Hello TemenAip! Apa Kabar? Tanggal 6 Mei 2026 kemarin Ariefpokto.com diundang ke Balai Yasa Manggarai. Bukan untuk ikut ngebenerin kereta api, tapi untuk Silaturahmi dan Diskusi Keselamatan Perlintasan Bersama Komunitas dan Influencer

Pesertanya banyak sekali menurut Saya, jadi ajang reuni juga sih. Komunitas yang datang juga banyak mulai dari IRPS, Edan Sepur dan banyak lagi. Mereka datang dari berbagai daerah mulai dari Jember sampai Lampung.

Selain itu ada banyak influencer yang hadir di acara itu. Wajah-wajah familiar yang biasa buat konten soal kereta api.

Auditorium Balai Yasa Manggarai auto ramai dan heboh dengan kehadiran Kami semuanya.

Komunitas Perkeretaapian

Ibu Anne Purba, VP Corporate Communication PT KAI mengatakan Railfans dan Komunitas Perkeretaapian adalah stakeholder penting bagi KAI. Saat ini dari data yang ada, sudah ada lebih dari 6500 Railfans yang tercatat. Pada 2025 sudah melakukan 1100 kegiatan sosialisasi perlintasan. Tahun 2026 akan dilakukan lebih banyak lagi.

Ibu Anne Purba

Akan ada program sosialisasi stop pelecehan seksual di atas Transportasi Umum untuk menciptakan  ruang aman, terutama di atas Kereta Api dan juga Sosialisasi Keamanan Perlintasan & Product Knowledge PT KAI


Komunitas Perkeretaapian adalah bagian dari yang mensukseskan program KAI sehingga harus bersinergi lagi terutama untuk program keselamatan perlintasan. Lebih meningkatkan peran supaya jalur kereta api lebih aman.

Karena keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama.

Bapak I Gede Darmayusa sebagai Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi PT KAI menjelaskan kalau PT KAI punya 4 modal untuk sukses yaitu Karyawannya yang kompeten, Pemilik Modal yang support yaitu Danantara, Pemerintah yang mendukung, dalam hal ini Kemenhub dan jajarannya juga Railfans yang giat mendukung berbagai kegiatan PT KAI.

Sesi diskusi berjalan menarik karena banyak yang ingin bertanya juga menyampaikan pemikiran kepada para pejabat KAI yang hadir.

Hari itu  dibahas soal bagaimana caranya meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang melalui edukasi masyarakat dan kerja sama dengan komunitas.

Saat ini terdapat 3.674 perlintasan sebidang, dengan 1.810 titik menjadi fokus penanganan. Dari jumlah tersebut, 172 perlintasan diarahkan untuk penutupan dan 1.638 lainnya ditingkatkan aspek keselamatannya secara bertahap.

Ada yang akan dibuat flyover, akan tetapi yang paling cepat adalah dilakukan penjagaan di titik tertentu.

Data juga menunjukkan urgensi. Dalam periode 2023–2026, tercatat 948 korban kecelakaan, dengan sekitar 80% terjadi di perlintasan yang belum terjaga.

Mulai dari peningkatan penjagaan, sistem komunikasi, CCTV, hingga panic button untuk kondisi darurat, serta pengembangan Automatic Train Protection (ATP) untuk membantu respons lebih cepat di perjalanan kereta.

Upaya ini dijalankan agar setiap langkah lebih tepat sasaran, risiko dapat ditekan, dan masyarakat yang melintas di perlintasan dapat merasa lebih aman.

Tiap Tahun Menutup Ratusan Perlintasan Liar

Setiap tahunnya PT KAI menutup 150 sampai dengan 200 perlintasan liar. Kendalanya rel tidak dipagar dan di atas tanah. Sehingga mudah dibuat yang baru. Dengan tingkat kesadaran makin bagus dan dilakukan penutupan dengan aktif akan semakin berkurang. PT KAI berkomitmen menutup perlintasan liar.

Commuterline Sampai Cikampek

Kabar Gembira Pak Gede bilang kalau rencana Double Double Track Bekasi Cikarang sudah ada dan sepakat dilanjutkan kembali dengan perencanaan yang baik. Dan memang ada perencanaan Elektrifikasi akan diperpanjang sampai Cikampek sehingga CommuterLine bisa sampai Cikampek.

Soal Prasarana PT KAI selain bekerjasama dengan DJKA Kementerian Perhubungan, akan ada inisiatif baru untuk mempercepat soal keselamatan bersama Danantara.

Sistem Tracking Kereta Api Real Time

PT KAI ternyata sudah punya Sistem Tracking Kereta Api Real Tim, setiap lokomotif punya sistem Tracking dan rencananya akan diintegrasikan dengan Access By KAI sehingga penumpang bisa tahu posisi kereta api yang ditumpangi

Rencananya akan bekerjasama dengan Google untuk mendukung live tracking via Waze untuk kenyamanan.

Sosialisasi Keselamatan Perlintasan

Preventif soal Temperan dengan truk dsb akan dilakukan sosialisasi ke perusahaan angkutan manusia dan barang dan memastikan manajemen memberika  sosialisasi pada sopirnya. Perlintasan itu bukan hanya berkaitan dengan materi dan juga nyawa.

Jika terjadi pelanggaran akan dilakukan tuntutan hukum.

Selain itu juga diadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang berada di sekitar rel kereta api. Saya sendiri pernah ikut melihat kegiatan sosialisasi seperti ini. Dimana masinis, dan beberapa pegawai KAI melakukan sosialisasi di sekolah menengah umum.

Selain itu ada koordinasi dan diskusi dengan Dishub karena terjadi kemacetan di perlintasan karena  kendaran besar.

Diskusi berjalan dengan sangat menarik dan banyak masukan yang baik, juga kritik membangun, semoga bisa memberikan solusi demi keamanan perjalanan Kereta Api.

Tak komentar maka tak sayang. Silakan meninggalkan komentar. Mohon maaf, tidak menerima komentar dengan active link. Terima kasih sudah berkunjung

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.