karena tinggi kandungan proteinnya.

Saya ditawari untuk mencicipinya.

Saya pikir, kenapa nggak sih?

Mencicipi Pupa Ulat Sutra Ariefpokto

Rasa Pupa

Pas Saya ditawari pupa Ulat Sutra, langsung Saya ambil satu dan masukkan ke dalam mulut.

Pas digigit.. Kresss. Teksturnya agak crispy walau baru direbus. Dalemannya juicy. Agak asing memang di mulut.

Kalau dari rasa muncul rasa kacang yang amat kuat.

Gurih dan rasanya agak tawar karena memang tidak dibumbui.

Tapi walaupun begitu secara rasa gak terlalu aneh sih. Seperti rasa kacang tapi teksturnya berbeda.

Saya makan dua saja. Karena masih harus melihat bagian peternakan ulat sutra yang lain.

Makanan Populer Di Korea Selatan

Beondegi foto dari travelfoodatlas.com

Setelah baca di internet hidangan pupa rebus ternyata ada juga di Korea Selatan. Namanya Beondegi.

Dulu mulai dikonsumsi saat Perang Korea. Waktu itu protein hewani sulit didapat. Sementara itu Protein dalam kepompong ulat sutra disebut lebih tinggi daripada ikan, daging sapi, dan kacang-kacangan.

Disana Beondegi disajikan dalam bentuk sup, tumisan atau dimakan langsung dengan tusuk gigi sebagai camilan.

Sebenarnya isu serangga menjadi bahan pangan supplier protein sempat mengemuka karena bisa diproduksi secara massal dan bisa berkelanjutan.

Tapi tidak semua orang nyaman mengkonsumsi serangga. Walaupun kadar protein tinggi yang dikandungnya.

Gimana TemenAip? Tertarik ga nyobain Pupa Ulat Sutra? Nanti kita lanjutkan lagi Makanan Ekstrim Yang Pernah Dimakan Ariefpokto Selama Aiptrip Bagian 3 ya.

Makan Ekstrim apa lagi nih.

5 comments

  1. Kak Aiep beneran iih… berani banget!
    Aku kemarin liat tiktokers yang makanin ulat apa sih itu, gembul gembul warna ijo, MASIH HIDUP.
    Jadi pas digigit munsyrat semualah isi perutnya.

    Agak KZL kalo liat orang makan hewan masih hidup begini.
    Tapi juga gak tega liat Pupa Ulat Sutra yang dimasak.. Rasanya mungil-mungil gitu uda berjuang di beratnya hidup.
    Huwwwaaaa~

  2. Hiiii aku ngeliatnya ngeri banget ya, salut nih bisa berani makan hha. Aku melihat dan membayangkan memakannya aja udah takut banget, apalagi kalau baru nemu di hutan atau pohon langsung dimakan tanpa harus dimasak terlebih dahulu gitu gak kuat liatnya hhee.

  3. Rasanya bakal jadi bagian yang memotret atau memvideokan saja dah. Secara pernah lumayan trauma dengan banyak jenis per-ulat-an, pupa yang ternyata gak-masalah-buat-dimakan-karena-mirip-dengan-rasa-kacang dasarnya pernah bagian lekat dengan ulat 😀
    Menuliskan komentar ini saja, sudah bersyukur banget akhirnya bisa dengan emosi yang biasa. Dulu, bakal sambil merinding ndak jelas

  4. Mas aip.. Aku liat pupa ulat jd teringat waktu musim ulat di pohon blkg rumah pada masuk ke rumahku. Heboh bgt tiap sore liat tu pupa. Geli gt. Pas di mulut pupanya gerak2 jg ga mas? Di belanda ini aku jg nyicipun hewan mentah kmrn, nanya ikan haring, enak jg sih cuma dikasih garam doank bumbunya

  5. Aduuuh..aku gak berani nih makan makanan yg masih asing2 apalagi ekstrim begini. Pernah ditawari belalang goreng yg banyak di blora/kendal ya..tapi gak berani..haha..cemen banget aku! Salut utk Kang Aip yg tangguh..

Tak komentar maka tak sayang. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima Kasih sudah berkunjung

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.