Halo TemenAip! Ada kabar gembira nih buat kalian yang tinggal atau sering beraktivitas di area Tangerang. Mulai Rabu (28/1), Stasiun Jatake resmi dibuka untuk umum!
Peresmiannya dihadiri langsung oleh Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, dan Gubernur Banten, Andra Soni. Nggak cuma sekadar gunting pita, hadirnya stasiun ini punya misi besar: bikin mobilitas kita makin sat-set dan terintegrasi.
Kenapa Stasiun Jatake Spesial?

Mungkin pada bertanya-tanya, “Apa bedanya sama stasiun lain?” Nah, Stasiun Jatake ini punya beberapa fakta seru yang perlu diketahui
Hasil Gotong Royong (Tanpa APBN!)
Kerennya, stasiun ini dibangun lewat kolaborasi antara KAI, DJKA dan pihak swasta (Sinar Mas Land). Ini jadi contoh kalau bangun infrastruktur keren nggak harus selalu pakai uang negara.
Kapasitas Jumbo

Meski bangunannya estetik, stasiun seluas 3.198 meter persegi ini sanggup menampung sampai 20.000 penumpang per hari.
Stasiun Jatake punya 3 lantai. Lantai 1 ada musola, toilet. Lantai 2 ada area umum. Lantai 3 peron dan tempat beli tiket.
Ada dua peron di Stasiun Jatake, yaitu Peron 1 yang menuju Tanah Abang dan Peron 2 yang menuju Rangkasbitung. Stasiun ini berada di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, tepatnya diapit antara Stasiun Parungpanjang dan Stasiun Cicayur. Adapun rute perjalanan line commuter Tanah Abang-Rangkasbitung terbaru menjadi: Tanah Abang (Titik Awal) – Palmerah – Kebayoran – Pondok Ranji – Jurang Mangu – Sudimara – Rawa Buntu – Serpong – Cisauk – Cicayur – Jatake – Parung Panjang – Cilejit – Daru – Tenjo – Tigaraksa – Cikoya – Maja – Citeras – Rangkasbitung (Titik Akhir).

Nggak Pakai Lama

Headway atau waktu tunggu kereta Commuter Line di sini sekitar 5–10 menit aja. Jadi, nggak ada lagi drama ketinggalan kereta terus nunggu sejam.
Konsep TOD
Stasiun ini didesain dengan konsep Transit Oriented Development. Artinya, stasiun ini bakal jadi pusat aktivitas baru yang terhubung langsung dengan hunian dan area komersial di BSD.
Banten Selatan Siap-Siap Nyusul?
Ada yang menarik dari sambutan Pak Gubernur Andra Soni. Beliau sempat “curhat” ke Pemerintah Pusat supaya jalur kereta di Banten makin luas, bahkan sampai ke wilayah selatan.
Rencananya, jalur Rangkasbitung–Pandeglang–Labuan diusahakan aktif kembali. Jadi ke depannya, kalau mau liburan ke pantai atau wisata di Banten Selatan, kita tinggal duduk manis di kereta tanpa pusing mikirin macet di jalan raya.

“Setiap stasiun yang aktif itu punya potensi jadi pusat ekonomi baru buat warga sekitar,” ujar Pak Gubernur. Setuju banget, kan?
Angka yang Bicara
Tahu nggak sih? Sepanjang tahun 2025 kemarin, pengguna KRL jalur Tanah Abang–Rangkasbitung tembus di angka 77,55 juta orang! Ini bukti kalau kita semua makin cinta naik transportasi umum. Dengan adanya Stasiun Jatake, beban stasiun sekitarnya bakal berkurang dan kenyamanan kita juga makin nambah.
Gimana, warga Tangerang? Sudah siap menjajal Stasiun Jatake buat berangkat kerja atau sekadar hangout akhir pekan ini?
