Hello TemenAip! Apa kabar? Mungkin banyak yang heran kenapa Kang Aip menghilang dari peredaran blantika media sosial Indonesia?

Kang Aip Kemana Aja Bulan Juni-Juli Ini? Kok Ngilang?

Jadi, ada benernya menghilang, tapi orangnya masih ada, fokus hidupnya aja yang berubah karena prioritasnya secara signifikan berubah haluan.

Jadi malam Idul Adha, Ibunda mengalami stroke dan harus dirawat di Rumah Sakit PON. Selama 5 hari mendapatkan perawatan intensif sampai dinilai kondisinya membaik dan boleh pulang.

Karena usia dan kondisi badan, beliau mengalami penyumbatan pembuluh darah di otak dan mengalami stroke. Untung lekas dibawa ke Rumah Sakit PON, sehingga bisa segera ditangani. Tadinya mau dibawa ke RSUD Matraman atau RSCM, tapi RS PON ini punya alat-alat lengkap dan memang khusus penyakit seperti ini. Jadi udah paling pas.

Aneh juga sih berlebaran di Rumah Sakit. Tapi ya gimana lagi. Tidak ada opor apalagi sate yang biasa dinikmati di Hari Raya Kurban. Yang ada nunggu pasien, dan makan seadanya di kantin Rumah Sakit. Untung masih ada yang buka.

Berlebaran di Ruangan 902

Peer berikutnya adalah perawatan di rumah. Ternyata pasca stroke kondisi beliau tidak langsung pulih, selain mengkonsumsi obat-obatan, ternyata ada beberapa hal lain yang harus dilakukan.

Pertama adalah bagaimana hidup berjalan dengan aman dan lancar. Karena biasa urusan rumah biasa dikomandoi beliau, sekarang berubah. Dinamika di rumah pun jadi berbeda.

Ternyata mengurus rumah tangga itu tidak mudah ya. Gimana supaya makanan selalu tersedia di meja makan tiap harinya, cucian harus selalu bersih, dan banyak urusan domestik lainnya.

Yang kedua adalah hal yang paling jadi concern adalah soal keamanan. Ternyata ini yang paling bikin berat hati. Karena merasa sudah membaik,  Ibunda tuh suka beraktivitas sendiri, ingin mandiri seperti sebelumnya. Nah ini yang jadi masalah karena ternyata paska stroke, keseimbangan dan kekuatan tubuhnya belum sempurna.

Jalan dikit, oleng. Kadang bangkit belum kuat. Jadi harus selalu diperhatikan.

Awalnya ke kamar mandi tidak mau ditemani. Harus menunggu di luar. Eh ternyata di dalam jatuh. Tangannya terkilir.

Orang pasca stroke kan tidak boleh jatuh. Tapi ternyata hal ini sulit dihindari karena kemauan yang sakit sangat kuat untuk menjalani kehidupan seperti sebelumnya, sementara badannya belum sembuh sempurna. Jadi yang nungguin harus selalu siap 24 jam terus. 

Inilah kenapa waktu dan perhatian beneran terfokus sama yang sakit.

Jadi boro-boro eksis di dunia Maya. Semua fokus beneran tertuju ke pasien.

Lelah? Iya. Lelah fisik dan mental.  Mental sih karena banyak kekhawatiran selama merawatnya. Takut jatuh, takut obatnya ga dimakan. Dan yang pasti harus bisa mendukung dan menguatkan pasien supaya lekas sembuh.

Cobaan Datang Lagi

Ketika Ibu dalam masa pemulihan, Ayah tiba-tiba masuk Rumah Sakit dan dirawat selama 5 hari. Haduh. Tapi ya gimana lagi. Dirawat kan supaya sembuh. Daripada di rumah lalu kondisi sakit, gimana mau sembuh.

Cuman pusing bagi-bagi tugas dan waktu ya. Alhamdulillah semua bisa berjalan lancar, walau pedih juga mata mesti terjaga dan stand by terus memantau kondisi kesehatan keduanya.

Setelah keduanya agak mendingan tapi belum pulih. Saya mengajak mereka ke Tasikmalaya untuk menjalani terapi alternatif.

Alhamdulillah hasilnya lebih baik, tapi ya belum seperti sediakala. Masih harus terus terapi, minum obat dan cek ke dokter.

Tidak Bisa Kerja Atau Traveling

Dampak dari kondisi ini adalah Saya tidak bisa bekerja, ada beberapa tawaran pekerjaan yang Saya lewatkan karena tidak bisa hadir. Begitu pula dengan traveling. Boro-boro traveling ya, fokusnya ga kesitu dulu.

Mengolah footage lama pun sulit karena Saya masih adaptasi dengan situasi yang ada sekarang. Fokus terpecah.

TemenAip! Doakan ya supaya orang tua Saya bisa sehat seperti sedia kala. Panjang umurnya, sehat dan bahagia ,banyak rejeki, barokah hidupnya.

17 comments

  1. semangat Kak Aif, semoga orangtuanya kemabli pulih dan sehat seperti sdedia kala, bisaberaktivitas seperti biasa dan kak AIf makin banyak travelingnya ya, jangan lua buat ajakin aku ya Kak Aif hehe

  2. Ka Aippp.. syafahullah untuk Ibu dan Bapak.
    Semoga ka Aip juga sehat-sehat selalu yaa..

    Berkah memiliki anak yang selalu perhatian dan bisa membantu kedua orangtua.
    Semoga menjadi pahala dan keberkahan bagi ka Aip sekeluarga.

    Paling berat memang ujan sakit yaa..
    Kerasa sekali kalau ada anggota keluarga yang sakit, pasti lelahnya tiada tara.

    Plus menguatkan mental Ibunda.
    Kata sahabat yang orangtuanya menderita stroke, beliau dalam masa-masa penerimaan kalau sakit. Dan itu suka jadi bikin beliau-nya sendiri frustasi. Dari yang bisa apa-apa sendiri, kini apa-apa kudu menunggu dan meminta bantuan.

    Semoga ka Aip dan keluarga juga senantiasa diberi keluasan hati untuk terus bersabar dan menguatkan Ibunda serta Ayahanda.

  3. Baca tulisannya Kang Aip serasa cermin. Bedanya aku yang sakit sejak April, kemudian disusul mamah operasi. Dan kerasa banget, udah dibilangin mamah jangan banyak gerak habis operasi, tetap saja aktif gerak.

    Semoga orangtua Kang Aip sehat seterusnya, dan Kang Aipnya juga sehat selalu, bisa beraktivitas seperti biasanya.

  4. Ya Allah,, semoga ayah dan ibu lekas sehat pulih lagi ya Kak.. Kak Aip juga dikuatkan badan dan rejekinya biar bisa merawat orang tua. Semangat terus ya, insya Allah semoga Allah mudahkan jalannya.

  5. Ikut prihatin ya, Aip, dengan kondisi orangtua dan situasi Aip sendiri. Memang menjadi caregiver lansia itu nggak mudah. Mudah-mudahan Aip bisa meluangkan waktu untuk beristirahat dengan cukup.

  6. Semoga Ibunda dan Ayahanda Mas Aip lekas sembuh dan pulih kembali ya. Ketika orang tua sakit rasanya ya udahlah, pasti kita akan fokus ke orang tua.

    Apalagi sampai dirawat di RS dan berjarak berdekatan waktunya. Semoga Mas Aip tetap semangat ya. Insya Allah akan ada rezeki lain meskipun merawat mereka jadi gak kerja dan traveling.

  7. Saya pernah merasakan seperti yang dialami Kang Aip sekarang. Paham dengan rasa lelahnya mengurus yang sakit. Apalagi sakitnya dalam waktu lama.

    Bismillah. InsyaAllah segera pulih untuk kedua orang tua Kang Aip. Juga untuk Kang Aip tetap sehat, ya. Allahumma aamiin.

Tak komentar maka tak sayang. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima kasih sudah berkunjung

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses