Hello TemenAip! Apa kabar? Mau cerita perjalanan 4 Hari 3 malam ke Jember beberapa hari yang lalu. Buat kenang-kenangan!

Naik Kereta Api Pandalungan

Pergi-pulang Naik Kereta Api

Sebagai pecinta kereta api sudah tentu transportasi ke Jember kali ini menumpang kereta api. Keberangkatan dimulai dari Stasiun Gambir menumpang Kereta Api Pandalungan yang Stasiun akhirnya ada di Jember. Jadi jangan takut kalau ketiduran bablas sampai Jember bangun-bangun sudah sampai di sana. Perjalanan dimulai pada jam 20.15 dan sampai pada jam 09.00 pagi keesokan harinya.

Hari Pertama Di Jember

Disampainya di Jember kami langsung dijemput oleh driver yang sudah dipesan sebelumnya bernama Mas Sigit. Beliau sudah stand by dari pagi menunggu kedatangan kami.

Dan perjalanan dilanjutkan ke sebuah objek wisata bersama Taman Gapuro dimana ada Gapuro Cafe dan Resort Sidomulyo. Lokasinya terletak di tepi Jalan Nasional Jember-Banyuwangi,  desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Jember. Ini memang sebuah cafe kekinian yang mengusung tema hutan pinus dan juga dekat dengan alam.


Kafe ini dikelilingi pepohonan pinus. Karena masih bulan puasa dan kami masih berpuasa hari itu tidak melaksanakan apa-apa tapi juga foto-foto dan konten di sekitarnya. Suasana yang menyenangkan karena adem dan saya ketemu kucing lucu di sana.

Dan ada sebuah gapura besar sekali yang menjadi pintu gerbang menuju kawasan ini.

Perjalanan lanjutkan ke wisata alam kalijompo, ya itu sebuah wisata yang bertemakan sungai dan juga alam. Cuman karena hujan deras, suasananya jadi ga kondusif sehingga tidak lama disini,padahal serubjuga wisata pinggir sungai. Tapi karena Hujan deras auranya kurang bagus.

Sore hari Kami mencari takjil di sekitar UNEJ, tapi karena hujan, akhirnya melipir ke RM Pandanwangi untuk makan Sego Sambel mantul

Sego Sambel Komplit Pandanwangi

Hari Ke Dua, Ke Kebun & Mantai

Setelah sahur hotel kami melanjutkan dengan ibadah salat Subuh dan juga istirahat sampai dengan jam 10.00 pagi. Supaya energi bisa tersimpan dengan baik dan nggak rewel karena ngantuk.

Pada jam 10.00 pagi bersama Mas Sigit kami berangkat ke Taman Botani Sukorambi. Ini adalah kunjungan kedua saya ke sini dan memang suasananya masih asri dan juga menyenangkan. Walaupun di hari itu pengunjungnya cuma kami saja bertiga tapi malah senang karena kosong dan bisa lebih leluasa bermain di sana.

Harga tiketnya sekarang Rp20.000 per orang memang sudah naik tapi menurut saya masih sepadan ya.

Sayang sekali tidak bisa mampir ke cafe tebingnya karena masih tutup dan masih pagi kami juga masih berpuasa. Tapi nggak apa-apa karena sempat belanja aneka buah hasil panen dari Taman Botani Sukorambi ini. Mulai dari buah naga lalu buah alpukat yang menjadi bekal untuk ke pantai hari itu.

Perjalanan lanjutkan ke Pantai Papuma yang ikonik. Sengaja meluangkan banyak waktu di sana karena terakhir kurang puas. Perjalanan selama kurang lebih 2 jam dari Kota Jember ke sana terasa lebih mulus sekarang karena jalannya lebih bagus.

Sesampai di sana cukup kaget karena tempat penjualan tiket sekarang sudah berbeda.

Suasana di sana juga mau saya masih sama cuma sekarang saya bawa drone jadi bisa menerbangkannya supaya bisa mendapatkan view dari atas.

Rasanya senang sekali bersantai di pantai pasir putih dengan kapalk-kapal nelayan yang tertambat di sana.

Ada beberapa bagian pantai yang sekarang diberikan garis penanda supaya tidak dilewati oleh para pengunjung karena berbahaya. Sudah ikuti saja jangan sampai menjadi korban karena peraturan dibuat untuk menyelamatkan kita semua.

Saya juga sempat naik ke Siti Hinggil titik teratas dari Pantai Papuma ini sehingga bisa melihat keseluruhan pantai dari berbagai sisi. Naiknya lumayan juga tapi masih bisa lah karena melewati tangga-tangga yang tidak terlalu curam dan senangnya tanda-tanda ini sudah tidak berwarna-warni sama ketika pertama kali saya datang ke sini.

Memutuskan untuk berbuka puasa di Papuma karena sambil mau menikmati sunset.

Hari Ketiga, Ke Kebun Teh & Pulang

Check out dari hotel jam 9 pagi, Kami bertolak ke Kebun Teh Gunung Gambir. Perjalanan ditempuh selama 2 jam. Senang melihat pemandangan sekitar. Kebun teh ini terletak di kaki gunung Argopuro.

Disini suasananya segar banget, angin sepoi-sepoi, oksigen berlimpah khas pegunungan.

Mager dan beneran menikmati suasana disini.

Karena mengejar waktu pulang naik Kereta Api Blambangan Express, Kamipun bertolak ke Jember, sebelumnya mampir ke toko oleh-oleh, Saya beli tape dan sauwir-suwir

Demikianlah perjalanan singkat ke Jember Maret 2026 ini. Sebuah pengalaman yang menyenangkan tentunya

23 comments

  1. Seru banget ya Bang Aip, jalan-jalan ke Jember meski harus naik kereta 24 jam lebih dan dalam keadaan berpuasa. Daku paling tertarik ke Taman Botani, bisa refreshing plus belajar biologi juga. Lalu Pantai Papuma juga terlijay cantik.

    Bang Aip ada tulisan mengenai tips traveling saat sedang puasa?

  2. Belum pernah euy ke Jember..Ternyata di Jember tuh seru banget ya.. tempat wisatanya juga variatif.. dari gunung sampai pantai ada.. dan semua menarik..

  3. Saya belum pernah ke Jember. Seneng deh baca postingan ini. Banyak tempat wisata Jember yang menarik buat dikunjungi. Dari RM Pandan Wangi, ke kebun Teh, Taman Botani dan ke Pantai juga. Seru deh mengunjungi berbagai tempat di sana.

  4. Ternyata Jember punya banyak tempat wisata juga ya. Dari dataran tinggi sampai pantai. Menarik banget. Selama ini aku tahunya cuma Pantai Papuma. Nggak nyangka ada kebun teh juga di sana.

  5. Jadi kangen Jember lagi saat hadirin wisuda adik yang kuliah di sono bbrp tahun lalu. Sekalian mampir rumah temen sekantor di sono jg.

    Seneng deh saat orang-orang mungkin lebih melirik destinasi arus utama, tp kang Aip ini ngebuktiin kalau Jember punya pesona yang sangat komplet—mulai dari wisata alam yang asri sampai wisata edukasi yang unik.

    Kang Aip ini emg mantap menyusun itinerary, tidak terlalu terburu-buru tapi tetap padat pengalaman. Menarik sekali melihat penekanan pada wisata tembakau dan kopi yang memang jadi identitas kuat Jember; sebuah pengingat kalau jalan-jalan itu juga soal mengenal karakter sebuah kota lewat komoditas unggulannya.

    Tulisan ini beneran jadi kompor pemantik buat siapa pun yang ingin eksplorasi sisi timur Jawa agar nggak cuma lewat saja, tapi benar-benar singgah dan menikmati tiap sudut kotanya. Jember memang makin menggoda buat dikunjungi!

  6. Memang perjalanan darat terseru itu naik kereta api. Jalurnya sendiri, lancar jaya, dan pemandangan sepanjang perjalanan memanjakan mata. Apalagi kereta api masa kini makin oke banget fasilitasnya ya kang Aip.

    Wah, destinasi pertama saat di Jember beneran bikin enjoy dan seger. Gapuro Cafe dan Resort Sidomulyo, mestilah aku catat dan ku masukin ke bucket wishlist mana tau tahun ini bisa berkunjung dan explore area tersebut. Enakeun buat ngadem yaaaa.

    Destinasi berikutnya pun nggak kalah menarik. Wisata alam Jember jempolan ternyata. Bahkan pantai nya pun cakep euy. Auto betah sih, apalagi di tutup dengan jalan-jalan ke kebun Teh, sepoi-sepoi anginnya bikin mager emang.

  7. Ya ampun udah lima tahun lalu aku main ke Papuma. Pantainya cakep banget itu. Dulu ke sana bareng keluarga dan masih lengkap dengan bapak-ibuk.

    Tiap pulang kampung ke Banyuwangi, pasti lewat jember. Baru beberapa bulan yang lalu lewat jalur utara, gara² jalan di gunung gumitir sedang diperbaiki.

    Kangen banget main² lagi ke Jember. Dan salah satu bucket listku tahun depan main ke Taman Botani Sukorambi-nya.

    1. Jalan-jalan nya seru kang Aip, itenarinya sip bisa di ATM nih. Walaupun pada, jalan-jalan tetap lanjut kan ya. Apalagi kafenya dekat hutan pinus, belum lagi Papuma yang ikonik. Cuzz deh ajukan proposal ke pak suami secara aku pengen banget e ke Jember dan Banyuwangi, sisi timur pulau Jawa yang hanya dilewati aja sebelum ke Bali

  8. seru banget perjalanannya nih mas dari gunung ke pantai. Jujur aku paling penasaran sama wisata kebun teh karena belum pernah euy mengunjungi kebun teh gitu pastinya seru banget ya lihat pucuk-pucuk teh yang siap dipanen gitu

  9. Bagian ke Pantai Papuma sama kebun teh juga kebayang banget healing-nya. Jember tuh memang underrated, tapi ternyata lengkap, ada pantai, pegunungan, sampai wisata kebun yang adem. Jadi bukan cuma satu jenis wisata aja, tapi campur semua jadi satu trip.

  10. Aku salfok sama nama glampingnya, Kalijompo… Apakah cocok untuk remaja-remaja jompo kayak kita ini Kang Aip? Hahaha 😀

    Di Jember ternyata banyak ya wisata alamnya, dari pantai, taman buah sampai kebun teh juga ada. Pingin juga wisata ke Jember. Ada tanteku yang tnggal di sana. Dulu beliau di Solo tapi semenjak pindah ke Jember, aku belum pernah ketemu lagi. Semoga nanti ada kesempatan biuat ke Jember, jalan-jalan sekalian ke rumah tanteku juga… 🙂

  11. Walaupun lagi puasa ya gass traveling , tapi enak ya dari sehari enggak banyak destinasi jadi bisa puas lah pa arif enjoy sama destinasinya, kalau gak puasany kaya nya dicobain da buah2 han nya hehe btw sauwir uwir teh makanan apa ?

  12. Aku juga relate sama momen-momen yang nggak selalu sesuai rencana, kayak pas ke Kalijompo tapi kehujanan. Itu tuh klasik banget pas traveling—kadang tempatnya sudah kebayang seru, tapi cuaca berkata lain. Tapi justru di situ biasanya jadi cerita yang diingat

  13. Aku juga relate sama momen-momen yang nggak selalu sesuai rencana, kayak pas ke Kalijompo tapi kehujanan. Itu tuh klasik banget pas traveling—kadang tempatnya sudah kebayang seru, tapi cuaca berkata lain. Tapi justru di situ biasanya jadi cerita yang diingat.

  14. Empat hari 3 malam sih puas banget ya, menelusuri tempat-tempat yang menarik.
    Dua kali ke Banyuwangi, dua kali lewat Jember, tapi belum pernah mampir, bahkan enggak singgah di kotanya.
    Kalau jadi tulisan gini, apalagi yang nulis travel blogger, jadi bagus banget ya, bikin tertarik untuk berkunjung ke Jember.

  15. Enak bener di Kebun Teh nya, karena sudah tersedia jembatan, jadinya bisa melihat Kebun Teh dengan lebih gereget tanpa merusak sekitar.
    Nah yang paling daku suka itu pas yang makan²nya Sego Sambel Komplit Pandanwangi, Kang Aip, soalnya mantap pisan eui. Btw, yang di piring sendirian itu telur dadar atau bakwan? Soalnya daku melihatnya kayak bakwan

  16. Saya awalnya lihat reels Kang Aip. Tapi waktu tu fokus soal naik kereta ke Jember saja. Dan akhinya mmebaca cerita lengkapnya di sini.
    INi sih keren banget, Kang. 4 hari 3 malam dengan aktivitas yang padat dan mantul semua. Jadi walau sedang puasa, tetap mengenangkan ya, Kang.
    Dan Jember ternyata wisatanya komplit. Hutan pinus, pantai, perkebunan teh. Saya suka sekali dengan jembatan di perkebunan teh itu. Jarang-jarang perkebunan teh ada jembatannya. Jadi bisa menikmati suasana perkebunan teh dengan maksimal dan nyaman.

  17. Seru banget tuh pastinya. Pantai Papuma, kebun teh Gunung Gambir. Aish. Aku jadi kangen. Pingin mudik ke Jember deh jadinya.

    Udah lama nggak ke Pantai Papuma. Keluargaku yang di Jember kayak tiap lebaran ke Papuma tuh.

    Kemarin juga baru liat postingannya ponakan asyiik main pasir. Hmm…

  18. Aiiiih seruuu walau cuma 3 hari . Aku tuh baru sekali traveling saat puasa mas, ke solo dan mampir Borobudur. Agak kapok sih, saking panasnya . Sejak itu ga pernah lagi. Tp Jember ini sejuk keliatannya yaaa. Atau setidaknya kafe yg kelilingi pinus itu nampak dingin sih. Sego sambelnya manteeeep . Liat dari plating aja udh ngiler duluan hahahaha. Pantai Papuma ini juga udh lama ada di bucket listku. Sayang pas trakhir road trip ke Jawa, ga sempet mampir Jember Krn waktu.

  19. Wah, lumayan juga ya durasi perjalanan di keretanya Kang Aip. hampir tembus 12 jam lho itu.. Untungnya kereta sekarang udah nyaman-nyaman kursinya. Kalo masih yang tegak dan adu dengkul, kayaknya pas sampe di Jember saya langsung hunting tukang urut pijit deh, hahaha.
    Penasaran sama kalijompo sih kang. Jujur ini konsepnya agak bingung ya. Namanya mengandung jompo, tapi yang jadi model di bannernya malah cewe cakep, masih muda pulak, hahaha. Apakah kesana harus yang jompo dan renta apa yang muda bin kinyis kayak saya juga bisa? hehehe

    Beli rantang mereknya pagoda
    Unik bentuknya, warna terang membahana
    Jember memang sangat menggoda
    Untaian alamnya, bikin hati jadi terpesona

  20. Puasa tak jadi alasan untuk traveling, ya Mas Aif, bahkan vibe nya jadi lebih adem dan santai karena di banyak tempat wisata suasananya jadi lebih tenang karena tak banyak pengunjung. Jadi inspirasi buat yang introvert tapi pengen jalan-jalan, sepertinya bulan Ramadan bisa jadi alternatif banget kalau liat nyamannya jalan-jalan ala Mas Aif ke Jember ini

  21. seneng banget Kang Aip main-main ke Jember, aku sebagai wong Jember ikut seneng.
    pas puasaan gini, jalanan daerah Unej macetnya gak kayak hari biasa, karena di sepanjang jalan banyak yang jualan takjil, tapi berburu takjil memang seru 😀
    aku aja sampe sekarang belum ke Pandanwangi, tiap lewat selalu rame soalnya

Tak komentar maka tak sayang. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima kasih sudah berkunjung

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.