Bayangkan, rasa hangat ketika sinar matahari pagi menyentuh wajah, betapa tenangnya suasana pagi di pedesaan saat embun pagi masih berkilauan di dedaunan, udara segar penuh oksigen memenuhi paru-paru yang memberikan energi baru, menggeliat, di mana setiap gerakan memberi dampak positif memulai hari. Inilah sebuah oasis dari hingar bingar polusi kota, stress, tekanan hidup yang dialami masyarakat. Kita semua butuh oasis itu. Indonesia perlu oasis itu. Oasis itu adalah harapan, sesuatu yang dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup.

Di tengah hingar bingar masalah negeri ini, di mana setahun terakhir cukup membuat frustrasi dengan berbagai berita tidak baik memuakkan yang memenuhi seluruh indra, Saya menemukan oasis itu. Rasa hangat dan tenang itu yang Saya rasakan saat melihat dan mendengar sosok Tatag Adi Sasono di panggung Satu Indonesia Awards. Siapakah dia? Tatag adalah Penerima Apresiasi 16th SATU Indonesia Awards 2025 Bidang Kewirausahaan 2025. Kenapa dia? Apa yang membuatnya jadi spesial di mata Saya?

Menghadiri Awarding 16th SATU Indonesia Awards 2025 di Catur Dharma Hall Menara Astra Jakarta pada 5 November 2025, adalah kegiatan tahunan yang Saya ikuti, karena Saya bisa melihat dan bertemu langsung dengan mutiara bangsa terpilih yang memberikan dampak positif bagi lingkungannya dan juga banyak orang. Secara khusus Saya mendaftar juga untuk mengikuti Astratalks, dimana para penerima Apresiasi diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman soal kegiatan masing-masing penerima apresiasi, sehingga Saya bisa lebih paham dan mengenal mereka lebih dekat. Adapun 5 orang terpilih yang berdampak baik bagi lingkungan di lima kategori yaitu :
Bidang Kesehatan Alvin Henri (Sumatra Utara), pendiri Medsense Your Study Buddy, platform edukasi medis digital bagi lebih dari 200 ribu tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.
Bidang Pendidikan: Imelda Riris Damayanti (DKI Jakarta), pendiri Never Okay Project, inisiatif pencegahan kekerasan seksual di ruang kerja dan pendidikan.
Bidang Lingkungan: Hanzalah Rangkuti (Sumatera Utara), pendiri Sumatera Trash Bank, penggerak ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah.
Bidang Kewirausahaan: Tatag Adi Sasono (Jawa Timur), pendiri Mitra Ternak Farm, pemberdaya desa melalui peternakan domba digital.
Bidang Teknologi: Oka Bayu Pratama (Jawa Timur), pengembang SeeShark, aplikasi AI untuk konservasi hiu di perairan Indonesia.
Saya mengapresiasi acara ini selain para penerima 5 kategori yang sangat istimewa, acara tahun ini sangat bagus, visual, video animasi di panggung , bintang tamu, semuanya sangatlah keren.

Tatag Adi Sasono dan Mitra Ternak Farm
Tatag mendapatkan kesempatan berbicara di Astratalks bersama Raline Shah, Staf Khusus Komunikasi dan Digital RI sekaligus Juri 16th SATU Indonesia Awards dan Tamara Gondo, CEO Liberty Society & Society Foundation dengan moderator kondang Iyas Lawrence, founder Makna Talks di sesi kedua dengan tema “From Sketch to Solution How Sociopreneurs Drive Impact.”

Di antara dua bintang tamu dengan banyak prestasi dan juga jelita, Tatag masih bisa bersinar dengan cahayanya sendiri. Satu yang Saya kagumi adalah dia seorang pemberani dan percaya diri tanpa terkesan sombong apalagi menggurui. Tampil mandiri di bawah spotlight yang menerangi para pembicara saat itu. Dengan lugas Tatag bercerita soal pengalamannya dengan bersemangat. Dia berbicara tentang pemberdayaan ekonomi pedesaan melalui integrasi peternakan dan bagaimana sistem peternakan berkelanjutan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi petani, memperkuat pasar lokal, dan mendukung tujuan iklim dan ketahanan pangan. Banyak sekali poin inspiratif yang Saya dapatkan darinya.

Setelah acara usai, Saya sempatkan berjumpa dengannya, karena ingin tahu dan ingin ikut mengapresiasi. Sosoknya hangat, rendah hati dan baik hati berbagi ceritanya dengan Saya dan beberapa pengunjung lain. Mengobrol sejenak dengannya terasa hangat dan positif. Terasa sekali semangat pantang menyerahnya.

Tatag Adi Sasono mendirikan Mitra Ternak Farm bersama teamnya sejak tahun 2020 di Desa Ngrayung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Sebuah ide yang cukup baru yaitu peternakan domba digital, sebuah model agribisnis desa terintegrasi. Sebenarnya awal berbisnis, mereka beternak sapi, lalu pada tahun 2023 mereka beralih ke domba. Karena perkembangan domba lebih cepat dan pasarnya luas. Salah satu faktor lainnya adalah Tuban merupakan salah satu daerah penghasil domba terbesar di Indonesia. Tidak hanya berbisnis biasa, tapi ini adalah usaha memberdayakan masyarakat sekitarnya,supaya bisa ikut menikmati manfaat dari bisnis ini Bermodal tabungan pribadi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dimulailah perjalanan yang menakjubkan ini.
Konsep Mitra Ternak Farm adalah program kemitraan yang memberikan solusi untuk membantu orang yang ingin beternak tapi tidak punya lahan, kandang, waktu dan pengalaman beternak.

Sistem Titip Ternak adalah membeli domba untuk dipelihara dan dikawinkan sampai beranak. Anaknya bisa dijual atau tetap dipelihara. Jadi ternak bisa menguntungkan karena bisa beranak berkali-kali. Dan menjadi mitra bisa dilakukan dari jauh, tidak harus di daerah yang sama. Sehingga bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
Peternakan domba di Mitra Ternak Farm dirancang dengan sangat baik. Semuanya terintegrasi dari hulu ke hilir. Ekosistemnya sudah jadi, tentunya penuh perjuangan dan pembelajaran. Selain kemitraan titip ternak mereka juga melakukan penjualan aqiqah, qurban, dan paket pembibitan domba untuk peternak pemula. Membuat ekosistem mandiri yang tidak tergantung pada tengkulak maupun pihak yang mau untung saja.
Domba-domba dirawat di kandang-kandang sesuai kebutuhan mereka yang dipasangi CCTV untuk mempermudah monitoring dan menjamin keselamatannya. Ada dua macam kandang yaitu Kandang Panggung & Kandang Umbaran. Disesuaikan dengan kondisi ternak. Kandang Umbaran ini untuk mengurangi resiko penyakit & kematian karena domba lebih sehat saat diumbar di habitat alaminya. Sementara Kandang Panggung cocok untuk mengejar bobot dan pertumbuhan.


Titip Ternak lebih aman, jelas dan realistis. Punya sistem yang jelas alurnya seperti perawatan, vaksinasi sampai pencatatan sampai dengan pengelolaan reproduksi. Ada biaya pemeliharaan per bulan yang harus dibayarkan mitra untuk ongkos pemeliharaan ternak mereka. Mitra juga secara pasti punya ternak atas nama mereka sendiri dan mendapatkan laporan secara berkala.
Satu hal yang penting adalah data dan transparansi. Setiap ternak punya KTP Domba sendiri dan asuransi. Ini adalah murni dari pengalaman Tatag yang tidak mau pengalaman ternak mati ratusan ekor jangan sampai terjadi. Segala tindakan tidak mau berdasarkan imajinasi tidak terukur, semuanya memiliki data pasti dan terukur sehingga keberhasilan bisa lebih terjamin. Tatag selalu mendengar keluhan dan feedback peternak juga menyesuaikan dengan permintaan pasar semua ini untuk meningkatkan pelayanan dan kualitas ternak.
Selain itu, Titip ternak punya mitigasi soal domba dengan resikonya. Ada dua mitigasi yang dibuat untuk resiko telat bunting dan risiko kematian, jadi mitra bisa lebih tahu segala hal terkait dengan ternak yang dititipkan dan rencana apa yang akan dilakukan untuk menghindarinya.
Jaminan lain dari Mitra Ternak Farm adalah usaha ini sudah terdaftar dan memiliki NIB, kandang jelas dan bisa dikunjungi, punya CCTV untuk pemantauan dan memiliki rekening atas nama PT bukan atas nama Pribadi.
Asuransi? KTP? Mitigasi? Jaminan? Ini adalah usaha-usaha Mitra Ternak Farm untuk meyakinkan para mitra agar merasa aman dan menambah rasa kepercayaannya dan juga sebagai modal kesuksesan usaha bersama ini.

Hambatan Selalu Ada
Apakah usaha mereka mudah dan mulus seperti jalan tol? Tentu tidak!
Awal berbisnis mereka sempat rugi besar, kenapa? Pertama karena Pandemi Covid 19 yang menggulung bisnis mereka. Ditambah ternak sempat terkena wabah penyakit mulut dan kuku. Modal pun habis, tetapi mereka memilih untuk tidak menyerah.
Tatag tidak tinggal diam. Dia mengajukan KUR lagi dan memulai bisnisnya lagi dengan perbaikan dan berbagai pengetahuan yang sudah diperoleh selama ini. Terdengar nekad, tapi penuh perhitungan.
Berkat kerja keras Tatag dan teamnya, Mitra Ternak Farm berhasil dipercaya lebih dari 350 mitra aktif yang bergabung dengan total lebih dari 1.000 ekor domba. Para Mitra tidak hanya datang dari daerah sekitar tapi juga dari berbagai lokasi di Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, hingga Papua.
Hebatnya lagi, ada mitra yang berasal dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, Jepang, dan Tiongkok. Rata-rata adalah para Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Yang tidak mungkin datang sendiri ke Indonesia untuk beternak, tapi bisa memantau dari jauh lewat CCTV dan laporan yang dikirimkan.
Dari sisi layanan, program aqiqah, qurban, dan penjualan paket pembibitan domba yang mereka jalankan sudah melayani lebih dari 500 ekor sejak pertama kali dimulai. Kepercayaan terhadap Mitra Ternak Farm pun terus tumbuh hingga ke tingkat nasional.
Mitra Ternak Farm juga berdampak baik bagi masyarakat sekitar. Inisiatifnya membantu memperluas lapangan kerja lokal dan memperkuat ekonomi desa. Ini adalah dampak langsung dirasakan banyak orang di daerah tersebut. Dengan berbagi pengetahuan, akses yang adil, dan pasar yang baik kepada masyarakat pedesaan, mereka tidak hanya beternak. Martabat dan kepercayaan diri mereka juga akan meningkat sehingga masa depan akan lebih baik bagi keluarga mereka. Sebagai seorang sociopreneur tidak hanya memecahkan masalah yang ada, tapi juga membangun jembatan antara bisnis dan kemanusiaan. Kemajuan menjadi nyata ketika tidak ada yang tertinggal. Semua ikut maju bersama. Sesuai dengan tagline Satukan Gerak, Terus Berdampak.
Nyambung Dengan Banyak Orang
Program Tatag sangat nyambung dengan banyak orang, termasuk yang Saya alami sendiri. Saya pernah mencoba berbisnis ternak domba dan juga sapi di kampung. Ternyata tantangannya banyak sekali, mulai dari penyediaan pakan rumput segar setiap hari, lokasi kandang, penyakit dan keamanan.

Walaupun Domba-domba saya titipkan pada pegawai yang amanah dan jujur. Ternyata itu saja tidak cukup. Perlu skill dan pengetahuan yang mumpuni untuk mengelola bisnis peternakan yang ideal dan menguntungkan. Dan ini mengurus binatang, makhluk hidup yang perlu dirawat dengan baik. Ada domba yang mati karena penyakit, dan ada juga yang hilang dicuri penjahat di kelamnya malam. Membuat Saya patah hati dan memutuskan untuk tidak melanjutkan bisnis ini. Model bisnis Mitra Ternak Farm bisa jadi solusi ideal bagi banyak orang yang ingin terjun dalam bisnis peternakan dengan sistem yang jelas, transparan dan terpantau.
Selama hidup Saya sudah berjumpa dengan beberapa presiden, menteri, pejabat, artis nasional maupun internasional dan banyak tokoh ternama secara langsung . Setiap pertemuan memberikan dampak tersendiri. Sosok Tatag adalah salah satu yang menginspirasi dan memberikan rasa harapan besar pada negeri ini. Seperti oasis harapan yang bisa Kita tumpukan bersama untuk masa depan negeri ini.
Tatag adalah pemimpin masa kini dan masa mendatang. Masa depan Indonesia ada di tangan anak muda seperti Tatag ini. Seseorang yang sudah melakukannya, dan akan terus melakukannya. Tetap Satukan Gerak Terus Berdampak. Tidak hanya berdampak positif pada bisnisnya, tapi dampaknya terasa langsung pada masyarakat sekitar dan juga para mitra yang sudah bergabung. Dan siapa tahu apabila model bisnis seperti ini bisa diaplikasikan di lingkup yang lebih besar, industri peternakan negeri ini akan bisa semakin maju dan bisa menyejahterakan masyarakat


selalu speechless dengan orang-orang keren dan punya inisiasi lantas mewujudkannya, seperti Mas Tatag ini. Terlihat simple tapi dampaknya luar biasa untuk warga sekitar ya, keren sih integrasi peternakan ini. Pastinya membantu banget peternak yang gak punya lahan ternak ya.
Wah inovasi yang dibikin oleh Mas tatag ini sangat membantu sekali bagi mereka yang ingin beternak kambing atau domba namun tidak memiliki lahan atau pengetahuan yang baik tentang peternakan.
Melihat sosok seperti Mas Tatag Adi Sasono memberikan optimisme besar bagi masa depan pangan Indonesia. Rasanya masih jarang ada anak muda yang mau terjun total dan berinovasi di sektor peternakan. Tetapi, justru saat ini lah yang kita sama-sama butuhkan. Karena anak muda masih penuh gagasan. Harapannya peternakan semakin banyak yang dikelola profesional seperti yang sudah dilakukan Mas Tatag.
Naah ini baru siatem penitipan domba yang benar, dan terpercaya. Saya punya pengalaman dulu menitipkan domba untuk dipelihara dan hasilnya tak tau juntrungannya katanya dombanya matilah atau gak hamil². Kalau sistemnya seperti yang dijalankan oleh Mas Tatag benar² terpercaya dan bisa dipantau perkwmbangan domba yang kita titipkan. Mantap sistemnya.
Konsep ini bisa bikin kita jadi peternak dari manapun meskipun punya pengetahuan yang minim soal ternak yaa. Sering ditawari untuk peliharakan ternak di kampung tapi belum tergerak krn mmg ternyata banyak tantangannya. Dengan sistem titip ternak ini jadi lebih nyaman yaa untuk invest di peternakan krn kontrolnya bs lebih mudah dan akuntabel
Wah, ini salah satu pemenang ASTRA SATU Indonesia Awards ya
Anak muda yang kreatif dan inovatif
Mau terjun ke bidang peternakan yang biasanya identik dengan orang tua
Setiap baca para penerima SATU Award dan cerita ceritanya.
Selalu salut dengan ide dan konsistensinya dalam membangun daerahnya.
Mas Tatag nih bisa banget jadi inspirasi buat yang minat bisnis dari peternakan.
MEnarik idenya, banayk orang yang ingin beternak tapi ga paham sistemnya dan ilmunya, termasuk saya. Solutif nih mas Tatag, wah segera cari info lebih lanjut tentang ternak digitalnya. Terima kasih lho pak Arif infonya, ini yang dinanti suami juga
Saya dua tahun lalu sempat hadir, Mas. Dan sanang sekali menyaksikan langsung sosok-sosok muda yang sangat menginspirasi menerima penghargaan SATU Indonesia. Dan Mas Tatag ini salah satunya ya. Dengan sistem titip ternak jadi menguntungkan semua pihak. Sekaligus menghadirkan ternak yang berkelanjutan. Kerennya lagi. Siapa pun bisa jadi mitra walau jauh. Sangat transparan juga semua semakin banyak sosok-sosok muda inspiratif di Indonesia
Saya dua tahun lalu sempat hadir, Mas. Dan sanang sekali menyaksikan langsung sosok-sosok muda yang sangat menginspirasi menerima penghargaan SATU Indonesia. Dan Mas Tatag ini salah satunya ya. Dengan sistem titip ternak jadi menguntungkan semua pihak. Sekaligus menghadirkan ternak yang berkelanjutan. Kerennya lagi. Siapa pun bisa jadi mitra walau jauh. Sangat transparan juga
Asli salut banget sama mas Tatang dengan inovasi dan sepak terjangnya dalam menghadirkan sebuah usaha yang berdampak baik bagi banyak kalangan. Ternyata ternak domba yang dia kelola sudah menembus pasar luar negeri juga, sungguh membanggakan sekali.
Salutnya lagi, ia tetap humble, bersahabat dan bersahaja. Ini keren maksimal sih. Bahkan kang Aip bisa foto bareng dengan seakrab itu pose nya yaaa. The best, bisa jadi inspirasi dan panutan buat para pemuda-pemudi negeri. Semoga semakin banyak orang seperti mas Tatang ya, berdampak buat banyak orang. Astra selalu the best kalau buat event awarding.
Ide bisnis yang menarik nih!
Cocok buat mereka yang ingin ternak kambing tapi ngga punya lahan? Minim maintenance, minim resiko juga pastinya karena semua udah dihandle sama Mas Tatag.
Jadi penasaran mulai dari berapa biaya jadi mitra titip ternak di Mitra Farm, siapa tahu bisa jadi cuan tambahan.
Memikirkan ide yang luar biasa dari sosok penerima SATU Award ini kita semua pasti dibuat kagum yaa..
Termasuk pada sosok Tatag Adi Sasono.
Inspiratif dan pantang menyerah dengan segala tantangan. Terbukti dengan majunya Ternak Farm untuk kesejahteraan masyarakat.
kadang aku tuh suka insecure lho , ko bisa ya orang2 menemukan ide yang outt of the box, kaya mas tatag membuat sebuah sistem petternakan dombaa digital dan Astra selalu tterdepan mengapresiasi. Semoga ini menjadi langkah yang positiv dan menginspirrasi. Aku notice covid 19 pada masanya suka sedih
Wah, inspiratif sekali ya Tatag dengan Mitra Farm yang unik dan menambah penghasilan masyarakat sekitar lokasinya, peternakannyavsaja terlihat bersih pantas investor mak8n bertambah..
Keren ya idenya Mas Tatag ini. Setelah baca ini kok saya malah penasaran untuk jadi mitra. Sudah lama nyari titip ternak yang terpercaya. Dan kayanya Mitra Ternak Farm ini cukup terpercaya. Saya cari dulu nanti info lebih lengkapnya. Semoga usahanya terus berkembang dan selalu amanah.
Kayak dapat apresiasi karena pola pikirnya Mas Tatag ini out of the box dan memiliki dampak positif buat semua makhluk hidup, karena gak hanya manusia saja yang terganti, para hewan ternak pun juga lebih tenang karena tempat penitipan ternak yang kredibel dan bisa diandalkan
Aku juga dateng pas sesinya Mas Tatag ini, memang inspiratif sekali, orangnya sederhana dan memang beliau bilang dari keluarga sederhana tapi ide dan kontribusinya luarbiasa. Tidak banyak anak muda yang mau mendedikasikan diri dan ilmunya untuk masyarakat seperti Mas Tatag. Selain ilmu memang butuh kepekaan dan kepedulian sih. Pantes beliau dapat Astra Awards. Aku berharap apa yang Mas Tatag lakukan ini menjadi contoh pemuda-pemudi lain di Indonesia, bahwa hidup bukan soal kita saja, bisa jadi ini soal lingkungan sekitar.
Keren banget mas Tatag. Mau mencoba meniru ilmunya nih. Aku juga udh mulai ternak domba skrg. Meski harga domba skrg lagi hancur sehancurnya krn efek domba impor dan perekonomian lesu.
Dgn bisnis yang dikelola dari hulu ke hilir, peternakan domba ini masih bisa mendapatkan cuan. Dan emg benar, domba itu perkembangannya cpt meski harga kalah saing dgn sapi.
Yg salut, pengelolaannya rapi bgt loh. Bahkan ada KTP sampe asuansi. Jadi kalo ada apa2, kita yg berinvestasi domba di sana, bs lbh tenang menitipkan dana dan dombanya.
Selamat buat Mas Tatag karena berhasil mendapatkan apresiasi dari Astra di tahun ini.
Wah wah menarik juga ini peternakan embek digital, aku jadi penasaran gimana caranya menitipkan domba. Kan lumayan yaa, buat iduladha gitu nanti, sekalian kalau dombanya subur siapa tahu bisa jadi peternak online walau nggak punya lahan 😀
Jadi penasaran gimana cara menghubunginya *gaya banget kek punya modal aja wkwk, tapi siapa tahu ada rezekinya yekaaan 😀
Titip Ternak ini menarik sekali dan bisa membantu orang yang mau beternak tetapi tidak punya waktu atau kemampuan dibidang itu. Selalu salut sama orang yang memiliki jiwa gigih. Walau di hadapi segala rintangan dalam bisnis, tetapi melaju dengan baik. Terima kasih lagi buat ASTRA, kembali memberi aprisiasi pada wirausaha dan Tatag termasuk di dalamnya.
Penasaran dengan >>> Bidang Teknologi: Oka Bayu Pratama (Jawa Timur), pengembang SeeShark, aplikasi AI untuk konservasi hiu di perairan Indonesia.
Keren banget mas Tataaag. Konsep yang sangat amazing sekali, mengubah peternakan pada umumnya yang ribet dan penuh resiko, kini jadi lebih terdigitalisasi, rapi dan juga transparan. Jadi berasa kayak main game simulasi, tapi hasilnya nyata dan cuannya pun beneran.
Salut juga sama semangat pantang menyerahnya, jatuh bangun tapi tetap jalan terus. Ini sih contoh nyata kalau anak muda bisa bikin desa jadi pusat inovasi, bukan cuma kota aja yang maju.
Cerdas dan solutif banget ya inovasi yang tercipta dari pemikiran serta aksi mas Tatag Adi Sasono. Melalui ide yang di eksekusi secara digitalisasi menghasilkan sebuah karya yang sangat baik. Berdampak positif buat banyak mitra dan membuka lowongan pekerjaan. Sungguh sangat inspiratif sekali aksinya. Seorang pemuda yang cocok menjadi pemimpin masa depan.
Punya ide brilian dan dieksekusi secara maksimal. Keberadaannya sangat berdampak baik buat banyak orang.
Iya ya, kalau semua pemuda desa punya pemikiran ke depan dan ide brilian serta berani beraksi seperti mas Tatag Adi Sasono. Pasti pemerataan pembangunan bukan hanya sekadar angan belaka, melainkan bisa terlaksana lebih cepat.
Inovasi, ilmu dan digitalisasi dimanfaatkan secara maksimal. Hasilnya, banyak mitra yang terbantu, selain itu membuka lowongan pekerjaan juga. Masha Allah, salut banget sih.
Eh bagus juga nih. Cocok memang untuk orang2 yg ingin beternak, tapi masih terbatas knowledge nya, sumber daya, dan waktu utk terjun langsung. Dengan begini jadi bisa ikutan punga ternak, tp kita hanya memantau ya mas . Kereeen sih sistemnya.
Kasian juga mereka sempet ngerasain gulung tikar akibat covid. Tapi pengusaha yg kuat, pasti mampu bangkit setelah mengalami kegagalan .
Wahhh mayan bangett ini konsepnyaa.
Apalagi ternak kayak gini bakal laris maniss dan cuan able bgt jelang Lebaran Qurban..
lokasinya Tuban, Jatim…ngga jauh dari Surabaya.
coba deh ntar aku pelajari lagi ….klo legit, bs banget jadi opsi invest ya kan.
Sepertinya ide bisnis seperti ini cocok untuk orang-orang yang ingin ternak kambing tapi gak punya lahan, minim resiko dan minim maintenance karena semuanya sudah dihandle sama ahlinya.
Boleh nih jadi Mitranya Mas Tatag, penasaran berapa aja biayanya kalau mau titip ternak. Bisa jadi ide bisnis provit terutama buat Idul Adha.